MEETING AIUA

Selama tiga hari pertemuan perguruan tinggi Islama se Asia telah digelar di Ygyakarta, yakni di UIN Sunan kalijaga.  Sudah barang tentu banyak hal yang dibicarakan, baik melalui seminar yang lebih bersifat umum maupun melalui workshop yang lebih menukik ke permasalahan yang ada.  Harapannya bahwa  dengan pertemuan tersebut akan dapat dihasilkan banyak hal untuk kemajuan universitas anggota.  Persoalan menjaga kualitas tentu saja mendapatkan perhatian dalam pertemuan tersebut, karena bagaimanapun saat ini semua universitas tentu berusaha untuk meningkatkan kualitas ketimbang persoalan lainnya.

Asian Islamic universities association ini memang didesain untuk memajukan ujniversitas Islam di asia, meskipun hingga saat ini anggotanya masih belum beranjak dari awal mula didirikan, yakni terdiri atas universitas di Indonesia, Malaysia, Brunei Darus salam, Thailand dan Singapura, alias di kawasan asean saja.  Sudah ada usulan agar anggotanya ditambah dari beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan Asia selatan, namun hingga saat ini masih belum ada tambahan  anggta.

Sesungguhnya kita juga  dapat menambah keanggootaan  asosiasi ini dengan beberapa  unversitas yang ada di negara bukan muslim, asalkan di sana ada universitas atau setidaknya program studi Keislaman.  Dengan demikian sesungguhnya kita dapat menerima anggota dari universitas yang bukan  secara  lahir sebagai universitas Islam, namun di dalamnya mengkaji studi Islam. Apalagi kalau secara jelas sebagai universitas Islam seperti yang ada di beberapa negara di kawasan Timur tengah dan asia selatan.

Kita harus berpikir bahwa semakin banyak anggota yang bergabung dalam asosiasi ini  tentu akan lebih memjungkinkan kita untuk mendapatkan pengalaman dari masing masing universitas dan dengan begitu kita akan  mampu untuk mengambil berbagai pengalaman yang baik dan mungkin dapat kita terapkan di universitas kita.  Dengan semakin bertambahnya keanggotaan asosiasi ini sekaligus juga akan menambah wawasan yang lebih luas mengenai berbagai persoalan yang mungkin muncul di berbagai universitas, sehingga kita dapat mengantisipasi hal hal yang kemungkinan juga akan muncul di universitas kita.

Namun demikian  dengan anggota yang saat ini  ada sesungguhnya asosiasi mampu untuk menyusun berbagai hal untuk memajukan universitas anggota, dana itulah yang memang  sudah dilakukan, meskipun untuk realisasinya masih menunggu berbagai kebijakan yang ada di negara masing masing anggota.  Artinya ada beberapa program yang memerlukan supporting dana dari pemerintah, sehingga program tersebut akan sukses untuk dijalankan, seperi program student exching dan juga student mobitilty yang memerlukan support dana dari pemerintah atai pihak lain.

Sebagaimana kita tahu bahwa system pembayaran kuliah di univerditas negeri adalah memakai UKT yang  pijak universitas tidak boleh lagi memungut iuran dari mahasiwa selain dari UKT tersebut, sehigga bagaimana mungkin program semacam itu dapat dijalankan kalua tidak ada support dana dari pihak lain.  Mengandalkan  anggaran dari unversitas yang hanya pas pasan tentu tidaka realistis dan bahkan  kalua dipaksakan akan dapat merugikan universitas secara umum, karena pasti ada kegiatan yang harus digeser atau dikalahkan.

Namun dmeikian ada beberapa hal yang dapat dikombinasikan dengan program masing masing universitas anggota, seperti dalam hal peningkatan kualitas  dan mutu yang memang setiap universitas pasti menganggarkannya, sehingga  program yang disusun oleh aiua tersebut akan dapat disingkronkan dengan program yang sudah ada.  Barangkalai kalau pertukaran dosen, masih sangat memungkinkan karena pasti ada jalan keluara untuk pendanaannya.  Demikian juga dengan kolaborasi riset juga masih dapat dijalankan karena itu memang sebuah kebutuhan dan pastinya juga telah dianggarkan oleh masing masing universitas.

Sudah  barang tentu masih banyak lagi hal yang dapat dilakukan oleh universitas anggota seperti merintis untuk  joint degree yang masih memungkinkan untuk dilakukan.  Namun yang terpenting dari smeua program tersebut ialah keinginan masing masing universitas anggota untuk konsisten menjalankan semua keputusan yang telah dibuat, meskipun  mungkin maisng masing mempunyai problem sendiri sendiri, akan tetapi jika  dalam merumuskan program sudah dibarengi dengan kekuatan masing masing, maka semuanya akan  terjangkau, dan yang kifanya sulit untuk diwujudkan, haruslah dihindari agar tidak menyisakan program yang tidak tersentuh.

Menurut saya pengurus asosiasi saat ini akan jauh lebih bagus jika berkonsentrasi untuk mengundang univeritas lain yang belum bergabung untuk segera bergabung dan merumuskan pengembangan universtas serta peningkatan kualitas atau mutu universitas.  Mutu riset dan jurnal juga tidak boleh ditinggalkan, karena universitas sesungguhnya dapat dikenal dan besar dari hasil riset dan juga jurnal yang  baik dan bermutu.  Karena itu himbauan kepada semua universitas untuk meningkatkan kapasitas pada dosennya menjadi mutlak dan tidak boleh ditunda tunda lagi.

Kalaupun masing masing universitas sudah banyak menjalin kerjasama dengan banyak universitas di dunia, namun keberadaan  aiua ini  masih dirasakan sangat penting, khususnya untuk univesitas Islam, agar dunia juga dapat mengetahui bahwa  univeritas islam itu keberadaannya  memang tidka boleh dipandang sebelah mata, melainkan hafrus diperhitungkan dalam semua aspek, khususnya  dalam  hasil hasil risetnya yang terkait dengan kehidupan nyata umat manusia.

Lebih khusus dalam pertemuannya di yogyakarta kali ini  aka nada banyak kesimpulan dan rekomendasi yang nantinya diharapkan akan dapat dilakukan oleh semua anghota dan sekaligus juga ada keputusan yang mengikat dan menjadikan semua anggotanya  merasa memiliki kepada asosiasi ini.  Dengan dmeikian  kepeduliannya terhadap semua keputusan dan  program yang sudah dicanangkan akan mampu membangkitkan semangat untuk menjalankannya dengan berbagai cara yang memungkinkan.

AIUA ini memang mash relatif muda dan masih memerlukan pengalaman dalam kiprahnya untuk membangun universitas yang bermutu, namun masing masing tentu sudah mempunyai pengalaman yang jauh lebih bagus, karena itu pengalaman tersebut seharusnya dapat disumbangkan untuk kepentingan  asosiasinya ini, sehingga meskipun secara usia relative muda, akan tetapi kiprahnya  sudah sedemikian bagus dan memberikan dampak yang sangat positif bagi anggotanya.

Jika program program yang dituangkan dalam  pertemuan kali ini realistis dana tidak membebani kepada anggota, kita yakin bahwa ke depannya seluruh anggota asosiasi ini akan merasakan manfaat yang besar dari asosiasi ini.  Jika salah satu program yang menjadi unggulahnya, semisal dalam bidang riset dan penjaminan mutual dapat dijalankan dengan baik dan konsisten, lalu secara riil  dalam menjalani akreditasi di masing masing negaranya, para anggota dapat meraih hasil yang maksimal, tentu hal tersebut sudaha merupakan sumbangan yang sangat besar bagi universitas anggota.

Memang mungkin standar penilaian dalam akreditasi masing masingnnegara tidak sama, akan tetapi pasti ada aspek aspek kesamaan dalam kualitas, karena itu jika  program ini  berhasil dan mampu menaikkan status akreditasi para anggotanya, pastilah asosiasi ini akan semakin diminati oleh banhyak univeritas.  Kita harus yakin bahwa hal tersebut dapat diwujudkan.  Pada saatnya nanti  asosiasi juga hatus merumuskan sendiri standar akreditasi yang berlaku sama   bagi semluruh anggota, sehingga  akan muncul akreditasi universitas islam se Asia yang dilakukan oleh asosiasi ini. Semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.