DEMI WAKTU

Allah swt sendiri  telah bersumpah di dalam kitab suci  dengan waktu.  Firman Tuahn  tersebut menyatakan demi waktu bahwa manusia itu dalam kerugian, terkecuali mereka yang yang beriman dan berbuat kebajikan dan saling menasehati dalam hal yang hak dan kesabaran.  Meskipun  hanya  dengan pernyataan singkat tersebut, namun maknanya sungguh sangat luaaas dan dalam, sehingga   kita akan mampu menyambungnya lagi dengan deretan pernyataan yang panjang terkait dengan waktu tersebut.

Waktu meskipun akan berputar dan datang lagi, namun waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali lagi, karena itu jika seseorang mengabaikan waktu, pasti  akan banyak kerugian yang menimpanya, meskipun di waktu yang akan datang  akan datang lagi waktu yang disebut sama, tetapi substansinya pastilah berbeda.  Mungkin kita sebut saja hari senin akan selalu hadir dalam sepekan, namun hakekatnya pastilah ebrbeda antara waktu  senin ini dengan senin yang lalu.

Kejadian demi kejadian di hari itu  juga pasti berbeda, karena itu manfaatkanlah waktu yang ada untuk melakukan kabajikan, karena  kita juga tuidak akan mengetahui kapan ajal kita telah datang sebagaimana yang dijanjikan oleh Tuhan.  Padahal kita sangat yakin bahwa alam kelanggengan itu adalah di akhirat, dan kalu ita belum mempersiapkan dengan baik  bekal untuk kehidupan akhirat, maka kita akan mendapatkan kerugian yang sesungguhnya.  Itulah mafhum dari sumpah Tuhan tersebut, yang memberikan warning kepada seluruh umat manusia agar memanfaatkan  waktu yang ada untuk melakukan investasi kebaikan.

Siapapun yang saat ini belum insyaf dan masih asyik dengan kemaksiatan, segeralah  bertaubat dan melakukan perbaiakn amaliayh agar di akhirat nanti mendapatkan kemudahan dan kebahagiaan.  Jangan sampai hidup kita hanya menjadi budah nafsu semata, yang pasti akan membawa kesengsaraan kepada kita,  Mungkin secara sepintas akan menjadi bebas dan hidup enak di dunia, namun sesungguhnya sejak di dunia juga akan merasakan kekeringan dan kehauasn, apalagi nanti saat berada di alam akhirat.

Keberadaan manusia di alam raya ini juga seahrusnya saling mengingatkan dan menasehati, karena  fungsi manusia  juga sebagai kawan  yang   akan membawa keberkahan dan  menuju  sebuah kondisi yanglebih baik.  Tentu  perkawanan tersebut harusnya membawa kebaikan dan bukan sebaliknya membawa kesengsaraan.  Untuk itulah  saling berwasiat tersebut ialah dalm bidang yang masuk kategori kebajikan dan kesabaran dan bukan kemungkaran dan kefasikan.

Pada  prinsipnya jika kita tidak mau memanfaatkan waktu yang tersedia, maka penyesalanlah yang akan tersisa dalam hidup kita.  Coba lihat betapa banyak orang yang tidak mau memanfaatkan waktu mudanya dengan belajar secara serius, maka di waktu tua  dia akan menyesal untuk selamanya.  Demikian juga bagi siapapun yang tidak mau memanfaatkan peluang yang ada di hadpannya, maka pada saat pel;uang tersebut diambil oleh pihak lain, maka penyesalanlah yang tinggal di dalam diri kita dan begitu seterusnya.

Ada sebua cerita yang sangat menarik pada saat ada orang yang menguji kepada orang orang yang ambisius untuk memilih yang terbaik, padahal di hadapannya sudha tersedia sesuatu yang baik, lalu pada akhirnya orang tersebut sama sekali tidak mendapatkan apapun.  Hal tersebut disebabkan  dia tidak mau memanfaatkan sesuatu yang dilihatnya  baik, tetapi masih menunda dengan harapan akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi, padahal di dunia ini tidak ada satupun yang sempurna.

Bercita cita setinggi langit itu tidak dilarang, malahan  dianjurkan, namun tetaplah dengan cermat dalam emniti hidup, sehingga tidak hanya didasarkan kepada mimpi saja.  Artinya jika cita cita kita tinggi dan itu akan memompa semangat kita, maka jika  kita sudah  mendapatkan sesuatu yang belum menyamai gambaran keinginan kita, jangan langsung dicampakkan, karena boleh jadi tangga untuk menuju keinginan kita tersebut memang harus melalui yang sudah ada tersebut, dan bukan melalui jalan yang lainnya.

Untuk itu jika ada peluang  yang menguntungkan, meskipun tidak maksimal, sebaikanya memang diambil, sambil  kita akan terus melihat kemungkinan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik atau mungkin harus meniti kebaikan tersbut melalui tanggal yang ada saat itu.  Jika kita  pagi pagi suydah mencampakkan sesuatu yang  ada dalam gem=nggaman kita, boleh jadi kita akan menyesalinya selama hidup, karena sesungguhnyalah  sesuatu yang kita campakkan etrsebutlah yang akan membawa kita kepada pencapaian yang maksimal.

Terkadang kesempatan dan waktu yang akan membawa kita kepada puncak karier berada dalam waktu yang sempit. Nah kalau kita tidak emmanfaatkannya dan kemudian kita membiarkan  pihak lain mengambilnya, maka  suatu saat kita akan mengetahui bahwa  kesempoatan dan waktu itulah yang seharusnya menjaid miliknya, tetapi sudah kadung diabaikan sehingga semua menjadi tampak jauh untuk dapat diraih.

Demi waktu  wahai kawan, janganlah pernah mengabaikan waktu meskipun jhanya sesaat saja, karena terkadang  waktu yang snagat penting ialah hanya tersisa beberapa saat saja.  Ambillah conoth bahwa jika kita sedang bepergian dengan pesawat, maka kita harus dipaksa untuk datang tepat waktu, bahkan kalau bisa harus mendahului dari waktu yang ditentukan, karena jika kita terlambat, pesawat tidak mungkin akan menunggu kita.  Kalau kita tertinggal maka akan banyak kemungkinan yang akan merugikan.

Salah satunya ialah kita terpaksa harus membeli tiket kembali yang itu pasti merugikan kantong kita, mungkin juga kita akan terlambat pada acara yang sudah disusun sedemikian rupa, sehingga kita tidak akan dapat mengikuti agenda penting dan menentukan nasib kita yang sudah kita rancang sebelumnya.  Bahkan mungkin kita juga akan kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan besar karena  semuanya sudah terlambat dan lainnya.

Kalau kita seang berada di  luar daerah atau di luar negeri kita juga harus mengambil penginapan lagi karena tidak mungkin akan menunggu sampai esok pagi di bandara, sehingga kita juga akan dirugikan dari sisi finansial, dan tentu masih banyak lagi kemungkinan yang dapat merugikan diri kita secara langsung maupun  akan menghilangkan kesempatan memperoleh keuntungan bagi kita karena semuanya sudah selesai.

waktu memang luar biasa urgennya, meskipun masih banyak orang yang  seenaknya saja mempermainkan waktu karena belum mendapatkan benturan kepentingan yang  memungkinkan dia menyadari pentingnya waktu tersebut.  Beruntunglah bagi kita yang sudah menyadarinya lebih dahulu sebelum semua terjadi, meskipun hanya sebagai pengalaman dan teori saja, namun itu sudah lebih dari cukup untuk membentuk sikap yang baik  dalam mengantisipasi kemungkinan kerugian yang bakal dialami.

Demi waktu, orang  sesungguhnya dapat berushaa mati matian untuk mendapatkannya, karena menyadari betapa berharganya waktu itu, khususnya bila terkait dengan kebrlangsungan hidup atau  terkait dengan seuatu yang dapat merugikan atau menguntungkannya.  Namun demi waktu pula  sungguh rugi bagi siapapun yang tidak mau memanfaatkannya dengan baik dan pada satnya baru menyadari kerugian   atas sikapnya yang mengabaikannya.  Semoga kita termasuk mereka yang memperhatikan  waktu sehingga semuanya akan menjadi nyaman dan aman, serta tidak merugikan diri kita.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.