RAKERNAS KEMENAG-1

Sejak tanggal 29 januari kemarin, kementerian agama RI mengadakan rakernas tahun 2018 dengan menyertakan seluruh eselon 1 dan dua pusat dan daerah serta  perguruan tinggi keagamaan serta beberapa lembaga yang ada di kementerian. Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan rapat kerja kali ini, mlia  pendaftaran peserta yang sudah dilakukan secara on line, sehingga pada saat  dating ke lokasi hanya tinggal cek ulang sesuai dengan nomor pendaftaran yang didapatkan melalui on line pula, sampai kepada  pelaksanaannya yang tidak lagi monoton mendengarkan beberapa ceramah dari nara sumber yang dihadirkan, melainkan dilakukan dengan  dialog interakitf.

Pada malam pertama, yakni tadi malam juga tidak seperti biasanya yang  masih mendengarkan dari nara sumber, melainkan dilakukan gala dinner dengan acara yang  dikemas secara santai, bahkana banyak guyonnya untuk sekedar melepaskan kepenatan dan menghibur.  Bagi siapapun diantara peserta rakernas yang mau menyumbangkan lagu juga dipersilahkan, termasuk   beberapa pengalaman yang dianggap memberikan inspirasi juga dapat dikemukakan.  Bahkan sekjen sendiri malah secara tanpa tedeng aling aling menggojlok pak menteri, yang kemudian disambut dengan guyonan pula dari menteri dan lainnya.

Jadi dari desain pelaksanaan rakernas kali ini memang beerbeda dan itu menunjukkan semakin sdarnya para pejabat di pusat bahwa  sangat diperlukan suasana santai dalam  setiap kesempatan, walaupun adakalanya harus serius pada saat melaksanakan pekerjaan dan lainnya. Tentu para peserta  secara  umum reletif dapat menikmati acara yang didesai tersebut, semoga pada hari ini yang dianggap sebagai hari keseriusan dalam melaksanakan raker, sebab sudah memasuki aagenda siding komisi yang mebicarakan berbagai hal, tengtu juga  diharapkan tetap terjaga  keceriaannya.

Pada kesempatan rakernas kali ini, panitia juga  melakukan semacam tantangan kepada seluruh pesefrta untuk mengajukan program inovatif yang nantinya akan diseleksi oleh para tim juri untuk selanjutnya bagi yang memenangkannya, akan diberikan pendampingan untuk mewujudkana program ya tersebut, sekaligus jika mungkin akan disuppotrt pendanaannya.  Namun karena tawaran tersebut sangat mepet waktunya,  maka belum sleuruh satker mengajukan program tersebut.  Diharapkan  tahun depan akan  lebih banyak lagi satker yang mengajukan program inovatif tersebut.

Dalam talk show yang dilaksanakan kemarin, menteri juga  mengarahkan dan mengagendakan  ada 11 program direktif yang akan dijalankan bersama seluruh satker di kementerian agama  pada tahun 2018  ini.  Meskipun program ya sendiri secara substansial sudha dilakukan oleh sebagian satker, namun dengan  dijadikannya sebagai program oleh mengteri, maka  program tersebut terasakan  sangat menarik untuk dijalankan oleh keseluruhan satker, sesuai dengan kondisi masing masing.

Kesebelas program direktif tersebut ialah;

  1. E government dan layanan on line.  Kita tahu bahwa beberapa bulan yang lalu menteri telah melaaunching bahwa di lingkungan kementerian agama muai tahun 2018 ini akan menerapkan transaksi non tunai.  Itu berate menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh satker untuk menjalankan  program yang  sangat bagus ini, karena dengan transaksi non tunai ini diharapkan akan semakin transparan dan  pertanggung jawabannya akan semakin jelas dan terhindar dari praktek yang menyimpang.  Untuk  masalah ini UIN Walisongo sudah mencanangkannya sejak awal januari yang lalu dan secara konsisten akan terus dijalankan, sehingga  selama satu tahu ini kita akan tidak melakukan transaksi melalui tunai.  Sosialisasinya pun sudah dilakukan dan mendapatkan tanggapan yang positif dari kalangan warga kampus.
  2. SAPA, yang dimaksudkan dengan sarapan pagi bersama para penyuluh agama. Selama ini  kepedulian  semua pejabat terjhadap para penyuluh agama yang sesungguhnya menjadi garda terdepan  kementerian agama dirasakan sanat kurang, sehingga seolah mereka itu hidup sendiri tanpa  mendapatkan perhatian dari  para pejabat di atasnya.  Kalaupun mereka sangat ebrsemangat dalam menjalankan  tugasnya maka itu semata mata didasarkan kepada tanggung jawab mereka sebagai ASN atau sebagai pihak yang memang diberikan  tugas dan tanggung jawab yang mulia.  Nah, sudah saatnya para pejabat diatsnya harus tahu tentang susah dan payahnya  atau suka dan duka para penyuluh agama tersebut yang dikemas dengan sarapan pagi bersama, sehingga diharapkan dengan cara sepetri itu mereka akan terbuka  enyampaikan keluhan dan tantangan yang dihadapi dilapangan.  Tentu hal yang demikian akan dilakukan menteri secara langsung yang dipilih di beberapa daerah dan diharapkan juga para kakanwil kemenag  akan melakukannya lebih banyak lagi.
  3. Netralitas ASN dalam partai dan pilkada. Ini dimaksudkan bahwa tahun ini dan  juga tahun depan merupakan tahun politik yang rawan terjadinya benturan benturan diantara masyarakat.  Nah, karena itu ASN di kementerian agama diharapkan bahkan diharuskan untuk bersikap netral, baik terhadap partai politik maupun dalam pilkada yang sebentar lagi akan digelar secara serentak.  Tentu kita sudah mempunyai penga,aman saat masa orde baru dimana  para PNS dimobilisasi untuk memenangkan salah satu partai peserta pemilu dan akibatnya sangat parah seperti yang kita ketahui bersma.  Karena itu kita tidak boleh mengulangi sesuatu yang sangat disayangkan terjadinya tersebut.  ASN diharapkan dapat bertindak netral dan adil dalam melayani  masyarakat sesuai dengan bidangnya.  Dengan dmeikian  keberadaan ASN  akan tetap dapat terus dipertahankan dalam pengabdiannya kepada negara dan pelayanannya kepada masyarakat secara umum.
  4. SALAM atau silaturrahmi dengan lembaga keagamaan. Program ini snagat penting untuk tetap menjaga kerukuna umat baik intern maupun antar umar beraga di negara kita tercinta.  Kementerian agama harus mempunhyai keinginan yang sangat kuat untuk menjaga dan menciptakan kerukunan  diantara umat.  Apa yang saat ini sudah tercapai harus gterus dipertahankan dana jangan sampai justru dibiarkan yang nantinya akan terjadi kerusuhan.  Karena itu kementerian harus peduli hal ini dengan terus menjalin hubungan yang harmonis dengan berbagai lelmbaga keagamaan yang ada.  Harapannya berbagai informasi yang ada akan dapat diserap dan disampaikan kepada  masyarakat, sehingga mereka akan tetap nyaman dalam  kehidupan kesehariannya, karena para tokoh agama yang menjadi rujukan masyarakat juga  berkomitmen untuk terus menjaga kebersamaan yang sudah terbina selama ini.
  5. NYANTRI, magang satri/siswa dan juga mahasiswa. Kepedulian kementerian dalam segala jajarannya terhadap akhlak  anak anak  dan generasi muda  perlu terus ditingkatkan, bukan saja melalui sekolah dan madrasah serta pondok pesantren, melainkan juga  dengan cara yang dianggap sebagai jalan yang akan menghasilkan produk yang dapat diandalkan.  Jangan sampai pada saatnya nantgi ada anak ter[elajar, tetapi justru bukannya menjalankan kebajikan, melainkan justru malah menjadi biang kerusuhan.  Bagi masyarakat muslim, tengu sangat brhrap  bahwa sleuruh anak anaknya akan mampu menjadi  anak yang baik, mampu menjalankan perintah agamanya dengan baik tanpa harus menggangu ketenterman pihak lainnya dan lainnya.  Karena itu program nyantri tersebut harus dijalankan agar para siswa dan juga mahasiswa mendapatkan pelajaran secara langsung dari yang dimagangi atau yang dicantrii. Pendidikan ala  santri di pesantren sampai saat ini memang dianggap paling bagus untuk mencetak karakter yang kuat bagi anak anak kita.

Itulah beberapa hal terkait dengan program direkgti yang dimaksudkan oleh menteri. Tentu masih ada beberapa lainnya lagi yang insyaallah akan dituangkan dalam tulisan berikutnya, karena ada sebelas program dan kali ini hanya baru disampaikan lima sehingga masih ada enam lainnya.  Semoga kita masih dapat memberikan infonya  pada kesempatan esok pagi. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.