SELALU BERGAIRAH

Kata pepatah yang sudah sangat dikenal mengatakan bahwa  akal yang sehat itu barada di badan yang sehat pula.  Pepatah tersebut mengandung makna bahwa  kalua kita ingin mempuntyai akal yang sehat, dapat berp[kir secara baik, dapat selalu berkonsentrasi untuk hal hal yang baik, maka  syaratnya kita harus tetap menjaga badan kita agar selalu tetap fit dan sehat.  Lalu bagaimana kalua badan selalu loyo dan tidak mempunyai gairah, maka secara otomatis akal kita juga akan loyo dan tidak bergairah.  Akibat lebih lanjunya  ialah kita tidak akan mampu berpikir baik dan bermanfaat bagi banyk pihak.

Kaitan antara pikiran dan badan tentu dapat dirasakan dan tentu juga sangat masuk akal, sebab jika badan lemas dan tidak bertenaga, biasanya pikiran juga akan males tidak mempunyai ide yang dapat dikembangkan untuk kemanfaatan banyak manusia.  Namun sebaliknya  meskipun badan sehat, kalua kemudian tidak dibiasakan untuk berpikir  bagus, maka juga tidak akan muncul ide yang bagus pula.  Akan tetapi yang jelas kalua badan sakit sakitan, maka pikiran yang brilian tidak akan pernah muncul.

Untuk itu persyaratan utamanya ialah bagaimana kita mampu menjaga vitalita kita  kebugaran badan kita dan membiasakan pikiran kita untuk memikirkan hal hal yang positif.  Barangkali memang ada beberapa tip untuk menjadikan badan kita bergairah dan sehat, yang antara lain, dari aspek makanan yang kita konsumsi, sebab badan kita pastinya membutuhkan asupan gizi yang seimbang dan memang benar benar dibutuhkan oleh badan kita.

Makanan yang sehat dan seimbang memang sangat dibutuhkan oleh badan kita dan juga  olah raga yang teratur untuk mejaga keseimbangan sangat perlu dilakukan. Hal lain yang sesungguhnya tidak boleh diabaikan ialah  check seluruh komponen badan kita melalui laboratorium untuk memastikan apakah ada hal yang tidak normal dan segara dilakukan penanganan ataukah tidak.  Nah, semua itu  sangat dibutuhkan untuk kegairahan kita serta untuk tetap menjaga kesehatan diri kita.

Jika badan terasa lemas atau sedikit ada perubahan, kita harus segera mengetahuinya melalui control laborat, tetapi kalua sedikit keluhan tersebut kita biarkan saja dan kita anggap sebagai sesuatu yang biasa, jangan jangan  justru dari situlah kemudian kita akan menyesalinya untuk masa yang Panjang, karena ternyata itu merupakan awal dari sebuah penyakit yang membuat diri kita tidak mampu lagi melakukan aktifitas normal dan pikira pun tentu akan terganggu dan tidak mampu mendapatkan ide yang bagus.

Sesungguhnya secara umum Islam melalui nabi Muhammad aw telah memberikan rambu rambu dalam persoalan yang terkait dengan ini, yakni misalnya di dalam alquran sudah dimnyatakan untuk memakan makanan yang sehat, yakni yang halal dan  thayyib atau sehat dan bergizi.  Lalu dalam riwayat hadis juga disampaikan bahwa Nabi Muhammad saw menjadikan dirinya sebagai teladan bagi umatnya, yakni tidak akan makan sebelum merasakan lapar dan akan berhenti makan sebelum menjadi kenyang.

Itu merupakan sebuah contoh yang sarat dengan hikmah yakni bahwa  untuk urusan makan itu tidak boleh kekenyangan atau tidak pernah lapar, karena badan itu terkadang juga  butuh rasa lapar sehingga Islam juga mewajibkan berpuasa untuk sekedar mengistirahatkan lambung yang terus bekerja.  Karena itu  sebelum menjadi lapar sebaiknya tidak makan, dan kalu sudah makan jangan diteruskan hingga kenyang, karena kalua kita lupa nantinya dapat kekenyangan itu  menjadi penyebab munculnya penyakit.

Kita juga mendapatkan pelajaran dari riwayat hadis lainnya yang menyatakan bahwa isi perut itu dibagi menjadi tiga, yakni sepertiganya untuk makanan, sepetinya lainnya untuk minuman dan sepertyinga terakhir untuk nafas.  Dengan mengatur sendiri pembagian  dalam perut tersebut kiranya akan dapat dirasakan betapa  nyamannya hidup kita tersebut.  Tentu akan lain jika perut seluruhnya dimasuki makanan atau minuman sehingga untuk sekear bernafas saja menjadi sulit.  Itulah  mengapa kesehatan perlu dijaga  melalui keseimbangan isi perut juga.

Kita tentu juga pernah mempunyai pengalaman diri tentang mengapa terkadang kita menjadi lemas dan tidak bergairah, setelah kita Analisa mungkin penyebabnya ialah karena terlalu lapar atau terlalu kekenyangan, namun jika terlalu lapar masih mampu untuk tetap bergairah, tetapi kalua terlalu kenyang biasanya kemudian lanjut tidur dan itulah  saat penyakit mudah untuk tumbuh  dan mendapatkan tempat di tubuh kita.

Untuk itu  keseimbangan memang sangat diperlukan, yakni seimbang antara lapar dan kenyang dan antara isi perut yang seharusnya dibagi menjadi tiga tersebut.  Jika kita mampu mengaturnya sedemikian rupa insya Allah kita akan tetap bugar dan pikirtanpun akan tetap segar untuk menemukan berbagai ide cemerlang untuk memikirkan umat dan lingkungan kita.  Itulah makna   “al-aqlu alsalim bil jismi alsalim” sebagiamana yang pertama  disebutkan di awal tulisan ini.

Sementara itu kewajiban kita memang untuk selalu berpikir posiitif dan memikirkana bagaimana mengupayakan kebaikan istitusi kita, karena  pada saat ini kitalah yang diberikan amanah untuk mengelola insitutusi kita tersebut.  Karena itu untuk tetap menjaga  amanah tersebut kita juga harus menjaga kesehatan badan kita dan menjag agar kebugaran kita tetap terjaga dan selalu penuh gairah untuk melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita.

Namun demikian kita juga tetap harus menyadari bhahwa  sakit itu merupakan sebuah kondisi yang keberadaannya tidak bisa kita prediksi dan  terkadang juga susah untuk kita cegah, karena itu ketika kiota terjangkit oleh sakit tertentu, maka kita juga harus  secapatnya mengusahakan kesembuahnnya agar secepatnya pula dapat menjalankan aktifitas sebagaimana biasa. Dan sebaliknya kita juga harus dapat menyadari jika ada  karyawan kita yang medderita sakit dan kita tidak boleh mekasakannya.

Namun jika kita mampu menjaga kondisi sehat tersebut secara teori, insya Allah  kita akn terhindar dari penyakit yang sulit untuk disembuhkan.  Mari biasakan untuk makan yang sehat, teratur dan  mengupayakan olah raga teratur meskipun tidak berat dan juga membiasakan diri untuk mengatur waktu istirahat agar badan tetap sehat dan bugar sehingga pikiran pun juga akan ikut bugar dan mampu memikirkan sesuatu yang terbaik.

Hal terpenting lainnya  terkait dengan persoalan ini ialah niat dan  spirit kita untuk tetap sehat, yakni tampilan kita yang emmang bergairah dan ada motivasi dari dalam drii kita yang mendukung kesehatan dan kegairahan kita tersebut.  Kita harus mampu mengusahakannya sendiri dorongan dari dalam  untuk menjadikan diri kita tetap bersemangat untuk menajalankan  pekerjaan yang menjadi tanggung jawb kita.  Dengan tampilan yang didorong oleh niat tulus dari dalam, insya Allah semuanya  akan  menjadi lebih baik dan menghasilkan  sesuatu yang optimal.

Fungsi niat dan dorongan tersebut terkadang malah dapat melebihi kondisi badan yang mungkin kurang fit.  Dengan niat dan semangat dari dalam diri yang menyala akan makpu mengatasi kekurang gairahan dalam tampilan fisik kita, sebab spirit yang kuat justru terkadang akan mensupport kondisi badan yang tengah lemah dan kurang bergairah.  Untuk itu kita memang harus pandai pandai untuk memompakan niat dan dorongan tersebut dengan dibarengi dengan keinginan kita untuk mendapatkan ridlo dari Allah swt.

Dengan demikian  kerja yang kita lakukan emmang akan menjelma menjadi sebuah ibadah yang menggairahkan serta membuat diri bersemangat menyala.  Itulah yang juga  sangat kita butuhkan untuk menambal kekurangan fisik kita yang terkadang terganggu oleh tiupan angina godaan dari luar. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.