MANUSIAWI JIKA RINDU KEPADA KELUARGA

Manusia itu makhluk yang  terkadang menjadi unik, karena perbuatan dan tingkah lakunya.  Aada jenis manusia yang tahan terhadap segala macam  penderitaan termasuk tahan untuk tidak terpengaruh oleh rintihan dan tangisan pihak lain.  Namun ada pula jenis manusia yang sebaliknya, yakni mudah ternyuh dengan rintihan pihak lain dan bahkan tidak tahan terhadap penderitaan.  Tentu semua itu sangat dipengaruhi oleh kehidupannya selama ini.

Jika orang selalu hidup dalam tempaan kekerasan dan setiap hari harus menyaksikan kerasnya hidup serta  perbuatan yang keras dan terkadang menjrus kasar yang selalu ada di sekitarnya, tentulah akan membentuk dirinya menjadi manusia yang  tidak peduli dengan segala penderitaan, karena hal etrsebut sudah menjadi rutinitas yang tidak terelakkan.  Demikian juga  kalau ada orang yang hidupnya  berada dalam kondisi  sangat susah dan selalu saja mendapatkan perlakukan tidak nyaman dari pihak lain, tentunya juga akan membentuk dirinya kebal terhadap segala macam kesulitan.

Lian halnya dengan mereka yang hidup dengan enak dan hampir tidak pernah menyaksikan siksaan dan kekerasan, maka  ketika suatu saat menyaksikan penyiksaan  terhadap manusia lainnya, patilhah akan timbul ketakutan dan dan kekhawatiran dalam dirinya.  Demikian lah kondisi orang itu akan sangat ditentukan oleh kebiasaan kesehariannya.  Namun sesungguhnya ada sikap manusia yang  menjadi bawaan  setiap orang, yakni sikap[ ingin dekat dengan keluarga dan mungkin rindu untuk bertemu jika berada di tempat yang berjauhan.

Kita tentu tidak akan mempersoalkan jika ada orang yang tidak mampu bekerja atau kerjanya tidak maksimal sebagiamana biasa pada saat dia sangat ingin bertemu dengan buah hatinya.  Rasa kangen ingin bertemu dengan orang yang sangat dekat itu merupakan  hal yang sangat manusiawi dan kita tentunya juga akan mampu menilai apakah keinginanya untuk bertemu tersebut benar didasari oleh keinginan yang datang dari hati atau hanya sebagai alasan lahir semata, karena  kita dapat melihatnya.

Kita tentu juga dapat merasakannya sendiri, sebab setiap manusia pastinya mempunyai rasa yang jika dikekang secara terus menerus justru akan mnejadi penyakit.  Bahkan terkadang ada sebagian orang yang saat kerinduan tersebut muncul, meskipun tengah malam pun akan diterjang  untuk sesegera mungkin dapat bertemu dengan  yang dirindui.  Gelapnya malam dan kucuran hujan yang sangat deras serta dinginnya angin pun seolah tidak menjadi persoalan baginya.  Itulah gambaran yang mudah disampaikan jika rindu sudah datang.

Jika  ketulusan ada dalam diri seseorang, baik dalam hal mencintai maupun merindukan seseorang, pastinya hati akan selalu berbicara dan dorongan yang kuat tersebut tidak akan mampu dibendung dengan apapun.  Bahkan terkadang kematian pun akan tertunda  sebelum bisa bertemu dengan orang yang dicintai dan harapkannya.  Ini hanya ibarat semata, karena kalau ajal sudah sampai maka tidak ada kekuatan apapun yang mampu membendungnya.  Itu merupakan ketentuan Tuhan yang sudah termaktub dalam kitab suci Nya.

Pada saat orang hidup di rantau, baik karena menuntut ilmu  atau  karena bekerja atau karena kepentingan lain, meskiopun sudah diusahakan untuk  tidak mengingat ingat kampung halaman dan keluarga, namun pada suatu saat pasti akan muncul ke dalam benak  dan akan terus mendorong rasa rindu untuk segera bertemu.  Banyak sudah  kenyataan yang berbicara bahwa  kalaupun ada usaha untuk menghalangi kepulangannya kepada keluarga, namun rasa rindu yang dikekang tersebut akan semakin menguat dan tidak tertahankan lagi.

Ibaratnya kalau keinginan hati telah bulat, maka rintangan apapun tidak akan menjadi persoalan, bahkan kalaupun harus menyeberangi lautan dalam pun akan dilakukan.  Ibaratnya juga kalau tidak mempunyai ongkos pulang pun  orang akan rela melakukan kerja apapun demi mendapatkan ongkos pulang karena kerinduan tersebut.  Bahkan termasuk kalau harus melakukan kerja kasar yang sebenarnya bukan  keahliannya.

Banyak cerita  para  TKI kita yang karena rindun tersebut akhirnya harus kabur dari rumah majikannya, meskipun kemudian tidak emndapatkan upah dari kerjanya selama ini.  Namun bukan berarti mereka yang kabur adalah untuk alasan kerinduan, karena masih banyak diantara merka yang justru disebabkan oleh perlakuan kasar para majikannya  atau karena  tidak kuat untuk bekerja sebagai TKI dengan tugas dan beben kerja yang melebihi kemampuannya.

Tetapi memang ada sebagiannya yang disebabkan oleh keinginanya untuk sekdar pulang menengok keluarganya di tanah air yang selalu ditolak oleh majikannya, sehingga  dia harus kabur dengan cara yang tidak  baik, yakni tanpa mendapatkan ijin dari majikannya.  Akibatnya dia akan kehilangan pekerjaanya, dan  biasanya dia tidak mempeduliaknnya lagi karena  kerinduannya tersebut telah mengalahkan segala galanya.

Ketika seseorang mempunyai  cucu yang sangat didambakannya dan kemudian hanya dikirimi gambarnya saja, pada saat tertentu juga  akan muncuk keingionan kuat untuk mendatanginya  dan menggendongnya, tanpa menghiraukan keterbatasannya  sendiri.  Jika keinginan kita tersebut sudah menyembul dan  kondisinya tidak memungkinkan, terkadang malah akan menjadi sakit yang termasuk parah, karena percampuran antara keinginannya secara psikis dan  kenyataannya yang tidak ada kemampuan.

Mungkin bagi sebagian orang kondisi demikian dianggap sebagai bagian dari sikap cengeng, namun kita harus mampu memahaminya bahwa itu merupakan sebuah keinginan yang tulus dan kelar dari hatinya yang terdalam.  Karena itu jika kita sedangmenghadapi kondisi yang demikian, sudah seharusnya kita akan membantunya dengan emmbeaskannya untuk sementara tidak menjalankan kewajibannya, tetapi harus tetap dijanji untuk waktu yang ditentukan.

Jika kita sebagai atasan yang berwenang memberikan ijin kepada  dia, maka  kita wajih memberikan ijin tersebut, baik posisi kita sebagai pimpinanndi dalam tempat bekerja maupun sebagai kepala rumah tangga dimana orang tersebut bekrja di tempat kita.  Tidak ada bedanya  antara  dia bekerja beberapa hari atau kita berikan ijin untuk beberapa hari juga karena yang terjadi ialah setelah dia  bertemu dengan  orang yang disayanginya, pastinya akan semakin membuatnya bergairah dan pekrjaannya juga pasti akan jauh lebih bagus lagi.

Sebagai manusia biasa kita harus mau belajar kepada manusia lainnya dan kemudian mau  memberian hak hak manusia lain tersebut sesuai dengan kewenangan yang ada pada diri kita.  Jika kita memberikan kemudahan kepada orang lain, kita yakni bahwa Tuhan pasti juga akan memberikan kemudahan kepada kita.  Itulah janji Tuhan kepada kita.  Karna itu tidak ada jalan lain bagi kita terkecuali kita harus saling menolong dan memberikan kemudahan kepada siapapun yang mebutuhaknnya.

Sifat kemanusiaan  kta memang harus kita asah dengan memberikan pengalaman, baik yang dialami sendiri maupundengan membaca pengalaman pihak lain terutama  mereka yang sudah pernh menjalani kehidupan yang sarat persoalan.  Dengan berbagai pengalaman hidup tersebut kita akan semakin bijak dan mampu berpikir secara rasional dan mempertimbangkan segala aspek yang menyertainya.

Dengan begitu kita akan semakin menjaid manusia yang mampu memberikan manfaat bear bagi masyarakat lain. Dan itulah kiranya yang dimaksud oleh Nabi Muhammad saw bahwa manusia yang paling baik   ialah mereka yang paling benyak memberikan manfaat bagi pihak lain.  Semoga kita  mampu menjadi pihak yang mau mengerti dan memberikan hak bagi mereka yang  ingin menyalurkan kerinduan sebagai manusia kepada keluarganya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.