ATURAN DIBUAT UNTUK DITAATI

Pada umumnya manusia di dunia ini cenderung untuk melakukan pelanggaran terhadap berbagi aturan yang ada, namun  dalam kenyatannya kita dapat menyaksikannya bahwa sebagian ada yang mentaati aturan tersbeut dan sebagiannya  cenderung melanggarnya.  Semua tergantung kepada kesadaran masing masing orang, dan terkadang juga disebabkan oleh adanya tekanan yang tinggi terhadap merkea, semisal adanya ancaman hukuman yang berat  jika amelanggarnya, maka biasanya orang akan cenderung takut melakukan pelanggaran, tetapi bukan karena kesadaran.

Masih untung bahwa meskipun terpaksa tetapi masih tetap  taat aturan ketimbanga melanggar.  Memang pada awalnya orang akan merasakan keterpaksaan dalam menjalankan aturan main yang ada, namun lama kelamaan mereka akan menjadi terbiasa dengan aturan tersebut, sehingga terkadang kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menjadi baik memang harus ada pemaksaan  terhadap pemberlakuan aturan.  Bahkan kalau hanya ancaman saja dan dalam kenyataannya tidak pernah diwujudkan, orang cenderung akan mengabaikannya.

Sudah banyak contoh yang  dapat kita saksikan semacam peraturan tentang kebersihan, kedisiplinan dan lainnya yang disitu juga  memuat tentang sanksi yang akan dikenakan jika dilanggar, namun sudah banyak pihak yang melanggarnay namun  tidak pernah ada  pemberlakukan sanksi tersebut,  Akibatnya  semakin banyak orang yang menganggap bahwa aturan etrsebut tidak berlaku, dan mereka  dengan seenaknya saja melanggar atuaran tersebut.

Demikian pula aturan dalam pesawat terbang misalnya dimana pada saat sudah masuk ke dalam kabin, saiapapun tidka boleh menghidupkaan  HP, namuan dalam kenyataannya masih banyak orang yang tetap menghidupkan HP nya hingga pesawat mengudara bahkan hingga landaing lagi.  Namun sanksinya tidak pernah dilaksanakan, akibatnya saat ini semakin banyak saja penumpang yang berani dengan terang teranga menghidupkan Hp nya tanpa ragu meskipun di situ ada pramugari yang lewat dan melihatnya.

Barangkali hanya  larangan untuk merokok saja yang  secara ketat diterapkan sehingga ketika ada yang ketahuan merokok akan  langsung ditangkap dan diinterogasi dan bahkan mungkin akan dikenakan sanksi.  Kalau  larangan untuk ke toilet saat cuaca buruk dan atau  pada saat sedang mengisi bahan bakar di bandara, masih  tetap dilanggar oleh penumpang.  Padahal semua aturan di uat itu untuk tujuan keselamatan dan kebaikan bersama, sehingga seharusnya ditaati oleh semua penumpang.

Demikian pula tentang agturan ketertiban dan kebersihan, smeuanya dimaksudkan untuk tujuan yang baik dan tujuan lain yang sejajr dengan hal tersebut, semacam untuk menyamanan, keamanan dan juga untuk keindahan. Memang ada beberapa aturan di luar negara kita yang berbeda dengan di negara kita, semacam mengambil gambar agtau foto di tempat tertentu. Kalau di negara kita hampir tidk ada larangan untuk mengambil gambar dimana pun daan kapanpun, namun kalau di negara lain ada aturan yang ketat terhadap pengambilan gambar tersebut.

Misalnya kalau kita sedang di dalam  arena masjidil haram Makkah misalnya, kita dilarang untuk mengambil gambar, apalagi kalau di dekat ka’bah pastinya akan dilarang keras.  Namun, dalam kenyatannya mash ada  diantara manusi ayang mencuti curi mengambil gambar di dekat ka’bah tersbut, nah, paada saat ketahuan polisi kamera mereka akan disita atau Hpnya akan diminta oleh pegtugas tersebut. Kalau masih untung maka setelah gambar dimusnahkan, kamera atau Hp akan dikembalikan lagi, namun jika tidak beruntung maka semuanya akan disita dan bahkan mungkina juga masih ditambah dengan sanksi hukuman yang gtidak ringan.

Lain lagi di negara yang lainnya lagi, semisal di mesir, dimana siapapun dilarang untuk mengambil gambar di sekitar maskar militer da juga di dalam musium yang menyimpan mummi firaun.  Namun demikian pada saat ini ketentuan tersebut suah agak longgar karena ketika ada yang mencioba untuk memfotonya, petugas hanya  melarang begitu saja dan setelah itu tidak ada tindakan lainnya,padahal foto sudah kadung terekam dalam  hp.  Rupanya petugas sangat kuwalahan untuk mencegah banyak orang yang setiap saatnya datang untuk menyaksikan mummi tersebut.

Barangkali itu merupakan salah satu kelemahan sistem yang diterapkan. Coba kalau konssisten dalam menerapkan sanksi tegas dan berat kepada siapapun yang ketahuan melanggar, pastinya akan banyak orang pula yang berpikir dua kali sebelum melakukan pelanggaran.  Itulah  potret zaman ini yang semuanya  serba beragntung kepada kemampuan  menejemen  untuk mengelola dengan bagus setiap apapin yang diperuntukkan bagi umum.

Pada saat masuk ke dlam perpustakan pun  dibeberapa tempat juga melarang  siapapun untuk memfoto ruangan maupun buku yang tersedia, dan jika dilakukan pelanggaran akan diberikan sanksi tegas.  Pernaha ada yang mencoba untuk mengambil gambar di perpustakaan dan langsung ditangkap serta ditahan untuk beberapa saat bahkan  sampi seharian penuh, dan ternyata efeknya sangat luar biasa bagus, dan  kemudian tidak ada yang berani untuk melakukan pelanggaran.  Namun setelah beberap wakgtu dan tidak ada tindakan keras dalam memberlakukan sanksi, maka kemudian juga banyak pelanggaran yang dilakukan.

Kita tidak mengerti  dengan cara berpikir orang banyak yang tidak  mencermati bagaimana seharusnya kita menghadapi dan menghargai aguran main yang diterapkan, padahal semuanya juga tahu bahwa secara teoritik aturan dibuat itu untuk diataati karena dimaksudkan untuk menertibkan dan membuat  nyaman semua pihak.  Perilaku menyimpang tersbeut ialah  sebuah  penyakit yang kalau gterus dibiarkan akan semakin  bertambah dan pada akhirnya  tentu  akan merugikan diri sendiri, karena  sangat mungkin orang tersebut akan terlibat dalam pelanggaran hukum yang diancam dengan hukuman berat.

Demikian juga ada bentumpelanggaran yang tidak disadari padahal merugiakan banyak orang, semisal dalam menjalankan tugas dan kewajiban, seorang PNS terkadang  terlambat datang dan  atau melakukan aktifitas yang tidak terkait dengan tugas dan fungsinya pada jam kerja, namu  mereka gtidak menyadari bahw ahal tersebut merugikan banyak pihak.  Dan kondisi tersebut jika tidak disadari dan diperbaiki dengan kesadaran, maka  pada saatnya  pasti akan semakin banyakn pelanggaran yang dilakukan karena  mereka pasti  akan menganggap bahw pelanggaran yang dilakukannya sudah lazim dan tidak akan mendapatkan sanksi.

Membuang sampah di sembarang tempat sesungguhnya merupakan pelanggaran ats aturan main yang sudah lama diberlakukan, namun karena tidak ada yindakan tegas untuk memberikan sanksi kepada pelanggarnya, maka  saat ini hampir semua orang akan menganggap biasa saja  membuaang sampah di luar tempt yang semstinaya. Bahkan masih banyak orang yang membuang sampah di kali atau selokan.  Padahal mereka sudah merasakan akibat perbuatannya sendiri, yakni terjadinya banjir yang melanda kampung dna bakan rumahnya sendiri.

Aspek keteladanan itulah kunci yang seharusmya dijalankan terutama oleh para pemimpin dan tokoh masyarakat.  Jika masih sulit untuk menyadarkan masyarakat dengan keteladanan etrsebut, maka jalan yang paling ampu ialah dengan menerapkan sanksi tegas dan sijalankan dengan konsisten kepada siapapun yang melanggar.   Kita dapat mencontoh negara tetangga singapura misalnya, yang memberikan sanksii tegas kepada pem buang sampah di sembarang tempat dnegan dend yang snagat tinggi sehingga menjadikan negars tersebut sebagai negar bersih tanpa sampah berserakan.

Bahkan  sistem tersbeut akan mampu  membuat orang yang sebelumnya tidka tertib pun akan  menyesuaikan diri, mungkin karena takt denda dan sanksi yang ada.  Kita pun sesungguhnya dapat menirunya dan memberlakukan sanksi yang tegsd an konsisten. Insya Allah kalau itu diterapkan, pada satnya kita akan mengunduh hasilnya.  Semoga tanpa harus memaksa demikian kita akan dapat menyadarkan  umat melalui keteladanan dari smeua pemimpin dan okoh masyarakat, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.