IKATAN ALUMNI FUTUHIYYAH

Dengan alasan kesibukan banyak pengurusnya, iakatan aluni Futuhiyyah yang sudah dibentuk sejak tahun 2017 yang lalu, ternyata baru dapat diresmikan pada 1 Juli 2018 ini.  Mungkin kita dapat memberikan alasan, lebih baik terlambat,  ketimbanga  tergesa dan tidak mampu melaksanakan seustu yang memberikan manfaat banyak kepada umat.  Kalaupun dinilai agak terlambat, namun  pada akhirnya mampu memberikan yang terbaik bagi alumni dan masyarakat secara umum, tentu akan jauh lebih baik.

Itulah yang memberikan  dukungan semangat bagi para pegurus untuk tertap berkhidmah bagi Futuhiyyah. Ada beberapa pertimbangan yang dimunculkan dalam  rapat kerja pengurus ikatan alumni Futuhiyyah kali ini, yakni adanya komitmen untuk memberikan sesuatu yang dapat dilihat dan diwariskan untuk generasi mendatang atau untuk para pengurus mendatang.  Itu disebabkan bahwa pengurus alumni yang lalu berakhir begitu saja tanpa memberikan  sesuatu yang dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

Memang bukan berarti sama sekali tidak berbuat atau tidak memberikan sesuatu, melainkan karena  tidak diadministrasikan dengan baik, pada saatnya akan hilang atau sama sekali tidak diingat.  Karena itu penanganan  organisasi sebagai organisasi yang tertib administrasi memang emnjadi penting dan akan diupayakan sehingga pada saatnya nanti akan  dapat dilihat seluruh kegiatan selama periode ini.

Disamping itu komitmen untuk menuliskan sejarah Futuhiyyah dari awal hingga saat ini juga diperlukan untuk memberikan wawasan yang lebih  jelas kepada para generasi mendatang dan sekligus juga mengenal para masyayikh dan guru yang pernah berkhidmah di Futuhiyyah.  Dan yang  tidak boleh dilupakan ialah kontribusi aluni kepada Futuhiyyah berupa sumbangan untuk pembangunan.

Walaupun utnuk penggalangan dana tersbeut kurang lazim dalam organisasi santri, namun kali ini  seluruh pengurus berkomitmen untuk mewujudkannya, sebab secara teoritis akan sangat mudah karena  jumlah alumni yang sangat banyak dan etrsebar di hamper seluruh wilayah negeri kita.  Jika bersama, maka  terasa mudah untuk berbuat sesuatu untuk disumbangkan kepada almamater, dan sebagai kebanggan tersendiri bagi alumni.

Sudah barang tentu tradisi bahsul masail juga akan tetap dihidupkan, namun mungkin akan dicari format yang  lain dan nantinya hasilnya juga sangat perlu untuk dilestarikan melalui pembukuan, sehingga akan dapat dinikmati pula oleh masyarakat secara umum. Memang  pengurus memahami bahwa  pikiran untuk menyusun dan menjalankan program kerja sangat banyak, akan tetapi menyadari keterbatsan berbagai hal,  akhirnya tidak seluruh keinginan akan dimasukkan ke dalam program.

Sebagai oragnisasi santri yang sifatnya hanya “samben” dimana sleuruh pengurusnya tidak dapat aktif secara terus menerus, dan juga tidak adanya support dana  dari manapun, maka sudah selayaknya jika kita  akan memprioritaskan beberap program yang sangat memungkinkan dilaksanakan dan tidak perlu terlalu ideal.  Namun dengan kebersmaan semua pengurus dan didukung oleh masyarakat dan seluruh alumni, insyaallah  pada saatnya nanti aka nada sesuatu yang dapat diperbuat oleh pengurus.

Tentu  yang pertama kali harus dijalankan ialah bagaimana kita menginfentarisasi seluruh alumni.  Memang kerja ini tidak mudah, akan tetapi pasti ada jalan untuk memulainya. Boleh jadi kita harus memulainya dari kantor masing masing lembaga di Futuhiyyah, jangan jangan di sana masih ada daftar  para  alumni yang sewaktu masih menuntut ilmu di lingkungan fituhiyyah, seperti di madarasan Tsanawiyah, Aliyah,, SMP, SMA, dan juga SMK serta pondok pesantren.

Demikian jutga dapat dimulai dari bebrrapa orang yang masioh mengingat beberapa orang yang dahulu pernah bersama sama sehinggamelalui aal itulah nantinya kita berharap akan dapat dikenali dan ditemukan semua alumni.  Keyakinan kita tersebut juga dilandasi oleh kenyataan bahwa pada saat melaksanakan reuni akbar tahun yang lalu, ternyata  yang hadir sungguh luar biasa banyak dan kita pasti akan mendapatkan  dat mengenai alumni Futuhiyyah tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Meskipun demikian kita juga menyadari bahwa pasti hasi data aliumni Futuhiyyah etrsebut belum sempurna dan sambil terus menyempurnakannya, tentu kita tidak boleh mendek dan tidak melakukan kegiatan apapun.  Dalam waktu dekat ini kita juga akan melengkapi pengurus, khususnya yang ada di daerah dan wailayah sehingga dari pengurus tersebut diharapkan akan lebih memudahkan pendataan alumni yang  ada di sekitar wilayah tersebut.

Barangkali  pendataan alumni tersebut menjadi prioritas program di awaln ini, karena dengan data tersebut kita akan meudah untuk menjalankan berbagai program berikutnya.  Selanjutnya nanti kita akan terus melakukan pendataan setiap tahunnya, terutama setelah ada kelulusan dari sekolah dan madrasah sehingga ke depannya tidak akan sulit lagi.  Memang untuk memulai sesuatu itu dibutuhkan kesiapan dan kesungguhan yang tidak kenal lelah, namun sesungguhnya itu merupakan keasyikan tersendiri, serta akan memberikan kepuasan yang  maksimal.

Hal penting yang perlu untuk dijaga dan dilestarikan ialah  kebiasaan dan amaliyah para masyayikh Futuhiyyah, terutama dalam bidang amalan ibadfah dan aurad yang sudah terbiasa dijalani oleh mereka.  Tentu amat sayang kalau kebaikan yang terbiasa dijalankan oleh mereka, lalu saat ini dengan berbagai alasan kemudian kita hilangkan dan sama sekali tidak dikenal oleh anak didik kita atau oleh santri santri kita.

Rasanya kiota  sangat menyadari bahwa kebiasaan baik dan wiridan yang selalu dibaca oleh mereka itu ternyata sangat ampuh untuik pendidikan karakter dan akhlak kepada anak anak.  Mungkin dalam aspek ilmumpengetahuan, pada saat ini  l;ebih menonjol dan mungkin juga anak anak lebih menguasainya, akan tetapi apalah artinya ilmu pengetahuan kalau tidak diimbangi oleh akhlak yang baik.  Boleh jadi mereka nantinya akan menjadi orang yang bukannya mengamalkan ilmunya, melainkan akan menggadaikannya untuk kepentingan duniawinya saja.

Demikian juga pada saatnya nanti mereka juga sama sekali tidak akan pernah memberikan hormatnya kepada para guru dan senior karena merasa lebih pintar atau lebih kaya dan lainnya.  Kalau hal ini terjadi, maka kiamat bagi dunia santri, karena akhlak sudah diabaikan dan ilmu menjadi bekal untuk takabbur dan bukannya malah menjadi orang yang lebih bijak dan santun dalam menghadapi apapun.

Untuk itulah pengurus alumni Futuhiyyah merasa berkewajiban untuk terus memperjuangkan dan melestarikan semua amaliyah baik para masyayikh dan  juga mengenalkannya kepada masyarakat secara umum.  MUngkin masa khidmah selama lima tahun yang sudah kepotomng satu tahun ini dapat dikatakan sebagai cukup panjang, namun juga dapat dilihat sebagai waktu yang sangat penddek, karena itu yang lebih  baik ialah bagaimana memanfaatkan waktu yang ada untuk berkhidmah sehingga kita akan mampu meninggalkan sesuatu yang baik dan bukan sebaliknya meninggalkan aib yang memalukan.

Hal terpenting bagi pengurus ialah berniat dengan mencanangkan nawaitu untuk berkhidmah untuk Futuhiyyah yang selama ini telah memberikan kepada kita sesuatu yang sangat besar dan tidak mungkin kita lupakan.  Disamping itu selam ini kita juga belum mampu untuk memberikan sesuatu untuk Futuhiyyah.  Karena itu kesempatan inilah yang  kemungkinan besar akan mampu memberikan kesempatan kepada pengurus dan seluruh alumni untuk memebrikan sesuatu kepada Futuhiyyah.

Jika kita memang sudah mencanangkan nawaitu tersebut, sebaiknya memang tidak ada perhitungan apapun untuk melakaukan sesuatu  bagi Futuhiyyah dan kita sangat yakin bahwa para masyayikh kita dahulu pasti akan bangga kepada kta yang tahu diri dan tahu berblasa budi kepada lembaga yang telah membesarkannya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.