MENGEMBANGKAN IMAJINASI

Mungkin tidak banyak yang mampu melakukan pengembaraan pikiran hingga menembus dunia lain, karena disamping harus mempunyai bakat dan dasar yang cukup, juga dibutuhkan keopedulian dan secara terus menerus mengembangkannya.  Bagi para penulis fiksi mungkin hal tersebut bukanlah merupakan hal aneh karena memang  pekerjaan mereka  ya mengembarakan pikiran sejauh mungkin untuk mendapatkan penggambaran yang aneh, tetapi masih dapat ditangkap oleh pikiran biasa.

Bahkan ada kemungkinan jika  orang mau menghayalkan sesuatu yang masih rasional tetapi hanya melalui pikiran dan diwujudkan dalam tulisan, pastinya dia akan mampu mendapatkan imajinasinya yang lebih kreatif.  Namun harus diakui bahwa jika belum pernah mencoba dan melakukannya, tentu akan menjadi susah, bahkan hanya sekedar memulainya juga sudah akan mendapatkan kesulitan tersendiri.

Memang kalau hanya sekdar membiarkan pikiran liar dan emnghayal tidak berurutan sehingga tidak saling menyambung dalam sebuah cerita,  tentu tidak akan dapat dipahami dan juga apstinya tidak akan diperhatikan oleh pihak lain, akan tetapi masih mending kalau kemudian  dia mampu menggoreskannya dalam tulisan yang  tentu ada ujung dan pangkalnya.  Mungkin utnuk pertama kalinya alur cerita yang digambarkan akan sulit dipahami dan tidak menarik, namun jika hal tersebuit dibiasakan dan terus menulis, pada saatnya juga akan mendapatkan kesuksesan.

Tidak ada penulis sukses yang dengan tiba tiba tulisannya bagus, melainkan mereka akan merangkak dari bawah dan  ketekunannya lah yang kemudian membawanya ke panggung kesuksesan.  Jadi sebaiknya  bagi   para pemula dalam hal tulis menulis, khususnya yang terkait dengan pengembangan imajinasi untuk mendapatkan sebuah rangkaian cerita yang bermakna dan memp[unyai bobot lebih,  silahkan untuk memulianya dan tidak perlu khawatir akan gagal.

Sudah barang tentu juga harus  rajin untuk membaca cerita fiktif yang  baik dan ditulis oleh para penulis handal.  Karena dengan banyak membaca berbagai cerita tersebut, akan dapat mengilhaminya  tentang cerita yang dapat dikembangkannya sendiri melalui  pengembaraan imajinasinya.  Mungkin memang ada yang sudah mencoba berkali kali, tetapi tidak mendapatkan  ide yang brilian, karena mungkin masih  terbayangi oleh kebesaran penulis lainnya.

Itulah persoalan berat yang memang harus ditanggulanginya sendiri, yakni dengan ndablek dan terus mencoba.  Tidak usah terpengaruh dengan ketakutan gagal atau perasaan dan bayangan lainnya.  Teruslah mencoba dan menulis dengan  merangkaikan sendiri cerita kehidupan yang  dapat dimulai dengan membuat kisah  hidup hingga mendapatkan keberhasilan.  Twentu banyak  yang dapat diceritakan dalam  kisah tersebut.

Mungkin kalau masih susah untuk mengembangkan imajinasi, sebaiknya menceritakan tentang kisah hidupnya sendiri atau orang orang dekat yang secara riil dapat dikenang sejak kecil, hingga besar dan sukses.  Boleh juga menulis kisah keluarga dengan tokoh seorang ibu yang sangat bijak dan kasih sayang kepada anak anaknya tetapi tidak mendapatkan perlakuan baik dari suaminya sendiri atau lainnya. Atau mungkin kiah seorang ibu yang lebih menyayangi anaknya yang kecil ketimbang anak anak lainnya atau  dapat mengambil tokoh lainnya.

Saya sendiri sesungguhnya bukanlah penulis  fiktif, namun  sedikit saya mampu mengembangkan imajinasi untuk sekedar menggoreskan puisi kehidupan yang terkadang mendapatkan tanggapan dari kawan, seolah itu merupakan  kejadian yang nyata.  Pada saat saya masih menjadi mahaiswa S1 saya juga pernah menulis cerpen dan kebetulan saat ini  mendapatkan tanggapan yang positif  dari banyak kalangan, akan tetapi kemudian  tidak saya lanjutkan, karena saya khawatir akan menggannggu kuliah saya sehingga kemudian saya tinggalkan dunia itu.

Pada saat saya sedang senang menulis puisi, lalu  muncul kembali  imajinasi etrsebut meskipun bukan dalam bentukl  cerpen lagi, melainkan dalam untaian kata puisi yang saya harapkan akan mampu menggugah  pembaca untuk memahami kehidupan. Terkadang   cerita dalam puisi tersebut hanyalah sebuah  kisah fiktif yang  tentu dapat dengan mudah diterima, karena berkaitan dengan persoalan keseharian, dan terkadang  tentang persoalan cinta dan asmara.

Terus terang saya memang menyukai membaca cerita fiktif dan  mungkin sudah ratusan cerita sudah saya habiskan selama menjadi mahasiswa S1 dahulu, karena di perpustakaan propinsi yang dahulu  terletak di jalan pemuda di depan  SMA 3 atau di depan balai kota berrak rak cerita terjemahan  cerpen dari manca negara menghiasinya dan saya selalu saja tertarik untuk membacanya.  Banyak cerita tentang kehidupan yang dapat dipetik hikmahnya, tetapi juga sekaligus dapat membangkitkan imajinasi untuk mengembangkannya.

Saya sendiri sangat percaya  bahwa profesi apapun asalkan ditekuni secara sungguh sungguh, pada saatnya  akan  dapat sukses, meskipun  profesi tersebut merupakan hutan belantara dan sama sekali tidak pernah dijamahnya.  Itu disebabkan bahwa  semua  dan apapun bentuknya, kalau orang lain bisa melakukannya, kenapa kita tidak?  Hanya persoalan kesungguhan dan ketekunan semata yang membedakan  seseorang mendapatkan kesuksesan ataupun tidak.

Memang persoalan suklses dan tidaknya itu juga  terkait dengan takdir Tuhan, tetapi kita sendiri sesungguhnya  akan mampu menjemput takdir kita sendiri.  Itulah mengapa kita harus yakin  dan  berusaha  secara sungguh sungguh, bukan  terbayangi oleh ketidak mampuan dan kegagalan. Jika yang kita kembangkan ialah kekhawatiran dan bayangan kegagagaln, pastilah kita tuidak pernah mendapatkan kesuksesan, dalam bidang apapun.

Semua orang diberikan akal dan pikiran oleh Tuhan, tinggal kiota sajalah yang  akan memanfaatkannya, apakah kita akan menggunakannya untuk  mengejar impian ataukah kita biarkan berhenti menunggu nasib. Itulah yang membedakan antara orang yang berambisi untuk sukses dengan orang yang menyerah sebelum bertanding.  Sebagai seorang beriman kita memang harus  mampu membuat terobosan dan karya yang membanggakan, dalam bidang apapun, termasuk dalam mengembangkan imajinasi dalam menghasilkan karya.

Saya sangat percaya bahwa bukan persoalan bakat yang diberikan oleh Tuhan, karena  banyak penulis dan orang sukses yang tidak  mendapatkan darah keturunan dari orang sukses, melainkan semata mata hanya ketekunan dan teklat yang kuat sajalah yang mengantarkannya kepada sukses.  Kalaupun kita berbicara bakat, maka semua orang pasti mempunyai modal untuk itu, namun jika kita berbicara mengenai ambisi yang kuat untuk mendapatkan kesuksesan tentulah ada  hubungannya dengan pengembangan bakat yang ada dalam diri.

Kita dapat menyaksikan betapa banyak orang ukses dalam bidang ekonomi, ternyata  berasal dari keluarga yang sederhana atau bahkan dapat dikatakan miskin.  Demikian juga kita dapat menyaksikan betapa  sukses yang diraih oleh penulis naskah cerita, termasuk  dalam film dan lainnya, ternyata sama sekali tidak ada keturunan  yang menurunkan bakat tersebut.  Dengan begitu semakin menguatkan  tesis bahwa  semua bidang jika ditekuni dengan sunguh sungguh, pastilah akan menghasilkan sesuatu yang dapat diandalkan.

Imajinasi kita  akan mandek jika kita memanag tidak mau mengembangkannya sedemikian rupa, tetapi imajinasi kita akan terus berkembang dan semakin tajam jika kita latih secara terus menerus.  Semakin kita melakukan pengembaraan  di ruang angkasa pemikiran kita,  imajinasi etrsebut tentu akan semakin menemukan ruang yang tidak terbatas.  Untuk itulah jika kita memang  berkeinginan untuk menumbuhkan bakat dalam menulis berbagai cerita, baik yang nyata maupun yang fiktis, tidak ada jalan lain  terkecuali harus segera dimuali dan jangan sampai bosan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.