SIKAP KITA PADA SAAT MEMASUKI SEPERTIGA KEDUA RAMADLAN

Memang bagi yang mengetahui bahwa ada banyak hadis yang lemah tetapi digunakan dan bahkan dipercaya oleh masyarakat muslim, klhususnya yang terkait dengan puasa ramadlan dan segala amaliahnya.  Nah, salah satu  riwayat yang diyakini oleh masyarakat muslim tersebut ialah  bahw ramadlan itu dibagi tiga bagian, yakni seprtiga pertama, sepertiga kedua dan spertitiga ketiga.  Untuk yang pertama biasa disebut sebagai rahmat, yang kedua disebuat sebagai maghfirah dan yang ketiga disebut sebagai itqun minannar.

Penjelasannya ialah bahwa sepuluh hari pertama ramadlan itu merupakan rahmat Tuhan sehingga banyak hal yang menyenangkan karena itu merupakan berkah yang diberikan oleh Tuhan untuk umat manusia.  Untuk itu disarankan kepada seluruh umat muslim untuk memanfaatkan waktu tersebut untuk meraih banyak keuntungan dari Tuhan, melalui memperbanyak amal ibadah yang dapat mengantarkan kepada raihan rahmat tersebut.

Sementara sepuluh hari kedua merupakan  maghfuirah dari Tuhahn, karena itu  masyarakat muslim memang dimharapkan akan memperbanyak membaca istighfar, sehingga akan memperoleh ampunan dari Allah swt.  Manusia itu tidak akan terlepas dari salah dan dosa, terutama terkait hubungannya dengan Tuhan, karena itu masa ini merupakan maa yang sangat  luar biasa untuk meminta ampunan kepada Nya, karena Tuhan sedang menggelar ampunan Nya  untuk para hamba Nya yang mau memintanya.

Memang kemudian ada  riowayat lagi yang menggambarkan betapa Tuhan itu akan menyayangi para hamba Nya yang mau  memohon ampunann kepada Nya, apalagi pada bulan suci seperti ini, dan ada doa yang diajarkan oleh Raaulullah saw yang berbunyi “ Allahumma innaka  afuwwun tuhibbul afwa fa’fuanni” yang intinya ialah  wahai Allah Engkau adalah dzat yang maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah diri saya.  Meskipun dmeikian bukan berarti lafadh istighfar lainnya tidak dianjurkan, doa tersebut memang secara khusus diajarkan oleh Nabi, namun berbagai macam lafadh istighfar juga tetap baik untuk selalu diucapkan.

Saat ini kita menyaksikan betapa banyak umat muslim yang mengkhususkan diri untuk erus menerus memperbanyak bacaan istighfar, karena yakin bahwa saat inilah waktu yang sangat tepat untuk meminta ampunan dari Allah swt, karena Tuhan sedang menggelar maghfirah Nya untuk para hamba Nya, wabil khusus mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa dan amalan lainnya.

Bahkan pada ulama zaman dahulu yang sering mengajarkan syariat beserta  lambang lambangnya juga membuat lambing untuk doa tersebut, yakni dengan membuat makanan yang diberi nama dengan apem garing yang itu merupakan lambing dari doa yang sering ditambahi dengan Allahumma innaka afuwwun karim.  Bahkan pada saat memepringati turunnya  alquran biasanya mereka juga akan membuat apem garing tersebut sebagai pertanda bahwa masyarakat sedang banyak yang beristighfar untuk meminta ampunan kepada Tuhan.

Kenyataan tersebut saat ini sudah dipraktekkan oleh masyarakat secara umum, karena memang masyarakat kita memang suka dengan hal hal yang khsuus tersebut. Ungkapan bahwa hitungan las lasan atau sepertiga kedua bulan ramdalan yang dianggap sebagai maghfirah Allah swt tentu akan dimanfaatkan oleh mereka untuk memenuhi keinginan mereka mendapatkan ampunan Nya.  Mungkin mereka juga sudah senantiasa beristighfar, akan tetapi karena ini  dijanjikan bahwa maghfirah Tuhan digelar untuk umat Nya, maka keyakinan tersebut akan semakin menggugah merka.

Itulah kenyataan yang tidak dapat kita elakkan dan memang kondisi seperti itu memang menjadi sangat menarik bagi umat yang sedang merindukan ampunan Nya. Apalagi kalau kemudian diingat bahwa saat ini sudah banyak kemaksiatan yang  menyebar di kanan kiri kita dan sepertinya  masyarakat juga tidak mampu untuk membentengi semua itu.  Dan pada saat ramadlan seperti ini lalu banyak orang yang sadar dan berkeinginan untuk memperbanyak pahala dan mendapatkan ampunan Nya, karena itu sangat dapat dipahami kalau  kesempatan seperti ini akan mendapatkan perhatian masyarakat.

Kalaupun kita menganggap bahwa semua  hari dan malamnya di bulan suci ini merupakan kesempatan yang bagus untuk bermuhasabah dan menambah pahala serta  mendapatkan ampunan, tetapi kalau ada  cerita tentang kekhususan tersebut tentu akan jauh lebih memberikan motivasi untuk dijemput dengan antusias.  Bukankah Nabi sedniri juga pernah mengatakan bahwa siapapun yang berpuasa ramadlan dengan didasari oleh iman yang benar dan juga hanya mengharap ridla Allah swt, maka akan diampuni segala dosanya.

Tentu apalagi kalau kemudian diyakini bahwa di pertengahan ramadlan tersebut Tuhan menggelar maghfirah Nya untuk diberiikan kepada sleuruh hamba hamba Nya yang memohon, tentu akan jauh lebih mantap.  Keyakinan tersebut juga sekaligus akan menambah semangat serta mengalahkan berbagai macam aktifitas lainnya, karena yang lebih dibutuhkan dan dipentingkan ialah mendapatkan ampunan dari Tuhan.

Sementara itu untuk sepertiga ketiganya ialah disebuat sebagai itqun minannar atau Tuhan akan membebaskan hamba Nya dari api neraka.  Maksudanya ialah jika manusia mampu melakukan puasa dan amalan amalan lainnya hingga  akhir bulan, maka jaminannya ialah akan diberikan kebebasan dari jeratan api neraka.  Ini tentu sangat istimewa dan luar biasa, karena biasanya untuk mendapatkan sesuatu yang luar biasa itu memang ada syarat yang sangat berat, dan di ramadlan ini Tuhan hanya meminta  dapat menyelesaikan dan beribadah di seluruh hari dan malamnya  akhir akhir ramadlan.

Secara nalaar meang dapat dimenegrti karena biasanya pada akhir akhir ramadlan banyak umat yang merasa jenuh dan kemudian meninggalkan banyak amalan. Kalaupun puasanya masih dijalani dengan  sedikit malas, tetapi amalan lainnya sepeti shalat tarawih sudah  ogah ogahan dan bahkan ditinggalkan. Rasanya sudah capek karena sudah hampi sebulan penuh menjalankan ibadah siang dan malam.  Nah, tentu bagi mereka yang masih bersemangat untuk menjalankan ibadah tersebut, Allah akan memberikan  balasan surge dan menjauhkannya dari neraka.

Untuk itu pula biasanya  dalam rangka memberikan semangat dan memompa spirit umat yang menjalankan ibadah di ramadlan akhir, Allah kemudian memberikan sesuatu yang istimewa yang kalau didapatkan, maka umat akan memperolah keuntungan yang sangat besar luar biasa.  Apakah sesuatu tersebut? Tidak lain ialah lailatul qadar dimana  nilainya  lebih baik  ketimbang seribu bulan atau lebih dari  83 tahun.

Bagi umat nabi  Muhammad saw  memang selalu diberikan keistimewaan disbanding dengan umat nabi sebelumnya, termasuk tentang shalat yang konon ceritanya pada saat awal diterima perintahnya ialah sebanyak 50 waktu, namaun karena  umat  Muhammad  diprediksi tidak akan mampu menjalankannya, maka kemudian ditetapkan hanya 5 waktu saja, akan tetapi soal pahalanya masih tetap sama dengan 50 waktu.  Itulah mengapa Tuhan kemudian berfirman bahwa siapapun yang dating dengan membawa kebajikan, maka dia akan mendapatkan balasan sepuluh kali lipat.

Kembali lagi kepada memanfaatkan dan bersikap pada  hari hari sepertiga kedua ini, kita  akan terus  berusaha mewujudkan keinginan kita, yakni ingin mendapatkan maghfirah dari Tuhan, dengan selalu memperbanyak istighfar, baik siang maupun malam.  Dengan begitu kita  juga dapat lebih berharap bahwa Tuhan memang akan benar benar mengampuni segala doa yang sudah pernah kita lakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.