MEMBANGUN KERUKUNAN ANTAR UMAT

Hingga saat ini masih banyak diantara  warga bangsa ini yang belum menyadari bahwa komitmen bersama yang sudah dilakukan oleh para pendullu kita zaman dahulu, yakni komitmen untuk hdup bersama dalam keberagaman.  Kesepakana tersebut sangat  luar biasa karena meskipun berbeda kepercayaan, agama, etnis, Bahasa dan budaya, lalu  berikrrar bersama untuk tetap hidup bersama  dalam mengisi kemerdekaan negara Indonesia yang dicintai bersama. Tentu kesepakatan untuk tetap hidup bersama tanpa mengganggu kepercayaan dan ibadah  yang dilakukan oleh masing masing.

Memang sangat dapat dipahami kalau diantara warga bangsa ada yang belum mampu untuk mengerti kebersamaan tersebut.  Mereka masih saja berpikir bahwa kalua  sebagai seorang penganut agama  yang taat, pastinya tidak mungkin akan dapat hidup bersama dengan umat Bergama  lain.  Dengan pendirian tersebut, maka mereka justru  tidak mampu memahami ajaran agamanya sendiri dengan baik, karena  bagaimanapun semua agama yang ada pastinya mengajarkan untuk saling menghormati dan menghargai sesmaa, meskipun berbeda dalam banyak hal.

Klau saya ibaratkan sesungguhnya ada beberapa tingkatan  kebersamaan dan persaudaraan yang ada dan dipegangi oleh masyarakat secara umum.  Biasanya yang paling rendah ialah dalam kaitannya dengan kelompok, baik itu agama, suku ataukah ikatan lainnya.  Ukhuwah yang didasarkan kepada kelompok tersebut seharusnya tidak serta merta mengabaikan dan menafikan ukhuwah yang lebih luas, dan begitu seterusnya.  Kalua saya ibaratkan lebih jelas lagi  ialah jika  ada kelompok organisasi misalnya menciptakan ukhuwah dalam organisasi,  semiasl nahdliyyah, muhammadiyyah, dll.

Lalu  ada ukhuwah yang lebih luas dari itu semisal ukhuwah Islamiyah, dan meluas lagi menjadi ukhuwah wathaniyyah, dan  selanjutnya  ukhuwah insaniyyah atau basyariyah.  Artinya  kalua orang anya mementingkan ukhuwah yang leb ih kecil saja, terkadang dia tidak akan mampu untuk beruat baik atau bersaudara dengan mereka yang bukan se organisasi, sehingga mereka tidak akan maudan mampu berdampingan dan hidup rukun dengan orang yang berbeda organisasinya tersebut. Dan kenyataannnya  sampai saat ini masih ada orang yang demikian.

Demikian juga  ada jenis manusia yang hanya mampu  sampai tingkat ukhuwah kedua saja, yakni persuadaraan seagama, sementara itu ketika hidup bersama dan berdampingan dengan mereka yang ebrbeda agama merek tu]idak akan nyaman dan  pada intinya mereka tidak akan mampu hidup bersama dengan orang yang tidak seiman.  Selanjutnya  juga masih ada diantara kita yang hanya sampai kepada ukhuwah ketiga yakni persaudaraan sebangsa.  Dengan begitu mereka tidak akan mungkin mampu berdampingan dengan orang  asing yang tidak sebangsa.

Nah, yang palng hebat ialah mereka yang sudah mendalami dan menerpkan  ukhuwah insaniyyah atau persuadaraan kenamusiaan.  Mereka ini sama sekali tidak mempermasalhkan siapapun manusia yang hdup bersama dan berdampingan  dengannya, karena semua itu makhluk Tuhan yang mempunyai derajat yang sama.  Berdasarkan pertimbangan tersebut orang akan mau meolong siapapun yang sedang tertimpa musibah atau mengalami penderitaan, meskipun mungkin berbeda dalam pandangan, agama, etnis, bangsa dan juga lainnya.

Sungguh hebat mereka yang mampu menjalani ukhuwah  basyariyyah tersebut, karena mereka itu pastinya berhati mulia dan pastinya mereka itu sangat sngun kepada siapapun.  Lhatlah apa yang sudah dicontohkan oleh junjungan kita nabi Muhammad saw yang  telah mempraktekkan ukhuwah insaniyyah tersebut.  Betapa  hebatnya beliau yang telah mampu  melhat sisi kemanusiaan dari smeua orang. Dengan dmeikian ketika ada  diantara umat manusia yang meskipun selama hidupnya selalu mengejek, menyakiti dan membencinya,  tetapi Nabi tidak pernah memiliki rasa  sakit hati dan dendam.

Pada saat mereka yang menyakiti tersebut sedang sakit mislanya, maka Nabi pun tetap akan menjenguk dan mendoakan agar segera mendapatkan kesembuhan.  Padahal mereka itu berbeda keyakinan bahkan sangat menentang dan menghala ngi penyebaran kepercayaan yang dibawanya, tetapi sebagai  manusia, nabi pastinya akan memberikan hak haknya.  Sungguh  luar biasa ukhuwah insaniyah tersebut, dan kita dapat membayangkan betapa hebatnya  hidup di dunia ini jika semua orang menyadari dan sanggup untuk mengamalkan ukhuwah insaniyah tersebut.

Sayangnya hal tersebut tidk terjadi dan hanya pernhyataan demi pernyataan sajalah yang selalu terdengar tentang berbagai macam ukhuwah tersebut yang keluar dari banyak orang, termasuk merka yang mempunyai sebutan sebagai tokoh.  Slogan ukhuwah insaniyah hanyalah sebagai pernyataan kosong yang sama sekali tidak dipahami apalagi diamalkan.  Na, jika kita memang menginginkan sebuah kondisi yang rukun dan nyaman dalam menjalani hidup di dunia ini, kita wajib  mengamalkan ukhuwah insaniyah tersebut, bukan ukhuwah yang sempit, setidaknya ukhuwah wathaniyyah sudh ada di tangan.

Sesungguhnya  kebersamaan  dan persudaraan itu merupakan hal yang   dibawa oleh setiap manusia sejak lahir, hanya saja kemudian lingkunganlah yang membentuk diris eseorang menjadi sangat sempit pendangannya atau masi teap luas.  Biasnaya  mereka yang berada dalam lngkungan masyarakat tertentu yang ingin mempertahankan  diri dari segala maca ancaman dan pengaruh dari luar, akan menerapkan ajaran yang sangat kaku dan   mengharamkan menerima ajaan apapan yang tidak sesuai dengan ajaran yang baku dari kepercayaannya tersebut.

Kalaupun kemudian  dunianya semakin terbuka, tetapi pikiran mereka tidak akan pernah terbuka dan selau akan curiga dengan apapun yang masuk ke dalam dunianya.  Nah, kalua masyarakat yang demikian eksklusif tersebut di jadikan sebagai  modal untuk hidup bersama dalam menjalani hidup di dunia ini pastilah akan menuai kesulitan.  Mereka pastinya tidak akan dapat menrima cara dan sikap hidup yang dijalankan oleh pihak lain tersebut.

Atas dasar kenyataan tersebut solusinya ialah bagiamana para tokoh dan pemimpnnya yang pasti mempunyai pandangan yang lebih bagusmampu berkomunikasi dengan pihak lain dan kemudian juga lebih memikirkan hal yang lebih luas ketimbangan mempertahankan pendangan yang sangat sempit yang hanya akan meni ulkan gejolak saja.  Barangkali juga dibutuhkan penjelasan dan pencerahan dari para ahli yang lebih berpndangan luas agar para tokoh tersebut mampu berpikir lebih jernih dan memikirkan kebersamaan dalam binbkai negara kita, tanpa harus melukai prinsip keyakinan masing masing orang.

Jika hal tersebut dapat dilakukan dan kemudian mereka memerankan diri sebagai juru dakwah kepada para umatnya, tentu  lama kelamaan akan tercipta sebuah kondisi yang lebih bagus dalam hal persaurdaraan dan  kebersamaan dalam tujuan yang lebih besar, yakni membangun negara secara bersama untuk kesejahtearaan berama.  Namun demikian masing maisng tokoh tersebut harus tetap memperkuat  sisi kepercayaan umatnya sehingga merka akan  tetap menjadi umat yang taat kepada agama dan menjalankan ahjarannya dengan baik.

Kita berharap bahwa sleuruh umat beragama  di tanah air kita akan mampu membedakan antara kepercayaan dan keyakinan dengan kebersamaan  dalam meraih kebahagiaan bersama dalam binkai  negara kesauan Indonesia yang sangta kita cintai bersama.  Dedngan demikian kunci keberhailan menciptakan kerukunan dan kebersamaan dalam menjalani hidup bernegara ialah jika semua  ujmat sudah mendapatkan pencerahan bahwa ada sebuah cita cita luhur yang akan diraih berama dengan masyarakat dan umat lain.

Kebaradaan kita sebagai umat beragama di negeri ini  yang berdampingan dengan pemeluk agama lain adalah sebuah keniscayaan yang tidak terelakkan dana itu sudah berajalan sejak  negera ini merdeka.  Karena itu kta tidak perlu mencari cari perbedaan  diantara  seluruh rakyat, meainkan justru  mencari persamaan  untuk kemudian bersama sama melakukan  hal yang mampu memberika nuansa kesejahtearaan seluruh anak bangsa tanpa memandang suku, etnis, Bahasa  dan juga  agama.  Dengan begitu kita yakin bahwa kerukunan akan selalu terjaga dan  kita akan dnegan mudah melakukan sesuatu untuk kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.