HARTAMU AKAN MENCELAKAKANMU

Hidup di dunia memang  membutuhkan harta untuk kebutuhan pemenuhan hajatnya, baik  untuk makan, sandang, papan dan juga kesehatan.  Bahkan dalam  waktu tertentu juga termasuk di dalamnya pendidikan dan lainnya.  Untuk itu setiap manusia membutuhkan harta dan karena itu setiap mereka harus mau dan mampu berusaha mendapatkan harta tersebut.  Namun yang harus diingat oleh mereka ialah  bahwa untuk mendapatkan harta tersebut harus tetap mengikuti cara yang  disyariatkan   oleh agama sehingga tidak akan  terlepas dari tuntunan yang benar dan menyelatkan.

Usaha untuk mendapatkan harta yang halal dan sesuai dengan cara yang dibenarkan oleh agama kita sesungguhnya cukup banyak, dan hampir usaha yang dilaklukan itu baik, terkecuali jika hal tersebut berkaitan dengan kepentingan pihak lain dan merugikan, barulah itu dilarang.  Berlaku curang dalam transaksi misalnya tentu akan dilarang karena itu merugikan pihak lain.  Demikian juga dengan rente atau  riba itu juga dilarang karena itu juga menyengsarakan pihak lain.  Pendeknya semua usaha yang dilakukan dengan cara yang baik dan santun itu boleh.

Pada proses yang dijalani untuk mendapatkan harta tersebut, setiap manusia memang tetap diingatkan untuk tidak keluar dari ketentuan Tuhan dan tetap mengabdikan diri secara sungguh sungguh dan tulus kepada Allah swt.  Jika hal tersebut dilaksanakan secara konsisten, maka  usahanya tersebut akan berkah dan tentu akan mengalami perkembangan yang cukup bagus.  Sebaliknya jika mereka tergoda untuk cepat menumpuk harta dengan melakukan penipuan dan kecurangan, maka  usaha mereka pasti tidak akan berkah dan sangat mungkin akan bangrut.

Kita menyaksikan betapa banyak orang yang tadinya  seperti sukses dalam emnajlankan usahanya, lalu menjadi kecil dan akhirnya benar benar  bangrut, hanya disebabkan tidak mengingat kepada keagungan Allah swt dan bahkan malah melupakannya.  Padahal ajaran yang dahulunya diyakini telah memberikan  peringatn bahwa  hanya Allahlah yang akan mampu menentukan  nasib seseorang dan jika Tuhan menghendaki maka apapun dapat terjadi.

Sangat disayangkan memang ketika  usaha yang dijalankan sudah mulai menampakkan  hasil lalu tidak diiringi dengan ketaatan yang lebih kepada Allah swt,  dan kemudian malah semakin menjauh dari Nya.  Dalam kondisi demikian  pastinya  mereka itu akan jauh pula dari menolong sesma berupa sedekah dan zakat.  Nah, kalau sudah demikian kita dapat memperkirakan bahwa apaun usaha yang kemudian dilakukannya, pastyinya tidak akan mendapatkan keuntungan dan kebrkahan karena melupakan Tuhan.

Sebaliknya usaha yang dirintis dengan  seksama meskipunmasih kecil, asalkan terus diyakininya dan ditekuninya serta tidak lupa selalu menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba, pastilah Tuhan akan menolongnya dan menjadikannya sukses, meskipun bukan dalam harti hartta yang melimpah ruah.  Sukses itu kalau usaha yang dijalaninya  memberikan kecukupan baginya dan kepuasan batin karena mampu memberikan pertolongan kepada sesama dan tetap mampu memberikan nafkah kepada slueruh keluarganya.

Mereka yang lupa dengan perintah Allah, dan terpedaya oleh harta tersebut, pastinya akan terus mengejar harta hingga tidak lagi ingat kepada tetangga dan nasib para orang mskin di deikitarnya.  Kalaupun mereka kemudian sukses meraih harta yang menumpk, tetapi yakinlah bahwa hti mereka tidak akan tenteram dan terus dikejar oleh harta.  Merweka akan selalu gelisah  memikirkan hartanya, jangan sampai hartanya etrsebut hilang atau dicuri dan lainnya.

Lalu apakah hidupnya selalu akan demikian hingga mereka mati? Itulah yang digambarkan oleh Allah swt bahw aharta itu akan melalaikan diri untuk mengingat kepada Allah swt dan  melakukan kewajiban serta tidak lagi peka terhadap penderitaan sesama.  Kalau demikian nanti saksikanlah bahwa di akhirat mereka akan sangat rugi dan akan mendapatkan siksa yang jauh lebih berat dan menyakitkan.

Jika kita tidak mampu mengelola harta yang dititipkan oleh Allah kepada kita, niscaya kita akan mengalami penderitaan karena harta itu akan mampu mencelakakan kepada kita, dan sebaliknya harta juga akan mampu menolong kita dari api neraka.  Tentu tinggal bagaimana kita mengelolanya.  Kalau harta yang  kita punya lelu dibnerikan hak haknya dengan mengeluarkan zakatnya, dan juga ditambah dengan selalu untuk sedekah dan membantu mereka yang membutuhkan dan untguk pula  kepentingan  umat secara nyata, maka harta tersebut pastinya akan menolong diri kita, baik pada saat kita masih berada di dunia maupun lebih lebih pada saat nanti kita sudah berada di alam kekekalan.

Namun jika harta yang kita punya sama sekali tidak kita zakati dan juga  justru akan semakin membelenggu pikiran kita sehingga kita tidak mau mengeluarkan sedikitpun untuk kepentingan masyarakat, lebih lebih kepada mereka yang membutuhkan, dan hanya ditumpuk tumpuk saja, maka harta tersebut pasti akan mampun menyengsarakan kita, baik di dunia ini, karena hati dan pikiran tidak akan bisa tenang dan selalu mengkhawatirkan harta tersebut maupun di akhirat yang tentu harta tersebut akan dikalungkan di leher kita yang kemudian berubah menjadi nyala api dan bara yang sangat panas dan berat.

Sudah banyak informasi yang kita dapatkan, baik melalui ayat ayat alquran maupun riwayat hadis Nabi Muhammad saw, tentang hal tersebut.  Lalu kenapa kita tidak juga mempercayainya?  Bukankah kita  telah menyatakan diri sebagai seorang muslim dengan pernyataan dan ikrar syahadajh? Lalu kemana hati nurani kita dan kemana saja  iman kita tersebut?  Wahai kawan dan sahabat sekalian ingatlaj bahwa semua harta itu milik Allah  karena kita hanya diamanati saja.   Oleh karena itu mari perlakukan harta tersebut dengan snagat baik dan bijak agar  harta tersebut mampu menolong kita dari kesengsaraan terutama di akhirat nanti.

Pelajaran yang telah diberikan oleh Allah kepada umat yang lalu, termasuk cerita tentang Qarun seharusnya menjadi patokan kita agar kita tidak terjerumus sebagaimana Qarun pada zamannya yang mati karena hartnya dan akhirnya menderita.  Kenapa pula kita tidak mau mengaca kepada  tokoh yang  selalu saja memberikan pertolongan kepada sesama dan hartanya tidak akan habis, bahkan malah lebih bertambah banyak.  Lupakah  kita dengan semua cerita kebenaran tersebut? Atau jangan jangan kita memang pura pura lupa dan tidak lagi mempercayai keadilan dankemaha kuasaan Tuhan.

Kita berharap bahwa semua itu  hanyalah  lupa sehingga dengan diingatkannya kembali melalui tulisan ini kita semua menjadi ingat dan kemudian melakukan pengelolaan harta kita dengan sangat bijak.  Kita harus mengembalikan ingata kita bahwa  Allah lah yang maha Kuasa atas segala sesuatu yang ada.  Jika Tuhan meghendaki semua harta akan musnah mislanya, maka tidak ada kesulitan apapun bagi Nya.  Demikian juga jika Tuhanmenghendaki  seseorang diberikan harta yang melimpah dalam waktu yang singkat, Tuhanpun tidak akan kesulitan.

Meskipun kita yakin dengan adanya hukum alam, tetapi terkadang Tuhan akan menujukkan  kekuasaannya jika memang  manusia  sudah tidak lagi mempercayai.  Kita berharap bahwa kita smeua akan tetap menjadikan harta yang kita miliki sebagai amanah sehingga kita akan tunaikan hak haknya dan tidak memonopoli sendiri tanpa memikirkan saudara sesama.  Semoga Allah swt tetap menjaga kita dari semua hal yang tidak menyenagkan. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.