MEMBACA DAN BERPIKIR

Salah satu syarat untuk memperoleh ilmu pengetahuan ialah dengan membaca dan kalau ingin mampu mengembangkannya lebih lanjut, maka sayarat lanjutannya ialah mau berpikir.  Tanpa membaca dan berpikir, maka seseorang akan sulit mendapatkan pengetahuan dan mengembangkannya sedemikian rupa.  Barangkali kalau seseorang hanya ingin mempunyai pengetahuan semata tanpa harus mengembangkannya atau  mempraktekkannya dalam dunia nyata, maka cukuplah dia hanya membaca dan memperoleh pengetahuan.

Namun jika itu yang dilakukannya, maka akan rugilah menjalani hidup di dunia ini karena  hidup itu seharusnya bernilai, dan nilai itu akan diperoleh jika ilmu pengetahuan yang kita miliki akan bermanfaat bagi orang lain dan dapat diterapkan dalam menunjang kehidupan itu sendiri.Bagaimana kita kita akan menyikapi hidup ini kalau kita  tidak mempunyai keinginan untuk berbuat  demi kepentingan pihak lain atau tidak ada keinginan sedikitpun utnuk memberikan manfaat bagi pihak lain.

Ilmu pengetahuan merupakan salah satu perangkat yang dapat kita jadikan sebagai salah satu alat untuk memberikan manfaat bagi orang lain.  Jika kita mempunyai ilmu pengetahuan atau ketramp[ilan tertentu lalu kita ajarkan dan berikan kepada orang lain, maka ilmu atau ketrampilan tersebut sedikitnya suah bermanfaat, apalagi kalau kemudian hal tersebut terus dijalankan dan diberikan pula kepada yang lainnya lagi, pastinya manfaatnya akan jauh lebih luas dan memberika  kepusaan bagi kita.

Apabila diumpamakan  kita mempunyai kemampuan berhitung, lalu kita samapikan hal tersebut kepada sseorang, lalu orang tersebut mampu berhirtung atas ilmu yang kita berikan, maka itu artinya kita telah memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.  Demikian juga kalau kita mempunyai kemahiran dalam membaca alquran misalnya, lalu kita sampaikan kepada pihak lain, dan kemudian pihak lain tersebut mampu mengamalkannya, maka kita tentu akan merasa puas dan menolong orang untuk mampu membaca alquran tersebut.

Itu baru kalau ditinjau dari sisi pandangan keduniaan, belum kalau kita lihat dari sisi lainnya, yakni sisi pandangan spiritual, maka kita juga akan mendapatkan  pahala dengan mengamalkan ilmu tersebut dan sekaligus menyampaikannya kepada pihak lain yang  juga mengamalkannya.  Bahkan pahalanya akan berlipat ganda kalau  kemudian ilmu yang kita berikan tersebut terus berkembang melalui pihak pihak yang telah kita beri tersebut hingga akhir nanti.

Itulah mengapa Rasulullah saw pernah mengatakan bahwa ada tiga  perbuatan yang tidak akan berhenti mendapatkan pahalanya  meskipun  orangnya sudah meninggal dunia, yakni amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak  shalih yang mau mendoakan kepada orang tuanya.  Nah, dalam kaitannya dengan ini ialah ilmu yang bermanfaat, yakni ilmu yangkita amalkan dan kita ajarkan kepada pihak lain dan kemudian mereka juga mengajarkannya kepada yang lain lagi dan begitu seterusnya.

Kita juga tahu bahwa  ayat pertama yang turun kepada nabi Muhammad saw ialah tentang membaca.  Pada saat itu Jibril datang kepada nabi  atas perintah Allah swt, untuk menyampaikan wahyu pertamanya, yakni iqra’ yang berarti bacalah.  Jadi kalau melihat sejarah  pertama kali nabi Muhammad saw menerima wahyunya ialah tentang perintah untuk membaca, karena betapa pentingnya membaca tersebut hingga Tuhan pun secara khusus memerintahkan keada nabi Muhammad saw untuk membaca.

Itu berarti juga sekaligus memerintahkan kepada kita sebagai umatnya agar  membaca juga.  Lalu apa yang harus dibaca. Tentu semua hal yang baikd an bermanfaat sangat perlu kita baca. Memang untuk pertama kali tentu  kita harus membaca sesuatu yang ada hubungannya dengan pokok yang harus diketahui, seperti tentang tauhid, dan tentu membaca kitab suci alquran karena dialah kita  yang akan memberikan tuntutan bagi kita bagaimana cara kita hidup, di dunia dan juga akhirat.

Namun sesungguhnya setelah itu kita boleh membaca semua hal, termasuk sesuatu yang tidak tertulis, karena membaca itu dapat dilakukan dengan mengamati  kondisi alam semesta.  Membaca kondisi dunia dan perilaku manusia juga dapat kita lakukan untuk mendapatkan hikmahnya dan  begitu pula kita dapat membaca segala sesuatu yang ada di sekitar kita,  Apapun kalau kita memang menfokuskan diri untuk mengetahuainya, maka kita akan mampu memperoleh manfaat dari sesuatu etrsebut, setidaknya kita akan mendapatkan hikmahnya.

Namun jika kita menemui banyak hal namun tanpa kita memikirkannya, maka kita sama sekali tidak akan mendapatkan apapun dari pertemuan tersebut.  Karena sesungguhnya di sekitar kita sangat banyak pengetahuan yang dapat diperoleh.  Itu  semua  bilamana kita dsarkan kepada  pengamatan yang cermat dan bernilai.  Bahkan kita juga bisa mendapatkan pengetahuan dan hiah dari hewan yang kita saksikan di sekitar kita. bagaimana semut melakukan komunikasi dengan sesamanya, lalu mereka menggotong makanan bersama sama dan lainnya itu smeua merupakan sebuah kondisi yang dapat kita simpulkans endiri.

Membaca dan berpikir sehrusnya memang berjalan seirama karena kalau hanya ber[ikir saja tanpa diimbangi dengan membaca, maka pikiran tersebut mungkin akan jauh tersesat dalam pengembaraannya, sehingga akan jauh dari tujuan hidup kita, tetapi sebaliknya dengan hanya mengandalkan membaca saja tanpa mau berpikir, maka kita akan tidak mampu mengembangkan diri dan menyensuaikan diri dengan kondisi di sekitar kita.  Dengan demikian memang membaca dan berpikir itu merupakan sayarat bagi kita untuk mampu menyesuaikan diri dengan situasi apapun.

Untuk itu kita memang tidak boleh memilih diantara keduanya, melainkan harus memilih keduanya secara bersamaan.  Kalaupun kita tidak sempat untuk membaca buku dan tulisan lainnya, namun kita masih mampu untuk membaca situasi yang ada sehingga kita masih dapat mengembangkan pikiran kita untuk mendapatkan keinginan  kita dal;am upaya mencapatkan keselamatan dan kesejahteraan yang  menjadi salah satu tujuan kita.  Labih jauhnya tentu kita akan mampu menujukan keinginan utama kita untuk tetap mengabdikan diri kepada Tuhan dalam keseluruhan hidup kita.

Bahkan mungkin  jika kita tidak melakukan membaca dan berpikir, kita juga tidak akan mampu menjalani hidup di dunia ini yang penuh dengan persoalan.  Bagaimana mungkin kita dapatmempertahankan hidup jika kita tidak mempunyai kemampuan untuk bertahan dan mengambangkan diri  menjadi  pihak yang memenangkan pertarungan dalam setiap kesempatan.  Bukan berarti pertarungan merebutkan sesuatu yang  haram,melainkan memperebutkan sesuatu yang biasa saja, karena  ketidak mampuan kita untuk bersaing dengan pihak lain, karena kita tidak pernah berpikir untuk menang dan memperoleh manfaat dari semua  yang ada.

Sebagai manusia, kita tidak mungkin tidak berpikir, karena untuk dapat survive hidup di dunia kita memang harus berpikir.  Hidup itu perlu makan, minum  dan berpakaian, nah, untuk itu smeua tyidak cukup orang tidak berpikir dan hanya menunggu bola saja.  Demikian juga untuk hidup kita perlu sehat dan mempertahankan diri dari setiap hal yang membahayakan dan mengancam diri kita.  Untuk itu smeua kita juga membutuhkan pemikiran  sehingga kita akan mampu melakukan sesuatu yang akan menangkal terjadinya sesuatu yang buruk bagi kita.

Karena itu dalam ilmu matiq kita juga mengenal bahwa sesungguhnya manusia itu  merupakan jenis hewan tetapi hewan yang berpikir atau hayawanun natiq.  Dengan kata lain kalau  sebagai manusia kita tidak mau berpikir, maka itu sama dengan hewan lainnya yang hanya mengandalkan insting dan nafsu semata.  Semoga kita mampu untuk terus membaca dan berpikir sehingga kita akan mampu bertahan hidup di dunia dengan kebajikan demi kebajikan. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.