KEWIRAUSAHAAN BAGI MAHASISWA

Meskipun kita tahu bahwa tujuan pendidikan di perguruan tinggi itu ialah untuk mecetak dan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak karimah dan memiliki pengetahuan, teknologi dan seni.  Namun dalam prakteknya  tidak smeudah mengucapkannya.  Untuk mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia itu sungguh merupakan tugas berat yang seharusnya tidak diabaikan oleh seluruh unsur perguruan tinggi.  Kalau hanya untuk melahirkan generasi yang pandai, mungkin akan lebih mudah, karena saat ini hamper seluruh perguruan tinggi selalu mengejar kualitas.

Namun untuk melengkapinya dengan akhlak mulia itu merupakan persoalan berat yang mesti digarap oleh perguruan tinggi.  Untuk membekali mahasiswa berakhlak mulia tidak cukup hanya menyediakan  sekian sks pembelajaran semata, karena akhlak tidak akan cukup hanya diberikan di dalam ruang kuliah, melainkan harus dibiasakan dalam kehidupan keseharian.  Karena itu seharusnya untuk persoalan ini harus ada interasi antara sekolah dan perguruan tinggi, bahkan sejak mereka di sekolah dasar harus sudah diperkenalkan dengan akhlak ini.

Tugas untuk mencetak generasi yang pintar dan sekaligus juga mempunyai akhlak yang baik meskipun sulit tetapi tetap harus dijalankan.  Namun untuk saat ini sesungguhnya itu saj tidak atau belum cukujp, karena  dalam kenytaannya kita mebutuhkan orang orang yang  mepunyai jiwa intrer  preneurship atau ba dibatasi dan tidak mungkin akan mampu mengembangkan usaha sebagaimana  dalam pikirannyajiwa kewirausahaan yang tinggi, sehingga akan mampu menangkap setiap peluang yang ada untuk dijadikan sebagai wahana untuk uasaha dan mengembangkan dirinya, khususnya dalam aspek  ekonomi.

Kita sangat menyadari bahwa  kalaupun ada alumni yang mendapatkan  nilai sempurna dan lulus dengan   cum laude, namun  kalua tidak dibekali dengan  kewirausahaan, sangat mungkin dia itu tidak akan mampu hidup di masyarakat yang sangat heterogen.  Tidak semua lulusan perguruan tinggi akan terserap  dalam  PNS dan bahkan mungkin hanya segeintir saja yang dapat terserap, karena itu sejak dahulu saya selalu memberikan nasehat untuk tidak bercita cita menjadi PNS, karena hanya akan menelan kekecewaan semata, namun jika ada peluang, maka  ambillah.

Namun  yang harus dipersiapkan oleh seluruh mahasiswa ialah bagaiman mereka membekali dirinya dengan jiwa keriwausahaan, sehingga  akan dapat leluasa mengembangkan dirinya melalui  usaha yang akan dijalankan.  Bahkan jika jiwa kewirausahaan tersebut sudah melekat dalam dirinya, kemungkinan besar dia tidak akan mau masuk sebagai PNS, karena dia tahu bahwa pegawai negeri tidak mungkin akan mampu mengembangkan usaha dan tidak akan dapat ebrgerak bebas sebagaimana kalau menjadi  pengusaha.

Nah, jiwa kewirausahaan tersebutlah yang harus dimiliki oleh seluruh mahasiswa, karena negara sangat mengharapkan para generasi muda untuk mam;pu dan mau mengembangkan usaha sendiri.  Kita tahu secara teori bahwa sebuah negara akan maju pesat jika para pengusaha di dalam negerinya  lebih dari 15 persen.  Saat ini pemgusaha di negeri kita be;lum sam;pai 5 persen, sehingga neara kita masih  belum dapat maju, bahkan  sangat banyak pengangguran.

Jika  kita tidak menginginkan semakin menambah beban dnegara dengan menambah pengangguran terdidik, maka kita wajib untuk mengantarkan mereka  dengan memberikan bekal jiwa interpreneurship kepada mereka, sehingga pada saatnya merka akan mapu mengembangkan diri mereka melalui usaha yang akan terus dilakukan.  Jika  jiwa kewirausahaan tersbeut telah melekat dalam diri mereka, maka  apapiun yang dihadapi, pasti akan dapat diatasi dan mereka tidak akan pernah menyerah dengan keadaan dan rintangan yang mungkin akan menghambat mereka.

Jiwa interpreneurship akan  memberikan pemahaman bahwa untuk menjadi sukses tidak mesti langsung tanpa intangan, melainkan mereka paham bahwa untuk menjadi sukses harus melalui jalan yang berlaku.  Jika mereka tabah dam menjalani usaha tersebut, pada saatnya pasti mereka akan meraih  kesuksesan sebagaimana ynag  direncanakan.  Kita tentu akan bangga jika dapat mengantarkan para mahasiswa kita untuk meraih sukses dengan usaha mereka sendiri, bukan dengan mewarisi pihak lain.

Karena itu apapun program studi dan jurusannya, seharusnya  semua mahasiswa diberikan bekal tentang kewirausahaan tersebut, bahkan mungkin unutk jurusan dan prodi dalam fakultas ekonomi harus diberikan  tidak cukup dengan dua ska, melainkan banyak sks, sehingga mereka akan mampu mengetahui  tentang  seluk beluk usaha yang nantinya akan dikembangkan dan ditekuni.  Bahkan  mungkin juga  sarana kegiatan kemahasiswaan seperti koperasi dapat dijadikan sebagai  wadah untuk mengasah mereka yang berminat untuk  lebih awal menekuni dunia usaha tersebut.

Kita tahu bahwa kementerian kpperasi telah  menyediakan diri untuk membantu pengembangan usaha mahasisa tersebut.  Saat ini tinggal minat dari para mahasiswa sendiri, apakah mereka mau untuk bergabung dengan kegiatan tersebut ataukah masih bermimpi  untuk menjadis eorang priyayi yang tidak mau berusaha dengan susah.  Adalah menjadi ekwajiban bagi kita para pengelola perguruan tinggi untuk memberikan arahan dan pencerahan kepada sleuruh mahssiwa agar mereka mengikuti berbagi kegiatan yang bernuansa kewirausahaan tersebut.

Kalaupun pada saatnya mereka yang telah aktigf mengikuti kegiatan kewirausahaan tersebut kemudian tidak berminat lagi dalam  usaha,  setidaknya mereka sudah emmpunyai bekal keilmuan dan ketrampilan untuk usaha, siapa tahu pada saatnya nanti mereka ingin kembali membuka usaha baru sebagai kegiatan di harai tuanya.  Prinsip prinsip  berusaha memang harus dipahami dan  masukkan ke dalam jiwanya, sebab kalua  tidak,  akan mengalami kendala besar, yakni berhengti dan tidak tahan terhadap rintangan yang mungkin beras dihadapi.

Kita hafrus mampu membaca dan melihat bahwa banyak pengusaha sukses dan itu didapatkan setelah melalui jalan berliku yang ditempuh dalam kurun waktu beruluh tahun, sehingga mereka tahan uji dan sekligus juga banyak pengalaman yang  sangat ebrharga bagi kehidupan selanjutnya.  Kalaupun mak]hasiswa tidak atau belum mengalami kesulitan sebagaimana dialami oleh mereka yang sudah sukses, setidaknya dengan membaca kisah mereka, akan gtimbul sebuah keyakinan bahwa jika orang itu serius menekuni bidangnya, pada saatnya pasti akan terbuka jalan yang lapang untuk dilaluinya dengan sangat nyaman.

Mungkin kendala terbanyak bagi lulusan perguruan tingi ialah karena mereka malu dengan ijazah kesarjanaan yang dipegang, namun mereka tidak mampu untuk melakukan kerja.  Mereka inginnya hanya mendapatkan pekrjaan kangtoran dan ringan sehingga mereka gtidk harus berbanting gulang dan memeras keringat untuk mencapai sukses.  Apalagi kalua  lulusan  tersebut sama sekali tidak emmpjnhyai ketrampilan apapun, terkecuali hanya selembar ijazah semata.

Untuk itu akan jauh lebih bagus jika sejak menjadi mahasiswa mereka  mengikuti dan aktif dalam kegiatan yang bernuansa  usaha dan membekali diri dengan berbagai pengalaman orang lain yang dapat dibaca dalam sejarah  dan ceriat mereka yang sukss berusaha. Bahkan akan jauh lebih abgus lgi jiak sejak mereka masih menjadi mahasiwa sudah  berlatih dan melakukan usaha  yang memungkinkan, sehingga pada saat mereka sudah lulus, mereka tinggal meneuskan saja usaha yang sudah dijalankan sejak mahasiswa.

Dalam kasus seperti itu tentu mereka akan sangat diuntunkan bahwa  segalanya akan berjalan dengan normal tanpa harus bingung untuk  tahapan selanjutnya.  Saat ini banyak lulusan perguruan tinggi yang baus diwisuda sudah harus berpikir tentang masa depannya yang belum jelas. Mau bekerja harus mencari lowongan kerja dan itu tidak mudah untuk dicari dan ditembus, lalu kalua inginmendaftar sebagai PNS juga harus menunggu sekian tahun lagi dan kompetisinya juga sangat ketat.  Dengan dmeikian merka akan merasakn betapa sulitnya hidup.

Namun bagi mereka yang sudah meringtis usahanya sejak mereka mash mahsiswa tengtu akan tidak pernh terepotkan oleh  persoalan tersebut, bahkan mereka akan menjdikan ijazah dtangannya tersebut sebagai motivasi tambahan bahwa dia harus mampu mengembangkan usahanya etrsebut menjadi lebih sukses lagi, dan begitu seterusnya.  Smeoga banyak mahsiswa yang mau melibatkan diri dalam usaha sejak mereka masih dibangku kuliah. smeoga

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.