KESIBUKAN DI AWAL SEMESTER

Kegiatan akademik di awal semester biasnya tidak terlalu banyak, karena  praktis tinggal penilaian, kemudian bimbingan dan juga  perwalian.  Sementara untuk kegiatan proses belajar mengajar untuk sementara tidak ada, terkecuali bagi mereka yang belum tuntas, karena banyak berhutang tidak masuk kelas.  Namun sesungguhnya  tidak bias dikatakan bahwa di saat demikian kemudian kita dapat bersantai santai, karena secara riil banyak pekerjaan yang harus kita tangani, bahkan hingga harus sampai malam hari.

Utuk pelaksanaan  persiapan penerimaan calon mahasiswa baru juga sudah mulai menggeliat, dan bahkan  tanggal 11 nanti sudah harus  dimulai dengan persiapan dan sosialisasi, serta dilanjut dengan peluncurannya.  Sudah barang tentu akan segera diikuti oleh  pelaksanaan sosialisasi serta segala hal yang sifatnya mempersiapkan diri agar pada saatnya nanti akan  ready dan tidak mengecewakan.  Demikian juga dengan berbagai kegiatan  mahaisa yang justru kebanyakan dilaksanakan pada  libur kulai di awal semester ini.

Pelaksanaan berbagai lap[oran yang diminta, baik olerh kementerian maupun oleh Blu dan lainnya juga harus dilaksanakan pada saat seperti ini, disamping tentu tidak bias diabaikan tentang berbagai evaluasi yang  segera dilakukan untuk mendukung  pembuatan laporan untuk pemeriksaan, baik oleh  inspektorat maupun untuk BPK dan pihak lainnya.   Jadi sesungguhnya  tidak ada masa atau waktu luang yang dapat membuat kita santai santai, melainkan justru semua waktu seolah harus dimanfaatkan secara maksaimal untuk memenuhi target yang sudah kita canangkan.

Apalagi ketuika kita sudah berkomitmen untuk membuat semacampeta pelaksanana program selama satu tahun yang mengharuskan untuk tidak menemp[atkan smeua kegaiatn di akhir tahun, melainkan untuk dijabarkan  di sleuruh bulan selama satu tahun, tentu kita harus Sudha menjalankan kegiatan program di awal tahun ini juga agar serapan anggaran menjadi sangat bagus dan seimbang antar bulannya.

Keluihan sering terjadi pada saat akhir tahun  karena hamper seluruh kegiatan dilaksanakan menumpuk di akhir tahun, termasuk kegiatan yang dilaksanakan oleh kementerian, sehingga  seolah hamper tidak ada hari tanpa kegiatan, termasuk jhari libur sekalipun.  Nah, ke depan kita sudah merencanakan untuk membaghi seluruh kegaiatan  pada setiap bulan, sehingga  pelaksanaannya akan relative lebih teratur dan bagus, termasuk target yang dicapainya.  Cuma persoalannya ialah  kita harus melakukan sosialisasi, karena ini persoalan kebiasaan yang perlu untuk diberikan support tertentu.

Kebiasan pada awal semester sangat longgar kemudian dilakukan kegiatan rutin sebagiamana pada saat bulan pertwngahan, tentu harus diupayakan untuk dismpaikan dengan hati hati, karena kalua tidak akan berakibat salah paham dan dukungan untuk pelakasanaannya juga akan tersendat.  Kalaupun seluruh pegawai adalah ASN sekalipun, kalua sudah terbiasa dengan kondisi  seperti  tersebt,  akan menjadi suliot juga untuk mengubahnya, terkecuali dengan sebuah aturan yang dijalankan dengan konsisten dan tegas.

Namun kalau untuk memperbaiki kondisi tersebut tidak dijalankan dengan ketegasan, maka akan sulit untuk direalisasikan, apalagi jika  tidak ada ketelaanan dari para pimpinan.  Kita sudah berkomitmen untuk menjalankan perubahan tersebut dan dimulai dari kerja p[ara pimpinan, harapannya seluruh pegawai akan mengikutinya dengan  baik tanpa ada paksaan, karena smeua itu untuk kebaikan Bersama dan untuk  kenyamanan dalam pelaksanaan tugas keseharian.

Kita  akan dapat menikmati hasilnya jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan baru bagi seluruh pegawai, karena nantinya tidak ada pekerjaan yang  harus dijalankan secara bertumpuk di akhir tahun dan terpaksa harus melaksanakan lembur di luar jama kantor, bahkan terkadang harus dilaksanakan pada sabtu dan minggu.  Untuk itu kalua saat sepeti ini kemudian sudah banyak kegiatan , maka harus dimengerti bahwa semua itu untuk kebaikan berama bukan untuk membebani kita.

Idealnya memang  sejak awal tahun  hingga akhir tahun, pekerjaan  tiu stabil tidak ada pembobotan yang berlebih untuk bulan bulan tertentu.  Mungkin kalua pun  ada maka itu harus dipertimbangkan waktunya, yakni pada saat bulan Ramadlan, dimana seluruh  pegawai sedang berpuasa serta waktu  dimana banyak liburnya, semacam  lbur  hari raya.  Selebihnya kita harus tetap memberlakukan seluruh waktu untuk pekerjaan dengan porsi yang seimbang.

Mungkin memang ada benarnya bahwa setelah semesteran   maka kegiatan belajar mengajar sementara libur dan itu berarti para dosen akan semakin banyak waktu luang untuk  santai, tetapi jika kita perhatikan sehartusnya waktu tersebut justru dipergunakan untuk menulis karya iklmiah sehingga pada saatnya nanti seluruh dosean akan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berbobot dan  mampu mempersiapkan perkuliahannya dengan lebih bagus.

Disamping itu waktu tersebut ialah waktu yang paling tepat untuk memberikan bimbingan secara lebih intensif kepada para mahasiswa, baik dalam menulis skripsi maipuntesis dan juga disertasi atau juga dalam rangka memberikan pembelajaran kepada mahasiswa dalam hal penelitian.  Bahkan kemungkinan besar  penggalian data dalam pelaksanaann penilitaiian yang terbaik ialah pada saat libur kegiatan belajar mengajar tersebut, sehingga konsentrasi dosen akan focus dan dapat mengerjakan dengan sangat baik.

Jadi pada hakekatnya  setelah kita merencanakan seluruh wktu dalam satu tahun tersebut untuk menjlankan kegiatan, sesunggunnya tidak ada waktu yang istimewa untuk bersantai, terkecuali waktu libur mingguan yang memang didesain untuk mengendorkan otot otot kita  dan harapannya akan tetap fit dan bugar setiap harinya.  Untuk itu kita mengajak kepada semua  dosen dan pegawai untuk memanfaatkan waktu yang tersedia untuk semaksimal mungkin  bagi pengembangan karir kita sebagaimana posisi kita.

Kita tidak ingin ada satupun diantara opegawai ataupun dosen kita yang tertinggal gara gara tidak serius dalam melaksanakan tugas dana kewajiban kita sebagaimana posisi kita.  Kita harus yakin bahwa jika kita menjalankan tugs dengan serius dan menghasilkan karya karya yang bagus, maka kita akan mendapatkan  sesuatu yang terkadang tidak dapat kita duga.  Demikian juga sebaliknya jika kita malas menjalankan kewajiban, terkadang kita juga  akan mendapatkan sesuatu yang sama ekali tidak kita prediksi.

Karena itu benar memang bahwa pekerjaan yang kita jalani d tersebut harus kita niatkan sebagai bentuk pengalaman  ibadah agar  timbul motivasi yang kuat dan tulus dalam menjalaninya.  Disamping itu harus kita mumnculkan rasa senang dalam menjalani smeua aktifitas pekerjaan kita, sebab jika itu sudah muncul dalam hati dan pikiran kita, maka  untuk menjalankan tugs tidak perlu lagi disuppotrt dengan perintah atau sejenisnya, karena kalua sudah senang, maka itu akan menjadi sebuah kebutuhan dan bukan lagi menjadi kewajiban yang  kita lakukan dengan keterpaksaan.

Kesibuakn di awal semester ini juga  harus kita manfaatkan untuk merencanakan kegiatan satui semester, baik dalam hal pembelajaran maupun dalam hal kegiatan lainnya.  Dengan perencanaan semacam itu kita akan dapat mengevaluasi diri kita sendiri, dan kemudian kita akan mampu juga melakukan hal yang lebih baik lagi di waktu berikutnya.  BUkankah kita ingin bahwa hari esuk kita akan jauh lebih baik daripada hari ini dan kemarin?.  Itulah  yang harus kita upayakan dan kerjalan dengan sungguh sungguh.

Semoga apa yang kita kerjakan sekaligus juga berbuah pahala dan memberikan manfaat bagi diri kita, keluarga dan juga mahasiswa dan lingkungan kita.  Kita memang harus meninggalkan kerya  yang bagus untuk dinikmati oleh generasi setelah kita, bukan meninggalkan beban bagi mereka. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.