TADARRUS ALQURAN SELAMA RAMADLAN

Biasanya orang akan malas membuka kitab suci alquran, apalgi kalau sedang mempunyai pakerjaan yang  banyak, namun tidak demikian pada saat Ramadlan dating, karena untuk membuka  kitab suci rasanya menjadi ringan, meskipun hanya untuk beberapa saat saja.  Rasanya ada dorongan tersendiri yang memudahkan kita untuk ringan membuka kitab suci etrsebut dan kemudian membacanya.  Bahkan di sela sela mengerjakan pekerjaan rutin yang menyita banyak waktu, tetapi rasanya akan saying bilaman tidak menyelanya dengan membukan kitab suci.

Itulah yang terjadi pada banyak kaum muslim kita pada  saat Ramadlan, dan tentu akan jauh berbeda dengan bulan selainnya, karena nyaris tidak pernah ada  kitab suci di samping nya atau di meja kerjanya.  Persoalannya ialah  mengapa kita tidak mampu memaksakan diri untuk  membaca kitab suci tersebut di luar bulan Ramadlan?, apakah karena ingin mengejar pahala yang dijanjikan berlipat ganda di bulan ini? Ataukah ada factor lainnya?

Jika  kita mampu untuk mengkondisikan selain bulan Ramadlan sebagai  sebuah  momentum yang sangat baik untuk selalu mengkaji kitab suci, tentu itu merupakan sebuah keuntungan tersendiri bagi siapapun, apalagi kalau kita kemudian mampu mencerna makna  di dalamnya, tentu akan jauh lebih memberikan manfaat, baik secara langsung maupun tidak. Manfaat yang  didapat secara langsung ialah  kondisi jiwa, hati dan pikiran kita yang terbimbing sehingga akan merqasa tenang dan tenteram.

Bukankah membaca kita suci itu identic dengan mengingat Allah atau dzikir?.  Kalau hati kita senantiasa terpaut kepada Tuhan dalam kondisi apapun, pastinya kita akan merasakan ketenangan yang luar biasa, sebab apapun yang terjadi itu  adalah atas kehendak Nya.  Lalu apam lagi yang akan bias membuat kita ragu dan  tidak tenang?.  Tuhan sendiri secara langsung juga sudah memberikan keterangan yang snagat jelas bahwa dengan berdzikir maka  hati akan menjadi tenang.

Sementara untuk manfaat yang tidak secara langsung tentu kita akan dapat memeetik banyak hikmah yang kita pahami dan dapatkan dari ayat ayat di dalam kitab suci.  Memang mungkin tidak  secaran mudah kita memahami isi kandungan kitab suci, tetapi jika hal tersebut kita lakukan secara terus menerus, kita yakin bahwa  kita akan semakin memahami dan  kemudian juga dapat merasakan keistimewaannya.  Semakin kita mengkaji kitab  suci kita, akan semakin terbuka dan banyak yang dapat kita  petik.  Itulah alqiuran yang pasti berbeda dengan buku lainnya.

Banyak umat muslim yang sama sekali tidak menyadari tentang manfaat yang didapatkan bila secara rutin selalu membaca dan mengkaji kitab alquran, namun  pada saatnya pasti akan menyadari tentang hal tersebut.  Kita menyaksikan betapa  banyak orang yang selalu melanggengkan membaca kitab suci etrsebt ternyata penglihatannya  tetap baik meskipun usianya sudah cukup senja, padahal mereka yang seeusia dia sudah harus memakai sambungan kaca mata bila akan menyaksikan sesuatu yang kecil seperti membaca dan lainnya.

Tentu hal tersebut sama sekali tidak disadarinya , terkecuali setelah banyak orang  menyatakan bahwa  ternyata dia mempunyai kualitas mata yang luar biasa. Terkadang  juga mereka yang selalu membiasakan diri membaca alquran juga tidak menyadari bahwa dirinya ternyata tidak pernah mempunyai beban berat yang sulit untuk ditanggungnya, karena selam hidupnya memang selalu hidup secara damai dan tidak ada beban berat yang melilitnya.  Tentu itu smeua juga berkah alquran, bukan tiba tiba dan dengan sendirinya.

Hidup di dunia ini  sebenarnya  penuh dengan persoalan dan selalu  mendekat kepada kita.  Nah, yang selalu dicari oleh kebanyakan orang ialah bagaimana  bisa hidup dengan senang, damai dan tanpa ikatan beban yang berat serta sulit diatasi.  Nah,  kalau  tujuan kita ingin mendapatkan ketenangan hidup dan jauh dari beban berat yang melilit serta mengganggu, sesungguhnya resep yang paling ampuh ialah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt dengan memperbanyak dzikir.

Kita dapat melihat betapa tenangnya hidup para ulama yang selalu dekat dengan Allah  dan selalu berdzikir kepada Nya.  Lain halnya dengan kehidupan para selebriti yang  panuh dengan problem, meskipun tampak gemebyar.  Banyak diantara mereka yang rumah tangganya juga berantakan, anak anaknya juga  pada mursal dan hidupnya penuh dengan terpaan masalah.  Karena itu jika kita kemudian mampu membandingkannya dan  mencari penyebabnya, tentu kita akan dengan mudah menemukannya, yakni kuncinya ada pada kedekatan kepada Tuhan.

Jika orang selalu mendekat kepada Tuhan dengan melakukan ibadah dan selalu mengingat Nya, maka dapat dipastikan dia akan hidup dengan nyaman dan akan mendapatakn kemudahan demi kemudahan.  Namun sebaliknya jika orang hidup hanya  dengan mengejar harta dan tahta, maka hidupnya akan selalu dikejar oleh bayangannya sendiri dan tidak akan pernah menemukan ketenteraman hati serta hidup.

Karena itu dalam menjalani Ramadlan kali ini  ada nasehat yang dapat kita petik dari kenyataan tersebut, yakni manfaatkan kondisis yang sangat mendukung  ini dengan sebaik baiknya serta petiklah haikmah di dalam menjalankan  kebaikan tersebut.  Barangkali akan jauh lebih bagus jika kita memilih membaca kitab suci denagn serius dan kemudian  tancapkan dalam hati kita untuk berkomitmen tidak akan pernah meninggalkannya walaupun Ramadlan sudah berlalu.

Dengan  janji diri yang demikian jikalau kita memang benar dalam  perilaku dan sikap kita, maka  Tuha pasti akan menolong dan memberikan jalan yang terbaik untuk mewujudkan keinginan selalu membaca kitab suci tersebut. Lalu rasakan perbedaannya delam satu tahun ke depan dan jangan pernah ragu dengan janji Tuhan yang akan memberikan ketenangan batin kepada kita setelah kita selalu mengingat dan mendekat kepada Nya.

Mari jadikan ramadlan ini untuk merubah diri, mumpung kita masih diberikan kesempatan oleh Allah dengan usia panjang dan kesadaran diri yang penuh, sebab tidak smeua orang akan mendapatkan  kesadaran tersebut dan lalu mau berkomitmen untuk mengubah diri menjadi lebih baik, demi keseluruhan hidup yang akan kita jalani.  Patinya kita juga hartu8s menyadarti bahwa untuk mengubah diri tersebut pasti akan banyak rintangan yang menghadang di depan kita, karena itu kita harus tetap waspada dan mampu untuk mendobrakl rintangan yang ada.

Kita sangat berharap bahwa ramadlan kali ini memang benar benar akan mampu mengubah diri kita  dari kurang menjadi lebih baik, terutama melalui bacaan alquran yang kita lakukan secara tetapi pada  perjalanan  selanjutnya kita tidak terpancang pada bulan ataupun hari, melainkan  semua bulan dan harti itu akan sangat bagus dan berharga untuk berbuat kebajikan. rutin tanpa mengenal  bulan.  Memang momentum ramadlan kali ini menjadi tonggaknya, akan

Kalau hati sudah terpaut kepada Tuhan, maka semua akan tampak indah tanpa mebedakan  warna ataupun perbedaan lahir lainnya.  Keindahan Tuhanlah yang akan emnghiasi seluruh hidup kita dan keridlaan Tuhan pulalh yang akan menjadi tujuan hidup kita, bukan lagi hartan yang justru akan emmbuat diri kita  banyak masalah.  Semoga kita ebnar benar mendapatkan momentum ramadlan kali ini untuk berubah menjadi yang lebih baik, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.