KEBIJAKAN TRANSAKSI NON TUNAI

Bebarapa bulan yang lalu menteri Aagama RI telah melaunching program kementeriqan agama di tahun 2018 ini, yakni semua transaksi akan mengunakan non tunai.  Itu berarti semua  trasaksi dilingkungan kementerian agama akan bebas dari uang tunai, dan hanya akan menggunakan  non tunai.  Ini tentu kabar yang cukup menggembirakan karena  akan lebih memudahkan semua pihak, terutam bagian keuangan dan perencanaan.

Mungkin di awalnya saja akan emngalami kendala yang terkadang juga ada pihak yang menyalahkan, karena membuat kesulitan tersendiri, namun sesungguhnya itu hanya dipermulaan saja, karena kalau nanti sudah terbiasa, pastinya akan lebih memudahkan smeua pihak.  Kita tidak akan diributkan dengan persoalan keuangan yang terkadang membuat kita pusing tujuh keliling.

Coba kalau semuanya memakai non tunai, pasti semua akan menjadi snagat mudah dan tidak perlu harus membawa uang tunai yang terkadang sangat rawan dengan para penjahat.  Para pelaku kegiatan pada awalnya juga mungkin akan canggung karena sama sekali tidak memegang uang, padahal harus menyelenggarakan sesuatu kegiatan, akan tetapi semua itu akan dapat diatasi dengan cara yang  dapat dilakukan.

Persoannya hanya pengalihan dari uang kes kepada non kes, sehingga hanya pembiasaan sajalah yang diperlukan untuk  adaptasi.  Kalau biasanya ketika melakukan perjalanan dinas akan  langsung mendapatkan uang kes, lalu saat ini semuanya akan ditransfer ke rekening, sehingga malah tidak terbebani oleh uang yang harus dijaga.  Persoalan  transport taksi mislanya,  sesungguhnya dpaat diatasi sendiri, sementara untuk penginapan misalnya juga dapat dilakukan dengan transaksi non tunai juga.

Sesungguhnya keuntungan yang didapatkan dengan transaksi non tunai tersebut juga persoalan penyelewengan keuangan yang mungkin bisa saja terjadi, karena ada wujud uangnya, dan terkadang pula  para petugas  akan dapat lalai atau khilaf dalam penghitungannya sehingga terkadang antara yang tertulis dan kenyataannya juga berbeda.  Namun pada saat sudah non tunia maka akan semakin menjauhkan semua dari praktek korupsi dan kemungkinan khilaf tersebut.

Keuntungan lainnya  dengan non tunai tersebut tentu kita tidak perlu repot repot  memberikan uang tambahan kepada para nara sumber yang kita anggap bahwa dengan memberikan honor sesuai dengan JPL akan terasa sedikit, nah, dengan non tunia tersebut kita tidak akan merasa pakewuh jika memberikan honor sesuai dengan JPL yang dijalankan.  Jadi banyak keuntungan yang dapat kita peroleh dengan non tunai tersebut, sehingga kita memang harus menjalankannya.

Dalam menjalankan sebuah program misalnya, kita sesungguhnya sudah terbiasa dengan para rekanan, sperti penyedia konsumsi untuk dibayarkan setelah kegiatn selesai. Sehingga kita  dapat mencairkan rekening setelah semua selesai untuk membayar utang kepada para rekanan kita  yang bekerja sama delam menjalankan sebuah kegiatan,  Sementara untuk honor para nara sumber yang biasanya harus kita carikan utangan terlebih dahulu juga kita tidak akan diributkan lagi dengan mencari utang tersebut, karena cukuplah kita meminta rekeningnya dan  mentransfernya.

Namun memang karena ini merupakan hal baru  yang akan diterapkan, maka sosialisasi itu menjadi penting agar semuanya menjadi tahu terlebih dahulu sebelum mengalaminya.  Dapat dibayangkan kalau ada seorang yang belum tahu tentang kebijakan tersebut, lalu akan berangkan menunaikan tugas dinas di luar, lalu tidak mendapatkan uang sebagaimana biasanya, apstilah akan terkejut atau bahkan mungkin juga belum siap dengan uang kes sendiri untuk sekedar membayar transport perjalanan dalm kota misalnya.

Karena itulah program di awal tahun kali ini ialah dengan memberikan informasi yang jelas bagi seluruh wraga besar UIN agar tidak ada yang tidak tahu tentang kebijakan tersebut.  Sudah barang tentu pada saatnya nanti jika menemukan kesulitan yang memang  susah untuk dijalankan, tentu kita tidak akan kaku dalam menanganinya, tetapi dilihat dari sisi kemungkiannnya, insya Allah tidak ada kendala yang berarti untuk memebrlakukan transaksi non tunai tersebut. Bahkan bagian perencanaan dan keuangan juga sudah siap asgalanya dan menyatakan akan lebih ringan yang harus dikerjakan.

Sesungguhnya kita sudha memberlakukan transaksi non tunai tersebut sejak sebelum ada program dari kementerian agama, dan kita mampu menikmatinya, yakni  dalamhal penggajian, kita sudah tidak lagi menggunakan  pembayaran tunai, melainkan langsung mengirimkannya ke rekening masing masing pegawai.  Demikian jga dengan berbagai tunjangan yang melakat dalam jabatan dan lainnya.  Hanya sekdikit saja  yang belum kita realisasikan dalam sistem non tunai.

Perjalanan dinas memang  merupakan salah satu yang belum kita non tunaikamn pada tahun 2017, tetapi untuk tahun ini kita sudha berkomitmen uang menjalankannya.  Demikian juga dengan  RDK yang biasanya  dibayarkan secara tunai dan juga pengelola DIPA dan lainnya.  Namun dengan sosialisasi kali ini, semuanya sudah akan dijalankan dengan sistem non tunai, sehingga siapapun saat ini harus memang berhubungan dengan perbankan.

Selanjutnya terserah kepada masing masing pegawai, apakah akan mengambil rekeningnya di banks secara langsung ataukah akan menindak lanjuti  berbagai transaksi dengan pihak lain emlaui bank juga, sehingga harus membuat  kartu kredit misalnya ataukah dengan kartu lainnya yang tidak harus memaki uang tunai.  Semuanya terserah kepada masing masing orang, karena itu sudah merupakan wilayah opilihan pribadi yang tidak mungkin untuk diwajibakan.

Kebijakan transaksi non tunai tersebut memang sudah sesuai dengan perkembangan saat ini dimana sudh banyak instansi lainnya juga menggunakan kebijakan nontunai tersebut.  Ambil contoh saja bina marga melalui tolnya juga sudah tidak lagi menerima uang tunai dan semuanya harus memakai kartu e tol, yang pada walnya juga mengalami penumpukan di pintu tol yang  membosankan.  Tetapi setelah sebual dua bulan berikutnya  barulah dapat dinikmati bahwa  dengan  kebijakan tersebut jalannya justru alan lebih lancar.

Kita juga meyakini bahwa  kebijakan tersebut di UIN Walisongo  pastinya akan mengalami sedikit kendala di awal pelaksanaannya, namun pada saatnya nanti pasti kita akan merasa lebih nyaman dan terbantu banyak, terutama  bagi yang sering berhubungan dengan perbankan.  Secara pribadi kita akan lebih praktis dalam  menggunakan keuangan kita, dan tidak perlu membawa uang kes yang terkadang malah menyusahkan.  Namun sudah bahrang pasti kita juga harus sedia uang kes dalam setiap saatnya, karena ada kalanya  kita harus menggunakannya dalam waktu dan kesempatan tertentu.

Secara keseluruhan pemberlakuan transaksi non tunai di UIN Walisongo selain  memang sudah ditetapkan olen menteri, juga didorong oleh keinginan bersama agar semua transaksi menajadi lebih baik dan menjauhkan  dari kemungkinan terjadinya manipulasi  atau penyelewengan data dan lainnya.  Dengan dmeikian semua ini telah dipeertimbangkan dengan sangat matang dan dibarengi dengan komitmen para pimpinan untuk menjadikan UIN Walisongo menjadi lebih baik dan akuntabel.

Jika dalam perjalanannya nanti terjadi kendala, dan itu memang sudah diprediksi sebelumnya, maka semua akan mengupayakan solusi untuk kemudahannya.  Kita semua yakin bahwa dengan system non tunai dalam sleuruh transaksi, insya Allah kita akan semakin  mendapatkan kemudahan dan juga keberkahan dalam menjalankan program dan kegiatan di UIN Walisongo ke depannya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.