KENAPA DI AKHIRAT HARUS ADA SANKSI?

Manusia  diciptakan oleh Allah swt dimaksudkan agar  mengabdikan dirinya  kepada Allah swt yang Penciptanya.  Perintah tersebut dikatakan secara langsung oleh Tuhan sendiri, sehingga menjadi sebuah keniscayaan bagi umat manusia untuk menjalankannya.  Jiika kemudian manusia yang diperintahkan untuk mengabdi tersebut ternyata ingkar dan bahkan mungkin malah menentang Nya, maka secara logika semua akan menerima, kalau  pembangkang tersebut patut mendapatkan hukuman.

Memang Tuhan tidak akan memberikan hukuman tersebut secara langsung saat di dunia melainkan  di akhirat nanti. Sebab Tuhan tentu berharap manusia yang ingkar dan berbuat sebaliknya tersebut  akan menginsyafinya dan kemudian beetobat dan lalu menjalankan perintah Nya dengan sangat patuh.  Namun  kesempatan yang diberikan pada saat di dunia ternyata tidak dimnafatkan juga, maka tidak ada  kata lain terkecuali harus diberikan di akhirat.

Namun Tuhan tentu tidak akan memonopoli pemberian sanksi tersebut diakhirat, karena jika manusia telah mengetahui ketentuan ketentuan Tuhan melalui utusan yang khusus dikirimkan Nya ke bumi untuk  diketahui dan dijalankan oleh manusia tentang kewajiban lainnya yang memang haruis dijalankan oleh manusia swebagai bentuk pengabdiannya, maka Tuhan akan melimpahkan sebagian kewenangan memberikan sanksi etrsebut kepada manusia.

Artinya jika manusia kemudian melanggar aturan Allah swt di dunia dan manusia  sudah melakukan sanksinya seperti jika manusia mencuri hak milik saudaranya di dunia dan ikemudian  dia dihukum di dunia  dengan menjalani hidup di penjara misalnya, maka  tentu hukumannya di akhirat sudah bebas, khusus untuk hukuman pencurian tersebut, sedangkan untuk hukuman lainnya tentu akan diperhitungkan di akhirat.  Bahkan kalau hukuman  di dunia tersebut belum sebanding dengan perbuatan yang dilanggar, juga masih akan diperhitunghkan di akhirat.

Sesungguhnya  Allah swt  sudah sangat  bijaksana dengan mengutus para utusan untuk menjelaskan kepada manusia tentang berbagai hal, termasuk kewajiban yang harus mereka jalani, dengan memberikan alternatif pilihan yang dapat dilakukan oleh setiap manusia sekaligus juga akibat yang akan diterimanya.  Artinya manusia yang dilengkapi dengan akal pikiran tersebut diberikan pilihan dengan akibat yang akan diterima jika memilih salah satunya. Nah, setelah itu sepenuhnya diberikan  pilihan kepada manusianya sendiri.

Jika manusia memilih salah satunya dengan akibat penderitaan di akhirat, meskipun di dunia nampak  menyenangkan, maka itulah yang sudah dipilih sendiri dan dengan demikian Tuhan sudah bertidak adil. Dan jika  manusia memilih  sesuatu yang lain yang akan  berakibat mendapatkan pahala, meskipun di dunia ini tampak sangat menyusahkan, itu sudah menjadi pilihannya sendiri. Jadi ketika nanti diakhirat ada sanksi itu sesungguhnya atas dasar pilihan manusia sendiri, dan bukan karena ketidak adilan Tuhan.

Sebagai manusia beriman  tentu kita sangat yakin tentang adanya kehidupan akhirat, karena itu merupakan salah satu rukun iman kita.  Keyakinan  tentang akhirat tersebut tentu akan berakibat kepada perbuatan kita yang nanti akan menentukan  diri kita sendiri untuk mendapatkan apa saat di akhirat tersebut. Memang ada kalanya ketika iman hanya berada di dataran luar saja, akan terasakan berat untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan tuntutan dan larangan, karena keinginannya tersebut  ialah bebas dalam menjalani hidup, namun sudah ada keyakinan yang belum masuk ke dalam hatinya.

Jika terjadi hal demikian biasanya mereka itu  hidupnya  akan sesdikit mengalami kesusahan, karena  pada dasarnya ingin hidup bebas, namun sudah ada sedikit iman yang menghalanginya.  Nah, keingian untuk bebas tersebut belum sepenuhnya lenyap karena imannya belum nyampai ike dalam hatinya, namun sudah lebih bagus ketimbang yang sama sekali tidak ada iman yang menempel di dalam hatinya.  Orang demikian, kalau toh kemudian dia melakukan ibadah, maka ada sedikit keterpaksaan dan jika menjalankan kemaksiatan, maka itu dlakukannya dengan setengah hati.

Namun ketentuan mengenai sanksi itu tetap saja tegas dan tidak mengenal kompriomi.  Artinya jika  terlanjur melaksanakan maksiat meskipun dengan setengah hati, tetaplah akan mendapatkan sanksi, dan dmeikian juga jika menjalankan kebaikan dengan keterpaksaan mungkin  ada sedikit  nilai yang didapatkannya, namun semuanya masih tergantung kepada penilaian dari Tuhan sendiri yang Maha  mengetahui sesuatu yang ada di dalam hati orang.

Sanksi di akhirat tersebut merupakan ketentuan yang sangat adil khususnya bagi manusia, karena kalau tidak demikian, maka akan banyak tagihan yang tidak terselesaikan hingga kapanpun.  Coba kita umpamakan jika ada seseornag masih mempunyai tanggungan hutang, lalu dia mengakhiri hiudpnya  dengan maksud agar selesai semua urusannya, maka sesungguhnya itu akan merugikan pihak yang dihutangi.  Nah, karena persoalan tersebut tidak akan selesai, maka di akhiratlah tagihan tersebut akan dilakukan.

Atau jika manusia  selalu mengerjakan kemaksiatan  dan  ketika banyak melakukannya dengan merugiakn banyak pihak, semacam membuunuh orang atau memperkosa orang lain, lalu dia mati begitu saja, tanpa harus menyelesaikan persoalannya, maka akan terasa tidak adil bagi lkeseluruhan manusia, karena itu di akhirat memang dibutuhkan keadilan yang benar benar adil, yakni semua perbuatan manusia itu akan diperhitungkan sesuai dengan apa yang pernah dijalankan di dunia.

Dalam hal tersebut Tuhan  sudah mengantisipasi dengan kemungkinan kealpaan atau kesalahan terhadap hisab yang diterpkan kepada setiap manusia.  Antisipasi tersebut ialah demngan mengerahkan kepada para malaikat untuk selalu mkengikuiti kemanapun manusia  berada  yakni untuk mencatat semua yang dikerjakannya.  Kita sangat yakin bahwa apa yang dilakukan oleh para malaikat tersebut tidak akan mungkin salah, melainkan pasti benarnya.  Malaikat ialah makhluk Tuhan yang tidak dibekali dengan nafsu sehingga tidak ada keinginan apapun selain menjalanka perintah Tuhan.

Karena itu kita tidak perlu ragu dengan apa yang diperbuat oleh Tuhan dalm hal ini ialah meberikan sanksi hukuman bagi manusia yang tidak menjalankan kewajjiban atau perintah Tuhan tersebut.  Sesungguhnya tanpa bantuan  ajaran agamapun kita akan dapat menerima keyakina tersebut, karena itulah hidup yang sesungguhnya dengan keadilan yang sempurna.  Pada saat di dunia ini  semua serba terbatas dan manusia dapat berbuat licik sehingga akan merugikan pihak lainnya, dan  hal tersebut tidak mungkin untuk didapatkan pembalsaan saat di dunia karena mereka yang licik akan semakin menggila.

Untuk itulah akhiratlah tempat yang paling mungkin untuk mendapatkan keadilan semua yang masih pincang saat di dunia. Namun sangat beruntunglah kita sebagai manusia yang  disayangi oleh Tuhan, yakni dengan mengirimkan utusan Nya kepada kita untuk menjalskan segala sesuatu yang harus dikerjalan maupun yang harus dijauhai agar mendapatkan kebaikan.  Dengan datangnya utusan tersebut, kita akan semakin  mengerti segala hal  dengan sanat mudah dan  pada saatnya kita akan dengan yakin dan mantap untuk melakukan atau menghindari sesuatu yang sudah disampaikan tersebut.

Pada akhirnya  smeua yang Allah lakukan untuk kita sebagai hamba Nya tentu  dimaksudkan untuk memudahkan kita dalam menentukan langkah agar mendapatkan kebahagiaan, baik pada saat hidup di dunia maup[unlebih lebih pada saat nanti menjalani kehidupan abadi di akhirat.  Untuk itu kita memang harus bersyukur kepada Nya dengan kasih dan syang Nya tersebut sehingga kita menjadi emngerti dan melek dalam segala hal dan  menentukan sendiri apa yang terbaik kita lakukan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.