SETELAH WISUDA TERUS MAU APA?

Saat saat bahagia yang telah dinanti cukup lama, akhirnya kesampaia juga, yakni wisuda sarjana.  Betapa tidak selama  kurang lebih empat tahun lamanya  mereka menunggu watu tersebut, dan akhirnya setelah melalui serangkaian ujian dan suka duka menjalni kuliah dan ujian, akhirnya  waktu yang ditunggu muncul juga dan betapa bahagianya mereka, beserta orang tua dan mungkin orang yang dikasihi.  Seolah semuanya meluap menjadi satu, kebahagiaa,.

Akan tetapi pada umumnya kebahagiaan tersebut tidak berumur p[anjang, karena sebentar lagi mereka akan menyadari bahwa  setelah meeka menyelesaikan kuliah, lantas mereka mau apa? Mau kerja, tidak banyak lapangan pekerjaan yang siap menerima mereka, mau meneruaskan kuliah lagi, biasanya terbentur dengan biaya, atau mungkin mau  membangun rumah tangga, lantas kedepannya mau makan apa dan sederet pertanyaan lagi yang akan muncul di benak mereka.

Jadilah mereka kemudian kehilangan kebahagiaan wisuda tersebut dan beralih kepada kondisi bingung karena tidak tahu harus berbuat apa.  Seharuysnya jika mereka  membekali dirinya dengan  sikap interpreneurship atau kewirausahaan, tentu  tidak akan sebingung itu dalam menghadapi suasana yang tidak menentu tersebut.  Padahal  pada saat mereka masih menjalani masa kuliah, pelajaran teoritik tentang kewirausahaan tersebut telah diberikan, namun biasanya mereka tidak mau peduli dengan itu.

Tentu kita juga  dapat merasakan suasana batin mereka yang  tidak menentu karena belum mempunyai rencana yang jelas.  Paling paling kemudian mereka akan mencari lowongan kerja, tetapi itu kan hanya sekdaar menjadi buruh, termasuk juga jika menjadi  pegawai negeri.  Mengapa mereka tidak mempunyai cita cita menjadi seoranag pengusaha sukses?  Memang untuk menjadi seseorang, kita harus mau berjuang mendapatkannya dengan ebrbagai rintangan yang berliku dan terkadang juga harus jatuh bangun.

Jika orang mempunyai jiwa  kewirausahaan tentu hal tersbeut tidak menjadi persoalan, karena  justru dengan jatuh bangun tersebut, mereka akan menjadi lebih matang dan tahan uji, yangbpada akhirnya nanti  akan meraih kesuksesan yang benar benar dapat dinikmati atau memuaskan diri mereka.  Karena itu kiranya belum terlalu  ketinggalan jika mereka yang saat ini sedang berwisuda ria, kemudian mau menyediaakan sedikit waktunya untuk menekuni bidang usah tersebut.

Namun memang harus diasah mentalnya sehingga tidak akan mudah menyerah terhadap rintangan apapun, dan selalu ingin belajar  melalui  kiat kiat sukses mereka yang sudah menjalaninya.  Memang  menakuitkan, tetapi jika mental dan jiwa kita sudah  mantap, niscaya pasti akan ada jalan kel;uar ataas segala kemelut yang mungkin  akan melanda diri kita.  Hal terpenting ialah bagaimanapun untuk menjadi sukses itu tidak semudah membalikkan tangan, melainkan harus dilalui dengan melewati berbagai tahapan yang terkadang sangat menyakitkan.

Jika orang tuanya memang mampu untuk membiayai bwerkuiaiah lagi itu baik baik saja dan tentu tidak ada masalah, namun yang  seperti itu rupanya hanya  sedikit sekali, dan kebanyakan ialah setelah lulus S1, biasnya orang tua sudah merasacukup untuk membiayai kuliah anaknya. Sudah barang tentu kita tidak menginginkan bahwa  para alumni yang baru saja lulus dari kesarjaannnya, lalu  tidak mempunyai harapan apapun , terkecuali hanya  menunggu bola dating sendiri.

Kita tentunya juga tidak ingin bahwa para alumni kita justru menganggur dan  malah menjadi beban bagi pihak lain.  Pengangguran yang selama ini sudah cukup banyak, jangalah ditambah dengan pengangguran terdidik yang itu sungguh menyakitkan. Sesungguhnya mereka yang menganggur ialah orang yang tidak mempunyai kepercayaan diri terhadap sesuatu yang diinginkan.  Bahkan bagi mereka yang tidak mempu8nyai ketrampilan apapun termasuk pengetahuan tentang kewirausahaan sekalipun, jika memang percaya diri, doia akan mampu untuk melakukan sesuatu.

Tentu sambil terus belajar memperkaya diri dengan pengetahuan dan pengalaman dari orang orang yang sudah pernah melakukannya.  Bagi orang yang mempunyai nyali kuat dan kemudian juga tidak takut untuk memulai berusaha, maka merekalah yang nantinya akan menikmati hasil yang telah diusahakannya.  Lebih lebih bagi mereka yang sudah emmpunyai bekal ketrampilan dan pengetahuan mengenai kewirausahaan tentu akan lebih cepat lagi dalam mendapatkan kesuksesan.

Ada prinsip yang memang harus dipercaya dan diyakini sebagai motivasi diri yang kokoh, yakni siapapun yang mau berusaha, pasti di sana akan banyak jalan menuju kesuksesan.  Sesungguhnya  dalam sebuah kesulitan itu pasti ada kemudahan.  Hanya saja terkadang  ada sebagaian orang yang tidak percaya diri dan juga tidak percaya dengan pernyataan tersebut dan ragu dengan Tuhannya sendiri, lalu ragu untuk menrjang badai yang ada dan ragu pula menanggung resiko, maka  mereka itulah  yang gagal dalam usahanya.

Bagi mereka yang mempunyai modal cukup bagus dalam hal pengetahuan dan bahasa misalnya, maka mereka dapat saja memilih beberapa alternatif untuk melajntukan kuliah, karena saat ini cukup banyak tawaran dari para founding  untuk memberikan bea siswa  dengan beberapa persyaratan, yang intinya ialah cukup kuat dalam hal bahasa dan  diprediksi akan mampu menyelesaikan kuliahnya tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Keberuntungan memang terkadang berpihak kepada kita sehingga kita akan mendapatkan kemudahan demi kemudahan, namun itu tidak akan berlaku kepada semua orang, karena itu seuntung untungnya seseorang yang bersiap diri dengan melakukan berbagai aktifitas persiapan, tentu akan lebih beruntung ketimbang mereka yang hanya menunggu nasib atau hanya menunggu keberuntungan.

Persiapan yang dilakukan tentunya mengenai berbagai hal yang dapat menunjang aktifitasnya  setelah lulus kuiah, apakah ingin meneruskan studi lagi atau ingin mengembangkan usaha atau ingin menikah dan lainnya.  Jika keinginannya ialah studi lanjut, tentu harus memeprsiapkan penguasan bahasa asing dan tentu pengethauan lainnya yang terkait.  Demikian juga jiia menginginkan untuk mengembangkan uashanya, maka sejak masih kuliah seharusnya sudah memulai melakukan usaha, apapun usahanya sehingga akan dapat mengukur diri seberapa yang dapat dijalankan dan dikembangkan.

Bila kemudian  menyerah dan ingin menikah, yang harus dipertanyakan ialah  untuk membiayai diri dan keluarga, apa sudah merencanakan usah apa yang akan dijalankan.  Semua itu harus dipersiapkan dan direncanakan dengan baik, bukan asal menjalankannya saja tanpa perhitungan.  Apapun yang dilaksanakan tanpa perhituingan yang matang, pada saatnyan pasti akan mendapatkan kesulitan atau kerugian, bahkan mungkin juga   kebangrutan.

Karena itulah melalui tulisan ini saya ingin membagi harapan kepada seluruh wisudawan agar tidak tergesa dalam melakukan apapun.  Jika kalian belum bersiap diri untuk melakukan sesuatu yang akan datang, maka sebaiknya sadarilah hal tersebut dan mulailah untuk mempersiapkan diri agar pada saatnya nanti  tidak akan merasa rugi dan mungkin juga berat dalm menjalani apapun yang direncanakan.

Belum terlambat bagi kita untuk melakukan persiapan, karena  siapapun tentu akan dapat menyatakan dan melakukan yang terbaik bagi dirinya.  Persoalannya bukan terletak pada terlambat dan tidaknya seseorang melakukan persiapan, melainkan kemauan  yangnkuat untuk melakukan sesuatu. Jadi terlambat atau tidaknya itu sangat tergantung kepada keinginan masing masing.  Kalauipun memulainya agak belakangan tetapi kalau dimaksudkan tidak terlambat, maka itulah kenyatannya, karena semua itu tergantung kepada kemauan  masing masing.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.