MENUJU YANG TERBAIK

Hidup ini adalah kompetisi yang harus dimenangkan.  Tidak ada satupunmorang yang tidak meninginkan mendapatkan nomor satu, hanya saja terkadang yang dilakukan tidak mengarah kepada peraihan yang diinginkan tersebut.  Kita banyak menyaksikan betapa orang berkeinginan untuk meraih ssuatu, akan tetapi tidak mampu melakukan apapun menuju kepada keinginannya tersbut. Jadilah keinginan tersebut hanya tinggal sebagai keinginan belaka dan tidak akan mungkin dapat diraihnya.

Hanya mereka yang mempersiapkan segala sesuatunya dengan cermat sajalah yang akan mampu meraih apa yang diinginkannya.  Jalan yang harus dilalui terkadang memang harus berliku dan panjang, namun jika ditekuni, pastilah akan sampai juga.  Kalau  ada anak anak yang mempunyai cita cita tinggi inginmenjadi seorang jenderl, lalu dia tekun dalam belajar meniti ilmu mulai dari bangku sekolah dasar, menengah dan kemudian juga kuliah.  Pada saatnya  dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.  Setidaknya kalau gagal dalam keinginanya tersebut, dia masih mampu membalikkan badannya untuk mendapatkan sesuatu yang lain yang justru lebih bagus baginya.

Sesungguhnya bakat dan  pencapaian seseorang itu sudah dapat dilihat sejak kecil.  Bila keinginan kuat untuk meraih sesuatu, lalu  ada upaya maksimal yang dilakukan, maka kemungkinan besar dia akan mendapatkan sesuatu etrsebut. Akan lain halnya dengan mereka yang sama sekali tidak mempunyai keinginan apapun dan juga melakukan sesuatu sekedarnya., biasanya mereka juga akan mendapatkan sesuatu sekdarnya saja.

Memang ada  orang yang pada saat kecilnya sama sekali tidak mempunyai gambrang keinginan yang jelas, namun dia tetap tekun dalam belajarnya, dan baru mempunyai keinginan pada saat sudah cukup remaja, dan kemudian  focus meraihnya, dan  pada saatnya memang benar benar meraih apa yang diinginkannya.  Keingiann dan cita cita tersebut terkadang memang belum matang dan merasuk ke dalam hatinya, namun jika sebuah keinginan sudah dibulatkan dalam hatinya, seseorang pastinya akan mengarahkan sleuruh aktifitasnya untuk tujuan tersebut.

Orang yang sukses biasanya sudah tampak sejak kecil, bahwa dia serius dalam belajar dan selalu menatap masa depannya dengan tegap dan tenang.  Dia tidak takuit dengan apapun yang menjadi rintangan dan berada di depannya, karena dia sangat yakin bahwa apa yang dicita citakan akan dapat diraihnya.  Optimisme yang demikian kuat tentu akan emmbantunya untuk  meraih sesuatu yang diinginkan tersebut.

Nah,  semua orang tentu menginginkan yang terbaik bagi dirinya, keluiarganya, pekerjaannya dan juga institusinya.  Keinginan tersebut sudah pasti disebabkan bahwa dengan  kondisi yang baik tersebut  dia akan merasakan nyaman dan tentu senang.  Bila dirinya menjadi lebih baik dalam berbagai aspek, kesehatan, ekonomi, keluarga dan juga prestasinya tentu akan  lebih memberikan kepuasan baginya dan secara batinnya dia akan mendapatkan sesuatu yang  memang didambakannya.

Jika keluarganya menjadi lebih baik, anak ankaknya berprestasi dalam sekolahnya, kedamaian dalam keluarganya juga tercipta, lalu  akhlak anak anak juga bagus, pastilah akan  dapat membantu dirinya untuk lebih berprestasi dan  medapatkan kepuasan hidup.  Apa lagi  yang akan dicari jika keluarganya sudah demikian harmonis, bukankah tujuan hidup itu salah satunya ialah mendapatakn keluarga yang  sakinah, mawaddah dan rahmah.  Ibaratnya sebagaimana dikatakan oleh Nabi, rumahku adalah surgaku.

Demikian juga jika institusinya menjadi semakin baik, tentu juga akan menimbulkan kepuasan juga dalam dirinya, karena bagaimanapun dedikasi yang diberikan untuk institusi telah melahirkan sesuatu yang lebih baik.  Semua yang dikerjakan  selama ini  telah ebrbuah dengan lebih meningkatnya institusi yang mendapatkan prestasi lebih baik.  Sudah barang tentu kalau institusi itu merupakan kerja bareng dengan kawan kawan lainnya, sehingga peraihan etrsbut juga akan mendai kepuaan bersama.

Sebagai makhluk hidup kita memang harus selalu ebrusah agar apa yang kita lakukan  mendapatkan prestasi yang baik sehingga ada greget yang ditanamkan dalam niwa bahwa  apapun yang dikerjakan harus berbuah kebajikan dan bahkan harus melebihi prestasi pihak lainnya.  Jika prinsip etrsebut tertanam dalam hati dan jiwa setiap orang, dapat dipastikan bahwa kompetisi yang ada akan  berjalan dengan baik dan menghasilkan  sesuatu yang lebih baik lagi.

Pada saat kita masih berada di bangku sekolah, meskipun sama sama  belajar di kelas yang sama, tentu masing maisng orang akan melakukan upaya belajar yang lebih keras sehingg akan mendapatkan yang terbaik, dan itu sudah dilakukan sehingga semua orang berhasil dengan bagus, meskipun tidak seluruhnya menjadi yang terbaik.  Akan lain halnya jika tidak ada kompetisi, yakni seluruh siswa malah belajar dan kalaupun kemudian ada yang lebih baik, maka itu bukanlah prestasi sehingga pada saatnya mereka juga akan selalu mengalami kegagalan.

Demikian juga pada saat kita sedang menjalani perkuliahan di perguruan tinggi, masing masing  menginginkan mnedapatkan nilai dan prestasi yang tinggi, dan kalau kemudian ada sebagiannya yang tidak mendapatkan  rangking tertinggi, tetapi suasana kompetisi tersebut menggambarkan sesuatu yang bagus, sehingga pada akhirnya semua  akan mendapatkan apa yang  memang diinginkannya. Keberhasilan tersebut tentu harus disyukuri, karena bagaimanapun usaha keras yang sudah dicurahkan pada saatnya telah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Lalu setelah lulus pun masing masing melakukan usaha untuk mendapatkan sesuatu yang dijadikan sandaran hidupnya, seperti melamar pekerjaan.  Kalaupun kemudian masing masing berbeda pilihannya, yang terpenting ialah bahwa mereka telah menentukan pilihannya dan kemudian ditekuni dengan serius.  Mungkin  ada diantara mereka yang kemudian mengalami kegagalan, tetapi bukan  gagal dalam arti total, melainkan hanya gagal dalam pilihan pertama, dan selanjutnya masih mampu untuk bangkit melakukan kegiatan lainnya yang juga memberikan kepuasan padanya.

Pilihan itu terkadang memang bukan yang utama, melainkan terkadang juga karena ketrerpaksaan, akan tetapi jika pilihan tersebut sudah dilakukan lalu ditekuni denagn baik, maka akan menjadi pilihan utamanya, bahkan terkadang malahan akan lebih memberikan manfaat lebih baginya. Itu jika  pilihan tersebut kemudian disyukuri dan ditekuni dengan sepenuh hati.

Terlepas dari semuanya, sesungguhnya sudah menjnadi sifat dsar manusia bahwa mereka itu sesungguhnya mempunyai keinginan untuk  lebih baik dan lebih maju, karena  kalau berdiam diri tanpa melakukan usaha apapun, maka kondisinya akan menjadi sama dan sama sekali tidak akan berubah.  Bukankah Tuhan juga telah menyampaikan firman Nya bahwa Allah sekali kali tidak akan mengubah nasib suatu kaum selama kaum tersebut tidak mau mengubahnya sendiri.

Keinginan untuk maju dan berubah menjadi lebih baik tentu merupakan tuntutan akal dan nurani yang normal, bahkan justru kalau ada yang tidak ingin berubah dan menjadi lebih bagus, itu perlu dipertanyakan kesehatan mentalnya. Orang yang sehat secara mental, pasti akan terus berusaha untuk mengubah dirinya menjadi lebih bagu dan berhasil serta sukses dibandingkan kondisi yang ada sebelumnya, sebab keberhasilan itu sekaligus sebagai bukti bahwa dia itu ada dan  keberadaannya juga patut diperhitungkan.

Semoga keberadaan kita sebagai manusia normal dan mau berpikir tersebut, justru akan semakin memacu kita untuk terus maju dan berusaha untuk mengubah diri kita  menjadi lebih baik dan lebih berhasil serta sukses. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.