TELITI SEBELUM MEMBELI

Pernyataan yang bersifat saran tersebut memang masih sanagt relevan  untuk saat ini, betapa tidak jika kita membeli atau memutuskan sesuatu tanpa menelitinya terlebih dahulu, akan sangat mungkin kita  merasakan kekecewaan, jika apa yang sudah kita putuskan atau kita beli tersebut ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi kita sendiri. Apalagi kalau yang kita beli atau putuskan etrsebut ternyata hal yang besar yang mungkin juag terkait dengan keuangan yang besar pula.

Karean tiu apapun yang akan kita lakukan sebaiknya memang kita mengetahui secara detail terlebih dahulu.  Barangkali kita sangat sibuk sehingga tidak mempunyai banyak waktu untuk meneliti atau sekedar mempelajari barang yang akan kita beli atau sesuatu yang akan kita putuskan, namun kita tetap harus mengetahui serba banyak  hal yang akan  kita belai atau putuskan.  Pengetahuan kita tersebut tidak harus kita sendiri yang meneliti atau mengkajinya, melainkan kita dapat meminta pendapat kepada pihak lain tentang hal tersebut.

Apalagi jika apa yang akan kita putuskan atau akan kita beli tersebut merupakan barang baru yang sebelumnya  belum pernah kita lakukan, pastinya justru akan lebih urgen untuk mengetahuinya lebih cermat.  Bahkan  sesuatu yang sduah terbiasa kita lakukan atau beli saja  seharusnya kita lebih cermat dalam mengenalinya sehingga pada saat kita memutuskan  akan terasa nyaman dan polong karena  sesuai dengan keinginan kita sendiri.

Menyesal itu memang letaknya ada di belakang,  dan jika kita keliru dalam membeli sesuatua atau memutuskan sesuatu, pastilah kita akan menyesalinya dan itu pasti akan merugikan dan menyita banyak waktu untuk kita.  Belum lagi jika hal tersbeut kemudian juga menyankut masalah hukum, pastinya akan akan dibuat repot dan  sibuk oleh proses yang sulit untuk diprediksi akhirnya.

Sifat membuat mudah itu memang bagus dan  sangat dianjurkan, namun bukan dalam hal lengah dengan hal yang prinsip.  Membuat mudah kepada pihak lain yang erkaitan dengan kita memang bagus dan bahkan snagat dianjurkan.  Artinya kita memang  untuk mempersulit siapapun yang berurusan dengan kita, namun bukan berarti kita  lengah dalam hal prinsip demia melakukan kemudahan tersebut, karena kalau kita lengah maka itu bukan mempermudah melainkan  itu termasuk sifat ceroboh yang akan merugikan diri sendiri.

Memutuskan sesuatu yang penting dengan tanpa pertimbangan yang matang itu bukan sifat mempermudah, melainkan  ceroboh.  Demikian pula jika kita membeli sesuatu tanpa menelitinya terlebih dahulu, juga bukan termasuk sifat mempermudah, melainkan juga termasuk sifat ceroboh yang seharusnya dihindari, karna berpotensi untuk merugikan diri sendiri, tetapi kalau sifat mempemudah itu pasti akan menguntungkan pihak lain dan pasti juga diri kita sendiri.

Nasehat teliti sebelum membeli tersebut sesungguhnya sebagai  sikap kewaspadaan yang harus terus dipelihara agar kita terhindar dari kemungkinan mengalami kerugian.  Transaksi apapun jika dijalankan dengan penuh perhitungan tanpa harus membuat kesulitan, pastinya akan jauha lebih bagus ketimbangan sembrono atau ceroboh.  Sifat perhitungan pasti akan membuahkan  kesenangan dan ceroboh pasti akan melahirkan  penyesalan.  Keduanya sangat jauh berbeda, karena karakter masing masing memang berbeda.

Termasuk dalam hal apapun nesehat tersebut teap relevan, semisal saat ini  sudah musimnya  masuk ke perguruan tinggi atau sekolah. Tentu  semua orang, termasuk anak  dan orang tua akan menginginkan sekolah atau kampus yang  berkualitas.  Nah, untuk mendapatkan sekolah  atau universitas yang sesuai dengan keinginan tentu harus dipertimbangkan berbagai hal yang sesuai dengan keinginan, seperti kualitasnya, jauh atau dekat letaknya dari tempat tinggal, mungkin juga pilihan jurusan, dan juga pembiayaan.

Pilihan masing masing orang sudah tentu berbeda kartena petimbangannya pun juga berbeda, mungkin ada yang lebih memperioritaskan jaraknya dari tempat tinggal, namun mungkin juga ada yang lebih memperioritaskan pada aspek kualitas, meskipun lebih jauh tempatnya, atau lebih mahal ongkosnya, tetapi itulah yang menjadi ekinginannya., disamping  dukungan yang lainnya juga memungkinkan.

Pada zaman dahulu masih banyak diantara orang tua yang sama sekali tidak emmperhatikan sekolah untuk anaknya, yang pada akhirnya menyesal karena tidak melihat terlebih dahulu sekolah yang dituju.  Bisa jadi ada sekolah yang justru lebih mementingkan pengajaran agama tetentu kepada para muridnya ketimbangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang saat ini berkembang pesat. Nah, kalau kebetulan ajaran agama yang diprioritaskan etrsebut berbeda dengan agama kita, tentu kita akan sangat menyesalinya, karena kita telah mengirim anak kita ke perangkap buaya yang sangat lapar.

Jika kita menginginkan anak kita bersekolah  untuk mendapatkan ketrampilan sesuatu secara langsung dan setelah selesia sekolah langsung dapat bekerja, tentu kita harus memilihkan sekolah pada SMK tertentu sesuai yang dinginkan anaknya tersebut. Atau mungkin ketika kita menginginkan anak kita tersebut dapat sekolah sekaligus juga memperbaiki akhlaknya serta mampu memperdalam ilmu agamanya, tentu akan dipilihkan ke sekolah  sekaligus pesantren yang benar benar peduili terhadap perkembangan anak anak sekolah dan santrinya.

Demikian juga ketika kita menginginkan mendapatkan barang yang terbaik saat kita ingin membeli sesuatu, maka terlebih dahulu harus diteliti barangnya dan bukan asal  mahal, melainkan justru kualitas barang itulah yang kita pentingkan,  Karena belum pasti sesuatu yang mahal harganya itu bagus, hanya biasanya saja kelau harga mahal barang juga bagus, tetapi itu hanya kebiasaan semata.  Sebab ada juga barang yang mahal karena dijual dan tempat yang membutuhkan  biaya sewa mahal, tetapi soal kualitas terkadang  tidak sebagus harganya.

Pada saat kita akan bertaman pun seahrusnya kita juga mencermatinya terlebih dahulu, apakah calon teman kita tersebut berkelakuan baik ataukah sebalinya buruk, karena bias jadi pertemanan kita dapat mencelakakan  kita jika dia itu ternyata berkelakuan buruk dan membawa diri kita dapat tercemar.  Mungkin pada awalnya kita harus berhati hati dan sedikit menyelidiki tentang sepak terjang kawan baru kita tersebut, jika kemudian kita dapatkan informasi  yang baik baik dari lingkungan sekitar kaan kita tersebut, maka bolehlah kita meneruskan perkawanan tersebut.

Namunjika sebaliknya, yakni ternyata kaan kita tersebut buruk perangainya dan banyak merepotkan orang, maka sebaiknya cepat cepat kita mengambil sikap untuk  secara hati hati menjauhinya agar kita tidak mendapatkan kesulitan di belakangn hari.  Kawan yang buruk perangai terkadang dapat merepotkan kita, kalau  dia terkena kasus  dan kita sebagai kawannya dapat pula terseret dalam kasus tersebut, meskipun sesungguhnya kita sama ekali tidak mengetahuia kasus tersebut.

Karena itu nasehat teliti sebelum membeli sebagaimana menjadi judul di atas  sangat bagus jika kita terapkan dalam semua situasi dan keadaan.  Tentu kita tidak ingin mendapatkan kesulitan dalam sisa hidup kita, karena semakin usia bertambah dan banyak masalajh, maka itu tandanya kisah hidup kita tidak nyaman, sebaliknya jika bertambah usia, hidup kita semakin nyaman tanpa masalah maka itulah hidup berkualiotas dan berkah.  Semoga kita mampu menjalani hidup ini dengan penuh berkah dan nyaman serta indah, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.