MEMPERINGATI DIES NATALIS

Rangklaian peringatan dies natalis ke 48 Uin Walisongo semarang, memang tidak seheboh yang dibayangkan banyak orang, namun kekhidmatannya  dapat disimak untuk dijadikan sebagai renungan bersama.  Memang tidak ada hiruk pikuk sebagaimana kalau  akan ada even besar, namun kegiatan tetap berjalan secara terus menerus.  Sejak beberapa waktu yang lalu telah dilakukan berbagai pertemuan ilmiah dan rabu kemarin juga baru dilaksanakan wisuda sarjana, dan jumat ini juga dimulai  kegiatan oleh raga dan seni di kalangan wargan kampus.

Pembukaan pornitas atau pekan oleh raga dan seni terbatas sebagiamana biasanya dimulai dengan jalan sehat bersama, lalu dilanjutkan dengan lomba karaoke, namun kali ini justru akan dimeriahkan dengan lomba menyanyikan lagu Mars dan Hymne UIN Walisongo, dan kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba yang dipertandingkan.  Maing masing fakultas juga akan meramaiklannya dengan berbagai kegiatan, seperti di Febi akan diadakan festival ekonomi Islam dan juga  dengan fakultas lainnya.

Pada saatnya nanti juga akan dilaksanakan dzikir dan istighatsah bersama dengan jamaah al-Khidmah, orasi ilmiah yang akan disampaikan oleh menteri sosial RI dan juga oleh salah satu dosen  kita.  Demikian juga  malam hari setelah dises masih akan ditampilkan pagelaran musik antara mahasiawa dan dosen/karyawan.  Tentu maish banyak kegiatan lainnya yang akan menghiasi peringatan dien natalis  tahun ini.

Kalaupun seluruhnya dilaksanakan dengan sederhana, namun diharapkan tetap khidmad dan mampu memberikan nuansa baru dalam  mensyukuri nikmat Tuhan atas keberkahan lembaga yang selama ini menjadi tempat mengabdi.  Sebegaimana biasanya sebelumpelaksanaan  puncak peringatan dies natalis, kita juga tetap menyelenggarakan ziarah makam walisongo, yang kali ini hanya akan dibagi menjadi 2 kelompok, yakni mereka yang akan berziarah ke Cirebon, dan kelompok besar yang akan ziarah ke jawa tengah dan jawa Timur.

Sebagaimana kita tahu bahwa  wali songo yang kemudian dijadikan  sebagai nama institusi ini adalah para wali yang berjasa menyebarkan Islam di wilayah tanah Jawa dan sukses  membawakannya dengan demikian santun dan mengena.  Mereka itu satu dimakamkan di Cirebon jawa barat, tiga dimakamkan di Jawa tengah, dan selebihnya berada di jawa Timur.  Kernapa saat ini hanya dikelompokkan menjadi dua saja, karena diharapkan yang ke Jawa tengah dan Jawa Timur  menjadi satu  karena searah.

Dengan mengendari dua bus yang memuat 100 orang, kita dapat mengajak lebih banyak warga kampus untuk berziarah.  Artinya kita akan  memberikan kesempatan kepada  warga klampus yang menginginkan untuk ikut berziarah agar segera mendaftarkan diri sebelum kuota  terpenuhi.  Namun dmeikian kita juga tidak akan menutup kemungkinan jika ada warga kampus yang ingin melaksanakan ziarah secara mandiri.

Kampus hanya ingin memfasilitasi kendaraan dan  juga sekedar makan untuk smeua penziarah, selebihnya tentu akan menjadi tanggungan masing masing orang.  Pelaksanaan ziarah tersebut juga akan terus menerus dievaluasi agar  dapat dicarikan usaha perbaikan pada tahun mendatang.  Bukan tidak mungkin pada tahun tahun berikutnya akn lebih ditingkatkan pesertanya sehingga akan semakin ramai dan  memberikan efek yang baik bagi lembaga kita.

Kebiasaan untuk menggelar  doa bersama dan tahlilan juga pasti akan dilaksanakan oleh masing masing lembaga dan unit yang ada dan p[elaksanaannya disesuaikan dengan waktu yang dipilih sehingga tidak akan terjadi benturan waktu diantara  masing masing tersebut.  Sudah barang tentu semua aktifitas baik yang dilakukan oleh para dosen, karyawan dan juga para mahaisswa diharapkan mampu menggugah keinginan banyak orang untuk berpartisipasi di dalamnya.

Namun meskipun  kegiatan kegiatan tersebut tidak dipublikasikan secara  massif, akan tetapi sebaiknya juga tetap disampaikan kepada masyarakat melalui media yang memungkinkan, terutama medi yang  dipunyai oleh kampus.bgaimanapun juga  masyarakat perlu mengetahui kegiatan  memperingatai dies natalis tersebut agar mereka juga  dapat mengikuti ebrbagai kegiatan yang diselenggarakan, khususnya  kegiatan yang  mereka sukai, semisal doa bersama atau pentas musik dan lainnya.

Dies natalis bagi sebagian orang memang merupakan momentum untuk mengespresikan segala yang ada, sehingga akan diperingati dengan begitu hebatnya. Dan seluruh  warga kampus harus ikuit di dalam memperingati  tersebut, namun sebagian orang akan berpikir bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan, sehingga tetap harus dilakukan dengan sederhana, apalagi  saat ini sedang musimnya  pengetatan atau efisiensi.  Karena itu peringatan dies natalis kali ini memang didesain dengan cukup sedwerhana, meskipun tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang.

Artinya tetap ada kegiatan besar yang menyertainya, tetapi memang tidak dilaksanakan dengan begitu heboh yang justru akan  banyak menelan biaya yang  tidak sedikit.  Nah, dengan cara yang dijalankan sebagaimana saat ini, kita masih tetap menghemat anggaran, tetapi kekhidmatannya masih tetap terjaga dan  keramaiannya juga tetap teraga pula.  Pada saat doa bersama dengan jamaah al-Khidmah misalnya tentu banyak masyarakat yang terlibat di dalamnya, sehingga mereka akan dapat merasakan betapa meriahnya peringatan tersebut.

Demikian juga pada saat pentas seni dimana banyak masyarakat yang mencintainya, maka ketika mereka  mendatangi dan menyaksikannya, meereka juga akan mendapatkan suguhan yang cukup untuk mengetahui bahwa peringatan dies kali ini juga tidak terlalu sederhana.  Kita memang tidak menekankan kepada ramainya peringatan, tetapi lebih menitik bertatkan kepada kekhidmatan pelaksanaan sehingga masing maisng kita akan dapat merasakan betapa pentingnya suasana batini yang  dapat dirasakan dalam  kondisi tersebut.

Kebetulan salah seorang alumni kita saat ini menjadi menteri sosial, yakni Idrus marham, karena itu sekaligus mensyukuri dan mengapresiasinya, kita mengundang yang bersangkutan untuk dapat  memberikan pidatonya untuk  seluruh warga kampus dan tentu juga kepada seluruh masyarakat.  Sebagaimana kita tahu Idrus dahulu merupakan seorang mahasiswa yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, dan kemudian mengabdikan dirinya sebagai salah seorang pengurus partai politik dan akhirnya menjadi seorang menteri.

Kecakapannya dan kapabilitasnya memang tidak diragukan, termsuk  retorikanya juga sangat meyakinkan, karena itu banyak pihak merasa kagum kepadanya, dan kita juga merasa bangga mempunyai seorang alumni yang dmeikian cerdas dn aktif.  Nah, untuk itu semua  dalam suasana memperingati dies natalis kali ini kita mengharapkan  beliau dapat berpartisipasi dalam meberikan arahan dan motivasi kepada seluruh warga kampus khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Lebih daripada itu peringatan dies natalis tahun ini diharapkan juga akan mampu memerikan nuansa yang cukup kondusif bagi seluruh masyrakat kampus, yang sedang memasuki tahun politik.  Artinya memang warga kampus diharapkan mampu menjaga diri dengan baik pada saat berada di tahun politik, agar mereka tidak terbawa dan terseret oleh arus perpolitikan praktis yang gegap gempita.  Sebagai ASN memang harus netral, namun biasanya jika tidak selalu diingatkan akan lepas dan ikut arus yang dapat merugikan diri sendiri.

Nah, kita sangat ebrharap agar seluruh warga kampus selamat dan tidak bermasalah, baik dalm kinerjanya maupun dalam hubungannyan dengan kondisi yang ada di lingkungannya, termasuk dalam kaitan dengan  kondisi politik praktis yang memang sengaja ingin menyeret siapapun dalam mendukung.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.