MERENUNG TENTANG BANGSA DI SEPULUH HARI TERAKHIR RAMADLAN

Nabi Muhammad saw memerintahkan atau menganjurkan kepada umat muslim untuk mencari lailatul qadar dan sepuluh terakhir bulan Ramdlan, namun kemudian ada orang yang mencoba untuk menafsirkannya bahwa lailatul qadar tersebut jatuh pada  hari ganjil, bahkan ada yang menentukan tanggalnya.  Ini tentu secara umum tidak sesuai dengan  tujuan awal dianjurkannya mencarinya di sepuluh terakhir bulan ramadlan.  Nalarnya bahwa  secara manusiawi, masyarakat muslim akan mengalami kejenuhan dan kelelahan karena  setiap malam menjalankan ibadah tarawih dan siangnya berpuasa, apalagi menjelang akhir  dengan semakin banyaknya kebutuhan.

Nah, melihat kondisi demikian lalu Nabi berusaha untuk memulihkan semangat sebagamana di awal bulan, yakni denagn memberinya iming iming nyata yaitu  lailatul qadar yang harus ditemukan sendiri  dan waktunya ialah di hari hari  akhir bulan, yakni sekitar sepuluh hari.  Dengan motivasi tersebut diharapkan masyarakat muslim akan timbul kembali semangatnya untuk tetap beribadah dan khusus untuk menemukan lailatul qadar tersebut.  Jadi kalua lailatur qadar sudah diketahui sebelumnya, maka orang tidak akan termotivasi lagi untuk mendapatkannya dan cukuplah langsung menemukan lailatul qadar di saatnya saja.

Lalilatul qadar itu merupaan  satu malam yang nilainya melebihi seribu bulan dalam kebaikannya, sehingga siapapun yang membiarkannya berlalu begitu saja, maka  kerugian besar akan ditemuinya, karena itu umat lalu  bersemangat untuk menemukannya dan itu akan ditemukannya manakala selama sepuluh hari terakhir bulan ramadlan selalu menjaga dan mencarinya dengan beramal baik.

Kalau di dalam islam ada anjuran tersebut, lalu bagaimana  kita menyikapi malam malam akhir ramadlan tersebut? Tentunya kita juga harus memanfaatannya untuk kepentingan kita yang lebih luas, sehingga kebaradaan kita sebagai hamba Allah yang diharapkan memberikan manfaat yang lebih besar bagi sesame, akan benar benar dapat didapatkan.  Sebagaimana kita tahu bahwa bangsa kita hingga saat ini ternyata masih banyka persoalan yang belum selesai, terutama  berkaitan dengan persoalan kebangsaan, terbukti dengan masih maraknya sikap dan perilaku radikal dalam agama.

Kita semua menyadari  bahwa  mereka yang radikal dalam agama selalu saja akan membuat takut kepada sesame manusia, karena biasanya mereka  nekat dan akan melakukan apapun yang mereka percayai  benar tanpa  mempertimbangkan perasaan pihak lainnya yang akan menrima akibatnya.  Karena itu kita sering menyaksikan betapa mereka sama sekali tidak mempunyai perasaan dan pertimbangan kemanusiaan jika sudah mempunyai niat tertentu, bahkan sampai kalua dirinys ednri harus mati.

Tentu keyakinan  seperti itu tidak dapat dibenarkan oleh akal sehat, karena bagaimanapun akal akan selalu membimbing manusia untuk melakukan sesuatu yang rasional dan tidak membahayakan dan menyengsarakan dirinya.  Hanya akal yang keblinger sajalah yang mampu  menutup akal sehat dan kemudian melakukan tindakan yang nekat dan sama sekali tidak dapat diterima oleh akal sehat, seprti membunuh dirinya untuk memusnahkan pihak lainnya.

Kepercayaan instan yang diberikan oleh para pendoktrin tentu sebuah iming iming yang menyenangkan yang bakal didapatkan tanpa mau menggunakan akal pikirannya.  Bagimana mungkin  jika seseornag menggunakan akal sehatnya dapat terperosok kepada keyakinan tersebut?.  Kita tentunya tahu bahwa untuk  masuk ke surge harus dipenuhi seperangkat persyaratan yang harus dipenuhi, yakni berbuat kebaikan dan memberikan manfaat yang besar bagi manusia dana lam, namun keyakinan yang dipaksakan kepada mereka biasanya cekak dan sekali lagi tidak masuk akal.

Bagaimana masuk akal, kalau mereka harus mebunuh orang lain yang hanya berbeda pandangan saaja, atau  karena tidak mau mengikuti keinginannya. Menyakiti pihak lain itu sangat menyakitkan dan  membunuh juga merupakan perbuatan yang sama sekali tidak dapat dibenarkan, namun dengan keyakinan yang instan dan tidaka benar tersebut seseorang akan mampu melakukannya. Tentu keyakinan seperti itu hanya akan menyengsarakan dirinya saja  di akhirat.  Artinay maksudnya ingin mendapatkan surge tetapi yang didapatkan pastilah neraka.

Nabi  Muhammad saw sendiri telah meberikan teladan bagi kita  termasuk dalam hidup berdampingan dengan umat lainnya.  Jika tujuan kita hidup di dunia ini ingin tenang, damai dana man, tentu itu tidak mungkin hanya dibangun sendiri, sementara yang menghuni bumi Tuhan ini adalah semua makhluk Nya dari kalangan yang berbeda beda.  Untuk itu  keinginan untuk hidup damai, tenteram, dana man tersebut harus diraih bersama dengan semuanya ikut andil dan berusaha menciptakannya.

Kebersamaan tersebut tidak harus sama dalam semuanya, termasuk dalam agama, keyakinan dan  simbul simbul lainnya, karena yang diperlukan ialah kebersamaan dalam meraih keinginan tersbeut.  Untuk keberagaman yang ada  harus dibiarkan tetap dipeluk oleh masing masing pihak, termasuk ahgama , kepercayaan, etnis, suku dan lainnya.  Pada zaman Nabi Muhammad saw dahulu, beliau juga hidup berdampingan dengan bayak umat yang ebrbeda beda, aada yang muslim, ada yang nasrani dan ada pula yang yahudi, karena yang terpenting mereka semua menjaga keamanan  Madinah.

Kenapa kita tidak mau meniru kehidupan yang sudah diteladankan oleh beliau?  Kita ditakdirkan hdp di Indonesia dengan segala keragamannya, lalu kita juga sudah sepakat untuk medirikan negara  dan berusaha untuk memajukannya serta mensejahterakan seluruh rakyatnya.  Lalu kenapa kita tidak berkonsentrasi untuk meraih cita cita luhru tersebut, dan kenapa kita mesti memaksakan kehendak untuk menyeragamkan semua   dan mengikuti kemauan satu pikiran?  Ini tentu tidak patut karena para pendiri negara ini sudah sepakat untuk hidup bersama.

Hanya pikiran yang jernah saja yang akan mampu menangkan pemikifran para pendahulu kita karena  merwka lebih memikirkan kebersamaan di dunia ini dengan membuat negara yang aman, damai dan sejahtera, ketimbang memaksakan kehendak mereka untuk satu uniforma yang sama dalam segalanya.  Justru dengan kebersamaan dalam keberagaman itulah kita akan mampu menjadi umat yang terbaik, karena  disamping kita mampu menajalnkan gugas agama kita masing masing sekaligus juga dapat  hidup rukun dalam keperbedaan.

Sesungguhnya banyak bangsa lain iri dengan kondisi kita yang demikian, sehingga mereka ingin meniru dan mempraktekkannya di negera mereka, namun justru saat ini kita sendirilah yang ingin membangkitkan sesuatu yang sudah baik dengan pikiran salah  dan ingin dipaksakan.  Wahai semua anak bangsa mari kita merenung secara mendalam dalam bulan ramadlan ini, apalagi a=saat ini sudah memasuki hari  hari akhir.  Renungan kita  yang  mendalam tengtu akan menghasilkan sebuah pencerahan yang akan membawa kemaslahatan bagi banyak orang.

Mari kita rawat warisan para pendahulu kita tersebut dan kita majukan serta perkokoh persatuan agar tidak ada pihak manapun yang mampu mengganggu kebrsamaan kita dengan alsan apapun.  Kita tentu akan merasa berdosa jika  warisan ini kemudian berantakan dan tidak menyisakan kedamaian secuilpun untuk anak bangsa.  Kita harus  menjadi pihak yang tahu diri dan tahu berterima kasih kepada para pendahulu kita yang telah berusaha dengan mempertaruhkan nyawa untuk sebuah  negara yng saat ini kita nikmati.  Jangan sam;pai kita justru akan kena adzab disebabkan kelakukan kita yang tidak tahu diri tersebut, yakni menghancurkan warisan mereka.

Kita berharap renungan di bulan suci ini akan benar benar  jernih dan memberikan nuansa batini yang menyegarkan seluruh jiwa, sehingga kita akan mampu mewujudkan diri pribadi yang muttaqin dan sekaligus juga mampu mewujudkan islam yang rahmatan lil alamin. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.