MENGINGATKAN TENTANG KEWAJIBAN ZAKAT

Mungkin salah satu rukun Islam yang selama ini kurang mendapatkan perhatian umat muslim sendiri ialah zakat, karena  pada pikiran  mayoritas umat muslim sepertinya  sudah cukuplah jiika sudah mengeluarkan zakat fitrah, padahal justru yang paling penting  itu bukan zakat fitrah  melainkan zakat mal yang nilainya tentu jauh lebih besar dan akan dapat menyelesaikan solusi persoalan umat.  Mungkin hanya dengan tekanan yang terus menerus sajalah yang akan mampu mengingatkan umat muslim tersebut tentang zakat.

Jkalau soal perintah dan dalil tentang kewajiban zakat serta dalil tentang ancaman bagi siapapun umat muslim yang tidak menjalankannya, sesungguhnya sudah terlalu banyak. Disamping itu berbagai tulisan yang  terkait dengan persoalan zakat juga sudah terlalu banyak.  Persoalannya mengapa zakat tidak begitu mendapatkan perhatian umat muslim sehingga keberadaannya seolah hanya  sebagai barang sampingan semata.

Saat ini Lembaga zakat juga sudah mulai marak dan kepedulian umat muslim juga sudah mulai menggeliat, akan tetapi respon positif dan kesadaran umat untuk membayarnyarlah yang masih perlu ditumbuhkan.   Mungkin  kebanyakan umat sudah membayar zakat malnya secara sendiri sendiri diberikan kepada mustahiq, sehingga  mereka tidak memerlukan lagi  waah untuk menampung zakat tersebut, namun jika itu memang terjadi, maka tugas kita ialah bagaimana memberikan informasi yang lengkap tentang manfaat zakat jika dikelola melalui Lembaga zakat.

Sesungguhnya zakat tersebut bukan semata menjadi kewajiban para muzakki melainkan juga menjadi  hak dari para mustahiq sehingga dengan dmeikian jika  mustahiq cukup banyak, kita harus mampu mem,berikan solusi  atas persoalan secara  gradasi, yakni  harus ada skala prioritas penanganan persoalan sehingga akan  muncul manfaat yang  tampak kaat mata.  Jika kita memberikan zakat langsung kepada mustahiq  sangat mungkin itu hanya berupa seuatu yang sifatnya konsumtif dan tidka akan mampu mengubah status mereka untuk selamanya.

Bahkan akan sangat mungkin dengan begitu mereka akan selalu bergantung dan  mengandalkan pemberian zamat tersebut, sehingga tidak ada upaya untuk mengubah nasibnya sendiri emnjadi lebih baik.  Akan tetapi jika dilakukan oleh Lembaga zakat yang mempertimbangkan segala sesuatunya,  akan dilakuakn perbaikan styatus mereka, yakni memberikan  ketrampilan kepada mereka melalui  training mislanya dan setelah dipandang mampu lalu diberikan  modal untuk usaha sambal terus dilakukan pembimbingan dan pendampingan hingga benar benar potensial untuk dilepaskan.

Namun masalahnya ialah masih banyak umat yang tidak mau tahu dengan hal tersebut karena mereka menganggap yang terpenting ialah mereka sudah mengeluarkan zakat sebagaimana diperintahkan oleh Tuhan.  Pikirn pikran seperti itulah yang menjadi ganjalan bagi kita yang menginginkan bahwa zakat tersebut  disamping emnjadi  kewajiban  para muzakki, namun sekaligus  juga harus menjawab persoalan umat terutama dalam aspek kemampuan mereka untuk menjalankan hidup secara layak.

Kita memang harus peduli kepada mereka yang miskin agar mereka dapat bangkit dan kemudian juga dapat mengenyam  hidup layak dan sejahtera.  Kalua mereka dibiarkan dan sama sekali tidak kita sentuh, maka  kemungkinan besar merka akan tetap seperti itu untuk selamanya, tetapi jika kita peduli untuk membangkitkan mereka melalui pemberian ketrampilan usaha dan lalu juga diberikan modal dan didampingi sehingga  mereka dapat bangkit dan berhasil, tentu itu akan mampu menggerakkan mereka untuk lebih bergairah berusaha.

Itu  mungkin salah satu persoalan kita saat ini, namun jangan lupa bahwa persoalan lainnya juga masih ada di masyarakat kita, yakni mereka yang belum mau membayar zakatnya, padahal mereka sudah berkewajiban membayarnya.  Kita harus mengingatkan kepada mereka dengan cara yang santun dan tidka menyinggung mereka, karena bias jadi  dengan himbauan dan  penyampaian dalil kewajiban zajat, merka akan semakin menjauh dan menganggap kita sebagai pihak yang mengganggu mereka.

Bukan kita ingin  menyusahkan merka melaikna justru kita ingin menyelamatkan mereka dari ekmungkinan siksa yang nanti akan mereka dapatkan.  Kepdulioan kita untuk selalu emngingatkan melalui sarana yang memungkinkan itulah yang diharapkan dapat dijalankan oleh smeua orang yang sudah sadar tentang zakat tersebut. Kuta juga harus mampu menjelaskan bahwa  sesungguhnya Allah itu justru akan semakin emmbukan rizki bagi mereka yang suka menjalankan kewajiban zakatnya, disamping  suka bersedekah dan menolong sesamanya.

Banyak contoh kenyataan di sekitar kita yang perlu kita angkat untuk membelalakkan mata mereka yang belum sadar juga. Bahkan sebaliknya bagi mereka yang belum menjalankan zakat sebagai kewajiban mereka kita harus memberikan  cerita nyata  yang terjadi di sekitar kita bahwa  ada saja  musibah atau  ujian yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka, yang terkadang ujian terebut sama sekali tidak mereka sadari sebagai peringatan dari Tuhan.

Jika  mereka belum juga menyadari dan meyakini hal tersebut kiranya kita juga memperingatkan mereka tentu dengan cara yang baik mengenai siksa nerakan yang bakal diberikan oleh Tuhan di akhirat nanti.  Boleh saja mereka tidak emmpercayainya tetapi jika kita berian dengan carat ulus dan mengena, pastilah hati mereka akan terkena juga dan akhirnya mereka akan mengalami  kebimbangan dan  pada akhirnya mereka akan mengakui kebenaran juga.

Mungkin kita juga harus mampu menjelaskan tentang besaran dan batas kewjiban membayar zakat atau nisab, karena jika hal tersebut belum terpahami dengan baik,  pasti akan muncul  upaya lain untuk menghindari zakat.  Namun kalua zakat tersebut sudah muncul dari dalam diri seseorang, maka persoalan nisab tidak lagi menjadi persoalan, karena mereka pasti akan mengeluarkan zakat tersebut setiap[ kali mendapatkan keuntungan, meskipun mungkin belum sampai kepada batas nisab yang diwajibkan.

Pada persoalan tersebut terkadang kita emmang hanya mengikuti hitungan  cara lama sehingga masih banyak hal yang seharusnya dizakati tetapi kemudian dengan alasan nisab etrsebut, pada akhirnya mereka tidak lagi mengeluarkan zakatnya.  Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi epnggiat zakat, karena memang persoalan zakat itu rumit dan memerlukan perhatian yang  seksam  dari kita.  Oleh karena itu sebaiknya memang ada tim yang merumuskan nisab untuk  masyarakat kita, bukan saja berdasarkan ukuran  klasik, melinkan dengan ukuran kita yang diambil dari semangat zakat dan sekaligus juga perhitungan yang akurat.

Kita mungkin perlu memberikan hasil nayta dari pentasarufan zakat untuk kepentingan mengubah posisi  mustahiq yang kemudian sudah berhasil dan lalu menjadi muzakki.  Tentu sudah banyak penyaluran zakat yang manfaatnya sangat begitu terasa bagi masyarakat, seperti  bedah rumah bagi miskin yang memang rumahnya tidak layak huni,  pemberian modal sambal terus dipandu dan damping hingga merih sukses dan lainnya.

Dengan menunjukkan keberhasilan penyaluran zakat tersebut kiranya akan mampu menggugah umat muslim yang selama ini belum zakat atau yang sudah berzakat tetapi disalurkan secara langsung kepada mustahiq.  Tentu kita sangat berharap bahwa zakat  yang menjadi kewajiban umat muslim tersebut akan sekaligus mampu menjadi solusi persoalan ekonomi umat.  Dengan demikian keberadaan zakat  tidak lagi merupakan sekedar kewajiban, tetapi juga sebagai wujud  solidaritas umat terhadap sesame mereka.

Semoga apa yang kita gagas untuk megingatkan  kepada umat tentang kewajiban zakat etrsebut akan menajdi sebuah terobosan baru dalam menyadarkan umat terhadap salah satu rukun yang selama ini belum mendapatkan perhtain yang semstinya dan sesungguhnya.  Kita ingin seluruh umat muslim akan selamat di dunia dan sekaligus juga di akhirat, yang salah satunya ialah emmenuhi kewajiban zakat tersebut, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.