JANGAN MEMBANDINGKAN CIPTAAN TUHAN

Memang kalua kita memperhatikan  dengan seksama mungkin kita akan merasakan perbedaan dasar yang  dibawa oleh kita masing masing, dan kelau kita turuti naffsu kita tentu kita akan terjebur dalam persoalan ketidak puasan kita sebagai makhluk Tuhan.  Padahal kita sadar dengan sangat jels bahwa Tuhan itu Maha Adil dan Menentukan.  Jai kalau diteruskan pastinya kita akan menjadi makhluk yang kufur terhadap nikmat yang sudah kita rasakan selama ini.  Artinya kita memang tidak boleh melihat perbedaan lahir yang telah diberikan oleh Tuhan, seperti penciptaan kita masing masing.

Ada kalanya diantara kita  kebetulan diberikan warna kulit yang putih bersih dan  jangkung serta berhidung mancung, tetapi ada sebagiannya yang justru berkulit hitam kelam, berhidung pesek, atau berkulit sawo matang dan berhdung biasa biasa saja.  Semuanya itu merupakan kehendak Tuhn sejak kita lahir, dan tentu masing masing ada kelebihan dan kekurangannya.  Nah, sebagai manusia kita seharusnya mencari persamaan  dan bukan perbedan dalam hal yang demikian, serta berusaha untuk mencari kelebihan masing masing, terutama dalam hal perbedaan tersebut, sehingga kita akan legowo menerimanya.

Selanjutnya Tuhan juga sudah menentukan garis tangan masing masing, sebagiannya ada yang kemudian menjadi kaya raya dan  hidup dalam berkcukupan, dan sebgainnya lagi justru harus hidup menderita dan usaha yang dijalankannha pun  juga selalu menemui kegagalan. Itu memang meupakan kenyataan yang harus dijalani, namun jika kita mau mengambil hikmah di dalamnya, pasti kita akan mendapaykan sesuatu yang dapat menjadikan kita rela dan puas dengan ketengtuan Tuhan tersebut.

Manusia hidup di dunia ini  seharusnya  selalu berusaha untuk mendapatkan  keberkahan dalam hidupnya.  Berkah itu tidak harus banyak, dalam arti kalau harta itu tidak mesti melimpah ruah sedemikian rupa, melainkan  berkah itu  cukup untuk hidup dan sedekah serta keperluan lainnya.  Hati juga akan merasakan kepuasan  dan bukan terus menerus memikirkan bagaimana  mendapatkan harta  termasuk bagaimana mengalihkan harta pihak lain menjadi miliknya.  Jika  harta itu berkah maka tidak akan menyusahkan pemiliknya.

Sebaliknya jika harta tersebut tidak berkah, meskipun banyak dan melimpah, maka justru harta tersebut akan selalu menyusahkan pemiliknya.  Munbkin diri atau keluarganya jusru kena penyakit atau kecelakaan  sehingga harus menanggung deritanya, mungkin usahanya akan mengalami bangrut, atau kehilangan sebagin harta yang menjadikan pikiranya tidak tenang dan selalu hidup dalam penderitaan hati dan pikiran.  Harta memang dapat menjadikan pemiliknya tenang dan sebaliknya dapat pula menjadikan pemiliknya justru pusing tujuh keliling atau bahkan malah  menyusahkannya.

Masing maing kit sesungguhnya mempunai kelabihan dan samping kelemahan, karena itu kita harus memaksimalkan  kelebihan tersebut agar  dapat membantu kita dalam mengarungi hidup di dunia ini.  Bilamana kita mampu memaksimalkan kelebihan yang ada, sangat mungkin kita akan menjadi manjusia yang akan mampu meraih kerunia Tuhan secara maksimal.  Sudah banyak contoh nyata yang dapat  disaksikan bahwa ada sebagian manusia yang secara fisik mungkin  dinialai kurang beruntung, namun sesungguhnya  dia itu sangat menikmati hidupnya karena selalu menerima apapun yang diberikan oleh Tuhan kepadanya.

Dia tentu tidak pernah menyalahkan Tuhan karena memberinya sesuatu yang dianggap kurang, melainkan justru dia akan selalu bersyukur karena diberikan kelebihan yang tidak diberikannya kepada pihak lain.  Dia sama sekali tidak mau melihat  hal fsisik sebagai hal yang menyusahkan hidupnya justru dia akan merasakan kasihan kepada mereka yang tidak mampu memanfaatkan karunia Tuhan untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada Sang pencipta.  Padahal menurutnya bahwa jika semua manusia mampu mengenali dirinya secara baik dan kemudian memanfatkan kelebihan yang ada, pastinya dia akan menemukan sesuatu yang sangat  luar biasa dan tengtu  dia pasinya akan merasakan syukur yang terus menerus tanpa henti.

Namun jika  terus menerus mencari kelemahan kita dibandingkan dengan makhluk lainnya, pastinya yang akan kita temukan ialah kekurangan demi kekurangan, dan akhirnya akan membuat diri kita semakin terpuruk dan merasa tidak akan pernah bangkit. Berburuk sangka kepada  Allah swt itu dosa yang akan dapat menyeret kita kepada kekufuran dan proes kepada Nya, padahal hanya disebabkan oleh pemikiran dan sikap kita saja,  karena pada dasarnya Tuhan sudah sangat banyak memberikan kelebihan kepada kita yang tidak kita manfaatkan.

Allah memberikan akal pikiran kepada kita memang seharusnya kita gunakan untuk memikirkan sesuatu yang mengarah kepada  peraihan  kebaikan dan bukan menggiring kita kepada kerusakan dan kehinaan.  Dengan memfungsikan pikiran sehat yang ada, pasti kita akan menemukan betapa  Maha  Adilnya  Tuhan terhadap segala makhluk Nya.  Dengan pikiran yang ada kita justru akan mampu mengendalikan makhluk lainnya selain manusia, sehingga hidup kita akn memberikan manfaat yang besar bagi diri kita  dan juga untuk lingkungan yang kita inginkan.

Kita harus mampu mencari kelebihan kita  dalam kaitannya dengan  hidup dan  keberadaan kita sebagai makhluk Tuhan yang paling  mulia.  Jika kita memang dapat menemukan kelebiahan tersebut, kemudian kita mau memanfaatkannya untuk kebaikan hidup,  tentu Tuhan akan  memberikan kelebihan lainnya yang gterus menrus dicurahkan kepada kita, namun sebaliknya jika kita tidak mau menemukannya dan hanya  iri dan menduga bahwa Tuhan tidka adil, maka pikiran tersebut pasti akan  terseret kepada  keburukan diri kita secara keseluruhan kepada Tuhan.

Persoalan perbedaan diantara seluruh manusia itu memang pasti ada,  namun jika kita tidak memperhtikan perbedaan tersebut dan hanya ingin mencari kesamaan, itulah hang terbaik bagi kita, karena psti akan dapat menuntun bagi kita untuk terus mengembangkan p;ikiran positif kita  demi kebajikan seluruh prbuatan dan sikpa kita  selanjutnya.  Sebaliknya kalau kita tidak mau memperhatikan  kesamanan yang ada dan  justru semakin memperbesar perbedaan yang  terlhat, maka  kita akan semakin merasa tertekan dan pastinya  akan menderita, karena pikiran dan perasaan kita sendiri yang menuntunnya.

Cobalah kita sedikit mencari dimana letaknya keadilan Tuhan dengan selalu mengedepankan baik sangka, insya Allah kita akan menemukannya, tetapi kalau pikiran sudah curiga dan  tidak ingin kebersamaan, maka yang terjasi ialah terus menerus menggugat kebaradaan kita kepada Tuhan yang dianggap tidak adil atau tidak menyayanginya dan seterusnya, padahal secara riil Gtuhan sudah sedemikian  rupa memberikan kelebihan kepadanya, dan sayangnya memang tidak dimanfaatkan secara maksimal atau bahkan sama sekali tidak dilihatnya kafrena tertutup oleh  perasaan  buruk kepada Tuhan.

Kita sangat berharap bahwa  apapun yang diberikan Tuhan kepada kita yang  nampak tidak menguntungkan secara lahir, harus tetap kita posisikan sebagai sesuatu yang terbaik untuk kita, karena  tidak mungkijn Tuhan akan menyengsarakan kepada makhluk Nya terutama jika kita senantiasa  mengikuti perintah dan menjauhi larangan Nya serta selalu berusah menemukan hikmah di dalam setiap kejadian yang menimpa diri kita.  Tuah itu  Maha  Pengasoh dan Penyayang, sehingga  jika kita mau terus menerus menemukannya, pasti kita akan dibukakan jalan untuk menemukannya.  Semoga kita akan selalu mencari persaman  dan kelebihan masing masing ketikimbang memperbesar perbedaan yang ada yang akhirnya hanya akan menyusahkan diri kita sendiri.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.