MENYARING BERITA

Pada saat ini begitu banyak informasi yang sampai kepada kita melalui berbagai sarana dan media, hanya saja tidak seluruh informasi tersebut benar adanya sejhingga kita memang harus menyaringnya sedemikian rupa sehingga infpormasi tersebut tidak liar dan bahkan dapat membahayakan kita semua.  Sebagaimana kita tahu bahwa informasi hoax dan  dengan tujuan untuk memecah belah atau untuk memfitnah saat ini telah banyak beredar, dan sayangnya memang masih banyak umat mansuia yang termakan oleh hoax tersebut.

Untuk itu melalui tulisan ini saya menghimbau kepada semuanya untuk waspada dan menyaring semua informasi yang masuk kepada kita. Bolweh jadi informasi yang diberi embel embel dengan data sekalipun, terkadang juga hanya sebuah hoax yang sama sekali tidak ada kebenarannya.  Untuk sekedar menerima dan mempercayainya saja kita harus menyaring sedemikian rupa, apalagi kalau kemudian kita juga ikut ikutan untuk menyebarkannya, pastinya kita juga akan menanggung akibatnya.

Jika  informasi etrsebut merupakan berita bohong dan cenderung untuk menyudutkan pihak tertentu yang itu berarti fitnah, maka kita sudah cukup berdosa jika menyebarkannya, baik melalui lisan kita maupun lebioh lebih melalui tulisan yang akan menyebar lebih luas.  Bukankah kita sudah diajarkan untuk menjauh dari fitnah, karena perbuatan fitnah itu lebih kejam ketimbanga pembunuhan.  Namun ajaran yang maha agung tersebut justru sering kita lupakan dan sama sekali tidak kita perhatikan dan taati.

Berita bohong yang sejak dahulu juga sudah muncul, sesungguhnya juga sudah diingatkan secara langsung oleh Tuhan melalui kitab suci kita, yakni agar kita bertabayyun terhadap semua berita yang meragukan, sebab jika kita tidak melakukannya, justru kita akan dapat termasuk orang yang menyebarkan berita bohong tersebut, dan itu dosa serta akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah swt.  Rupanya  pada saat ini ajaran yang sangat luhur tersebut memang sudah banyak ditinggalkan oleh umat Islam sendiri, karena banyaknya problem yang mendera mereka, padahal pada masa yang lalu masyarakat muslim begitu menjaganya dengan baik.

Demikian juga dengan ujaran kebencian atau ujaran yang  menyebabkan pihak lain tersakiti atau terdhalimi, saat ini sudah menjadi hal yang dianggap biasa saja, padahal dengan melakukan itu, dosa yang ditumpuknya sedemikian besarnya.  Kita hanya khawatir bahwa pada saatnya Tuhan akan menghukum kita saat kita masih berada di dunia dan lebih lebih pada saat nanti kita di akhirat.  Karena itu kta harus saling mengingatkan  dalam masalah ini, karena ketidak pedulian mayoritas umat muslim sendiri, meskipun secara lahir mereka itu mungkin dikenal baik.

Kita manyaksikan betapa banyaknya orang yang dalam hidupnya selalu saja  mengalami kesengsaraan, karena  dia tidak mampu mejnaga dirinya dari menyakiti pihak lain, meskipun hanya melalui pernyataan atau tulisan.  Bahkan mungkin juga Tuhan akan menimpakan penderitaan tersebut pada saat  orang tersebut sudah tua dan tidak mampu berbuat apa apa.  Nah, kalau  Tuhan menimpakannya tersebut padav sat usia tua, maka penderitaan tentu akan semakin terasa.  Ituilah yang seharusnya kita hindari, yakni dengan meninggalkan ujaran kebencian dan yang dapat menyinggung pihak lain.

Saya sendiri tidak mengerti kenapa umat saat ini begitu lupa dengan ajaran tentang kebajikan, ajaran untuk selalu menjalin tali silaturrahim dengan siapapun, bahkan dengan mereka yang belum dikenal sekalipun.  Bagimana ajaran kebajikan tersebut juga sudah dipraktekkan sendiri oleh  rasul, baik dengan perbuatan beliau yang demikian  menjadi lambang kebajikan maupun melalui uangkapa yang beliau sendiri sampaikan secara  konsisten.

Boleh jadi disebabkan banyaknya kemaksiatan yang  ada disekitar kita dan secara tidak langsung kita juga ikuit melakukannya, ataukah  karena banyaknya persoalan yang mendera  umat, termasukd ari sisi ekonomi dan lainnya sehingga semua orang selalu saja mendewa dewakan  harta dan bahkan untuk sekedar mengabdikan dirinya demi kemanusiaan saja banyak yang tidaik sanggup. Ingiannya seluruh pekerjaannya dihargai dengan harta, padahal pekerjaan tersebut sudah termasuk dalam kerangkan  gaji yang sudah diterimanya setiap bulan.

Barangkali hanya kesadaran  untuk melakukan ibadah secara tulus sajalah yang akan mampu membangkitkan hati dan pikiran kita untuk membantu dan menolong pihak lain serta mendarma baktikan  diri kita secara baik kepada siapapun demi kemanusiaan.  Saat ini penderitaan yang dialami oleh sebagian masyaraklat, rupanya  tidak akan menyentuh hatio saudaranya yang lain, seolah  masing masing menjadi teanggung jawab yang tidak terkait.

Padahal kita hidup bersama di dalam lingkungan yang berdekatan.  Coba kita lihat bagaimana reaksi sebagian umat yang tetangganya terkena bencana  seperti banjir misalnya, hanya sedikit diantaramereka yang peduli dengan memberikan pertolongan, sementara sebagian terbesarnya seolah tidak tahu dan tetap menikmati hidpnya sendiri.  Itulah gambaran masyarakat yang sudah luntur  jiwa kemanusiaannya dan  mungkin mereka nantinya juga akan mendapatkan balasan dari Tuhan untuk tidak mendapatkan pertolongan.

Kembali kepada persoalan informasi yang  saling bertentangan dan berseliweran di samping kita, bartang kali kalau kita tidak pandai menyaringnya, dan informasi etrsebut terkait dengan kita, mungkin kita akan pusing tujuh keliling karena tidak tahu mana berita yang valid dan mana yang hoax.  Biasanya kita tidak peduli dan membiarkannya begitu saja atau bahkan kita justru ikut menyebarkannya, tetapi jika itu kemudian berkaitan dengan diri kita dan kita tidak tahu kebenarannya, maka kita akan dibuat kelimpungan dan mungkina kita juga marah atau sikap lainnya yang berkonotasi kejengkelan, karena berita bohong yang menjelaskan tentang diri kita.

Nah karena itu kepedulian kita terhadap semua informasi tersebut memang menjadi sebuah keniscayaan, meskipun secara langsung tidak terkait dengan diri kita.  Kita harus mampu memberikan keteladanan kepada smeua orang dis ekitar kita, termasuk anak anak dan keluarga kita agar mebiasakan untuk tabayyun terhadap berita yang diterima.  Tujuannya ialah agar kita terhindar dari fitnah dan menyakiti pihak lain serta dosa,  Mari jauhkan diri kita dan keluarga kita dari kemungkinan  terkena adzab dan  kobaran api neraka karena ketidak pedulian kita terhadap informasi yang ada.

Kita tahu bahwa  pada saat ini untuk menyaring informasi itu merupakan sebuah perbuatan yang mahal dan tidak mudah, karena cepatnya arus informasi etrsebut menyerbu kita, tetapi kalau kita memang  yakin dan berkeinginan untuk menyaring semuanya, pastilah  kita akan mampu melakukannya.  Setidaknya sebelum kita bertabayyun, kita tidak akan menruskan informasi tersebut kepada pihak lain atau kita juga tidak akan mempercayainya.

Memang terkadang kita mengalami kesulitan jiika yang mebawa informasi etrsebut ialah kawan dekat kita sendiri, namun  kita tetap harus ingat bahwa  sangat mungkin kawan tersebut juga kurang peduli terhadap kevalidan informasi yang dibawanya, sehingga  kalau kita mempercayainya begitu saja  sangat mungkin kita akan terjerumus kepada perbuatan yang tidak menyenagkan. Kalau kita  memungkinkan untuk  mengeceknya sekaligus, maka itu akan jauh lebih bagus dan transparan pada kawan, tetapi kalau tidak memungkinkan langsung, maka kita akan mengeceknya pada saat yang lain.

Kita berharap  seluruh keluarga kita terselamatkan oleh kemungkinan dosa yang tidak kita sadari tersebut, sehingga kita akan mendapatkan  balasannya.  Kita sangat ebrharap seluruh umat muslim mengamalkan ajaran tabayyun  dan tidak menyakiti serta memfitnah sesamanya, sehingga kita emmang akan menjadi umat muslim yang baik dan  membanggakan. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.