MEMANFAATKAN WAKTU DENAGN BERDZIKIR

Terkadang dalam suasana puasa seperti saat ini, banyak oorang yang agak malas jika harus mengerjakan pekrjaan rutinnya, lalu mereka  hanya dapat bengong tanpa  melakukan apapun.  Padahal  diantara salah satu kebaikan orang itu manakala dia mampu meninggalkan suasana yang sama sekali tidak memberikan arti baginya maupu bagi pihak lain.  Karena itu harus ada solusi untuk menghindari bengong tersebut.  Salah satu yang dengan mudah dapat dijalankan ialah dengan membukan  kitab suci yang tersedia di meja.

Namun bagi mereka yang juga malas untuk membaca, solusi terbaik danmudah dilakukan ialah dengan berdzikir, membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan juga istighfar.  Semua itu dapat dilakukan dengan  santai, baik dengan bantuan tasbih maupun tanpa tasbih, karena yang terpenting ialah kita mengingat kepada Allah swt, dan sekaligus pasti akan mendapatkan pahala. Atau mungkin amalan lain yang mudah dan ringan ialah membaca shalawat, apapun bentuk dan jenis shalawat tersebut.

Bahkan jika kita mau membaca shalawat, maka otomatis kita akan mendapatkan pahalanya tanpa ragu, karena dalilnya sudah cukup popular, yakni barang siapa yang membaca shalawat kepada Nabi dalam kondisi bagaimanapun pasti akan tetap mendapatkan pahalanya, bahkan kita dapat membacanya dengan nada yang kita kehendaki.  Membaca shalawat tersebut  sangat ringan, namun tidak banyak yang mau melakukannnya.

Keuntungan lainnya jika kita membaca shalawat tersebut ialah bahwa kita akan dicintai oleh Rasul dan akan mendapatkan syafaat beliau nanti di akhirat.  Persoalannya ialah apakah kita memahami hal tersebut dan meyakininya?.  Sebab secara nalar jika kita memahami dan meyakininya maka dapat dipastikan kita akan melakuannya dalam  setiap saatnya.  Tentu amat sayang untuk dilewatkan, padahal hanya  mudah dan ringan untuk dilakukan.

Demikian pula dengan berdzikir karena disamping kiat akan memperoleh pahalanya, apalagi kalau pada bulan puasa dapat dipastikan pahalanya akan dilpat gandakan, tentu kita juga akan mendapatkan ketanangan jiwa dan hati, sebab Allah swt sendiri telah berjanji bahwa dengan selalu berdzikir maka hati akan menjadi tenang.  Bukankah saat ini ketenangan jiwa dan hati itulah yang selalu dikejar oleh manusia?

Banyak yang gagal memperoleh ketenangan jiwa tersebut, karena mereka tidak mengetahui bagaimana cara memperolehnya.  Nah, kita sebagai umat beriman sudah dijelaskan dengan gambling bahwa untuk mendapatkan ketenangan hatio tersebut cukuplah kita  berdzikir dan berdzikir.  Berdizkir bentuknya banyak  seprti yang biasa dilakukan ialh dengan mebaca tasbih, tahmid dan seterusnya.  Namun dikir juga dapat berupa mebaca alquran, karena dengan membaca alquran tersebut kita akan  tertaut kepada  Allah swt.

Jika hati sudah dipenuhi dan tertaut kepada Allah swt, dapat dipastikan akan mendapatkan ketenangan dan kedamaian, karena  Allah lah yang menciptakan segala sesuatu,d an karena kita mengharapkan mendapatkan ketenangan dan kedamaian, maka Tuhan pasti akan menurunkan ketenangan tersebut ke dalam hati kita.  Cukup mudah sesunguhnya obat dan  kondisi yang selama ini selalu dicari oleh banyak orang tersebut.

Dzikir itu berarti kita mengingat Allah swt, dank arena mengingat Allah itu dapat dilakukan dengan banyak cara, maka untuk mendapatkan ketenangan jiwa tersebut juga dapat ditempuh dengan ebrbagai cara yang menuju kepada Allah swt.  Shalat juga  dapat dilakukan untuk mencapi ketenangan hati dan pikiran.  Untuk itu jika pikiran kita sedang kalut dan banyak masalah, biasanya kita ambil wudlu’ kemudian menjalankan shalat sunnah dan setalah itu berdoa atau mebaca kitab suci terelebih  dahulu, baru kemudian berdoa.

Para ulama zaman dahulu  dapat menjalani hidup dengan begitu tenangnya dan seolah tanpa masalah sedikitpun, semua itu disebabkan oleh kerutinan mereka untuk berdzikir kepada Allah swt.  Sepertinya tidak boleh ada waktu yang kosong tanpa dzikir kepada Nya.  Bahkan walaupun mereka sedang bekerja, tetap saja mereka akan sambil berdzikir, dank arena itu kemudian kita dapat menyaksikan betapa hidup mereka sangat teduh dan selamat dari berbagai persoalan yang bias any akan melilit pada kebanyakan orang.

Twentu persoalan itu bukan hanya yang terkait dengan ekonomi semata, melainkan juga seluruhn kehidupan manusia, seperti jika mempunyai anak  nakal atau melakukan  kemaksiatan, tentu itu menjadi masalah bagi orang tuanya.  Nah, kalau kita menyimak kehidupan para salaf shalih tersebut, ternyata seluruhnkeluarganya sangat baik dan tidak pernah tersangkut oleh maslah duniawi ataupun dengan masyarakat,  Itu smeua  juga terkait dengan dzikir yang senantiasa dilakukan oleh mereka.

Pertanyaannya ialah maukah kita mengurngi hidup tenang dan damai sebagaimana mereka alami?  Jawaban spontannya tentu mau namun  kalau hanya  secara lisan mau, tetapi tidak ebrbuat sesuatu untuk mendukungnya, maka hanya akan  tercatat sebagai keinginan semata.  Jika kita mau tentu juga harus mau menjalani hidup sebagaimana mereka, yakni menjadikan sleuruh waktu kita hanya untuk berdzikir kepada Allah swt.

Nah, saat ini kenyataannya kita sedang menjalani ibadah puasa, dan dalam kenyataannya pula banyak diantara kita yang justru tidak mampu memanfaatkan waktu luang untuk ahl hal yang berguna, melaionkan hanya bengong saja tanpa berbuat apapun.  Untuk itu kita harus menyusun strategi sendiri dan kemudian memaksakan diri kita untuk selalu mengingat Tuhan dalam kondisi apapun.  Memang untuk langsung menjadi  demikian itu emerlukan waktu dan latihan, karena itu manfaatkanlah momentum puasa ramdlan kali ini untuk  memeprbanyak membaca alquran dan mengkaji kitab kitab keagamaan.

Dengan membiasakan diri membaca kitab suci tersebut, pada dasarnya kita sudah melatih diri untuk berdzikir dan jika kita mampu memeprtahankannya, maka  sesungguhnya kita sudah mampu mengalahkan sifat bengong tersebut dengan hal yang positif dan bermanfaat.  Teruslah untuk berbuat demikian dan sesekali juga diisi dengan membaca tasbih, tahmid, takbar, istighfar dan lainnya, agar bibir atau lisan kita terbiasa mengucapkan kalimah tayyibah tersebut.

Jangan sampai kita justru terperangkap oleh kebiasaan buruk banyak orang dengan melakukan hal hal yang tidak bermanfaat, seperti dengan main catur atau main game yang tidak pernah akan memberikan  kebahagiaan sejati.  MUngkin kalau dahulu kita sering terjebk dalam permaian tersebut, maka  berjanjilah untuk meninggalkan smeua itu, karena kita telah menyia nyiakan usia kita hanya untuk hal hal tidak berguna tersebut.

Bekerja itu sudah tentu dan setiap makhluk hidup haruslah bekerja dan berusaha untuk memenuhi  kebutuhan hidupnya, tetapi  kalau kemudian juga kita tambah membaca bacaan bacaan baik tersebut tentu tidak akan membebani pekerjaan kita tersebut, apalagi kalau itu smeua kita lakukan di sela sela pekerjaan yang kita lakukan, pastinya justru akan memberikan semangat baru untuk menghasilakn yang lebih baik.

Berdzikir itu seharusnya menjadi makanan sehari hari seorang mukmin, karena bagaimana mungkin kalau dia beriman kepada Allah sementara dalam kesehariannya dia tidak pernah mengingat Nya?  Setidaknya  dengan memuji Nya kita sudah  menjadi manusia yang tahu diri dan sekaligus juga menjadi hamba Nya yang taat serta menghendaki kebaikan melalui pertolongan Nya.  Semoga kita memang diberikan hidayah sehinga kita mampu tetap istiqamah berdzikir dalam kondisi apapun. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.