KESEDIHAN ORANG TUA DI SAAT IDUL FITRI

Ada tipe anak yang sudah berbohong kepada orang tuanya dan orang tuanya juga sudah mengetahui kalua anaknya berbohong, namun sebagai orang tua biasanya masih berharp banyak untuk kebaikan dan kesejahteraan anaknya tersebut.  Ada kisah seorang yang sudah snagat sepuh dan mempunyai anak semata wayang yang merantau ke kota metropolitas untuk berusaha, namun ternyata anaknya tersebut malah selalu main main dengan teman temannya yang  pengangguran, sehingga  anak tersebut malah selalu meminta kiriman dari orang tuanya.

Meskipun anak tersebut mengaku telah bekerja siang dan malam, namun  karena setiap bulan masih meminta kriman dari rumah, orang tuanya  kemudian mengetahui kalua anaknya tersebut menjadi pengangguran dan tidak bekerja.  Tetapi demi anaknya dia rela untuk dibohongi terus, dengan harapan suatu ketika anaknya tersebut akan sadar dan lalu mau bekerja atau etidaknya kalua tidak bekerja lebih baik pulang kampong saja sehingga bias amenemaninya dengan menggarap sawah.

Bertahun tahun lamanya masih tetap seperti itu dan saat idul fitri tiba, entah untuk idul fitri yang keberapa, orang tua tersebut meminta anaknya tersebut pulang kampong untuk sekedar menengok orang tuanya tersebut, tetapi jawaban anaknya di seberang sana itu katanya sedanag sibuk bekerja siang dan malam.  Lalu orang tuanya saking jenkelnya mengingatkan bahwa kalua bekeja, kenapa masih terus meminta kiriman dari rumah. Lalu orang tua yang sudah jengkel dan  sangat merindukan anaknya tersbeut mengatakan ya sudah jangan pulang ke rumah, nanti saja kalua sudah mati baru pulang.

Sungguh luar biasa kerinduan orang tua terhadap anaknya, meskipun anaknya telah membohonginya.  Hanya rasa kejengkelan yang sudah memuncak  sajalah yang kemudian mampu mengatakan sesuatu yang buruk untuk anaknya.  Sungguh sebuah kevcelakaan besar jika orang tua sampai mengatakan sesuatu yang buruk bagi anaknya, karena anak tersebut tidak akan mungkin dapat sejahtera atau sukses dalam hidupnya.  Justru yang ada dan setia menemaninya ialah kesengsaraan dan kehinaan.

Sesungguhnya semua orang tua itu sangat saying kepada anak anaknya, meskipun terkadang anak anaknya tersebut tidak pernah  membals kebaikannya. Seburuk apapun kelakuan anaknya, orang tua tetap berharap suatu saat aka nada kesadaran sehingga anaknya tersebut menjadi saying kepada orang tuanya tersebut.  Jika anak anaknya  berada di jauh dari tempat tinggalnya, biasanya  mereka pasti akan sangat merindukan anak anaknya tersebut pada saat idul fitri, karena saat itulah hamper semua orang akan pulang ke kampong halaman untuk bertemu dengan keluarga, dan sanak family yang ada.

Nah, kalua pada saat yang dinantikan tersebut ada anak yang dengan alasan pekerjaan atau sedang melayani bosnya atau dengan alasan kesibukan relasi dan lainnya sehingga tidak pulang menjenguk orang tua  yang sudah sangat rindu, tentu anak tersebut termasuk durhaka dan sama sekali tidak mengingat jasa orang tuanya yang sudah sedemikian berkorban tanpa hitungan kepadanya. Saat mereka mengandung Sembilan bulan lebih, dengan kasih sayangnya mereka  tidak mengeluh keberatan, demikian juga pada saat melahirkan dengan taruhan  nyawa, mereka juga tidak mengeluh atau meminta dibalas.

Lalu saat mereka sudah lahir dan memeerlujkan perawatan siang dan malam, mereka juga dengan ketulusan yang ada  bahkan dengan senyum akan merawat mereka, meskipun di tengah malam buta. Lalu kemana hati nurani kita selalu anak anak yang tidak mau mengerti dan bahkan berusaha untuk mengingkarinya?  Sungguh berdosa besar bagi mereka yang lebih memenangkan kepentingan pribadinya atau kepentingan  atasan atau teman temannya, lalu melupakan perjuangan orang tuanya sendiri.

Mari renungkan betapa menderitanya orang tua yang sangat rindu dengan anak anaknya, tetapi mereka justru melupakan orangtua tersebut.  Betapa kecutnya hati mereka jika anak anaknya justru bersenang senang dengan orang lain, sementara orang tuanya sendiri dilupakan di hari yang sangat membahagiakan tersebut.  Coba  kita ibaratkan  seandainya kita sendiri yang sudah tua dan anak anak smeua sudah mentas dan kita  merindukan mereka di hari nan fitri, lalu mereka dengan ebrbagai alalsan tidak dapat  pulang meskipun beberapa jam saja, pastinya  kita akan meenjadi orang tua yang seperti tidak ada harganya.

Mungkin kalua misalnya kita mampu memberikan maafnya kepada anak anak tersebut satu dua kali, lebaran, namun kalua itu terus menerus dilakukannya dengan alasan yang relative sama, atau pada saat saat lainnya, tentu orang tua mana yang akan tabah untuk terus menanggung kerinduan sendirian.  Untuk itulah kita harus  mau mengerti perasaan pihak lain, khususnya orang tua kita.  Belum pasti kita akan mampu menangi  hidup orang gtua kita dan mampu untu membahagiakan  mereka meskipun hanya untuk beberapa saat saja.

Pasti pada saatnya kita nangi akan menyesallinya  jika semuanya sudah berlalu dan kita mendapatkan kesulitan hidup atau kita telah merasakan menjadi orang tua yang tidak dihargai oleh anak anak sendiri.  Mari kita membahagiakan orang tua kita, bagaimana pun caranya, aslakan kita dapat menjadikan orang gtua kita bangga dan tersenyum.  Mungkin salah satu yang harus kita lakukan ialah dengan berbohong di hadapan mereka, bukan untuk kepentingan  yang tidak baik, melainkan justru sebaliknya, yakni untuk mebahagiakan mereka.

Siapa orang tua yang tidak ingin anak anaknya bahagia dan sukses.  Nah, untuk itulah jika kita berada di ranytau dan  selalu mengalami kegagalan, maka  jika kita berterus terang kepada orang tua, mereka akan merasakan eksedihan juga, akan tetapi jika kita tidak memperlohatkan kesedihan di hadapan mereka, mungkin mereka akan sangat bahagia, saat kita berj=kunjung  dan mendatangi mereka. Tentu kalua  kita tidak berbohong dan secar terus terang mengatakan yang sebenarnya kepada orang tua juga tidak ada masalah, meskipun mungkin sedikt kita akan ikut membuat mereka sedih.

Saat idul fitri adalam momentum yang sangat tepat untuk mengunjungi orang tua bahkan kalua bisa dengan membawa sebuah kesuksesan sesuai dengan kapasitas masing masing, ssebab ukuran sukses bagi orang itu berbeda beda.  Meskipun dalam kesehariannya tidak begitu dapat merasakan kebahagiaan, namun pada saat sowan kepada orang tua  dapat membawa sedikit oleh oleh tentu itu sudah sebuah kesuksesan dan orang tua pastinya akan sangat bahagia dan mendoakan  kebaikan untuk anak anaknya.

Kita harus menjjaga  agar orang tua pada saat idul fitri yidak malah sedih dan menderita karena perbuatan kita.  Mungkin kita tidak dapat pulang kampunh, tetapi kalua ada alasan yang dapat diterima oleh akal sehat, tentu orang tua akan dapat memahaminya dan memaafkan, dan jika nanti sudah longgar segera pulang untuk bertemu dan menengok orang tua, sehingga kerinduan orang tua tersebut akan dapat terobati dan berubah menjadi kebahagiaan.

Setidaknya  kita sebagai anak harus mampu membuat hati orang tua bangga dan senang, apalagi di hari idul fitri.  Bahkan kalaupun  dating dengan tangan kosong saja kita  akan tetap disyukuri oleh orang tua kita yang merindukan, apalagi kalua mampu membawa sedikit tanda oleh oleh untuk orang gtua, pastinya mereka akan sangat bangga dan doanya  juga pasti akan selalu diberikan untuk kita, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.