MENJADI PIHAK YANG PEDULI

Dalam duinia akademik sebagaimana di universitas  islam negeri Walisongo, kita sering dihadapkan kepada kondisi dimana  ada sebagian mahasiaswa kita yang kesulitan untuk membayar UKT di awal semester .  Alasannya  cukup bervariasi, seperti orang tuanya sedang  seret rizkinya,  orang tua yang menjadi tumpuan harapan sedang sakit atau alasan lainnya. Kita semua tentu sudah paham dengan kondisi yang dialami oleh sebagian mahasiswa tersebut, dan mau tidak mau kita memang harus membantu mereka yang sedangkesulitan.

Ternyata kondisi semacam itu akan terus  terjadi, bahkan pengalaman saya sejak saya mendaji dekan sekitar tahun 2002 hingga saat ini kasus tersebut akan selalu muncul. Untuk itu harus ada antisipasi dari kita agar mereka yang sedang mengalami kesulitan tersbeut tetap dapat melanjutkan studinya dan  pada akhirnya nanti mereka akan mampu meraih cita citanya.  Tentu akan sangat disayangkan kalau hanya persoalan emergensi seperti itu harus menghentikan keinginan mereka untuk menuntaskan studi.

Untuk itu sekali lagi  kita para pimpinan memang harus mempunyai kepedulian terhadap mereka, dengan cara membuat  semacam persediakan  yang sewaktu waktu dapat dijadikan sebagai penolong bagi mereka.  Cara yang amudah ialah menyisihkan dari gaji kita  untuk ditampung dalam sebuah kas tampuingan yang memang senagaj aidperuntukkan bagi mereka yang sangatmembutuhkan.  Kalaupun saat ini kita belum tergerak untuk melakukan hal tersebut, setidaknya pada saat tertentu kita harus mau dan mampu mengatasi persoalan rutin sebagaimana tersebut di atas.

Memang secara lahir mungkin kita akan sdikit direpotkan karena  kita harus juga menanggung kebutuhan pihak lain, namun kalau kemudian kita  renungkan l;ebih dalam lagi sesungguhnya itu merupakan kesempatan bagi kita untuk menanam sesuatu kebajikan dan kita sangat yakin batin kita akan emnjadi sangat puas jika kita mampu meringankan dan menyelesaikanbeban pihak lain, apalagi kalau opihak lain tersebut benar benar berharap mendapatkan penyelesaian persoalannya.

Kita harus percaya bahwa  dengan membantu meringankan atau mebantu menyelesaikan persoalan saudara kita yang  sedang kesulitan, Tuhan pasti mengatahui hal tersebut, apalagi jika niat kita tersebut benar benar tulus dan untuk mendapatkan ridlaNya.  Tidak usah khawatir bahwa apa yang kita lakuakn etrsebut akan sia sia, bahkan kita snghat ayakin bahwa meskipun sedikit  bantuan tersebut pasti akan menjadi manfaat bagi kita kelak di kemudian hari, disamping pasti  sesaat juga akan memberikan kenyamanan bagi pihak lain yang kita bantu.

Sudah barng tentu membantu tersebut bukan hanya ekpada sebagian mahasiswa yang kesulitan membayar uang UKT, melainkan jga dapat diberikan kepada sebagian karyawan kita yang sedangbmengalami kesulitan, seperti  pada saat mengalami musibah kebakaran, atau kehilangan dan lainnya.  Setiap orang  pasti akan berhadapan dengan persoalan mereka masing masing dan kita sebagai kawan dan mitra yang bai tentu harus mampu menjadi sahabat yang baik dan siap untuk memberikan yang terbaik bagi mereka.

Memang dalam kaitan dengan persoalan ini, kita sudah mempunyai lembaga BKS atau badan kesejahteraan sioaial yang diambilkan dari iuran bersama dan manfaatnya untuk kebutuhan bersama, seperti ketika ada kelahiran, ada kematian, ada pernikahan atau ada sakit yang harus dirawat di rumah sakit dan lainnya.  Pada saat yang berlainan terkadang juga mwereka mengalami kesulitan untuk membayar uang sekolah anak anaknya  dan mereka sangat kesulitan,d an kita dapat membantu sekdar meringankan bebannya dan setrusnya.

Disamping itu setiap kita sesunguhnya juga sudah mempunyai kartu BPJS yang siap untuk memberikan layanan saat kita membutuhkan terutama pada saat mengalami sakit, akan tetapi  kebutuhan manusia ternyata lebih dari sekadar apa yang dapat dicover oleh smeuanya itu, sehingga terkadang kita  membutuhkan tambahan untuk memenuhi kebutuhan tersbeut.  Nah, disitulah kita ditantang untuk menyediakan kebutuahan mereka itu, terutama bagi kita yang secara lahir emmpunyai gaji yang lebih dari cukup.

Karena itu jika kita memang menjadi  pengikut agama Islam yang  dapat meresapi ajarannya yang sangat bagus, tentu kita juga akan tertarik untuk menjadi pihak yang peduli terhadap nasib sesama kita yang kurang beruntung, apakah mereka itu anak anak yatim, orang orang fakir dan miskin maupun mereka yang sedang mengalami musibah dan sejenisnya.  Nabi Muhammad saw dan juga tentunya Allah swt akan angat memuji siapapun  yang peduli terhadap sesamanya  dan kemudian mau membantu kebutuhan saudaranya tersebut.

Pada saat mereka sedang sakit, kita dianjurkan untuk menjenguknya dengan emmberikan harapan positif kepadanya  dan mendoakan agar segera diberikan kesembuhan, jika mereka mengalami musibah kita juga sngat dianjurkan untuk bertakziyah tentu juga dengan memberikan bantuan sekedarnya untuk sedikit meringankan beban yang harus ditanggungnya, dn bahkanjika mereka bersin saja kita disunnahkan untuk mendoakannya.  Itulah ajaran islam yang begitu hebat yang  belum banyak dipraktekkan penganutnya sendiri.

Nah, kita sebagai masyarakat intelektual dan selalu berada di dunia akademik tentunya  harus menjadi teladan bagi amsyarakat secara umum agar mereka semakin  nikmat dalam pelikan Islam yang para pengikutnya ternyata mau peduli dan  memperhatikan kebutuhan saudaranya seiman.  Bajka  mereka tentu akan semakin menikmati hidupnya ketika mereka juga menyaksikan ternyata para kaum muslim yang baik juga memperhatikan dan peduli kepada tetangganya, meskipun lain  kepercayaan atau agama dan akidahnya.

Ternyata mereka yang selalu opeduli terhadap nasib sesamanya  tersebut tidak mengalami kesulitas dalam hidupnya.  Artinya dengan me nyisihkan sebagian hartanya untuk kepentingan saudaranya yang membutuhkan tersebut, bukan kemudian mengurangi hartanya dan semakin lama semakin  sedikit  dan menyusut, melainkan justru malah sebaliknya karena usaha  dan jalan rizkinya terrnyata semakin bagus dan terbuka dengan beberapa jalan yang tidak dipresdiksi sebelumnya.

Aliran rizkinya  akan semakin lancar dan tidak tertutup sebagimana  prediksi sebagaian orang yang biasanya kikir dalam mendermakan hartanya.  Untuk itulah  seharusnya semua umat muslim memahami hal ini dan meyakini  secara seksama tentang  jalan rizki yang semakin terbuka jika kita peduli kepada sesmaa tersbeut.  Barangkali sudah cukupbanyak testimonio terhadap maslaah ini, hanya saja  ternyata belum banyak yang mempercayainya secara hakekat sehingga mereka kemudian tertarik utnuk mempraktekkannya.

Amat disayangkan memang kalau kita yang berada dalam dunia intelektual tersebut tidak mampu mencerna hal demikian dan masih meragukan tentang  jalan rizki yang semakin terbuka bagi siapapun yang mau peduli kepada sesamanya.  Sesungguhnya  hal tersebut tidak Cuma  terjadi dalam kenyataan semata, melainkan juga sudah disampaikan sendiri oleh Tuhan dalam kitab suci Nya, seperti  pernyataan barang siapa yang datang dengan satu kebajikanmka Tuhanakan membalasnya dengan sepuluh kebaikan, bahkan  dalam ayat lainnya dinyatakan bahwa siapapun yang berinfaq di jalan Allah, maka itu bagaikan menanam  satu biji yangkemudian tumbuh menjadi tujuh tangkai dan masing masing tangkai akan menumbuhkan  seratus biji, sehingga hitungannya menjadi tujuh ratus.

Lalu bagaimana kita yang sehari mhari menjalankan perintah Nya dan mempercayai secara umum seluruh firman Nya kemudian tidak mempercayai isi kandungan firman Nya tersebut? Sungguh keterlaluan!.  Mari kita sadari smeua itu sejak saat ini mumpung kita belum terlambat dan mumpung Izarail belum mendatangi kita untuk menjalankan perintah Tuhan yang sudah menjadi kepastian.  Smeoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.