MENJAUHI SIFAT HASUD

Diantara penyakit akut yang sulit untuk disembuhkan ialah penyakit hasud, dan penyakit ini akan mampu memporakporandakan tatanan yang sudah mapan sekalipun.  Penyakit ini juga akan sanggup untuk meruntuhkan sendi sendiri yang sudah dibangun bertahun tahun lamanya.  Karena itu semua orang harus waspada dan memperhatikan penyakit ini, jangan sampai menghinggapi diri kita dan juga keluarga kita.  Sekali  menempel pada diri kita maka akan sangat sulit untuk melepaskannya.

Penyakit hasud ini akan mampu menghancurkan sebuah prestasi yang sudah dip[eroleh dengan susah payah, karena  hasud ini akan  membawa serta kawan kawannya yang lain, seperti dengki dan sakit hari serta dendam.  Pada awalnya penyakit ini hanya akan meminta  pada yang ditempeli untuk tidak menerima kebaikan yang sudah dicapai oleh pihak lainnya, karena dalam pikirannya seahrusnya yang mendapatkannya ialh dia bukan orang lain, meskipun dia tidak melakukan usaha apapun.

Lalu lama kelamaan setelah hal itu menjadi terbiasa ialah menginginkan agar perolehan yang didapatkan oleh orang lain tersebut dicabut sehingga orang lain tersebut menjadi sedih.  Pdahal seharusnya kalau ada kawan yang mendapatkan kenikmatan, kita sebagai kawannya harus ikut pula begembira, namun kalau penyakit hasud ini sudaha melanda, maka apapun yang didapatkan oleh kawan harus tidak menyenangkan.  Bahkan kalau bisa dia akan menginginkan bahwa kawannya tersebut akan mendapatkan celaka atau kesulitan dalam menjalani hidup ini.

Lama kelamaan jika sifat ini dibiarkan terus berkembang dalam diri seseorang maka akan mampu melahirkan sifat dendam dalam dirinya.  Bagamana tidak, kalau misalnya  dia selalu saja tidak nyaman dengan kebahagiaan yang didapatkan oleh kawannya, maka pada satnya dia akan dapat melakukan hal hal yang dapat mencelakakan kawannya tersebut.  Jika pada awalnya dia hanya menginginkan kewannya tersebut celaka tetapi amsih dengan sikap statuis dan diam, namun pada saatnya jika keinginannya dengan berdiam diri tersebut tidak tercapai, maka dia akan melakukannya sendiri.

Inilah bahayanya menyimpan sifat hasud, karena pada  saatnya akan tumbuh menjadi penyakit yang  berbahaya dan dapat mengancam pihak lain.  Tindakan dendam tersebut tentu akan dilakukan sesuai dengan tingkatan penyakit itu sendiri, pada awalny mungkin hanya  melakukan fitnah atau hanya mengunjing tentang sesuatu yang sesungguhnya tidak  terjadi sungguhan dan dapat merugikan pihak lain tersebut.  Namun  pada saatnya dendam tersebut akan dapat berupa  perbuatan yang menyakiti atau mungkin dengan melakukan perusakan milim kawannya tersebut, atau bahkan mungkin dengan melalui cara lainnya akan menghilangkan nyawa temannya tersebut.

Sungguh mengerikan kalau kita melanjutkan persoalan penyakit hasud tersebut.  Telah banyak terjadi hasud tersebut kemudian akan menadi malapetakla dahsyat, sehingga pelakunya seolah memang tidak mampu mengendalikan pikirannya lagi.  Nafsulah yang akhirnya mengendalikan dirinya dan  tanpa sedikit[un ada campur tangan  pikiran dan hatinya sehingga  kebebasan berbuat untuk menghabisi kawannya tersebut akan semakin menyala, walaupun kawannya tersebut sama sekali tidak merasakan  apa apa.

Ajaran agama kita juga sangat menganjurkan untuk mengenaim sifat ini dan kemudian menjauhinya  sejauh mungkin.  Penggambaran sebagaimana disebutkan di atas mungkin merupakan penggambaran yang sudah sedemikian hebatnya penyakit tersebut menguasai diri seseorang.  Akan tetapi jika masih  kecil dan belum terlalu kuat sesungguhnya akan dapat dikendalikan dengan  usah yang keras dari  orang tersebut, yakni dengan terus menerus mengenali dirinya dan  Tuhannya.

Sikap mensyukuri nikat yang diberikan oleh Tuhan kepada dirinya sebesar ap[apun atau sekecil apapun akan merupakan salah satu penangkal penyakit hasud tersebut.  Pengenalan kita terhadap kemaha adilan Tuhan juga sangat dieprlukan dalam hal ini, karena dengan  men=yakini bahwa Tuhan itu sungguh maha Adil, pati kita akan mampu merasakan pemberian Nya dan juga yang disamapikan kepad kawannya.  Dengan terus menekankan kepada persoalan keadilan Tuhan tersebut kita akan  melupakan apapun yang diterikma oleh pihak lain.

Semua sudah diputuskan oleh Tuhan dengan seadil adilnya, sehingga sebagai makhluk Nya kita tidak boleh saling iri dan hasud, melainkan justru harus terus memelihara sifat qanaah dalam segala hal.  Kalau nafsu kita akan selalu mengajak untuk mempersoalkan pemberian  Tuhan kepada kita dan kepada kawan kita, maka  keyakinan akan kemaha adilan Tuhan akan mampu meredamnya sehingga apapun bujukan nafsu, akan kandas dengan kemampuan kita untuk meredam nafsu kita tersebut.

Karena  begitu penting bagi kita untuk terus menrus  menyuarakan kesyukuran  kita kepada Tuhan, karena kita yakin bahwa apapun yang diberikan dan ditetapkan Tuhan kepada kita itu jauh lebih baik akibatnya dan bagi kita. Mungkin ada bujukan dari nafsu kita bahwa apa yang kitabterima tersebut merupakan ujian yang jelek bagi kita, namun  kita harus tetap meyakinkan bahwa pilihan Tuhan itulah yang terbaik baik kita bukan yang lainnya.

Dengan memperbanyak membaca kitab suci serta berdzikir kepada Tuhan tentunjuga akan mampu membantu mengatasi persoalan penyakit hasud tersebut.  Lihat lah mereka yang banyak  berdzikir kepada Tuhan  dan memperbanyak amaliah baik, hidupnya akan tenang dan  sama sekali tidak tergiur dengan persoalan duniawi yang menjadi sumber persoalan hasud tersebut.  Bukankah Tuha juga sudah menyatakan bahwa dengan berdzikir tersebut hati akan menjadi tenang.

Ketenangan hati itulah sebagai sumber kejernihan pikiran dan  jika itu  ada dalam diri kita maka nafsu tidak akan mampu menguasai diri kita.  Jika pikiran kita jernih dan hit kita juga jernih, maka apapun yang kita lakukan  tentu akan memberikan dampak positif dan tidak akan melahirkan persoalan, apalagi kalau kemudian harus memunculkan nafsun ke permukaan. Nafsu itu emmang akan senantiasa menggoda kita, namun kita akan mampu mengusirnya dengan berbagai kebajikan  dan ketulusan yang selalu kita tampilkan.

Orangorang bijak dari zaman dahulu hingga saat ini juga selalu berusah menjauhi penyakit hasud tersebut, bahkan hanya untuk sekedar menyebutnya saja mereka seolah sudah tidak mau.  Nah, kita yang  berusha aingin mewarisi  tradisi baik dari mereka sudah seharusnya selalu mengikuti langkah langkah yang mereka telah lakukan yakni dengan memperbanyak amalan baik sebagaimana tersebut dan sekaligus juga memperbanyak  amalan yang mampu mendekatkan diri kita kepada Allah swt.

Jika kita  sudah mengetahui bahaya penyakit hasud dan juga mengetahui bagaimana cara menjauhianya,  maka tidak ada jalan lain yang harus kita tempuh selain kita mengikuti jalan para ulama yang  shalih sekaligus juga mencontoh kepada diri Rasulullah saw serta para sahabat beliau dalam emnjalani hidup, hingga merek  selamat  sampai akhir hayat mereka.  Tentu kita juga berharap banyak bahwa  kehidupan kita di dunia ini akan  terhindar dari hasud yang merusak tersebut, sehingga kita akan mampu berdampingan dengan kawan kita dengan sangat bagus tanpa sifat curiga dan sifat buruk lainnya.

Mudah mudahan kita memang akan mendapatkan pencerahan dari Allah swt sehingga hati kita terbuka dan  selalu condong kepada sifat  pemaaf dan menerima apapaun yang telah diputuskan oleh Allah swt dengan penuh ketulusan. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.