WAJAR JIKA KAU MENANGIS

Siapapun pasti menginginkan bahwa niatnya untuk mendapatkan sesuatu yang diimpikannya akan terwujud, apalagi sudah diusahakan sedemikian rupa dan  menurut perhitungan normal semuanya akan mudah dicapai.  Namun jika kemudian  keinginan tersebut menjadi kandas di tengah jalan, maka itu juga masih wajar dan dapat diterima, meskipun dengan sedikit kekecewaan.  Nah, persaolaannya ialah jika usaha yang telah dilakukan tersebut hampir menunai hasil, namun tiba tiba direnggut oleh pihak lain yang mengabaikan aspek keadilan, maka itulah yang menyebabkan kekecewaan berat dan mungkin juga rasa sakit hati yang tiada terkira.

Kalau kemudian  kau menangis itu menurut saya  tetap merupakan tindakan yang wajar bahkan mungkin  yang terbaik, ketimbang melampiasakan dendam atau  melakukan hal hal konyol yang hanya akan merugikan diri sendiri serta menutup karier ke depannya.  Artinya jika  kemudian kau melakukan balas dendam dengan melakukan kekeraan atau tuntutan kepada pihak lain yang telah merebut hak kau, lalu dengan rentetatn kebohongan yang mereka ciptakan  tidak mampu kau tembus,  malahan kaulah yang dituduh telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan atau nama lainnya, sehingga membuat urusan hukum  kepadamu.

Dunia ini memang tidak adil, karena memang banyak kebenaran yang mampu dikalahkan dengan begitu mudahnya oleh kebatilan dan begitu banyaknya kemunafikan yang  menyolok mata, tetapi masih aman aman saja.  Sementara mereka yang berjuang melalui jalan kebenaran seolah mendapatkan kesulitan yang teramat kuat.  Lalu apa yang harus kita perbuat dengan kondisi semacam ini, pastinya kita akan menyerah dan larut dengan apa yang sedang terjadi ataukah kita tetap bertahan dengan  idealisme, tetapi tidak akan kebagian apa apa.

Sebagai orang beriman, kita memang harus mampu bertahan dengan kebenaran, meskipun mungkin secara lahir kita akan terkalahkan oleh mereka yang curang, tetapi kita harus yakin bahwa kondisi demikian tidaklah akan  bertahan lama atau setidaknya tidak akan abadi, karena pasti pada saatnya kebenaran akan memperoleh tempatnya, meskipun kita tidak tahu  kapannya itu. Kita tetap yakin kalau Tuhan itu tidak pernah tidur  atau sekedar mengantuk, sehingga setiap langkah apapun yang kita tempuh pastinya Tuha akan emngetahui dan dicatat oleh para malaikat Nya.

Jika kita memang benar benar beriman kita harus mampu bertahan dalam kondisi yang paling buruk sekalipun, karena kita pasti menyadari bahwa semua kondisi ini hanyalah ujian kepada kita, mampukah kita menghadapinya dan bertahan dengan kebenaran yang kita yakini tersebut serta  percaya dengan pertolongan Tuhan, ataukah kita kalah dengan ujian tersebut, sehingga kita laurt dan mengikuti arus yang ada, sehingga penyesalanlah yang akan dapatkan.

Sering kita dapati kondisi kontrovesial yang ada di hadapan kita. Katakan saja pada saat kita menuntut hak yang memang kita sanat yakin itu merupakan hak kita, lalu dengan  aksi aksi pembodohan dan penyelewengan, kita dikalahkan oleh rekayasa dan sejenisnya, tentu kita akan menangis, bukan menyesali kekalahan yang terjadi, melainkan kenapa  kondisi masyarakat sedemikian bobrok yang sama sekali tidak ada pihak yang berusaha memperbaikinya?  Belum lagi  pada saat orang miskin ingin mencari keadilan, maka akan selalu kandas di tangan orang kaya, karena pemutar balikan fakta.

Kalu sudah demikian maka kita hanya dapat pasrah saja kepada Tuhan, karena memang tangan kita sudah tidak menjangkau dan tidak mampu untuk meraih keadilan yang sangat mahal tersebut.  Untunglah saat ini masih ada tangan kebenaran yang menjelma dalam bentuk tekanan publik yang terkadang mampu mendobrak ketidak adilan.  Lihatlah betapa saat ini  para pejabat teras dapat diseret ke depan pengadilan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang melawan hukum, yang  pada saat yang lalu rasanya akan mustkhil dapat melakukan hal etrsebut.

KPK, meskipun terus didobrak dipersoalkan keberadaannya, yang dianggap hanya sebuah lembaga Ad Hok semata sehingga pada setiap saat dapat dibubarkan, namun  kepercayaan masyarakat begitu tinggi sehingga itu merupakan kekuatan yang dimiliki oleh KPK untuk terus melangkah untuk memberantas korupsi di negeri ini.  Sudah banyak korban yang menjadi  pesakitan KPK yang  meskipun terus berusaha melalui kuasa hukumnya untuk mempengaruhi publik, tetapi tidak akan mempan karena kepercayaan publik kepada lembaga KPK sudah terlalu kuat.

Jika pada saat ini kita masih mampu tertawa dengan kemampuan kita untuk menyembunyikan kenyataan dan dosa dosa, barangkali  harus segera menyadari bahwa pada suatu saat Tuhan pasti akan membukan aib tersebut jika kita masih nekat untuk tetap berada di jalan yang tidak benar.   Mungkin Tuhan masih kasihan kepada kita sehingga belum membuka aib yang kita miliki, namun percayalah bahwa  pada saatnya  pasti akan dibuka semuanya dan kita akan menyesalinya.  Untuk itu nasehat bijak dan baik ini harus segera dilakukan, yakni bertobat dari kesalahan yang pernah kita lakukan dan kemudian beralih menjalankan sesuatu yang baik yang sejalan dengan aturan main yang berlaku.

Nah, kalau kita terpaksa nekat dan tidak mempercayai  hukum alam, serta tetap bertahan dengan kemampuan untuk menutup aib dan celah kelemahan, maka pada saatnya  kalau sudah terjadi Tuhan membuka aib, tentu kita akan dapat merasakan betapa sakitnya saat itu, dan jika kemudian kita menangis, maka kita tidak akan mengatakan itu merupakan tindakan wajar, tetapi lebih tepat dikatakan sebagai tidak wajar, karena sebelumnya sudah terlalu nekat saat ada nasehat untuk kebajikan.

Pada saat kita melaksanakan kewajiban sebagai seorang manusia untuk bekerja dengan sepenuh hati, lalu justru ada fitnah yang menyerang kita, dan kemudian  banyak orang percaya dengan fitnahan tersebut, dan akhirnya kita justru dikeluarkan atau dipecat dari pekerjaan tersebut, mungkin kita  dapat menangis.  Namun tangisan yang demikian tentunya  amat wajar dan kita dapat memahaminya.  Tetapi bukan ahnya menangis yang harus kita lakukan, melainkan juga mengadukannya kepada Tuhan dengan segenap hati agar Tuhan membukakan kebenaran.

Kalua kemudian  dalam jangka waktu lama tidak juga kebuka dan orang yang memfitnah justru malah mendapatkan kedudukan enak, maka kita tidak usaha  mengembangkan sifat iri, apalagi ingin membalas dendam, sebaliknya pasrahkanlah semuanya kepada Tuhan.  Pasti Tuhan tidak akan membiarkan terlalau lama pihak manapun yang berbuat curang.  Bahkan kalua   cukup lama terbukanya aib tersebut, maka rasanya justru akan  sangat sakit bagi dia untuk menjalaninya.

Untuk itu sebagai orang beriman, sebaiknya kita memang  selalu berpraangkan baik kepada siapapun, karena Tuhan itu Maha Mengetahui apapun yang tersembunyi di dalam hati kita. Justru kalau kita selalu mendoakan kepada siapapun yang  kita lihat dan ketahui menyimpang atau melakukan kesalahan serta menyakitkan diri kita, pastinya kita akan  mendapatkan keringanan beban dan pasti kita akan merasakan  kondisi yang sangat baik.  Bukankah nabi Muhammad saw selalu saja mendoakan kepada mereka yang telah menyakiti beliau?.

Semoga apapun yang kita lakukan dan jalani, meskpun  berupa kondisi yang tidak menyenangkan dan mungkin juga menyakitkan, lalu kita sampai harus menangis, maka itu merupakan tangis wajar, karena  sebagai makhluk yang lemah, terkadang kita juga harus menangis jika memang  tidak kuat menanggung beban yang teramat  berat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.