MENGHARGAI WAKTU

Masih banyak diantara kita yang belum menyadari secara seksama bahwa waktu itu akan terus berjalan dan siapapun yang mengabaikannya pasti akan rugi.  Sebaga contoh kalau orang hanya duduk di kursi saja, sementara yang lainnya bekerja, maka bagi yang  hanya duduk tengtu tidak akan mendapagkan apapun terkecuali angan angan yang justru akan semakin menerpurukkannya. Demikian juga jika ada orang lebih memilih tidur ketimbang bekerja, pastilah mereka yang tidur akan rugi karena tidak mendapatkan sesuatu terkecuali mjungkin hanya mimpi.

Ibarat tersebut hanya  sedikit menggambarkana  keadaan yang mudah dicerna, sementara masih cukup banyak hal yang ketika kita mengabaikan waktu, maka kita ustru akan tergilas oleh waktu itu sendiri. Kalau ada orang yang berpandangan ingin berhenti sementara dari sekolah agau kuliah misalnya, lalu benar benar dia berhenti, maka dia akan rugi satu tahun karena  sangat mungkin banyak manfaat yang dapat diperoleh andaikan dia sudah lulus satu tahu sebelumnya, karena saat ini ada kesempatan mendapatkan sesuatu yang sangat diharapkannya, dan tentu masih banyak lagi ilustrasi yang dapat disampaikan.

Itulah mengapa Allah swt juga  menganggap penting waktu tersebut hingga pada beberapa  kesempatan Tuhan bersumpah dengan waktu, semisal  wal Asri, Wallaili, Wannahari dan lainnya.  Itu tentu mengandung makna yang sangat dalam bahwa waktu itu memang  sangat menentukan.  Bahkan ada yang  akan hilang jika kita tidak memperhatikan waktu tersebut, baik itu kesempatan ataupun keberungtungan.  Sudah terlalu banyak congoh yang dapat diberikan mengenai persoalan ini karena kita  memang dapat dengan mudah mengetahuinya.

Meskipun tentu bagi masing masing orang akan dapat menengtukan perencanaan tersendiri menganai waktu tersebut.  Artinya tidak harus  semua orang itu sama dalam penggunaan waktu, melainkan disesuaikan adnegan kebutuhan yang  diperkirakan akan memberikan manfaat bagi masing masing.  Kalau di atas disampaikan tidur itu akan merugikan bila dibandingkan dengan bekerja, maka itu juga secara umum, tetapi bagi masing masing orang tentu akan berbeda sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi.  Tentu kita dapat mengerti dan memahami jika ada orang yang lebih menentingkana gtidur ketimbang bekerja  dalam suatu kesempatan dan kondisi.

Semisal jia ada orang yang sudah sngat lelah dan mengantuk, padahal pekerjaannya ialah sebagai sopir, tentu  tidur itu akan lebih baik dan menyelamatkan diri dan orang lain ketimbanga memaksakan diri untuk tetap bekerja.  Demikiana juga  jika  dalam kondisi tertentu seseorang akan berhenti kuliah sementara dan mengambil kesempatan untuk mendapatkan pengalaman ke beberapa negara  dengan fasilitas dari  sebuah funding misalnya, tentu hal tersebut akan jauh lebih bagus ketimbang meneruskan kuliahnya tanpa dapat kesempatan memperoleh pengalaman tersebut.

Jadi semuanya  tentu harus dikaitkan dengan kondisi masing masing orang, sebab masing masing tentu mempunyai tujuan dan  kesempatan tersendiri, karena yang terpenting ialah bagaimana memanfaatkan waktu untuk kepentingan dan keungungan  kita.  Memanfaatkan waktu bukan berarti identik dengan bekerja atau sekolah dan lainnya, karena bagi  seseorang mungkin berhenti bekerja itu akan jauh memberikan manfaat baginya ketimbang terus memaksakan bekerja, termasuk dalam kaitannya dengan pertimbangan mengenaia kesehatan dan lainnya.

Sebagaimana d alam firman Tuhan ketika bersumpah dengan waktu, Allah secara tegas menyatakan bahwa sesungguhnya manusia itu dalam kerugian yang sangat, terkecuali mereka yang beriman dan lalu mengerjakan amal kebajikan serta saling memberikan nasehat dalam kebenaran dan juga dalam hal kesabaran.  Gamaran tersebut sangat jelas bahwa jika mausia hidup di dunia ini tidak beriman mempercayai kekuarsaan Tuhan yang mutlak serta tidak melakukan perbuatan yang terbaik dan memberikan manfaat, tentu akan dianggap rugi, karena semua amal itu akan diperhitungkan di akhirat dan akan diberikan balasannya.  Krugian tersebut karena pada saatnya nanti di akhirat dia tidak akan memperoleh balasan kebaikan dari Tuhan dan bahkan yang akan didapatkan ialah balasan siksaan yang sangat pedih.  Demikian halnya dengan saling memberikan nasehat tentang kebenaran dan kesabaran itu sangat penting untuk saling mengingatkan sahabat agar tetap dalam keadaan yang baik dan berada dalam  jalan yang benar sesuai dengan yang diijinkan dan diridai oleh Nya.

Tentu akan lain lagi jika kita hubungkan dengan kepengtingan  masing masing orang, karena boleh jadi ada orang yang merencanakan sesuatu dan kemudian harus memilih antara memanfaatkan kesempatan untuk mengejar peswat atau tidak.  Jika  dia menginginkan memanfaatkan kesempatan dapat mengejar pesawat tersebut, karena memang harus sampai di tujuan  dalam waktu yang telah diperkirakan, tentu itu akan jauh lebih baik ketimbang menundanya.  Hal tersebut tentu akan lain halnya jika dia lebih memilih membatalkan kepergiannya, karena  dia  lebih memilih tetap di rumah karena ada hal penting yang harus dia selesaikan terlebih dahulu misalnya.

Jadi  persoalan waktu itu memang tidak akan pernah dapat diselesaikan  dengan cara yang sama untuk smeua orang.  Hanya saja yang terpenting ialah bagimana kita dapat mengelola waktu tersebutagar bermanfaat bagi kita secara maksimal dan tidak terbuang sia sia tanpa hasil apapun.  Sementara persoalan  pelaksanaannya tentu akan disesuaikan dengan kondisi maisng masing orang.  Kebutuhan dan kepentingan masing masing orang itu pastinya berbeda karena  pikiran masing masing orang juga berbeda, demikian juga tujuan semua orang itu tidak mungkin sama, melainkan sesuai dengan kondisi masing masing.

Satu hal yang harus diketahui oleh kita ialah bagaimanapun juga  perbdaannya, tetapi ada  hal yang tentu sama pada semua manusia, yakni  kepengingan untuk persoalan akhirat yang harus diberikan ruang waktu yang cukup dalam mempersiapkan segala sesuatunya, utamanya yang terkait dengan  keyakinan dan perbuatan baik yang akan menjadi investasinya nanti.  Jika ma usia mengabaikan hal tersebut, sudah dapat dipastikan dia akan rugi dan mengalami penderitaan  di akhirat nanti.  Itulah hal penting yang memang harus diketahui oleh seluruh umat manusia tanpa terkecuali.

Sementara untuk kepentingan di dunia tengtu disesuai dengan  keinginan dan  cara masing masing manusia  dalam mengarungi kehidupan di dunia.  Mungkin ada yang sangat rigit dalam memanfaatkan waktu tersebut, tetapi juga da sebagiannya yang cukup longgar, karena yang terpenging ialah bagaimana mengelolanya dengan baik dan dihubungkan pula dengan kepengtingan masing masing orang termasuk  aspek kesehatan dan lainnya.

Sudah barang tentu untuk kepentingan duniawi tersebut kita tidak dapat begitu saja menilai dan menghakimi keputusan seseorang, karena belum pasti apa yang direncanakan dan dipikirkan oleh seseorang itu sama dengan apa yang ada dalam pikiran kita.  Boleh jadi apa yang kita lihat sebagai kebutukan secara umum, namun ternyata bagi seseorang justru itulah yang terbaik yang harus dijalankan, atau sebaliknya apa yang kita perkirakan akan menjadi baik, namun baginya mungkin  itu malah akan menghasilkan keburukan dan lainnya.

Pendeknya msing masing diangtara kita memang mempunhyai perbedaan dalam hal menggunakan waktu tersebut,mmeskipun ada yang secara umum  relatif sama, karena yang terpenging di sini ialah bagaimana  kita mampu memenej waktu tersebut untuk kepentingan kita, baik yang menyangkut urusan dunia maupun yang terkait dengan persoalan akhirat.  Semoga kita mampu memanfaatkan waktu tersebut secara maksimal sehingga hiup kita akan penuh dengan makna dan kemanfaatan. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.