MINGGU PERTAMA TAHUN BARU

bagi keluarga beasr kementerian agama RI, minggu pertama tahun baru  sudah pasti  akan padat dengan acara penyelenggaranan peringatan hari lahir kementerian, karena  sebagaimana diketahui bahwa Kementerian Agaa lahir pada 3 januari 1946.  Itu berarti pada tahun ini kementerian sudah berusia 72 tahun.  Banyak hal yang dilakukan oleh keluarga besar kementerian, baik upacara bendera pada tanggal 3 Januari maupun kegiatan lainnya yang menyertai upacara tersebut, baik lomba  senia maupun olah raga ataupun bakti social dan lainnya.

Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang sebagai bagian dari kementerian agama juga tidak ketinggalan dalam memeriahkan harlah tersebut.  Walaupun mungkin tidak dapat dikategorikan sebagi sngat meriah tetapi pelaksanaann seluruh kegiatannya cukup khidmad dan menyisakan kenangan yang luar biasa.  Betapa tidak setelah melaksanakan upacara bendera  dan diteruskan dengan makan Bersama, kemudian  satu berikutnya juga dilangsungkan tahtiman alquran dan juga diakhiri makan Bersama sleuruh dosen dan karyawan.

Satu hari berikutnya dilaksanakan jalan sehat sleuruh keluarga besar UIN dan  dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan juga lomba karaoke.  Pelaksanaannya sendiri cukup sukses dan  sederhana tetapi mengesankan banyak orang.  Barangkali memang bukan saatnya sekarang ini berhura hura dengan menghabiskan dana yang banyak tetapi justru sama sekali tidak mengena.  Saat ini eranya melaksanakan kegiatan dengan sederhana , dana yang digunakan juga tidak banyak, namun cukup mengesan dan mengena.

Kebersamaan seluruh keluarga besar UIN  ialah yang terpenting, sebab dengan kebrsmaaan tersbut ternyata akan mampu menumbuhkan  semangat kerja untuk menambal segala hal yang dirasakan kirang selama tahun yang lalu.  Kita  semua meyakini bhahwa dengan semangat kerja yang menyala, segala sesuatunya akan dapat dikerjakan dan diraih dengan cukup mudah.  Saat ini kita baru saja mendapatkan  prestasi, yakni mendapatkan 3 jurnal yang terakreditasi dan sejumlah program studi yang juga meriah nilai maksimal, yakni A.

Harus kita akui bahwa masih ada program studi yang belum mendapatkan nilai maksimal, dank arena itu  harus dijadikan sebagai target untuk tahun ini dan mendatang, agar  smeua prodi nantinya akan mendapatkan nilai maksimal dan begitu juga dengan akreditasi institusi.  Jika kita mau focus dalam mengelola semua hal termasuk program studi dan juga jurnal, maka tidak ada sesuatu yang sulit, semuanya akan tampak mudah jika ada kebersamaan dan juga kerja keras  yang meliobatkan semua unsur.

Kalau kita Sudah takut dengan bayangan kita sendiri, maka akibatnya akan fatal dan kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal. Tetap optimislah dalam menatap tahun baru ini dengan focus untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab kita maisng maisng.  Jika demikian, kita akan dapat memastikan bahwa smeua yang kita tagetkan insya Allah akan dapat kita wujudkan  dalam waktu yang dekat.  Kita harus memelihara optimism tersebut sampai kapanpun.

Pada minggu pertama  bulan pertama tahun ini kita sudah menujukkan bukti keseriusan untuk menjalani kegiatan, dan selanjutnya tentu kita berharap bahwa semangat yang sudah menyala tersebut harus dipelihara agar tidak menjadi padam atau redup, karena kalau sekali padam, maka akan sulit untuk menyalakannya kembali, apalgi nanti kalau sudah berada dalam masa pertengahan tahun dimana banyak sekali rintangan dan gangguan.

Energi di tahun baru ini memang harus kita arahkan untuk kepentingan yang lebih besarmenfaatnya, yakni kerja berat utnuk memajukan institusi kita dalam berbagai aspeknya.  Apa yang hingga saat ini ikita jalankan sudah cukup bagus dank arena itu harus tetap dipertahankan agar  semua dapat merasakan hasil yang telah dipetik dan sekaligus juga harus terus dikobarkan semangat untuk menjadi lebih baik lagi pada tahun ini dan tahun tahun mendatang.

Memang jika kita mengaca kepada kanan kiri kita, khususnya yang terkait dengan pretasi  akademik, tentu kita masih tertinggal, karena  jumlah publikais ilmiah kita masih kalah jauh dengan tetangga kita seperti undip dan mungkin juga Unnes, namun dengan semangat menyala dan kebersamaan yang terus dirajut, kita yakin pada saatnya kita akan mampu  mengejar ketertinggalan kita tersebut.  Saat ini sudah mulai tampak menggeliat tulisan dosen akita yang terpublikasi melalui jurnal  yang dapat diandalkan.

Demikian juga saat ini kita sudah mempunyai jurnal terakreditasi sebanyak lima buah, tentu hal tersebut cukup membanggakan dan  cukup untuk menjadi pemicu para dosen kita untuk meneliti dan menuangkannya dalam jurnal tersebut. Namun bukan berarti dengan jumlah jurnal kita yang terakreditasi tersebut menjadikan kita lena sehingga sama swkali tidak mengisinya dengan tulisan yang bermutu, melainkan justru semua kita tertarik untuk memanfaatkannya sebagai wahana untuk terus menulis dan mengembangkan diri.

Dalam bidang lainnya, kita juga masih tertinggal dengan tetangga kita, namun  sekali lagi kita sangat yakin bahwa jika kita mau menjalankan kinerja dengan bagus dan dengan semangat untuk pengabdian serta dedikasi kita kepada institusi, maka  semuanya pasti akan menjadi ringan dan  kesuksesan akan selalu menghinggapi kita smeua.  Syaratnya memang  kita harus konsisten dalam mengerjakan segala sesuatu, bukan kadang kadang saja kita mempunyai ghirah tingga selebihnya melorot lagi.

Kesibukan di minggu pertama kali ini yang justru tampak hanya sekedar hura hura, yakni dalam memperingati HAB Kemenag, jangan sampai kemudian membuat kita lupa terhadap tugas pokok kita yang harus segera dijalankan untuk mengejar ketertinggalan dalam berbagai aspek.  Karena itu memang kita harus selalu melihat kepada kekurangan kita serta kelebihan pihak lain, dan bukan sebaliknya dengan selalu melihat kelbihan kita serta kekurangan pihak lain.

Sebab jika hal tersbeut yang kita lakukan, maka tunggulah saat kita akn ditinggal oleh banyak orang, karena kita asyik dengan prestasi kita sendii, tanpa melihat kekurangan kita serta kelebihan [ihak lain.  Dalam kiatannya dengan ini  pernah ada sebuah riwayat yang menyatakan abwha tanda  keberuntunagn ialah jika kita mau melihat dan mengingat ingat kekurangan dan kejelekan kita serta melupakan kebaikan dan kesuksesan kita. Sebab dengan melakukan hal tersebut diri kita akan terpacu untuk memperbaiki kekurangan dan menambal yang bolong, serta  berupaya untuk membuat sesuatu yang lebih baik lagi.

Kita jadikan minggu pertama kita ini  sebagai  tonggak untuk mengukur  diri kita selanjutnya.  Karena itu apa yang sudah kita jalani selama semingu ini sebaiknya dilakukan evaluasi agar kita tidak hanya puas dengan apa yang sudh kita raih, melainkan justru kita akan semakin haus dengan kebrhasilan yang sudah ada.  Jadikan kebrhasilan yuang sudh diraih sebagai bagian dari ikhtiyar kita untuk  menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.  Kita tentu tidak akan menjadi puas dengan apa yang saat ini kita raih, melainkan sambal bersyukur, kita harus tetap berusha untuk memajukannya lagi lebih dari yang sudah sudah.

Semoga kita  mampu menjadikan kinerja minggu pertama di tahun ini sebagia toklak ukur untuk menjalani hari hari  kerja kita ke depan.  Tentunya bukan dalam hal kepuasan raihan prestasi, melainkan justru keinginan yang kuat untuk meningkatkan lagi apa yang sudah ada saat ini. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.