PELUCURAN SNMPTN DAN SBMPTN

Sebagaiamana diketahui bahwa meskipun saat ini baru bulan januari, namun persiapan untuk penerimaa calon mahasiswa baru sudah dipersiapkan dengan cukup baik.  Hal tersebut dimaksudkan agar sitem penerimaan calon mahasiswa baru perguruan tinggi negeri akan semakin siap dengan segala hal yang terkait dengan pelayanan penerimaan calon mahasiswa tersebut.  Karena itulah pada Jumat tanggal 12 januari kali ini sudah akan diluncurkaan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri dan sekaligus dibarengkan dengan  seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri.

Kita juga tahu bahwa ada dua jalur pelaksanaan seleksi  masuk perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara bersamaan, yakni SNMPTN yang itu merupakan jalur tanpa test, melainkan hanya penyeleksian prestasi melalui portofolio dan semua dokumen prestasi yang dicapai oleh calon dan juga sekolahnya.  Sementara itu untuk SBMPTN merupakan jalur sleksi bersama  seluruh perguruan tinggi negeri melalui test, baik yang dilaksanakan dengan test tulis maupun melalui computer.

Bentuk test gersebut sesungguhnya telah diketahui oleh masyarakat, karena telah berjalan beberapa tahun  dan bahkan setiap tahunnya, sehinbgga  sosialisasi untuk itu tinggal  me jelaskan tentang beberapa aspek saja, semengtara selebihnya  sama dengan tahun tahun yang lalu.  Dengan dmeikian diarapkan masyarakat tidak ada yang tertinggal dan dirugikan karena tidak ada sosialiasi misalnya.  Untuk persoalan sosialisasi sesungguhnya juga masih terus dilakukan, termasuk yang sifatnya nasional melalui televisi dan media cetak.

Dengan begitu diharapkan pula bahwa peserta  seleksi tersebut akan bertambah banyak sehingga  perguruan tinggi negeri akan dapat memilih calon mahasiswa yang berkualitas, dan selebihnya nangti akan  dapat diharapkan mereka mampu menyelesaikan kuliah tepat pada waktu dan sekaligus juga berkualitas.  Pertanyaannya ialah lantas  para calon yang kurang beruntung tersebut harus masuk kemana?  Secara langsung kita  dapat menjawab bahwa dalam setiap seleksi itu pasti ada yang lolos dan ada pula yang gidak lolos, dan  sisanya merka yang tidak lolos  akan menmpuh perjalanannya tersendiri.

Bisa jadi bahwa merka yang tidak beruntung diterima di perguruan tinggi negeri,  merkea akan mengalihkan perhagiannhya pada prguruan tinggi swasta yang  dianaggap berkualitas atau perguruan tinggi yang sudah dijadikan sebagai tempatnya studi setelah gagal masuk di perguruan tinggi negeri. Saat ini kita tahu bahwa kulaitas perguruan tingi swasta juga tidak berbeda jauh dengan perguruan tinggi negeri, bahkan ada beberapa diantaranya malah lebih bagus ketimbang perguruan tinggi negeri.

Hal tersebut dapat dilihat dari prestasinya dan juga dari akreditasinya, baik institusi maupun program studinya.  Hanya persoalannnya biasanya terkendala oleh biaya  studi yang  dianggap lebih mahal dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri.  Nah, kalua peroalannnya ialah terkait dengan biaya, maka  saat ini juga suudah banyak PTS yang berbiaya murah, meskipun tentu dengan mutu yang sedikit lebih rendah, tetapi tidak mengapa, karena  untuk berprestasi sesungguhnya dapat diraih dengan usaha sendiri yang lebih keras.

Kita menyadari bahwa daya tamping seluruh perguruan tinggi kita itu masih mampu untuk menampung para peminat masuk ke perguruan tinggi, terbukti bahwa sebagian besar perguruan tinggi swasta masih menewarkan jasa untuk para calon mahasiswa masik di perguruan tinggi tersebut.  Kita juga tahu babwa perbandingan angtara   anak usia  mahaiswa dengan kenyataannya adalah hanya sekitar kurang dari 30%, sehingga masih banyak  anak anak kita yang seusia mahasiswa tetapi tidak melanjutkan kuliah atau mungkin lebih memilih dunia kerja atau lainnya.

Kembali kepada  launching  SNMPTN dan SBMPTN kali ini, kita mempunyai harapan bahwa  akan semakin  anak anak kita yang tertarik untuk melanjutkan studinya di perguruan tinggi, karena kalua hanya mengandalkan lulusan SLTA kemungkinan  anak anak kita akan selalu tertinggal dengan yang lainnya, dan bahkan mjungkin juga akan tertinggal dari orang asing yang  berada di negeri kita ini, dan kita tentu tidak ingin  memojokkan mereka, melaonkan ingin mengantarkan mereka menjadi orang yang dapat bersaing dengan siapapun.

Pada saat ini kita juga  akan lebih menekankan persoalan ketrampilan untuk para mahasiswa ketimbang  lebih menitik beratkan kepada persoalan keilmuan semata.  Benar behwa kuliah di perguruan tingi itu untuk endapatkan ilmu dan pengetahuan serta ketrampilan yang diharapkan mampu dipraktekkan di masyarakat, namun sata ini dibutuhkan penekanan tertentu untuk memberikan bekal kepada para maasiswa  sehingga pada saat mereka nanti sudah keluar menjadi alumni,  akan mudah untuk beradaptasi dengan kondisi masyarakat dan bahkan dapat langsung eksis di tengah tengah masyarakat tersebut.

Bukti banyaknya pengangguran dari kalangan  sarjana, semakin membuat ciut nyali kita dan menyadarkan kepada kita untuk tidk membuat dan menambah keberadaan mereka yang tidak mampu berbuat, melainkan kita akan semakin terpacu untuk mengantarkan menganarkan merka menjadi orang yang siap menghadapi tantangan kehidupan, yakni melalui pemberian ketrampilan dasar dan  semangat untuk terus melakukan sesuatu yang terbaik.  Sebab dengan pemberian bekal gtersebut, kita yakin mereka nantinya akan mampu berbuat sesuatu dan tidak menjadi pengangguran dan menunggu nasibnya.

Dengan lebih banyak memberikan waktu berpikir  untuk mereka  sebelum meerkeka menentukan  masalahnya sendiri, untuk masuk perguruan tinggi atau lebih memilih dunia kerja, tentu akan semakin terbuka wawasan mereka untuk  menjadikan dii mereka sebagai sosok yang diinginkan, tentu dengan mempertimbangkan perdoalan lainnya, semisal ekonomi dan lainnya.  Bagi  mereka yang berghirah  kuat untuk melanjutkan studinya dan kebetulan juga  mempunyai kecerdasan yang lebih, namun tidak mempunyai cukjup ongkos untuk kuliah, sesungguhnya dapat mengakses beasiswa bidikmisi yang selalu disediakan oleh pemerintah.

Telah cukup banyak anak anak kita yang melalui bidik misi akhirnya mereka berhasil dan sukses dalam studinya, dan bahkan kemudian juga sukses untuk mendapagtkan beasiswa untuk melanjutkan studinya dilevel yang lebih tinggi lagi.  Jadi sesungguhnya masih banyak jalan menuju roma atau banyak jalan untuk sukses dan mendapatkan  kesempatan  studi hingga level yang tertinggi, syaratnya ialah  disiplin dan  usaha keras untuk mencapai hal tersebut.

Tidak ada sesuatu yang tdak dapat diraih, jika kita memang menginginkannya dan berusah keras untuk mewujudkannya.  Untuk itu motivasilah  salah satu yang harus gterus dimunculkan agar ada gairah dari  para mahasiswa dan juga siswa untuk menancapkan cita citanya setinggi langit dan terus berusaha untuk sukses tanpa harus dibebani oleh  segala hal yang  akan memudarkan keinginan mereka.  Kita yakin bahwa jika hati mereka telah tertanam jiwa ingin  lanjut studi, maka mereka akan dapat melakukan sesuatu yang  nangtinya akan mengantarkan mereka ke gerbang kesuksesannya.

Pada saat saat seperti inilah semua orang gtua memang hafrus memotivasi kepada anak anaknya untuk melihat informasi  perguruan tinggi yang diinginkannya dengan alternatifnya sekalian.  Hal terpenting yang harus ditenamkan kepada mereka ialah jangan sampai  karena gagal untuk satu jalur kemudian menjadi melemah, melainkan justru harus lebih memacunya untuk mendapatkan yang lain yang tentu  diharapkannya juga akan mam;pu memenuhi keinginannya.  Semoga dengan peluncuran SNMPTN dan SBMPTN kali ini seluruh measyarakat akan  dapat menimangnya dan akhirnya akan memilihkan  perguruan tinggi untuk anak anaknya dengan tepat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.