KERUKUNAN ANTAR UMAT

Memang tidak mudah untuk  mampu hidup rukun dalam perbedaan yang mutlak, jangankan  dalam perbedaan yang hakiki, hanya sekedar berbeda simbol saja juga akan sulit untuk dapat bersatu dan bareng bareng membangun.  Itulah mengapa untuk kebersamaan tersebut diperlukan sesuatu tujuan yang lebih besar yang akan diraih bersama.  Jika kita berbeda keyakinan dengan sebagian masyarakat lainnya dan tidak ada seustu yang akan kita usung bersama untuk diraih, maka jangan berharap akan bisa rukun bersama dalam keberagaman tersebut.

Namun jika perbedan apapun itu, dan kemudian ada satu cita cita besar yang disepakati untuk direngkuh bersama, maka perbedaan yang ada  akan mampu dilupakan untuk mendapatkan  sesuatu yang besar tersebut.  Kalau kita ibaratkan hidup di Indonesia, kita mempunyai cita cita besaryakni ingin mewujudkan kesejahteraan seluruh warga bangsa, tanpa memandang apa itu sukunya, agamanya,, partainya dan lainnya karena yang diperlukan ialah kebersamaan diantara seluruh rakyat Indonesia.

Kalau kita ingin mempertahankan NKRI sebagai sebuah tujuan,  maka ketika banyak hambatan dari manapun datangnya, seluruh rakyat akan mampu melakukannperlawanan danpembelaan kepada negara tanpa harus melihat baju yang dipakai, karena semuanya menginginkan NKRI akan tetap jaya dan tegak dengan panji panjinya merah putih.  Dalam kondisi demikian kita akan mudah untuk menyatukan seluruh kekuatan yang ada  dalam upaya melawan musuh yang datang dan mengancam NKRI tersebut.

Lain halnya jika seluruh masyarakat tidak ada tujuan utama yang akan diraih, dan masing masing mempunyai tujuannya masing masing, maka akan sangat sulit untuk menyatukan langkah menuju tujuan tertentu.  Bayangkan saja jika masyarakat  sudah mempunyai tujuannya sendiri sendiri dan ada salah satu pihak yang mengajak atau menginginkan membantu dan melakukan sesuatu untuk tujuannya tersebut, maka masyarakat lainnya tentu akan merasa tidak bertanggung jawab dengan tujuan tersebut, sehingga mereka akan mencari alasan untuk menolaknya.

Persoalannya sekarang ialah  warga bangsa di negera kita  tidak sama dalam kepercayaannya dan masing masing memeluk agama yang memang menadi pilahan mereka.  Lalu apakah  mungkin mereka diajak untuk bersama  dan hidup rukun bersatu dalam perbedaan tersebut.  Kelihatannyya memang sulit, namun dalam kenyatannnya kita mampu menciptakan kerukunan tersebut, karena masing masing menyadari bahwa perbedaan yang ada ialah persoalan yangdimiliki oleh masing masing, sementara  kebersamaan itu menjadi mutlak harus diciptakan  demi  kesejahteraan dan pembangunan yang ada.

Masing masing akhirnyan mampu untuk menyingkirkan perbedaan yang ada  dan lebih melihat kepada kenyataan yang lebih besar, yakni sebagai sebuah bangsa yang memang harus membangun secara bersama sama.  Disamping itu jika kondisinya  aman dan tenteram, kita juga tentu akan mampu menjalankan ritual ibadah dengan tenang dan damai tanpa ad agangguan dari manapun, bahkan pada saatnya   antar umat saling menjaga dari kemungkinan gangguan tersebut.

Kita juga mempunyai pengetahuan tentang berbagai hal terkait dengan kebersamaan tersebut.  Ada beberapa negara yang rakyatnya lebih mementingkan kepentingan masing masing, pada akhirnya mereka tidak mampu untuk menjalani hidup rukun berdampingan dalam perbedaan  tujuan tersebut dan akhirnya mereka saling  curiga dan akhirnya juga saling serang.  Maka terjadi;ah kemudian perang saudara yang mengakibatkan runtuhnya  sendi sendi negara dan  negara tersebut tidak mampu lagi bertahan.

Perang saudara tersebut sungguh sangat mengerikan akibatnya, yakni para anak dan orang tua akan sangat menderita dan kita pun yang menginginkan hidup sehat dan tenang serta damai tyidak mungkin lagi mendapatkannya.  Nah, atas dasar kenyataan yang demikian tentu kita berpikir alangkah bodohnya mereka yang mau diadu domba hanya kareena perbedaan kepercayaan  dan atau etnis, lalu  terbakar emosi dan berperang hingga semuanya runtuh dan menderita.

Pengalaman kita juga menujukkan beberapa waktu yang lalu sebagian daerah dan masyarakat kita terbakar dengan emosi karena adanya provokator yang memang sengaja menyulutnya, dan sebagaian diantara kita juga menderita. Namun untunglah kita segera sadar dan kemudian berbalik kanan untuk  tidak melanjutkan perbedaan tersebut dan akhirnya kitapun dapat hidup damai berdmpingan meskipun kita berbeda keyakinan.

Memang kalau kita menuruti emosi, pastilah  semuanya tidak ada yang enar dan semuanya harus dihancurkan, tetapi nafsu itu memang bimbingannya setan yang sifatnya memang merusak. Nah, kalau kita ingat bahwa nafsu itu hanya akan emmbawa kesengsaraan dan jauh dari kesejahteraan, lalu kenapa kita harus mengikutinya?  Bukankah kita manusia yang dionerikan karunia berupa akan pikiran untuk menimbang mana yang baik dan maslahah dan mana yang buruk dan medlarat.

Karena para ulama dan tokoh yang memang lebih arif dalam memndang sesuatu harus terus memberikan pencerahan kepada umat masing masing agar tidak mudah terprovokasi oleh hasutan hasutan yang menginginkan perpecahan.  Ada saja hingga saat ini pihak opihak yang tidak ingin terjadinya hidup yang tenteram dengan aturan yang ditaati oleh seluruh masyarakat.  Itu disebabkan mereka  seolah gatal jika menyaksikan ketenteraman masyarakat dan tidak ada perselisihan.

Bagi orang awam pastinya  akan  pendek akalnya dan mereka akan mudah diprovokasi serta diadu sehingga tanpa terasa sesungguhnya mereka sudah melakukan upaya permusuhan yang  potensial untuk menjadi benih benih perpecahan dan terjadinya kerusuhan.  Jika hal tersebut dibiarkan dan terus berkembang, maka  akan suliot untuk dicegah terjadinya pertempuran antar umat yang sesungguhnya  sama dalam bangsa namun hanya berbeda sedikit saja, mungkin berbeda partai, kepercayaan atau hanya sekdar  sifat hasud yang dikembangkan oleh provokator tersebut.

Kita tentunya tidak ingin menyaksikan terjadinya pertentangan dan kerusuhan diantara umat dan masyarakat kita, dan karena itu sekali lagi kita harus mengembangkan sikap kebersamaan yang langsung ditunjukkan  secara langsung dalam praktek sehari hari.  Dalam persoalan ini  kedailan ekonomi dan kesejahteraan  memang menjadi salah satu faktor utama, karena  kalau kita menyaksikan adanya ketidak adilan ekonomi dan adanya jurang pemisah yang sangat dalam antara orang kaya danmmsikin, serta  keberadaan orang kaya yang  seolah tidak memebrikan peluang kepada yang miskin untuk berkembang, pastinya sangat rawan untuk terjadinya  keributan.

Coba kalau yang kaya mau membantu yang miskin atau setidaknya mereka  sedikit dermawan  baik dalam membantu fasilitas masyarakat maupun mungkin dalam kasus kasus tertentu mereka mau membantu mereka yang sangat membutuhkan, pastilah  masyarakat akan  tidak mudah diprovokasi untuk menekan kepada mereka yang kaya.  Kita tentu juga  berharap bahwa kekayaan seseorang yang hakekatnya hanyalah titi[an dari Tuhan tidak dijadikan sebagai olokmolok atau kesombongan, karena  itu dapat memicu persoalan, khususnya kemarahan orang miskin.

Kesadaran untuk mendapatkan kesejahterraan yang merata memang harus menjadi acuan utama  dan hal tersebut akan  mudah dicapai jika mereak yang beruntung  hidup berkecukupan juga ikut membantunya dengan memberikan sebagian hartanya untuk disumbangkan  bagi kepentingan rakyat banyak.  Kita sangat yakin jika hal etrsebut dapat dijalankan, maka kebersamaan dan kerukunan pastilah akan mudah diciptakan tanpa kecurigaan sedikitpun. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.