MASA TENANG PILKADA SERENTAK

Sebagaimana kita tahu bahwa saat ini kita sudah masuk dalam minggu tenang  menghadapi pilkdaa serentak, sehingga aktifitaas apapun yang kemudian dapat menimbulkan penafsiran politik, sebaiknya tidak dilakukan, termasuk dengan dibungkus rapat atau pertemuan halal bi halal misalnya atau pengajian apapun, karena kalau sudah  ada kecenderungan memihak dan mendukung salah satu pasangan , berarti itu sudah termasuk berkampanye, dan itu dilarang karena  sudah masuk masa tenang.

Biasanya justru  pada umumnya masyarakat akan tertarik uyntuk melanggar aturan yang ada, yakni akan senang jika mebicarakan pilgub atau pilbup dan wakilnya pada saat bertkump[ul, termasuk  dalam halal bi halal, seba saat ini baru musimnya kegiatan halal bi halal, karena itu  kta memang harus menjaga diri kita agar tidak tersangkut persoalan, karena melakukan pelanggaran pemilu yakni melakukan aktifitas kampanye di maa tenang.

Mungkin saja kita ini tidak termasuk  tim sukses salah satu pasangan, namun jika kita membicarakan hal tersebut dan kemudian keluar pernyataan yang menyudutkan salah satu pihak atau memuji salah satunya, itu sudah termasuk pernyataan kampanye terselubung yang dapat dipersoalkan.  Sebaiknya dalam maa tenang ini kita berpuasa dahulu mengenai pilkada tersebut, dan mungkin kita dapat membicarakannya kembali setelah pencoblosan nanti, terlepas dari siapapun yang terpilih.

Memang tidak mudah ketika kita berada dalam lingkarang orang banyak dan kemudian  mereka juga membicarakan tentang para calon dan kandidat gubernur atau bupati dan para wakilnya, sementara kita juga hadir di situ, otomatis kita juga tergerak untuk ikut berkomentar menganai permbicaraan tersebut.  Satu hal yang tetap harus diingat ialah kalaupun kemudian kita terlibat dalam pembicaraan politik tersebut, kita harus mampu mengendalikan diri untuk tidak memihak salah satu pasangan karena  itu merupakan pelanggaran di masa tenang.

Apalagi saat ini baru usum halal bi halal yang diselenggarakan oleh berbagai komponen masyarakat, termasuk ditingkat Rt, RW, kelurahan, perkumpulan tertentu, sesame perkumpulan olah raga  atau lainnya, yang kalau dituruti mungkin hamper tidak ada hari tanpa halal  bi halal.  Nah, berkumpul  dalam suasana halal bi halal tersebut akan sangat mudah untuk ditimpali oleh pembicaraan politik karena memang saat ini sedang menghadapi pilkada serentak tersebut, disamping tentu pembicaraan mengenai piala dunia sepak bola yang juga sedang berjalan.

Apalagi jika diantara mereka ada  yang tim favoritnya sudah keok sebelum bertanding berikutnya, pastinya mereka akan semangat untuk mebicarakannya danmungkin juga mencari berbagai alasan untuk menutup kekurangan dan  kelemahannya.  Namun juga tidak jarang kemudian  timbul ungkapan yang bernada menghujat kepada tim kesayangan karena tampil mlempem dan tidak sesuai dengan harapan mereka.

Pendeknya pembicaraan  di tengah kerumunan massa itu biasanya akan cepat beralih dan terkadang juga diiringi dengan ungkapan yang tidak pantas sebagai ekspressi ketidak puasan terhadap sesuatu yang dibicarakannya. Nah, kalau kemudian pada saat membicarakan pilkada serentak dan para calonnya, lalu muncul pernyataan yang memburukkan salah satu pasangan dan melebihkan kepada pasangan lainnya, tentu hal tersebut jika dilaksanakan pada saat masa tenang, akan dianggap pelanggaran dan dapat dimasalhkan secara hokum.

Untuk itu  sekali lagi kita harus mampu mengendalikan diri untuk tidak membicarakan tentang para pasangan calon, karena sangat mungkin nantinya akan mengarah kepada pilihan yang itu dapat dianggap sebuah kesalahan dan pelanggaran.  Akan jauh lebih bagus jika kita membicarakan hal lainnya saja, seperti tentang piala dunia dengan banyaknya tim hebat yang ternyata tidak dapat berbuat banyak di Rusia dalam perhelatan sep[ak bola se dunia ini.

Memang secara emosional kemudian banyak yang berkomentar bahwa piala dunia saat ini kurang menarik karena  tim tim besar ternyata justru malah tenggelam dan bintang lapangan yang dijagokan juga malah terpuruk.  Mungkin itu penilaian emosional, karena sesungguhnya secara obyektif bahwa siapapun yang siap, maka dialah yang akan memenangkan pertandingan.  Sehebat apapun sebuah tim kelau kemudian tidak mempersiapkan diri dengan baik, pastil;ah akan digilas oleh tim yang sangat siap.

Namun kita juga masih dapat menyaksikan betapa ada tim hebat yang diprediksi sejak awal akan  Berjaya, sampai kini juga masih bertahan dan  bahkan semakin membaik dalam pertandingan yang dijalaninya.  Sebagai pemirsa kita emmang tidak dilarang untuk berkomentaar sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran kita masing masing, namun sebaiknya kita juga mendengarkan  komentar dan pernyataan pihak lain, sehingga akan muncul wawasan yang lebih komprehensip dan mendekati kepada keobyektifitasan.

Kiranya itu yang dapat mengalihkan pembicaraan tentang pilkada  yang  sangat menarik, sebab kebetulan piala dunia digelar pada saat kita sedang merayakan idul fitri dan sekaligus juga sedang menghadapi pilkada serentak, sehingga pembicaraan tentang dua topic tersebut menjadi sangat menarik dan banyak dilakukan oleh masyarakat kita, termasuk mereka yang berprofesi sebagai tukang ojek, tukang becak dan para petani.

Apalagi tentang piala dunia ini di gelar di Rusia yang waktunya hamper berdekatan dengan wktu kita, sehingga pertandingannya digelar pada sore hari waktu kita  dan kita dapat menikmatinya tanpa harus mengalahkan aktifitas kerja kita.  Barangkali terkecuali bagi mereka yang memang  secara terus menrus menyaksikan pertandingan, termasuk yang digelar dini hari, tentu mereka akan mengorbankan waktu kerja mereka.  Namun jika kita rasional dan mau mengatur jadwal, kita akan dapat tetap menyaksikan pertandingan piala dunia tetapi kita tidak harus mengalahkan pekerjaan.

Sesekali memang tidak mengapa untuk menonton pertandingan yang digelar pada dini hari, terutama pada saat libur kerja, Sabtu dan minggu. Atau mungkin dengan mengorbnakan pertandingan sebelumnya yang kurang diidolakan, sedanghkan yang digelar di dini hari merupakan tim favoritnya sehingga akan lebih baik tidur lebih awal sehingga tengah malam dapat bangun dan menyaksikan pertandingan.

Bagi kita  warga bangsa yang memang  mempunyai hak pilih dan nantinya akan melakukan pilihan pada tanggal 27 Juni, pastinya sudah mempunyai keputusan untuk p[ilihannya dan hal etrsebut tentu merupakan hal yang wajar. Dengan demikian  pada saat masa tenang ini mereka tidak perlu lagi mencari sisik melik atau meminta pertimbangan lain lagi tentang para calon, karena pastinya sudah sangat paham dengan para calon yang ada.

Dengan begitu memang  sudah tidak lagi dibutuhkan untuk membicarakan tentang para calon dan itu akan jauh lebih bagus karena dapat etrhindar Dario pelanggaran pemilu yang sangat mungkin  dapat terjadi jika kita masih saja mencari sesuatu informasi tentang para calon.  Kita tentu berharap bahwa  pimp[inan yang nanti terpilih akan benar benar menjalankan amanah rakyat dan selalu mengingat janji janjinya pada saat kampanye.  Dengan dmeikian masyarakat akan mendapatkan sentuhan kebjikannya yang berpihak kepada rakyat.

Kalaupun tidak seluruh janjinya pada saat kampanye dapat diwujudkan, setidaknya tidak mengingkari janjinya sendiri dan tetap akan terus berpihak pada kepentingan rakyat banyak.  Itulah doa yang selalu kita panjatkan  dan tentu kita juga akan merasakan bahagia jika kesejahteraan rakyat kita semakin emningkat dan segala sesuatu menjadi mudah dan aman serta damai. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.