MENCARIKAN SEKOLAH UNTUK ANAK

Meskipun tahun baru untuk anak sekolah masih cukup Panjang, namun biasanya sekolah sudah membukan pendaftarannya sejak bulan Pebruari, dengan catatan jika pada saatnya nanti yangbersngkutan tidak lulus pada jenjang sekolah sebelumnya, maka harus mengundurkan diri.  Tes masuknya sendiri sudah langsung dilaksanakan sebelum ujian akhir pada jenjang sekolah sebelumnya dilaksanakan.  Hal tersebut biasanya dilakukan untuk menjaring siswa yang berprestasi sehingga mereka belum  mendaftarkan di sekolah lainnya.

Bahkan ada juga banyak sekolah yang akan langsung melaksanakan testnya pada saat calon sisw mendaftar.  Jadi tidak menunggu terkumpul  calon  dahulu lalu dilakukan test secara Bersama sama.  Dengan demikian kalua kita tidak cepat untuk segera mendafatar, ada kemungkinan kita sudah tidak akan mendapatkan kuota di sekolah tertentu.  Biasanya sekolah favorit akan mengadakan testnya  seperti tersebut, sehingga  ada sekolah lainnya yang belum membuka pendaftaran, sekolah tersebut justru sudah menutup pendaftarann siswa.

Lain dengan sekola negeri yang  pendaftarannya  ditentukan secara Bersama dan  pengumuman masuknya pun juga  akan diumumkan sedcara Bersama, namun kalua swasta tersebut biasanya justru mendahului dan semuanya ahrus sudah beres di depan, termasuk persyaratan dan pembayarannya.  Memamg masing maisng mempunyai keunggulan dan kelemahan, dan  masing masing sekolah juga sudah siap dengan resiko yang mungkin akan dialami, terutama jika ada calon siswa yang justru tidak lulus ujian di sekolah jenjang sebelumnya.

Bagi kita yang emmpunyai anak  yang berada di kelas 6 sekolah dasar atau kelas 3 sekolah menengah pertama, pasti masa ini merupakan masa yang krusial, karena harus emncarikan sekolah yang  cocok untuk penddidikan anak.  Kecocokan bukan hanya dilihat dari sisi kualitas sekolahnya, melainkan juga dari aspek lainnya, semisal apakah sekolah tersebut menjamin opendidikan karakternya, Pendidikan agamanya dan lainnya. Ada sebagian sekolah yang menjadi satu dengan pesantrennya dan sisiwa memang harus  mau menetap di pesantren dan lainnya.

Semua tentu tergantung kepada kita dan juga anak kita, karena memaksakan kehendak untuk anak itu merupakan perbuatan yang tidka bijak dan bahkan mungkin akan membawa pengaruh kurang baik bagi mereka.  Jika anak kita suka di pesantren, tentu kita  akan memilihkannya pada sekolah yang menjadi atu dengan pesntren, dan kita akan lebih tenang untuk melepsskannya dan menitipkan kepada kiyai dan penatrennya, apalagi kalua kemudian di peantren tersebut juga mengajarkan tahfidh alquran, dan anak kita juga berminat untuk itu.

Sekali lagi semua itu bukan semata keingina kita seja sebagai orang tua, tetapi juga harus melihat keinginan dan kecenderungan anak kita.  Karena pada hakekatnya yang menjalani semua itu ialah anak kita.  Kalua kita sudak tetapi anak kita tidak menyukainya, sebaiknya jangan dipaksakan, karena pasti akan tidak berhasil dan mungkin malahan akan menjadi bebn terlalu berat bagi anak. Namun demikian bukan berarati smeuanya kita serahkan ke[ada anak yang memang belum mempunyai pengalaman tentang hal yang akan dijalaninya.

Karena itu kita sebagai orang tua juga harus memberikan motivasi dan pengertian serta wawasan  agar anak dapat menentukan sendiri keingiannya setelah emndapatkan penjelasan mengenai segala sesuatu yang terkait dengan masa depannya.  Kita harus menyadari bahwa kecenderungan anak itu pasti berbedaa beda dank arena itu kita mesti pandai untuk menilai  kecenderungan mereka dan kemudian mendukung keinginan kuat mereka.

Masing masing orang tua pun juga pasti memiliki keinginan dan target tersendiri untuk anak anaknya, dan itu  perlu didukung oleh  usaha dan nia yang tulus, seperti misalnya keinginan kita untuk memperkenalkan anak dengan  Islam yang kita percaya akan emmbentuk anak kita menjadi  muslim yang baik melalui ajaran islam yang kita setujui, semacam di sekolahkan di sekolan nahdlatul ulama atau lainnya.  Tentu itu merupakan hal yang sah dan tidak keliru. Disamping juga sekaligus membantu perkembangan sekolah tersebut.

Tetapi kita tentu juga mempunyai keinginan agar anak kita  menjadi anak yang cerdas dan mengenal ilmu pengetahuan dan teknoloogi yang penting untuk kehidupannya nanti.  Dengan demikian kita juga mesti emmberikan pilihan sekolah yang cukup maju dalam kualitasnya dan secara formal mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah sekaligus.

Kalaupun misalnya kita telah menetapkan pilihan sekolah yang berada di lingkungan pesantren, dan kita telah mempercayakan segalanya kepada pengurus dan kiyai, namun bukan berarti kita telah lepas tangan begitu saja, karena hubungan kita dengan anak harus tetap terjalin dengan baik  dan sesekali kita juga harus melakukan evaluasi perkembangan anak agar mereka juga merasa diperhatikan dan disayangi oleh kita meskipun kita tidak secara langsung  berad a di dekat mereka.

Perhatian dari kita itu hal penting yang tidak boleh diabaikan, karena sekali anak merasakan tidak diperhatikan, maka dia mungkin akan merasakan asing dan sama sekali tidak emmpunyai keingiann untuk maju dan mendapatkan prestasi yang baik, karena toh orang tuanya sama sekali tidak peduli dengan semua itu. Untuk itu sekali lagi kita emmang harus perhatian kepada mereka dan sesekali kita menyambanginya untuk sekedar memberikan motivasi dan semangat  agar mereka  tumbuh menjadi anak yang penuh percaya diri dan trengginas dalam belajar.

Sejak saat ini kita memang harus  mencarikan sekolah yang terbaik untuk anak anak kita karena sebentar lagi beberapa sekolah  sudah akan emmbukan pendaftarannya.  Jangan sampai kitan justru tertinggal informasi dan pada saatnya hanya mendapatkan sekolah yang kuirang diminati oleh masyarakat.   Kalua demikian maka kita  akan merasa rugi karena anak kita tidak dapat menikmati fasilita s sekolah favorit dan mengembangkan bakat dan minatnya dengan maksimal.

Beruntunglah bagi orang tua yang anak sudah mendapatkan gambaran sekolah yang bagaimana yang dikehendaki dan  apalagi kalua mereka sudah mengetahui sekolah mana yang akan dituju dengan alternatifnya.  Dengan mengenai lebih dini keinginan anak, kita akan dapat melihat  kemungkinan kemungkinan yang masih terbuka  untuk kita pilihkan untuk anak kita.  Sesungguhnya semua sekolah itu pada dasarnya baik, namun ada kalanya  sekolah yang belum maju dan masih merangkak, maka itu tentu bukan pilihan yang tepat untuk anak kita yang semangat majunya relative lebih tinggi.

Kalua misalnya anak kita selama ini belum maksimal dalam belajar islam, seperti mengaji alqurannya masih relative tertinggal, demikian juga dengan pengetahuan mengenai agama islamnya masih minim, sebaiknya kita mempertimbangkan seki=olah anak kita yang  ada  pelajaran intensifnya untuk pengkajian keislaamannya dan juga tulis baca alqurannya, karena itu merupakan bekal yang dasar sekali utnuk mengarungi hidup di dunia yang nantinya penuh dengan godaan dan keberpihakan kepada persoalan duniawi.

Namun bolehlah kita  lebih mengejar kualitas keilmuan umum yang akan mengantarkan anak anak kita kepada kesuksesan hidup, akan tetapi jangan dilupakan bahwa  persoalan ajaran syariat agama itu merupakan hal sangat penting bagi mereka.   Karena itu jika kita mampu mendidiknya sendiri dengan  kemampuan kita, itu jauh lebih bagus, tetapi jika kita sama sekali tidak mampu karena berbagai alaan, sebaiknya kita menitipkannya kepada sekolah yang peduli dengan persoalan ajaran agama tersebut.

Semoga dalam sisa waktu yang masih tersedia ini kita akan mampu menemukan sekolah yang paling sesuai dengan keinginan kita ejkaliogus jugakeinginan anak kita.  Dengan begitu kita sudah mendapatkan satu modal untuk  mengantarkan anak kita ke gerbang kesuklsesan hidup baik di dunia maupun nanti diakhirat. Semoga, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.