HIDUP SEIMBANG

Bagi seorang muslim sesungguhnya sudah ada tatanan yang akan membuatnya  sangat nyaman hidup, baik saat  di dunia maupun nanti setelah di akhirat, karena keyakinan bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, sedangkan hidup yang kekal dan abadi ialah di akhirat.  Hanya saja saat ini seluruh umat manusia  berada di dunia, sehingga kebutuhan untuk  hidup di dalamnya tentu akan dipentingkan.

Kalaupun  dibandingkan bahwa hidup di dunia  dan di akhirat itu jauh lebih lama di akhirat dan kebutuhannyapun juga pastinya banyak diakhirat, akan tetapi  sebagai manusia yang sedang barada di dunia, maka akan sulit rasanya untuk menomor duakan hidup di dunia, bahkan yang terbanyak ialah mal;ah menomor satukan di dalamnya.  Mengingat kenyataan yang demikian, Islam kemudian menyadari dan kemudian  meminta kepada umat kanusia agar menyeimbangkan antara kehidupan di dunia dan akhirat, walaupun  sesungguhnya harus didahulukan akhirat.

Karena itu Allah swt kemudian menyatakan dengan tegas di dalam surat alQashash bahwa manusia itu  memang seharusnya  hidup seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat.  Penekanan Allah tersebut memang mendahukukan kahidupan akhirat, karena itu  firma Nya tersebut diawali dengan carilah olehmu kehidupan akhirat tetapi jangan sampai lupa kehidupan di dunia.  Tentu hal tersebut mengingatkan kepada umat manusia agar tetap focus kepada kehidupan tersebut.

Satu hal lagi yang ditekankan oleh Allah dalam ayat tersebut ialah jangan sampai manusia di dunia ini membuat kerusakan, karena itu merupakan hal yang sangat dibenci oleh Allah.  Kerusakan tersebut akan menjadi salah satu sebab munculkan banyak problem di masyarakat dan umumnya di dunia, bahkan pada saatnya akan dapat menghancurkan manusia itu sendiri.  Bayangkan jika manusia membuat kerusakan dengan merusak lingkungan misalnya, maka bahaya akan  mengenai manusia dan wilayah, sehingga kedamaian yang diidamkan tidak akan terwujud.

Memang hidup yang nyaman itu jika dijalani dengan seimbang, baik antara kepentingan dunia dengan akhirat, maupun antara semua aspek yang ada.  Seimbang antara pemasukan dengan pengeluaran, seimbang antara urusan rumah tangga dengan urusan social atau  pekerjaan dan  seimbang antara  berbagai kepentingan manusia.  Dengan keseimbangan tersebut kiranya kita akan mampu menjalani hidup dengan sangat mudah dan tidak akan mengganggu kehidupan  pokok kita sendiri.

Banyak rumah tangga yang gagal mempertahankan keharmonisannya gara gara  penghuninya tidak mampu melakukan keseimbangan, semisal seorang ayah yang l;ebih mementingkan urusan usahanya ketimbang memberikan waktu bagi keluarganya. Ibu ibu yang lebih memperhatikan pertemanannya dengan para  ibu lainnya melalui arisan atau sejenisnya ketimbang harus memperhatikan keinginannya anak anaknya untuk sekdar meluangkan waktu sejenak untuk berekreasi misalnya.

Bahkan jika  ada sebuah keluarga yang  antara pemasukan keuangannya dengan pengeluarannya  lebih berat pengeluarannya, dan kemudian harus mengutang sana sini, pada akhirnya akan  memikul beban yang sungguh berat.  Semuanya bukan disebabkan oleh pihak lain, melainkan karena sikap dan  pola hidup yang dijalaninya sendiri. Dengan demikian semakin meyakinkan kep[ada kita bahwa hidup seimbanga itu memang muitlak dilakukan dan dipraktekkan.

Apalagi kalau mengenai  kehidupan antara kepentingan untuk dunia dan untuk kepentingan akhirat, pastinya harus dilakukan secara seimbang.  Kita boleh saja mencari harta sebanyak banyaknya, namun kita juga harus ingat bahwa sedekah itu sangat perlu dan juga zakat tidak boleh dilupakan.  Kita juga boleh mencari hiburan  untuk menyenangkan kita sendiri, namun harus tetap ingat bahwa menjalankan kewajiban shalat dan lainnya juga  wajiba di laksanakan.  Jika smeua dilakukan dengan  kesadaran dalam upaya mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat tentu akan terasa ringan dan nyaman.

Namun jika  semua itu dilakukan dengan keterpaksaan, tentu  akan menjadi sebuah siksaan yang sangat  luar biasa menyedihkan.  Karena itu  sebaiknya memang kita mendalami dahulu tentang arti hidup dan arti menjalankan ibadah itu sendiri, sehingga kalau  kita sudah mampu menjadikan ibadah sebagai sebuah kebutuhan dan bukan lagi kewajiban yang berat, saat itulah kita akan mampu merasakan betapa nikmatnya beribadah dan tenangnya hati dan pikiran kita dapat selalu dekat dengan sang Khaliq.

Memang akan sangat berat bagi siapapun yang belum mampu menghayati hidup dan ibadah.  Meskip[u sudah ada petunjuk mengenai  bagaimana caranya untuk mendapatkan kepuasan dan kesenangan hati, namun kalau belum mampu merasakannya pasti masih akan teraskan berat.  Allah swt telah menyatakan bahwa hanya dengan mengingat Allah dalam arti selalu dzikir dan ingat kepada Allah dala segala keadaan, hati kita akan dapat tenang.  Demikian juga jika kita sudah mampu beristiqamah dalam menjalani hidup sebagai seorang muslim dengan seghala  sifatnya, pastilah ketenangan dan kebahagiaan akan selalu  ada dalam diri kita.

Kepercayaan yang benar dan hakiki kepada Allah swt sebagai Tuhan kita, tentu akan mampu melahirkan ketenangan dan  keteguhan hati untuk tidak mudah goyah atau tergoda oleh apapun yang ada di dunia ini, sebab Allah swt telah mempertguh keimanan kita dengan bantuan para malaikat yang sengaja diturnkan oleh Allah untuk kita.  Justru yang akan terbayang dalam pikiran kita ialah surge  yang dijanjikan oleh Allah dengan segala kenikmatannya.

Kembalai kepada hidup seimbang tersebut sesungguhnya dalam dunia kesehatan pun sudah dikenal adanya hidup berkesimbangan, yakni antara  kerja dan istirahat, antara makanan yang dikonsumsi dengan sesuatu yang dikeluarkan atau energy yang dikeluarkan, sebab jika  energy yang dikeluarkan snagat sedikit dibandingkan dengan asupan energy yang masuk, maka akan terjadi masalah dalam tubuh kita.  Jadi sesunguhnya  memasukkan makanan dan minuman banyak ke dalam tubuh kita itu tidak masalah, asalkan yang dikeluarkan juga seimbang.

Persoalan baru muncul setelah adanya ketidak seimbangan, bisa saja makanan terlalu banyak sementara energy yang dikeluarkan hanya sedikit, atau sebaliknya energui yang kita keluarkan terlalu banyak sementara asupan makanan terlalu sedikit. Orang menderita sakit itu salah satunya ialah  tidak seimbang dalam hal  mengkonsumsi makanan dan juga makanan.  Namun sesungguhnya  tidak seimbang itu banyak jenisnya danuioka itu dilakukan, maka  akan muncul sesuatu yang tidak kita inginkan.

Karena itu nabi Muhammad saw telah juga pernah memberikan peringatan kepada umatnya agar  tidak  makan terus  melainkan  makana harus dihentikan sebelum kenyang dan  tidak akan makan sebelum merasa lapar.  Kita juga tahu bahwa isi perut itu dibagi menjadi tiga, yakni untuk makanan, untuk minuman dan untuk nafas.  Jadi jika salah satunya memenuhi seluruh ruang dalam perut, maka  yang lainnya tidak akan mendapatkan tempat dan itu artinya akan muncul peroalan, dalam hal ini kesehatan.

Marilah kita memulai hidup secara seimbang antar apapun juga sehingga kita akan mendapatkan kenyamanan dalam hidup dan  dalam apapun juga.  Bahkan termasuk kalau kita sedang menjalankan ibadah kepada Allah swr, sebaiknya juga seimbang antara kekuatan fisik kita dengan keinginan untuk terus menjalankan ibadah shalat misalnya.  Dahulu pernah ada orang yang memaksakan diri untuk terus beribadah di malam hari, berpuasa terus sepanjang hari dan bahkan untuk mendukung hal tersebut dia kemudian tidak akan menikahi perempuan.

Nah, kondisi tersebut lalu dilarang oleh nabi Muhammad saw karena itu namanya memaksakan  kehendak, padahal Nabi sendiri juga  shalat malam, juga tidur, puasa  di siang hari juga terkadang tidak berpuasa, dan Nabi juga menikahi perempuan.  Karena itu hidup seimbang memang pilihan yang cerdasa dan menyelamatkan. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.