MENSETTING SPAN DAN UM PTKIN

Sebagaimana kta tahu bahwa jalur penerimaan calon  amahasiswa baru melalui jalur SNM dan SMB PTN telah dilaunching oleh menteri ristekdikti beberapa waktu yang lalu, sedngkan di lingkungan kementerian agama sistem yang relatif sama dengannya ialah SPAN dan UM PTKIN sedang dipersiapkan untuk dilunching.  Karena itu  persiapannya  sedang dilakukan, terutama untuk menyusun beberapa pedoman dalam pelaksanaannya, baik yang SPAN majupun yang UM agar semuanya  dapat berjalan dengan sangat baagus.

Penyusunan SOP atau standar operasional baku saat ini sedang dilakukan oleh seluruh panitia dengan maksud agar nantinya dapat dijalankan dengan mudah dan sukses.  Tentu ada beberapa perbaikan setelah mengevaluasi untuk tahun 2017 yang lalu.  Salah satunya ialah tentang bagaimana  kriteria dalam menentukan kelulusan calon mahasswa melalui SPAN PTKIN yang ternyat  calon yang mendaftarkan diri ke PTKIN lebih banyak dari kalangan lulusan  SMA dan bukannya dari kalangan MA.  Ini tentu menjadi persoalan tersendiri, karena basis keilmuan agamanya terlalu minim.

Bahkan yang menyedihkan lagi ialah sebagian diantara merekaa  ada yang sama sekali tidak mempunai bekal atau modal dalam katannya dengan kajian keislaman, termasuk di dalamnya ialah tentang pengetahuan mengenai baca dan gtulis alquran.  Padahal mereka nantinya akan menjadi  sarjana dan alumni dari  perguruan tinggi Islam, meskipun mereka  memilih program studi keilmuan modern seperti matematika, biologi, kimia dan sejenisnya.  Kita semua berharap bahwa meskipun mereka sarjana keilmuan umum, tetapi karena kuliahnya di perguruan tinggi Islam, seharusnya mereka juga mengetahui serba  sedikit tentang keilmuan Islam, terutama tentang baca tulis alquran.

Karena itu SOB nya harus diarahkan untuk menhyeleksi, setidaknya  terhadap mereka yang sama sekali tidak mempunyai basis keilmuan agama Islam, yakni melalui seleksi buku raport yang biasanya hanya diambil melalui rerata nilainya.  Nah, untuk ke depan memang harus dibedakan antara nilai raport mereka yang dari lulusan SMA dan mereka yang lulusan MA.  Artinya kalau lulusan MA bolehlah dilakukan pengambilan nilai rerata tersebut, namun untuk lulusaan dari SMA mestinya juga dilihat tentang nilai agama Islamnya, bukan hanya nilai reratanya.

Sementara itu untuk UM PTKIN nya relatif lebih  mudah untuk menyeleksi para calon mahasiswa, karena kita dapat menambahkan soal mengenai agama Islam dan juga mjungkin di bahasa Arabnya.  Dengan begitu kita akan lebih dapat melohat nilai modal kagamaan Islamnya ketimbang sama sekali tidak mampu mengetahuinya.  Selabihnya nanti setelah mereka masuk, tentu akan jauh lebih bagus bilamana  dilakukan seleksi kembaali mengenai  baca tulis alquran, hanya sekdar memetakan kondisi riil mereka, sehingga nantinya kita akan dapat melakukan treatment khusus bagi mereka yang dianggap belum mampu baca tulis alquran tersebut.

Tentu saja bukan hanya sekdar soal kriteria penerimaan calon mahasiwa saja yang dibahas dan dipersiapkan kali ini, melainkan juga berbagai persoalan yang dianggap  menjadi titik lemah pada pelaksanaan SPAN dan UM PTKIN  tahun yang lalu.  Evaluasi dan penelitian yang telah dilakukan tentu akan snabat membangtu  perbaikan POB tersebut, karena semua didasarkan atas data dan bukan hanya sekedar asumsi semata.  Dengan begitu kita   ada  harapan bahwa  pelaksaan maupun hasilnya pada tahun ini akan berbeda dan tengu akan lebih bagus ketimbang tahun yang lalu.

Tim penyusun soal UM misalnya  harus bekerja keras untuk mengubah  dan mengembangkan soal tersebut hingga nantinya dapat menyeleksi calon yang lebih berkualitas serta mempunya harapan untuk dapat menyelesaikan studinya tepat pada waktu dan juga berkualitas.  Selain itu juga dalam prosesnya  juga tetap dievaluasi agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, seperti praktek perjokian dan sejenisnya.  Karena pada hakekatnya  pada tahap awal memasuki perguruan tinggi kita juga sudah harus mem;ertimbangkan mengenai kejujuran calon, apakah mereka benar benar jujur ataukah sudah berusaha untuk tidak jujur.

Tentu yang tidak kalah pentingnya juga persoalan sosialisasi kepada maysrakat, karena bagaimanapun kita tetap berkeinginan agar semua masyarakat, tentunya  para lulusan  SLTA di seluruh nusantara akan mengetahui tentang sistem penerimaan calon mahasiswa baru di PTKIN.  Dengan begitu mereka akan mempunyai pilihan  terhadap masa depan mereka sekaligus juga mereka mampunyai pertimbangan tertentu mengenai pilihannya tersebut.  Karena itu kita harus membantu mereka  dengan memberikan informasi yang akurat dan mudah.

Kalau pada waktu yang lalu sosialisasi dilakukan oleh masing masing PTKIN dengan menyampaikan mengenai pergurun tingginya saja tanpa menyebut yang lainnya, kali ini harus didesain dengan penyampaian informasi tentang SPAN dan UM nya  bukan mengenai perguruan tinggi maisng masing, karena ini persoalan span dan um PTKIN.  Tentu kita tidak mengharamkan jika nantinya  juga diinformasikan mengenai perguruan gtinggi masing masing, tetapi bukan melaluai sosialisasi SPAN dan UM PTKIN.  Cukuplah misalnya kita  menginformasikan tentang  web masing masing saja sehingga masyarakat akan dapat menyaksikannya sendiri.

Dengan sistem sosialisasi demikian kita akan mampu menjangkau seluruh dadrah di sleuruh nusantara, karena semua dapat berpartisipasi dengan mendatangi daerah yang sudah ditetakan.  Pembagian daerah tersebut sebau]iknya juga  ditata sedemikian rupa sehingga tidak memberatkan PTKIN. Pemerataan informasi tentang SPAN dan UM PTKIN ini sekalgus juga akan memecahkan  misteri yang selama ini  terjadi, yakni adanya sebagian daerha yang sama sekali tidak terjangkau lleh informssi kita,  Sementara yang lainnya justru malah dumpuk atau doble, kafena didatangi oleh beberapa PTKIN.

Demikian juga mengenai  launchingnya itu sendiri, doharapkan akan mengundang banyak pihak yang dianggap akan membantu penyebaran informasi mengenai SPAN dan UM PTKIN tersebut.  Kalau dahulu yang diundang ialah sleuruh rektor beserta wakil rektor serta sebagian sekolah di Jakarta, akan tetapi sesungguhnya ada pihak yang sangat erat hubungannya dengan  persoalan ini, yang terkadang luput dari perhatian kita semua, yakni  para  kakanwil kementerian agama di seluruh Indonesia.  Harapannya mreka akan memberitahukan kepada semua sekola di bawah koordinasinya untuk diberikan informasi secukupnya dan kepedulian mereka terhadap PTKIN.

Nah, kalau mereka juga dihadirkan dan menteri kemudian memberikan arahan dan bahkan kemungkinan seperti instruksi kepada mereka, maka hasilnya tengtu ajauh lebih  bagus ketimbang dibiarkan berjalan begitu saja.  Para kakanwil itu harus ikut merasakan denyut nadinya  PTKIN, karena bagaimanapun mereka  adalah bagian dari keluarga besar kementerian agama yang sama sama kita cintai.  Kebetulan kali ini akan diadakan rakernas yang juga diikuti oleh mereka, oleh karena itu akan sangat bagus jika launchingnya dibarengkan dengan rakernas tersebut.

Hal penting yang  harus dipersiapkan segera ialah materi tentang sosialisasi gtersebut, karena ini merupakan kerja bersama, maka materinya harus seragam dan tidak boleh menhyimpang dari  yang telah ditetapkan. Namun kalau hanya menambahinya tentu diperbolehkan tanpa harus mengurangi materi sosialisasi tersebut.  Marilah kita sukseskan bersama pelaksanaan  SPAN dan UM PTKIN  tahun ini  agar  masyarakat yang mendaftar akan semakin bertambah, dan itu berarti seleksi yang kita lakukan akan menjadi snagat berarti. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.