KEMBALI BERAKTIFITAS

Setelah cuti bersama begitu panjang, pada akhirnya saat ini kita harus melakukan pekerjaan sebagaimana biasanya dan tidak boleh menambah cuti lagi dengan alasan apapun, sehingga setiap kementerian akan menrjunkan  anggota inspektorat untuk memastikan bahwa tidak ada lagi yang menambah cuti dengan alasan macet atau apapun. Sesungguhnya dengan cuti panjang tersebut masih ada saja yang menyayangkannya, bukan karena liburnya menjadi panjang, melainkan  karena liburnya tersebut banyak di depan sebelum idul fitri.  Coba bayangkan jika libur panjangnya  ada setelah idul fitri, maka akan  lebih manis lagi, begitu gumam mereka.

Itulah gambaran manusia secara umum, karena apapun yang diberikan sebagai hadiah atau bentuk apapun, pastilah masih ada  kekurangannya, sebab manusia itu sifatnya mengeluh dan kekurangan.  Seharusnya  pemberian cuti yang begitu panjang dapat direncanakan dengan baik untuk liburan, baik untuk mudik maupun untuk agenda lainnya, dengan demikian akal kita akan berfungsi dan memberikan manfaat yang banyak bagi kita dan keluarga.  Sudah barang tentu pemberi cuti tersebut juga sudah memperhitungkan segala sesuatunya sehingga tidak akan merugikan pekerjaaan yang semestainya dilakukan oleh sleuruh ASN.

Hanya saja terkadang manusianyalah yang  tidak mau menggunakan akalnya untuk merencanakan segala sesuatu sehingga ketika pada saatnya sudah habis cuti yang diberikan barulah mengeluh kekukrangan cuti dan lainnya. Bagi ASN  sudah semestinya kita akan mematuhi semua peraturan yang berlaku, karena untuk saat ini setidaknya kita diberikan banyak keuntungan, termasuk THR dan juga ahaji ke tiga belas.  Itu semua tentu diperhitungkan untuk  kebaikan seluruh ASN, termasuk bilanama sedang memasukkan anak anaknya ke sekolah dan atau kuliah.

Memang kalau dituruti keinginan semua ASN pastilah negara yidak akan mampu, tetapi dengan kebijakan yang sudah dibuat seharusnya kita menyikapinya dengan bijak sehingga berapapun yang kita dapatkan  akan dapat kita manfaatkan secara lebih produktif untuk kepentingan kita dan seluruh keluarga.  Harapan l;lebih jauhnya ialah semua yang kita gapai akan memberikan keberkahan dalam hidup kita.  Semua sudah kita jalani termasuk pulang kampung dan bertemu dengan snaak saudara dan juga keperluan lainnya semacam rekreasi dan lainnya.

Nah, setelah apa yang diberikan oleh negara untuk kita telah terpenuhi, maka saat inilah kita harus membuktikan bahwa sebagai Asn kita memang layak untuk diteladani dan layak untuk diberikan apresiasi sebagaimana telah diberikan oleh negera.  Kita harus kembali melakukan aktifitas pekerjaana yang sudaha sekitar dua minggu kita tinggalkan, dan kita juga harus membuktikan bahwa kinerja kita setelah idul fitri ini akan jauh meningkat, berkat puasa yang kita jalankan selama satu bulan penuh.  Jadi tidak ada alasan lain  untuk bermalas malasan atau tidak melakukan pekerjaan dengan semangat.

Justru saat inilah kita harus mampu membuktikan bahwa  puasa yang kita jalani selama satu bulan penuh kematin itu telah memberikan efek positif bagi  diri kita sehingga apapun kebaikan kita akan meningkat, termasuk kinerja kita di kantor, sehingga efek tersebut memang benar benar telah mewujud dalam diri kita, bukan hanya sekedar teori belaka.  Kita tidak usah menujukkannhya kepada setiap orang, karena sesungguhnya sesuatu yang baik itu pastilah akan diketahui oleh orang dengan sendirinya.  Justru kalau kita belum belum sudah pamer kebaikan jangan jangan tidak akan awet dan pada saatnya justru kita terjangkiti penyakit riya.

Hal terpenting saat ini  ialah bagimana kita  mempu untuk bekerja lebih baik dan menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat serta  memberikan manfaat bagi banyak orang.  Pastilah nanti akan muncul godaan baik dari kawan sndiri maupun dari dalam diri kita sendiri yang akan menghambat kinerja kita tersebut.  Mungkin ada kawan yang akan mengatakan “wah, saat ini kerjanya lebih bagus ya, mungkin itu efek dari puasa kemarin ya?” dan sejenisnya.  Kalau benar ada pernyataan seperti itu, maka sebaiknya biarkan saja dan kita tetap menjalankan pekrjaan dengan serius dan tidak usah terpengaruh oleh omongan siapapun.

Bahkan mungkin nafsu kita dari dalam diri kita sendiri juga akan menmbisikkan agar kita tidak usaha terlalu memaksakan diri, toh masih banyak pekerja lainnya yang biasa biasa saja, bahkan ada yang hanya  main main saja, kenapa kamu harus bersusah susah demikiana?.  Kalau kita mendengar bisikan dari dalam diri yang demikian segeralah untuk beristighfar dan tetap meneruskan pekrjaan, sebab sekali kita jawab bisikan tersebut  akan sangat mungkin kita terbius oleh rayuannya dan akan mengakibatkan kita kembali lagi kepada  kondisi awal sebelum menjalani puasa.

Camkanlah bahwa kita ini selalu diawasi oleh Allah swt dana juga dicatat oleh dua malaikat suruhan Allah, yakni malaikat Adid dan rokib yang akan setia mencatat apapun yang kita lakukan.  Jangan sampai lembaran lembaran kita saat ini dan ke depan dikotori oleh perbuatan yang tidak baik, yang hanya akan mencoreng amalan kita saja.  Untuk itu teruslah mengingat Allah dan melakukan  apapun  dengan  pengawasan Allah dan dua malaikat tersebut. Insya Allah kita akan tetap istiqamah untuk berbuat kebaikan, di manapun kita berada.

Bukankah kita menginginkan untuk menjadi sosok yang muttaqin sebagimana  saatnkita memulai puasa? Lalu kenapa kita tidak memeganginya terus hingga akhir nanti, kenapa kita harus melupakannya atau kenapa kita harus berbalik untuk tidak meneruskan keinginan kita menjadi yang terbaik diantara  hamba hamba Allah yang lain.  Kalaupun kita sudah berusaha sekalipun, namun kita tidak akan menjadi manusia terbaik, karena masoh terlalu banyak makhluk lainnya yang  begitu  bagusnya sehingga  kita pasti akan tertinggal jauh.

Untuk itu jangan sampai kita semakin tertinggal semakin jauh, karena kita tidak lagi mengejak kebaikan diri tersebut.  Kita harus mampu menerima kenyataan bahwa kelaupun kita tidak mampu menjadi yang terbaik diantara sekalian makhluk Nya, tetapi setidakanya kta tidak tertinggal terlalu jauh dan kita masih mampu berada di depan banyak orang lain yang tidak sampai kepada tahap muttaqin sebagaimana kita kehendaki.  Allah swt pasti mengetahui  usaha yang telah kita lakukan dan pasti Allah akan membalas apapun yang sudah kita lakukan secara tulus dan lillahi taala.

Allah tentu tidak akan mnuntut sesuatu yang ada  di luar kemampuan  diri kita, sehingga kalaupun kita tidak mampu menjalankan semua kebaikan yang ada, tetapi kita sudah berusaha untuk melakukannya, sesuai dengan kemampuan yang ada pada diri kita.  Manusia memang diciptalan oleh Allah swt secara  berbeda beda, sehingga hasil akhirnya pun juga pasti akan berbeda, hanya saja jika kita telah berusaha dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk melakukan kebaikan, pastinya Allah mengetahui usaha kita tersebut, dan kalaupun ada kekirangan, pasti Allah juga mengetahuinya dan akan memaafkan kita.

Untuk itu saat ini yang terpenting bagi kita ialah bagimana kita berusaha untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak mengabaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita.  Semoga Allah akan senantiasa membimbing dan memberikan kekuatan serta  kesehatan untuk kita sehingga kita mampu memperbaiaki semua keburukan yang pernah kita jalani dan Allah akan memberikan kekutan kepada kita untuk  beristiqamah menjalani kebaikan tersebut. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.