PENCANANGAN SADAR ZAKAT

Sesungguhnya bagi umat muslim, zakat itu merupakan kewajiban yang harus ditunaikan dengan kesungguhan hati danketulusan jiwa, sehingga  seharusnya tidak ada lagi  dorongan untuk melakukannya dari eksternal dirinya sendiri.  Kesadaran untuk menunaikan kewajiban memang asehrausnya datang dari dalam diri seseorang, bukan dari lua, baik yang hanya menganjurkan atau bahkan yang mewajibkan.  Semua itu disebabkan zakat itu merupakan kebutuhan  dari setiap muslim yang  efeknya akan berimbas baik  kepada sesama muslim.

Lalu kenapa harus ada pencanangan keasadran zakat?  Jawabannya iaah karena sampai saat ini ternyata kesadaran umat muslim terhadap zakat masih sangat minim.  Bahkan zakat yang idealnya menghasilkan lebih dari 300 triliyun setiap tahunnya, hanya  bisa dijemput sekitar 3 triliyun saja.  Kondisi tersebut tentu sangat memperihatinkan kita semua, tetapi apa boleh buat karena kenyataannya memang demikian.

Untuk itu diperlukan upaya untuk lebih menyadarkan umat melalui gerakan sadar zakat kepada seluruh wajib zakat, dengan harapan mereka akan tergerak hatinya dan sekaligus juga berkomitmen untuk mengeluarkan zakatnya.  Dengan demikian harapan tersebut seharusnya juga akan cukup mudah menghasilkan  kenyataan, karena  pencanangan tersebut hanya bersifat mengingatkan semata, dan bukan memulai sesuatu yang baru sama sekali.

Kita semua memang berharap banyak dengan zkat dari umat terebut, karena jika hal tersebut dapat terwujud dan maksimal, pasti akan banyak kebutuhan umat muslim yang akan dapat dicover dengannya, dan bahkan mungkin kebutuhan umat, termasuk untuk pendidikan anak anak muslim juga akan terpenuhi, sarana peribadatan dan lainnya.  Jika pendapatan zakat tersebut memang maksimnal, tentu semua peroslan umat akan dengan mudah diatasi dan tidak lagi harus meminta minta kepada pihak lain.

Terkadang kita memang harus malu disebabkan sesungguhnya umat muslim itu kaya dengan hanya memenuhi kewajiban saja, sehingga ketika akan emmbangun masjid misalnya, tidak perlu harus meminta minta di jalanan dan harus mengganggu para pemakai jalan atau menadahkan tangan dari rumah ke rumah hanya ingin mendapatkan tambahan dana.  Jika semua  berjalan dengan normal, maka umat muslim akan dapat menentukan banyak hal, karena  mempunyai modal yang cukup besar untuk melakukan banyk hal juga.

Seharusnya umat muslim akan mempunyai  rumah sakit sendiri yang setiap muslim yang memang tidak punya akan mendapatkan pengobatan yang maksimal tanpa harus menyusahkannya.  Fasilitas yang dibtuhkan oleh umat secara umum seharusnya dapat dipenuhi dengan uang zakat tersebut, dan bagi mereka yang memang fakir dan miskin akan dapat disantuni dan dibantu  pembiayaan usahanya sehingga akan berdaya dan pada saatnya annti juga akan mampu untuk berzakat.

Kalau umat muslim di negeri ini sekitar lebih dari 85 % seharusnya semua kebutuhan umat akan dapat dipenuhi dengan dana zakat etrsebut, sayangnya memang belum semua umat menyadari kewajiban tersebut, sehingga masih banyak ketimpangan yang terjkadi dan masih banyak pula  orang miskin yang tidak tertolong sehingga mereka akan tetap miskin untuk jangkan waktu yang lama, atau bahkan mungkin hingga akhir hayatnya.

Kalau dipikir dan analisa dengan matang uang zakat sesungguhnya akan jauh lebih besar dan bermanfaat  lebih besar ketimbang dana  pajak, karena kebutuhan peruntukannya sudah sangat jelas.  Karena itu sudah saatnya kita  harus terus menerus mengupayakannya agar zakat tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan konsisten oleh seluruh wajiba zakat.  Hal yang tidak kalah pentingnya ialah menganai pengelolaan zakat oleh mereka yang amanah dan  tulus sehingga manfaatnya akan lebih dapat dilihat sebagai buah dari ketulusan umat.

Kalau hari ini  kita masih membutuhkan  kesadaran untuk berzkat bagi umat muslim,  itu berarti tentang pemahaman dan pengamalan ajaran Islam oleh umat muslim masih diragukan.  Artinya kita memang masih mempunyai PR yang besdar dan berat untuk memahamkan dan menyadarkan kepada mayoritas umat untuk sadar zakat dan sekaligus juga sadar kewajiban.  Kita tentu tidak mungkin untuk memaksakan  zakatyang meskipunmerupakan kewajiban kepada seluruh uamat muslim, karena  zakat itu urusan manusia dengan Tuhannya.

Kalaupun  manfaat zakat itu kembalai kepada manusia sendiri, namun kewajibannya lebih kepada kletaatan manusia kepada Tuhannya, bukan kewajiban manusia kepada sesamanya.  Karena itulah kita harus mendorong dan memberikan pemahaman yang benar tentang persoalan zakat tersebut agar smeuya umat akan dengan sendirinya tertarik dan bersemangat untuk membayar zakatnya sebagai kewajiban dan kebutuahn bersama.

Secana kasat mata  dapat dibaca bahwa  masih banyak bahkan dapat dikatakan sebagai mayoritas umat muslim di negara kita masih miskin pengetahuannya tentang kewajiban zakat denganbukti bahwa  sebagian besar diabntara mereka belum menunaikan kewajiban zakat, padahal kewajiban dalm agama itu sangat mempengaruhi keyakinan merka.  Artinya jika sebagai eorang muslim tidak menjalankan kewajibannya, maka itu berdosa dan akan mendapatkan siksaan di akhirat nanti, karena itu mereka pastinya akan memenuhi kewajiban etrsebut agar mereka selamat dari siksa tersebut.

Sebagai salah satu  contoh kewjiban yang menjadi perhatian masyarakat muslim ialah tentang kewajiban shalat,  mayoritas diantara mereka akan menjalankan shalat dala  kondis apapun, namun kenapa untuk kewajiban zakat mereka speertinya tidak teertarik?.  Tentu ada sesuatu yang salah disana.  Mungkin penjelasan dari para guru dan juga keteladanan dari para guru yang kurang serius sehingga seolah mereka memandang kewajiban zakat tersebut hanya sebagai sebuah kesunnahan semata, sehingga merka tidak mementingkannya.

Kalau ini yang terjadi, berarti ada kesenjangan pemahaman  di kalangan umat muslim yang segeraa harus dibetulkan dan diusahakan secara segera.  Kita menjadi kahwatir jika kondisi ininterus dibiarkan, maka lama kelamaan justru akan dilupakan oleh umat sendiri, dan itu snagat membahayakan merkea dan sekaligus juga merugikan umat Islam secara umum.   Kalngan ulama dan cerdik pandailah yang seharusnya tergugah untuk masalah ini dan sesegera mungkin untuk mengupayakan  solusinya.

Karena itu  kegiatan pencanangan kegiatan  sadar zakat kali ini memang mempunyai makna strategis  bagi masyarakat muslim, khususnya di Jawa tengah.  Sudah barang tentu kita semua berharap bahwa setelah pencanangan nanti akan semakin banyak masyarakat muslim yang menyadari dan sekaligus juga melaksanakan zakat, tanpa harus di paksa atau himbau oleh siapapun, karena sesunguhnya  mereka sudah mengetahui tentang kewajiban tersebut.

Kita tentu juga  berharap kepada para tokoh,a baik formal maupun non formal agar menjadikan dirinya sebagai panutan atau sebagai teladan bagi masyarakat pada umumnya, khususnya yang terkait dengan kewa.  Kita santat yakin jika mereka memberikan contoh nyata dalam pembayaran zakat tersebut, di Jawa tengah akan semakin banyak dana zakat yang akan terhimpun, dan itu berarti  sebagian persoalan umat akan mendapatkan solusinya yang terbaik.

Kita juga berharap bahwa  para guru di beberapa sekolah mulai dari sekolah dasar hingga menengah akan juga melakukan pembiasaan  memberi kepada para muridnya, yang diharapkan dengan budaya memberi tersebut pada saatnya akan mampu mendorong mereka  untuk mengeluarkan zakat pada saat mereka sudah mandiri dan mempunyai penghasilan.  Kita tahu bahwa pembiasaan untuk berbagi tersebut merupakan bagian yang pebnting dan tidak terpisahkan dari kegiatan zakat itu sendiri.  Semoga smeua yang kita upayakan akan mendpatakn ridlo dari Allah swt dan bermanfaat besar bagi umat sedara umum, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.