JADILAH PEJUANG LINGKUNGAN

Biasanya persoalan lingkungan kurang mendapatkan perhatian dari kita pada umumnya, padahal merupakan hal yang sangat penting.  Kekurang pedulian kita tersebut terkadang  malah dapat menyebabkan bahaya bagi kita sendiri, seperti saat lingkungan kita terbakar, lalu asapnya  memenuhi seluruh udara, kita jadi sesak nafas, dan penrbaanganpiun juga mengalami gangguan.  Demikian juga pada saat kita sama sekali tidak mempedulikan lingkungan kita yang sarat dengan sampah, sehingga memanuhi kali dan gota, pada akhirnya justru lingkungan kita akan kebanjiran dan lainnya.

Banyak terjadi tanah longsor dan membahayakan banyak manusia, hanya disebabkan  ketidak jelian kita dalam menebangi pepohonan di daerah dataran tinggi, sehingga tanahnya tidak mempunyai pegangan lagi dan pada saat terjadi hujan deras tanah tersebut tidak mampu untuk mempertahankan posisinya sehingga harus longsor.  Penebangan secara membabi buta tersebut juga  dapat mengakibatkan banjir karena air hujan yang jatuh didtaran tinggi tidak lagi meresap, melainkan akan terus mengalir hingga dataran yang rendah akan kena imbasnya.

Itu pada umumnya dan  kita juga tentu sangat paham bahwa jika kita tidak mempedulikan persoalan sampah dan dengan mudahnya kita membakarnya, udaran kita dapat tercemar oleh asap yang  dari sampah tersebut.  Akibatnya  udara yang tidak sehat akan terhirup oleh kita dan mengakibatkan penyakit dan lainnya.  Opadahal kalau kalau sampah tersebut dikelaola dengan bagus, akan dapat  kita sulap menjadi sesuatu yang bermnafaat, seperti  sampah yang organik akan dapat kita olah menjaid berbagai barang kerajinan, seeprti  tas, dompet, bahkan pakaian.

Sementara itu sampah yang unorganik akan dapat kita oleh menjadi pupuk yang sangat subur, namun semua itu memerlukan kepedulian kita dan mungkin di awal  harus ada modal untuk membeli peralatan yang diperlukan.  Namun semua itu akan dapat dijangkau jikalau ada kebersamaan dan kepedulian dari kita serta perhatian kita kepada mereka yang sangat membutuhkan pekrjaan.

Kita hidup di sebuah lingkungan yang pasti membutuhkan pemeelihraan dan penataan agar asri dan  indah dipandang mata, serta sehat bila ditinjau dari sisi kesehatan. Dan untuk mendaptkan kondisi yang demikian mesti tidak boleh ada  pihak yang mengganggunya dengan  mengotori lingkungan kita, baik melalui udaranya, maupun melalui tanah dan  gotnya.  Semua harus selalu dirawat  dan dilakukan kerja bakti bersama untuk kebaikan   bersama pula.

Jika orang lain mampu melakukan kebersihan lingkungan, kenapa kita tidak?.  Jika ada kemauan dan kesepakatan pasti semuanya akan  dapat diperoleh dengan baik dan ringan.  Persoalan lingkungan tersebut memang harus diawli dari lingkungan rumah tangga, kemudian baru meluas ke lingkungan Rt dan seterusnya.  Kalau kita mempunyai kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan terhadap lingkungan rumah tangga kita sendiri, mestyinya kita harus membuat aturan yang bagus untuk seluruh anggota keluarga kita.

Aturan tersebut dibuat untuk ditaati bersama, dan bahkan kalau bisa dilengkapi dengan sanksinya juga, seperti kalau melanggar harus mengepel seluruh lantai tumah atau lainnya.  Jadi seluruh anggota keluarga harus menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah  di sembarang tempat.  Setelah makan, semua harus mencuci piringnya sendiri sendiri tanpa terkecuali.  Dan pada hari tertentu yakni hari Minggu semua harus mencuci bajunya sendiri sendiri, membersihkan sepatunya sendiri dan lainnya.

Semua harus peduli terhadap kebersihan lingkungan rumahnya, jika ada dedaunan yang terjatuh dari tangkainya, maka siapapun yang mengetahui harus secepatnya menempatkannya di bak sampah yang telah disediakan.  Pendeknya  lingkungan rumah harus tetap tampak rapi, dan sejuk sehingga siapapun yang berada di situ pasti akan menyukainya, termasuk tamu yang datang.

Semua juga harus berkomitmen untuk merapikan sendiri kamrnya dan juga buku buku yang sudah digunakan untuk belajar.  Dengan demikian  keadaan di dalam kamar tidurpun pasti akan tetap rapi meskipun asisten rumah tangga sedang libur misalnya.  Kedisiplinan juga  tetap harus dijaga dan laksanakan, terutama pada saat menjalankan ibadah, makan dan juga  bercengkerama diantara seluruh anggota keluarga.

Pembelajaran yang demikian hebat tersebut lalu  diminta  kepada semuanya untuk membiasakan juga pada saat di luar lingkungan rumahnya, seperti pada saat berada di lingkungan sekolah maupun di jalan.  Jadi rasa peduli terhadap kebersihan harusnya melekat di dalam  isi pikiransemua anggota keluarga tersebut, sehingga ketika di jalanan ada sampah yang berserakan, dengan tanpa dikomando mereka akan memungutnya untuk diletakkan di tong sampah yang ada.

Demikian juga pada saat di lingkungan sekolah mereka akan sangat peduli terhadap sampah yang tidak berada dalam  tempatnya.  Mereka juga pasti pada saatnya akan merasa terpanggil untuk merapikan buku buku  di perpustakaan yang tidak dikembalikan pada tempatnya dan berserakan di meja, karena jiwa yang sudah terbentuk untuk selalu rapi dan bersih, dapat dipastikan tidak akan rela menyaksikan  ada sebuah tempat yang berantakan dan tidak rapi.

Pendidikan inilah yang saat ini dikenal sebagai pendidikan karakter yang wujudnya masih belum utuh. Pendidikan karakter sehausnya menyangkuit pula kepedulian terhadap lingkungan dan juga smeua akhlak yang baik serta perolaku yang harus dijalani. Pembiasaan diri terhadap berbagai kebiasaan baik tersebut memang harus dilakukan sejak dini dan harus terus menerus dikawal dan awasi, dan bahkan terkadang harus disertai dengan pemberian sanksi ringan untuk sekedar memperingatkan akan pentingnya arti tanggung jawab.

Tidak mungkin pendidikan karakter tersebut hanya diberikan di sekolah secara oral semata, karena  moralitas tidak akan dapat didapatkan hanya dengan mendengarkan ceramah atau hanya dengan kewajiban yang sesaat, melainkan harus dibiasakan secara rutin setiap saat.  Mungkin pada awalnya pembiasaan tersebut akan terasa berat bagi semua orang, akan tetapi jika secara terus menerus dijalankan, pastinya akan menjadi sbeuah tradisi dan kebiasaan yang tidak berat untuk dijalani.

Hanya di lingkungan yang ketat dan  terkontrollah kebiasaan baik akan mampu diwujudkan, seperti di rumah sejak anak masih kecil, atau di lingkungan pesnatren atau asrama yang memungkinkan adanya aturan khusus yang menyertakan sanksi bagi yang melanggarnya.  Namun kalau hanya diterapkan di sekolah  semata, maka keberhasilannya tidak akan maksimal, dan bahkan mungkin tidak akan berhasil.

Jadi omong kosong saja mengenai pendidikan karakter, kalau hanya sesuatu itu diajarkan di sekolah semata.  Kalaupun dicecar dengan berbagai metode dan anggaran yang cukup banyak, tetapi mengabaikan  aspek lingkungan yang akan terus menerus mengawasinya, pasti  keinginan untuk menanamkan karakter kepada  anak anak, akan mengalami kegagalan.  Pengalaman membuktikan bahw a hanya dengan pembiasaan yang terus menerus sajalah yang akan mampu menjadikan sesuatu aturan itu menjadi sebuah kebiasaan.

Jadi sekali lagi lingkungan memang menempati posisi yang sangat strategis dalam  mencipttkan keidelan, baik dalam hal kesehatan, keasrian dan kenyamanan, maupun juga dalam membentuk  pribadi yang unggul dengan  akhlak yang mulia.  Karena itu kita memang harus mempedulikan persoalan lingkungan tersebut lebih dari lainnya.  Jiika lingkungan kita bagus, maka kita akan merasakan kenyamanan dan keamanan yang full dan  pada saat kita menginginkan sesuatu, maka akna teraskan ringan jika lingkungan kita mendukung untuk itu.

Semoga  kita smeua menyadari persoalan tersebut dan selalu menginginkan terciptanya lingkungan yang ideal tersebut, sehingga semuanya akan dengan ringan utuk mengulurkan tangannnya  mencoba mengukir lingkungan yang hebat tersebut, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.