MARHABAN YA RAMADLAN

Kemarin telah diumumkan oleh pemerintah, dalam hal ini menteri Agama RI bahwa  rukyah yang dilakukan di sleuruh wilayah Indonesia tidak berhasil melihat bulan, dan menurut hitungan hilal memang masih di bawah ufuk, sehingga bulan Sya’ban tahun ini digenapkan emnjadi 30 hari dank arena itu maka tanggal 1 Ramadlan jatuh pada hari kamis tanggal 17 Mei 2018.  Dengan beitu umat muslim di Indonesia akan memulai puasa tahun ini  pada hari Kamis besuk.

Secara kebetulan semua ormas di tanah air untuk tahun ini akan memulai bgulan suci ini secara bersamaan dan diharpkan nanti pada saat mengakhirinya juga bersamaan, meskipun masih ada kelompok lain yang mungkin berbeda, tetapi ormas besar di negeri ini dapat bersama sama.  Hal tersebut akan semakin membuat kesemarakan ramadlan tahun ini semakin terasa dan dioharapkan pula akan membawa keberkahan bagi bangsa yang sedang menghadapi banyak gawe politik.

Bulan suci Ramadalan memang sangat dirindukan oleh masyarakat muslim, karena  bulan  tersebut sangat sarat makna dan dianggap sebagai bulan  refleksi dan investasi pahala.  Dengan dmeikian kita juga dapat ebrharap banyak bahwa dengan datangnya bulan suci ini segala perbedaan dan pertentangan dapat diakhiri, karena semua bersama sama  mengharap ridla dari Tuhan.

Semua yang bersalah   akan  mau meminta maaf kepada sesamanya, terutama kepada orang orang dekat, speerti ibu bapak, tetangga dan juga kawan kawan lainnya.  Permintaan maaf tersebut bukan dip[aksa melainkan atas kesadaran masing masing, karena mereka menyadari bahwa saat memasuki bulan suci ini hati harus juga bersih dan jiwa  juga harus dibersihkan dari segala noda.  Bahkan Rasul Muhammad saw pernah mengaminkan doa malaikat Jibril yang berdoa agar puasa orang yang tidak mau meminta maaf kepada suami atau istrinya,  kepada orang tuanya dan kepada orang dekat lainnya.

Bulan Ramadlan ini juga merupakan bulan panen, karena seluruh amalan baik yang dilalukan pada bulan ini, akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda.  Disamping itu suasana di bulan ini juga memungkinkan  kita untuk berbuat yang baik dengan mudah.  Bayangkan saja  kalau biasanya ada orang yang enggan untuk shalat secara berjamaah, namun di bulan ini kemudian berubah menjadi sangat suka dan semangat untuk berjamaah.  Demikian pula bagi sebagian orang yang sebelumnya tidak pernah membuka kitab suci, lalu berubah total suka dan sering membukanya.

Kita juga menyaksikan betapa banyak orang mau beramal sedekah, padahal sebelumnya sangat  sulit untuk mengeluarkan sebagian hartanya,d an masih banuyak laghi perilaku baik yang muncul dengan sendirinya saat memasuki buolan suci ini.  Sangat mungkin hal ini disebabkan oleh suasana yang disebutkan oleh riwayat yang menyatakan bahwa pada bulan suci ini pintu pintu surge dibukan lebar dan pintu neraka ditutup rapat serta setan setan dibelenggu sehingga tidak mampu menggoda manusia.

Kita juga yakin bahwa nanti malam pasti banyak tempat temapt yang dibanjiri oleh masyarakat muslim untuk menunaikan ibadah shalat tarawih.  Jadi Ramadlan memang hebat sehingga  memungkinkan semua orang dengan kesadarannya  sendiri melakukan kebajikan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk pihak lain. Alangkah  hebatnya jika kondisi etrsebut terus berlangsung di luar bulan suci Ramadlan.

Kita mengibaratkan bulan ini sebagai bulan untuk mengasah diri, bulan untuk melatih diri agara menjadi manusia yang hebat dan sempurna.  Pada siang hari kita dilatih untuk berlapar lapar dan haus, sehingga diharapkan akan mampu mengerti betapa masih banyak orang yang hidupnya susah makan karena memang tidak ada tyang dimakan.  Dengan begitu kepekaan kita akan terlatih untuk ikut merasakan penderitaan sesame, dank arena itu kemudian akan muncul jiwa dermawan dan kemudian secara riil mau berbagi dengan mereka.

Demikian juga setiap malam kita dilatih untuk melakukan shalat tarawih secara bersama sama dan hal etrsebut diharapkan akan terus  terbawa sampai setelah Ramadlan, klhususnya  terkait dengan kegairahan untuk emnjalankan shalat.  Kita menyadari bahwa selama menjalankan puasa kita juga dilatih untuk bersabar dan mengendalikan lisan kita dari berkata dusta dan kata kata yang membuat sakit pihak lain dan lainnya.

Alangkah baiknya jika kondisi selama menjalankan ibadah puasa tersebut  juga menjelma dalam seluruh kehidupan kita setelahnya.  Dengan begitu puasa yang kita jalankan akan benar benra berhasil kita  raih dan aplikasikan d alam ekhidupan kita setelahg ramadlan.  Buah dari puasa tersebut dapat kita nikmati setelah selesi menjalankannya.  Namun jika setelah ramadlan kita kembali kepada habitat sebelumnya, maka dapat dikatakan bahwa puasa kita gagal dan tidak berhasil kita capai.

Karena itu mari kita songsong Ramadlan yang insya Allah nanti sore akan kita jalani bersama dengan penuh gairah dan niat untuk ,engubah diri kita menjadi lebih baik dan manjauhkan diri kita dari segala perbuatan buruk yang selama ini terlanjur kita jalankan.  Jika kita niatkan dengan tuluis dan kita upayakan dengan sungguh sungguh, maka kita yakin akan dapat memeproleh kebaikan yang kita maksud tersebut.

Mari kita jalani Ramadlan ini dengan penuh keprcayaan diri dan niat tulus agar kita tidak  rugi dalam menjalani Ramadlan.  Sebab  menurut sinyalemen dari Nabi sendir bahwa ada kemungkinan sebagiaan orang dalam menjalani puasa Ramadlan hanya akan mendapatkan rasa lapar dan dahaga semata, tanpa mendapatkan kebaikan dan pahala.  Nah, jika kita menyadari hal tersebut dan  kemudian kita memeprsiapkan diri dengan baik, insya Allah kita akan mampu  memetik hikmah dan keluhuran Ramadlan untuk kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari hari setelah Ramadlan.

Memang cuaca di sekitar kita saat ini kurang bagu, karena sungguh sangat panas, namun hal tersebut tidak akan menjadi kendala berarti jika niat kita tulus dan kuiat dalam menjalani keqwajiban ramadlan dan sekligus  diiringi rasa suka yang mendalam karena telah dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan dari Tuhan.  Jadikan bulan ini sebagai puncak dalam mengamalkan ajaran Islam secara kaffah dan kita berharap agar Tuhan senantias meberikan pertolongan kepada kita serta kesehatan sehingga kita akan mampu menyempurnakan ibadah selama bulan suci ini.

Kalaupun ada sebagaian diantara umat yang mengganggu  pelaksanaan ibadah di bulan suci ini, cukuplah kita doakan agar mereka sadar dan kemudian kembali kepada jalan yang baik dan sekaligus meninggalkan keburukan yang sudah dijalaninya.  Tentu kita semua, khususnya kaum muslim akan senantiasa  merasa bangga dengan kondisi aman dan damai yang tercipa di lingkungan kita, karean itu berarti menduikung pelaksanaan ibadah selama Ramadlan, dan kondisi tersebut tentunya akan dapat kita gapai jika kita semua bersatu untuk menciptakannya.

Kalaupun  di luar sana masih ada ancaman terror dari pihak yang tidak bertanggung jawab, maka kita harus yakin bahwa Tuhan akan senantiasa menolong para hamaba Nya yang tulus dan  selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi.  Semoga kita akan mampu menjalani Ramadlan kali ini dengan mulus tanpa gangguan apapun, semoga.

Selamat menjalankan ibadah Ramadlan tahun ini semoga Allah swt senantiasa memberikan  maunah Nya  kepada kiota semua, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.