ASPEK AKHLAK ITU PENTING

Mungkin bagi sebagian masyarakat tidak terlalu menganggap pent8ing  akhlak, karena mereka lebih mementingkan tujuan tercapainya  sesuatu yang bersifat materiil, sehingga kalau sedikit keluar dari ketentuan yang berlaku pun mereka akan menganggap hal tersebut dapat dimengerti.  Jadi aspek akhlak menjadi tidak nomor satu melainkan  nomor kesekian kalinya.  Kondisi yang demikian tentu sangat memperihatinkan kita semua yang memang mengidolakan berjalannya segala sesuatu sesuai dengan  aturan dan akhlak yang baik.

Betapa pentingnya  aspek akhlak ini  sehingga Nabi Muhammad saw sendiri suatu saat pernah mengatakan bahwa beliau  itu diutus semta mata hanya untuk memperbaiki akhlak agar menjadi lebih baik.  Bahkan  ada juga pernyataan yang didasarkan atas pengalaman bahwa  sebuah negara itu maju atau rusaknya ialah teergantung akhlak dan moral bangsa itu sendiri.  Jika akhlaknya bagus meka bangsa tersebut akan mampu maju dan berkembang sedemikian rupa, dan sebaliknya jik akhlaknya bejat, maka tunggulah saat kehancuran bangsa tersebut.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan, sebab jika sebuah bangsa sudah tidak lagi mengindahkan akhlak dan mereka masing masing akan melakukan segala ssuatu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing masing, pastilah akan segera terjadi benturan yang dahsyat antar keinginan tersebut.  Nah, kalau  kondisi demikian terus menerus terjadi, maka bangsa tersebut tidak akan mampu mempertahankan identitasnya dan bahkan akan mengabaikan aspek prinsip dalam berbangsa dan bernegara.  Akibat selanjutnya mungkin akan terjadi saling serang dan terjadilah huru hara dan perang.

Hancurlah negara tersebut bersama dengan hilangnya akhlak bansga tersebut.  Semua orang yang wras dan mampu berpikir dengan jernih pasti akan membenarkan keadaan etrsebut, karena akhlak memang merupakan penyangga utama sebuah negara dan bangsa.  Termasuk di dalamnya ialah segala aturan dan norma yang diberlakukan, karena semuanya itu dimaksudkan untuk mengatur keseluruhan bangsa  sehingga semuanya diharapkan akan berjalan dengan tertib dan saling menghargai dan menghormati.

Tentu hal tersebut merupakan akhlak dalam tingkatan yang lebih tinggi, namun  semua itu dapat terbentuk dari akhlak yang sifatnya kecil dan  mungkin tidak terlihat dengan jelas.  Coba kalau kita memperhatikan  akhlak   dalam perilaku di sebuah rumah tangga antara anak, orang tua dan mungkin juga asisten rumah tangga, pasti  di situ akan kelihatan sbeerapa jauh rumah tangga tersebut akan bertahan dan mendapatkan kebahagiaan sejatinya.

Jika akhlak kecil tersebut tidak diperhatikan dan dibiarkan berjalan liar dan tidak terkendali, maka akibatnya akan menjalar kepada akhlak yang lebih besar.  Satu contoh jika anak kita tidak kita ajari bagaimana bersikap, baik dalam perilaku maupun dalam berbicara dengan orang tua atau dengan ereka yang lebih tua, maka akan terjadi sebuah kondisi dimana ada orang tua menjadi stress disebabkan  memikirkan akhlak anak anaknya yang sama sekali tidak menghargai kerja kerasanya dan  usaha untuk merawat dan membesarkannya.

Bagaimana  bersikap dan memperlakukan orang tua atau bagaimana cara berbicara dengan orang tua serta bagaimana menjalni hidup dengan penuh tanggung jawab, tentu merypakan hal yang harus dilatihkan dan dibiasakan sejak kecil, karena itu merupakan  sifat karakter ddasar yang akan selalu dibawa oleh anak hingga dewasanya.  Jadi kalau anak anak dibiarkan liar dan tidak mengenal akhlak dengan orang tua, dapat dipastikan pada saatnya mereka akan berani  mencelakai orang tuanya sendiri.

Tentu kita tidak akan mengekang dan membatasi garak dan kreatifis mereka, melainkan kita  sikapi dengan seimbang.  Artinya kita tidak boleh membatasi kreatifitas mereka, tetapi kita juga tidak boleh membiarkan mereka tidak terkontrol dan melakukan hal hal yang menyimpang dari koridor norma kebajikan dan kepatutan yang ada dan berjalan di lingkungan kita sebagai orang Timur dan Islam.  Mungkin suatu ketika  kita bolehlah memberikan sebuah sanksi yang tidak menyakitkan hanya sekdar untuk m,emberikan pengertian kepada anak anak bahwa apa yang mereka lakukan etrsebut tidak patut untuk dipraktekkan.

Dalam setiap ajaran agama sudah pasti akan mengajarkan  aspek akhlak tersebut, karena bagaimanapun agama itu merupakan sumber akhlak yang murni dan akan  menjaid baik jika kita taati dan praktekkan.  Ajaran ajaran etrsebut dimaksudkan untuk memberikan batasan yang  dapat diterima oleh akal sehat dan sekaligus juga mengatur bagaimana agar kehidupan antar manusia tersebut dapat berjalan dengan tanpa saling emngganggu, tetapi justru saling menopang dan membantu.

Bagaimana  saling hubungan diantara manusia dengan manusia lainnya, dalm segala aspeknya.  Bagaimana kita memperlakukan orang lain, termasuk mereka yang sudah mempunyai pasangan hidup, tentu akan lain  denagn mereka yang masih singgle, dan bagaimana  seharusnya menjaga jarak dalam pergaulan sehingga tidak akan menimbulakn persoalan di kemudian hari. Semuanya diatur oleh norma yang akan membawa kepada kedamaian dan ketenterman serta keadilan.

Kita dapat membayangkan jika kita menabrak ketentuan tersebut, semisal kita berhubungan terlalu dalam dengan seseornag yang sudah mempunyai p[asangan hidup atau kita tidak sopan dalam  cara berbicara dan cara berkomunikasi serta cara lainnya, tentu semua itu akan menyebabkan timbulnya persoalan, yang mungkin akan menyulitkan kita sendiri.  Karena itu semua aspek  norma yang diatur oleh  agama dan juga peraturan lainnya haruslah dilaksanakan dengan konsisten.

Bahkan kalau kita mengacu kepada ajaran agama Islam kita dapat mengetahui betapa banyak aturan yang snagat rinci untuk mendapatkan keondisi yang nyaman di lingkungan kita.  Smeua pergaulan diatur sedemikian rupa tetapi tidak akan memberatkan, seperti bagaimana kita seharusnya berkomunikasi dengan mereka yang  lebih senior, bagaiman cara kita berbicara dengan mereka, bagaimana kita berteman dan bergaul serta bagaimana  seharusnya kita menempatkan diri dalam pergaulan tersebut dan lainnya.

Bahkan  tata cara kita masuk di kamr kecil pun diatur dengan bagitu bagusnya sehingga semuanya akan merasakan kenyamanannya.  Bagaimana cara bertetangga juga diatur dengan bagus, dan tentu semua aspek dalam hidup kita pastilah diatur dengan tujuan agar  kita semua dapat menjalani hidup dengan nyaman dan damai bersama dengan orang lain yang juga menghormati normat tersebut.  Lebih jauh norma tersebut juga sekaligus menganjurkan bagaiman seharusnya kita bertetangga yang harus saling memberi dan menjaga.

Dengan demikian kita memang tidak boleh mengabaikan aspek akhlak tersebut jika kita masih menginginkan hidup nyaman dan  aman dalam bingkai kebersamaan dengan seluruh warga bangsa.  Sekali saja kita keluar dari koridor akhlak tersebut, maka kita akan mengalami kondisi yang sangat  sulit danmungkin juga akan menjatuhkan diri kita  ke dalam jurang yang sulit untuk leura lagi.

Semua orang bijak  pasti akan mengatakan bahwa siapapun yang  berani keluar  dari aspek akhlak ini pastilah dia sudah bosan untuk hidup rukun bersama dengan orang lain, karena  satu kali saja  orang mengkhianati akhlak dan menabraknya, dapat dipastikan bahwa orang tersebut akan tidak berharga dan bahkan  akan disingkirkan oleh masyarakatnya.  Gambaran suram bagi mereka yang menabrak akhlak ialah  mereka akan terusir dengan sendirinya dari kebersmaaan  masyarakat.

Untuk itu nasehat yang terbaik ialah jangan sampai kita berani melanggar norma dan akhlak yang sudah diyakini sebagai sebuah  aturan, bahkan hanya sekedar coba coba saja  pasti akan menemui persoalan berat yang  susah untuk ditanggungnya.  Akhlak memang nomor wahid yang haruis dijaga dan pertahankan agar hidup tetap eksis dan menjadi semakin membaik dalam menjalaninya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.