SELAMAT IDUL FITRI

Allahu akbar Allahu Akbar Allahu Akbar La ilaha Illallhu wallahu Akbar Allahu Akbar walillahil hamd.  Kumandang takbair, tahlil dan tahmid  sudah bergema sejak bedug maghrib dikumandangkan, dan rasa hati ini  begitu trenyuh bahkan  kemudian hati ini ingat kepada orang tua yang sudah mendahului kita.  Kebiasaan untuk sungkem pafda saat idul fitri kemudian menjadi  hampa karena orang tua sudah tiada.  Hal yang dapat kita lakukan ialah dengan berdoa  untuk kedua orang tua agar mereka dirahmati oleh Allah swt dan tetap endapatkan nikmat di alam barzah sana.

Hari ini seluruh umat muslim merayakan  iadul fitri dengan mengumandangkan keagungan Allah swt. Pagi pagi buta  masyarakat muslim sudah berbondong bonding mendatangi tempat tempat diselenggarakannya shalat id, baik di masjid maupun di lapangan.  Semua itu menambah grengnya  idul fitri. Bahkan sejak tadi malam masyarakat yang meramaikan  malam dengan takbir, baik yang tabr mursal maupun yang hanya meramaikannya di masjid masjid atau mushalla juga  sama  menghidupkan malam id.  Ada rasa yang tidak mapu dilukiskan yang intinya ialah kebahagiaan yang tiada tara.

Walaupun dmeikian sesungguhnya sebagian umat muslim, khususnya para sufi sesunggunnya sedang menangis karena dtinggalkan oleh ramadlan.  Sementara kebanyakan umat  sedang ebrhagaia karena  setelah satu bulan  penuh menjalankan kewajiban puasa dan juga ibadah lainnya, kini mereka sudah dapat menyelesaikannya dengan baik dan berharap semua salah dan dosanya akan diampuni oleh Allah swt.  Karena tulah tidak salah dan bahkan juga tidak ber;ebihan jika mereka merayakannya sedemikian rupa dengan mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil sepanjang malam.

Senyatanya  sejak sehari sebelum hari ini sudah banyak uacapan selamat idul fitri yang dating dari banyak relasi, kawan, saudara dan umat secara umum, bahkan yang terbanyak ialah mereka yang mengungkapkannya melalui media social WA, SMS, FB dan sejenisnya.  Seluruhnay menyampaikan maaf dan meminta untuk dimaafkan atas segala salah dan khilaf.  Tentuntradisi seperti itu snagat bagu, apalagi kalua kemudian  pada saatnya ditindak lanjuti dengan pertemuan secara fisik untuk bermaaf maafan, pastinya akan jauh lebih bagus.

Hanya saja  mungkin  untuk kedepannya perlu dibatasi, khususnya yang terkait dengan belanja enjelang idul fitri, karena kita menyaksikan betapa royalnya masyarakat pada saat belanja untuk keperluan idul fitri, seolah  smeuanya  akan dibeli, padahal tidak smeua yang dibeli tersebut merupakan kebutuhannya, melainkan hanya untuk pantas pantas saja.  Tentu khusus bagi mereka yang pas pasan  harus mengingat bahwa sebentar lagi akan banyak anak yang masik sekolah, apalagi kalua itu  masuk sekolah yang pertama kali sehingga membutuhkan banyak biaya.

Atau kelaupun bagi mereka yang kaya dan berduit banyak, tidak sepatutnya mereka mengjhamburkan uang  untuk hal hal yang tidak berguna.  Barangkali akan jauh lebih bagus jika disumbangkan untuk mereka yang membutuhkan atau untuk memberikan beasiswa bagi mereka yang tidak mampu, sehingga uang tersebut akan menjadi bermanfaat bagi generasi mendatang.  Sayangnya memang kesadaran untuk hal tersebut belum banyak menempel di dada banyak orang sehingga mereka akan lebih suka menggunakannya untuk hal hal yang tidak bermanfaat ketimbanga menyumbangkannya untuk kepentingan yang lebih.

Kenyataannya pada hari ini seluruh umat muslim merayakannya, termasuk mereka yang sedang terkena musibah sekalipun, karena memang hari ini merupakan hari kebahagiaan kita semua, bahkan makanan yang disediakan juga  istimewa bila dibandingkan dengan keseharian yang kita temui.  Kita juga menyaksikan di setiap rumah pasti akan disediakan makanan yang luar biasa enaknya, dan psti   di sana ada jamuan  untuk para tamu yang dating.  Tulah keistimewaan hari idul fitri yang mungkin di daerah atau di negara lain tidak lazim diperingati sedemikian heboh.

Konon ceritanya di negara lain, termasuk di Arab sendiri pada saat idul fitri setelah shalat id di masjid atau tempat lainnya, kemudian mereka tidak  melakukan silaturrahim sebagaimana yang kita lakukan.  Pada umumnya mereka kemudian berdiam diri di rumah atau bahkan berrekreasi atau pergi ke pasar dan lainnya. Intinya tidak ada perayaan khusus terkait dengan datangnya idul fitri sebagaimana yang kita jalankan selama ini.  Bahkan di lingkungan kita  sebelum ada larangan untuk menyalakan petasan, seolah tiada idul fitri tanpa petasan.

Bahkan hingga saat ini pun sebagian masyarakat juga belum dapat eninggalkan petasan etrsebut, karena dalam kenyataannya kita masih endengar bunyi petasan tersebut sahut menyahut semalam suntuk bersama dengan berkumandanganya takbir. Barangkali memang itu merupakan kenyataan khas  di negeri dan daerah kita saja.  Namun kita memang tidak mempermasalahkan hal tersebut karena  intinya ialah  kegembiraan kita  dalam menyambut idul fitri yang memang sudah menjadi hari raya bagi umat muslim, dan  kemudian juga ditindak lanjuti dengan tradisi halal bi halal yang juga tidak ditemukan di negara lainnya.

Secara khusus kita juga tentu akan bersilaturrahim kepada tetangga, sanad family dan juga kawan kawan yang ada, bahkan  setelah itu kita biasanya juga akan mengunjungi keluarga yang ada di luar kota untuk bersilaturrahim serta  tidak lupa membawakan oleh oleh sekeedarnya sebagai tanda  peseduluran yang tidak akan  pernah pudar. Apalagi kalua  bagi mereka yang mash mempunyai orang gtua, pastilah akan memerlukan  waktu tersendiri untuk mengunjungi mereka. Semua pasti akan berkumpul  di rumah yang anggap sepuh dan kemudian  bercerita tentang  apa saja yang dapat diceritakan, karena yang terpenting dalam suasana tersebut ialah rasa bahagia yang harus dipupuk dan diwujudkan.

Namun seprtinya untuk saat ini para generasi muda sudah sedikit tidak terikat oleh kebiasaan baik bersilaturrahim etrsebut, buktinya pada saat hari idul fitri mereka justru  keluar bersam dengan kawan kawannya untuk mengunjungi tempat rekreasi atau untuk hal hal yang tidak terkait dengan silaturrahim etrsebut. Bahkan tidak jarang saat ini mereka malah membuat ulah yakni dengan berbalapan sepeda motor di jalanan sehingga membahayakan pengendara lainnya.

Lebih tragis lagi kta juga menemukan  sebagian mereka malahan minum minuman keras bersama, bahkan  ada yang  hingga tewan karena  oplosan antara  minuman keras dengan bahan lain yang tidak pantas untuk dikonsumsi.  Inilah persoalan kita saat ini yang harus kita sikapi secara serius.  Barangkali  memang harus melalui masing masing orang gtua. Mereka harus peduli dengan keberadaan dan kebiasaan anak anaknya dan tidak membiarkan mereka   berkum;pul dan melakukan hal hal yang membahayakan dirinya maupun orang lain.

Jika semua orang tua menyadari hal tersebut dan mengarahkan mereka untuk mengikuti takbir mursal misalnya dan kemudian pada siang harinya  mengarahkan mereka untuk bersilaturrahim kepada  familinya, pastilah aka nada perubahan yang lebih baik, sebab jika yang memperingatkan mereka adalah prang gtua sendiri, tentu akan jauh lebih didengarkan ketimbang orang lain.  Kita memang menginginkan bahawa di hari idul fitri seperti saat ini smeua orang akan melaukan kabaikan, bukan sebaliknya justru melakukan kemaksiatan.

Selamat merayakan hari raya Idul fitri dengan kegiatan yang positif, semoga kita  mendapatkan keberkahan idul fitri dan Allah akan menyelamatkan kita dari segala mara bahaya serta memberikan kita ketenangan jiwa, hati dan pikiran, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.