BAGAIMANA MEMBUAT RENCANA YANG BAIK

Sebuah rencana yang baik merupakan separoh dari kesuksesan dalam menjalankan tugas, karena dengan rencana yang bai tersebut orang akan  foku dalam menjalankan tugasnya tanpa harus diganggu oleh kemungkinan untuk merevisi atau mengubah kegiatan yang sedang ditekuni.  Karena itu  rencana merupakan hal yang  mutlak untuk dicermati dan dilakukan dengan seksama.  Kegagalan banyak pihak itu biasanya disebabkan oleh perencanaan yang buruk dan tidak berkesinambungan.

Lantas bagaima  untuk mampu membuat rencana yang bagus?  Sudah barang tentu harus dilakukan dengan penuh pertimbangan dan kecermatan dalam membaca masa depan.  Barangkali tahapannya dapat dengan mencatat seluruh keinginan dan mimpi dari yang paling ideal hingga yang biasa biasa saja.  Dari situ  maka akan tersusun sederet keinginan yang sangat banyak yang diperkirakan pasti tidak akan mungkin dilaksanakan seluruhnya, melainkan hanya  sebagian saja yang  memungkinkan.

Segala aturan dan reguilasi yang berlaku juga harus dipelajari dengan benar seh8ingga nantinya  daftar keinginan yang akan dijadikan sebagai rencana tersebut tidak akan mengalami hambatan dari sisi regulasi.  Berbagai pekrmbangan terkini dan mutakhir juga harus dibaca dengan baik sehingga perencanaan yang akan disusun akan selalu uptodate dan selalu segar dan masih dalam  keinginan masa kini.

Langkah selanjutnya ialah dengan melihat potensi yang ada dalam diri sendiri sehingga beberapa daftar keinginan yang tidak mungkin dijalankan karea persoalan dana misalnya, akan jauh jauh harui sudah disingkirkan, terkecuali kalau ada rencana untuk berkejasama dengan pihak lain yang akan mendanainya atau ada rencana lain yang memungkinkan.  Berbagai keterbatsan yang ada dalam dirinya tentu harus dipertimbangakan agar rencana yang disusun  nantinya dapat dijalankan dengan baik.

Kalau rencana yang disusun tersebut sekaligus juga dalam upaya untuk menjalankan  sebuah rencana besar yang sudah terlebih dahulu disusun dan ditetapkan, maka  acvuan untuk itu tentu harus tetap dipertahankan sehingga rencana yang disusun tersebut tidak bertentangan atau malah menjauh datui perolehan  rencana yang lebih besar tersebut.  Artinya jika  ada rencana jangka panjang yang sudah ditetapkan, maka itu harus menjadi acuan yang  tidak boleh diabaikan.  Demikian juga jika  sudah ada rencan jangka menengahnya  juga harus terus diikuti.

Namun demikian ada kalanya  rencana tersebut dapat dilakukan dengan  memberikan pelebaran sayap untuk sebuah tujuan yang diinginkan, tetapi masih tetap  mengacu kepada renacana yang sudah ada lainnya.  Memodofikasi  rencana dan kegiatan tentu tidak salah asalkan masih dalam tujuan yang sama, karena yang terpenting ialah bagaimana  kita mampu mewujudkan  rencana yang sudah ada sebelumnya dengan  kegiatan yang bervariasi.

Memang tidak mudah untuk mendapatakn sebuah rencana yang ideal, karena perkembangan zaman tentu akan mempengaruhi segalanya, termasuk eprkembangan  regulasi yang terkadang mengharuskan kita  berbalik haluan.  Namun jika perencanaan tersebut telah melalui tahapan yang  ditentukan, pastilah akan jauh lebih bagus ketimbang hanya  rencana yang mengandalkan keinginan sesaat saja.

Bahkan mungkin untuk merevisi sebuah rencana itu bukanlah sesuatu yang tabu, karena bisa saja ada perkembangan yang mengharuskan kita mengikutinya, sehingga mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut.  Namun kalau kemudianharus melakukan revisi berkali kali, tentu itu merupakan  pemborosan waktu dan pastinya tidak akan efektif.  Perncanaan yang bagus pastilah tidak akan mengalami revisi yang berulang ulang.

Kelamahan  pembuat rencana tersebut biasanya tidak mau berkoordinasi dnegan pihak lain yang terkait, semacam merencanakan sesuatu kegiatan  yang dananya  dimintakan dari pinjaman dari luar negeri misalnya, namun karena tidak ada koordinasi dengan pihak terkait, lalu langsung direncanakan begitu saja, ternyata pada saatnya pinjaman tersebut beolum dapat dicairkan, sehingga program tersebut  dengan sendirinya tidak akan dapat dijalankan.  Dan hal tersebut tentu akan merugikan karena  sehrusnya  ada pemanfaatan untuk dilaksanakan keperluan lainnya.

Kita juga sering mengetahui bahwa cara konvensional merencanakan ialah dengan menambah 10% dari rencana sebelumnya dan sama sekali tidak ada analisa untuk melakukan sesuatu yang baru dan inovatif, sehingga akhirnya rencana tersebut hanya  sama dengan sebelumnya  dengan ditambah sepuluh persen saja.  Ini merupakan cara yang seharusnya ditinggalkan sejak lama, karena  perkembangan  yang terjadi di sekitar kita begitu cepat sehingga memerlukan adanya inovasi yang dikembangkan,.

Tanpa kita merespon  perkembangan yang terjadi dalam berbagai bidang, tentu rencana kita akan tertinggal jauh di belakang.  Padahal misi kita saat ini ialah progressif dan ingin maju  bukan hanya standar saja.  Membuat rencana itu diperlukan sebuah ilmu tersendiri, sehingga mereaka yang berada di perencanaan memang harus mempunyai kapsitas yang memadahi untuk melakukannya.  Kalau sementara ini perencanaan hanya disusun oleh mereka yang hanya terbiasa berada di perencanaan tanpa mempunyai kapasitas tertentu, maka  hasilnya juga akan tetap saja.

Itulah mengapa  SDM perncanaan harus diberikan trestmen khusus dan ditrainingkan secara khusus, agar mereka mampu melakukan perencanaan dengan bagus dan emnguntungkan kepada institusi.  Kalau tidak kita  pasti akan selalu tertinggal, karena ada sesuatu yang sangat vital, lalu tertinggal tidak terakomodasi dalam rencana yang sudah disahkan. Untuk itu sekali lagi kita memang harus mempedulikan persoalan perencanaan tersebut.

Kita tentu  merasakan betapa  membuat rencana yang  bagus itu sulit, namun jika tidak ada usaha nyata dan keinginan kuat untuk mampu membuatnya, maka sampai kapanpun pasyi tidak akan tercapai.  Kita tentu sanat sdih jika menyaksikan betapa  revisi itu selalu terjadi, bahkan satu tahun hingga sampai empat kali dan lainnya, pasti itu merupakan permasalahan etrsendiri yang pasti akan mengganggu  pelaksanaan kegiatan.

Satu satunya jalan untuk  ke sana ialah dengan melakukan  training dan  prktek untuk menjalani pembuatan rencana dengan teknik yang baik.  Memang dengan teknik yang bagus saja belum cukup untuk menghasilkan sebuah rencana yang bagus, karena msih dibutuhkan pengalaman, khususnya dalam kaitannya dengan regulasi dan kebiasaan kebiasaan  dari kementerian yang terkadang juga membuat bingung.

Namun kita sangat yakin jika  SDM nya sudah emngusai tekni penyusunan rencana yang bagus dan  didukung oleh pengalaman yang matang, pastio p[ada saatnya kita akan menghasilkan rencana yang jauh lebih bagus, dan kita pati akan jauh lebih berhasil dalam menjalankan kegiatan.  Sebagaimana disebutkan di atas bahwa perencanaan yang bagus merupakan lebih dari separohnkeberhasilan kita dalam menjalankan kegiatan.

Nah, jika perencanaan yang nantinya kita lakukan  lebih bagus dan kita juga  selaly menginginkan kemajuan dalam seluruh aspek, maka  apa yang ingin kita wujudkan, yakni visi dan misi pada saatnya pastilah akan mampu kita wujudkan.  Kita juga mempunyai mimpi untuk menaikkan status akreditasi  perguruan tinggi kita menjadi maksimal atau A, dengan begitu kita memang harus mampu mewujudkannya dengan perencanaan yang sangat bagus dan dijalankan secara konsisten.

Kita yakin bahwa dengan kebersamaan dan komitmen untuk mengabdi dengan spenuh hati, pasti smeua yang kita cita citakan  akan mampu kita wujudkan dalam waktu yang kita tentukan.  Keyakinan seperti itu memang harus  kita wadahi dan kunci dalam hati kita sehingga seluruh aktifitas yang kita jalani akan  diarahkan kesana. Semoag.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.