POTENSI PENGEMBANGAN DAERAH PERBATASAN

Pada umumnya perkembangan sebuah daerah yang jauh dari ibu kota negara akan terasa tersendat sehubungan dengan perhatian pemeruintah yang tentu tidak sama dengan daerah lainnya.  Dapat dibayangkan betapa akan terasa jauh sekali perbedaan antara  daerah di jawa dengan daerah di luar Jawa, apalagi kalau kemudian dibandingkan dengan daerah di Papua misalnya.  Kita tentu juga menyadari bahwa perjhtian pemerintah pusat sudah sedemikian  kuat, hanya saja memang kondisi daerahnya yang  sulit dijangkau dan aspek lainnya.

Bukti bahwa pemerintah perhatian terhadap daerah tertinggal ialah dengan mengangkat menteri khusus  untuk menangani daerah tertinggal tersebut, khususnya di daerah wilayah Timur Indonesia.  Jika kita melihat secara langsung kondisi daerah di beberapa propinsi yang jauh tersebut, kita pasti akan memaklumi jika kemudian daerrah tersebut tertinggal bahkan mungkin cukup jauh dengan daerah lainnya, karena memang kondisinya sangat suliot untuk dijangkau dan dikembangkan.

Hanya saja  jika kita memang berniat untuk mengembangkannya  dengan penuh kesungguhan,  maish ada jalan, karena bagaimanapun juga semua itu tergantung kepada kamauan kita untuk membentuk seeprtyi apa daerah yang kita inginkan.  Persoalannya ialah bagaimana kita mampu emmpengaruhi masyarakat untuk meramaikan dan tinggal di daerah tersebut dengan menyediakan berbagai fasilitas yang  memungkinkan mereka tinggal di sana.

Berbagai fasilitas tersebut juga sangat erat terkait dengan masyarakat secara umum, seperti fasilitas pendidikan, sekolah hingga perguruan tinggi, pasar, baik tradisional maupun modern,  tempat bermain, atau lapangan, taman dan sudah barang tentu kemudahan  dalam akses menuju daerah tersebut baik melalui transportasi darat, maupun udara.  Rupanya untuk emmenuhi smeua  fasilitas tersebut pemerintah kita belum mampu menyedakannya dalam waktu yang bersamaan, karena itulah saat ini pemerintah sedang giat untuk menggalakkan infra struktur jalan di berbagai daerah.

Daerah di papua  sesunggunya sangat menjanjikan untuk  dijadikan sebagai lumbung pangan  bagi negara kita, namun persoalannya ialah bagaimana  memancing masyarakat untuk mau pindah ke sana dengan disdiakan  tanah sebagai transmigran yang  diharapkan akan mampu emnggarap lahan dan  menghasilkan pangan yang  diharapkan tersebut.  Saat ini memang sudah ada  masyarakat yang mau tinggal menetap di sana  dengan menjalani sebagai transmigran, akan tetapi jumlahnya  masih terlalu sedikit  dibanding dengan kebutuhan kita sesungguhnya.

Bumi yang subur  sesungguhnya menjadi salah satu modal, akan tetapi kekahwatiran dalam bidang keamanan barangkali yang harus terus diupayakan oleh pemrintah, sehingga semua orang yang berniat pindah ke sana akan merasakan kenyamanan dan keamanan yang diinginkan.  Jika pad a saatnya pemerintah mampu emmberikan jaminan keamanan kepada semua masyarakat yang menetap di sana, dan juga disediakan lahan yang cukup untuk dikelola dan dikembangkan,  kita  yakin bahwa akan banyak wwarga masyarakat yang berniat untuk menetap di sana dan  sekaligus  berkeinginan untuk menjadi  berkembang dan sukses.

Bahkan pada saat ini dimana fasilitas  yang tersedia baru dan masih minim saja sudah ada yang  mau menetap  dan berusaha di sana, apalagi kalau kemudian ada kepedulian yang lebih dalam hal penyediaan fasilitas yang memenuhi harapan mereka, utamanya terkait dengan masa depan anak anak mereka dalm hal pendidikan. Pada saat ini  yang dapat kita saksikan hanyalah baru usaha dalam bidang pertanian yang  lazim dan belum dikembangkan menjadi sebuah usaha  raksasa yang berkeinginan menghasilkan pangan yang hebat.

Padahal tanahnya yang sebagiannya berupa pegunungan, sesungguhnya dapat juga dikembangkan tanaman yang sesuai dengan daerah dingin tersebut, seperti buah buahan khas yang dapat tumbuh  dan menghasilkan  buah yang cukup melimpah.  Hasil pertanian seperti padi dan jagung memang sudah dihasilkan di sana dan demikian juga dengan berbagai sayuran yang  nampaknya sudah mulai menujukkan trend sangat bagus.  Hanya saja belum maksimal sebagaimana kita harapkan.

Tentu amat disesalkan bagi mereka yang kemudian tidak  mampu meneruskan  apa yang sudah dipercayakan oleh pemerintah kepada mereka, yakni garapan lahan yang  kalau  dilakukan dengan serius pastinya sudah akan memberikan penghasilan yang cukup lumayan, namun dalam kenyatanannya justru malahan dijual kepada pihak lainnya.  Apa yang mereka lakukan ialah hanya ingin mendapatkan kemudahan semata yang tidak berpikir jangkan panjangnya, karena dengan menjual lahan yang diberikan oleh pemerintah tersbeut, akhirnya  dia tidak lagi mempunyai lahan dan usaha untuk dijalankan dan akhirnya kembali lagi ke daerah asal.

Kenyataan seperti itu bukan saja terjadi di daerah Papua, melainkan juga di beberapa daerah tranmigran lainnya, seperti di daerah Siak Riau yang  pada saat itu juga ada kebijakan pemerintah daerah untuk emmberikan lahan  kepada masyarakatnya dan sekaligus juga ditanamkan sawit. Nah, masyarakat diharapkan  hanya akan merawatnya sambil menunggu hasilnya, tetapi banyak yang tidka sabar dan kemudian memilih menjualnya kembali kepada orang lain.  Akibatnya  mereka kemudian justru menjadi orang miskin yang  pada saatnya harus bekerja di lahan orang yang dahulunya tidak mempunyai tanah terebut.

Pembinaan dan juga pendampingan memang sangat diperlukan bagi masyarakat yang berada di daerah pedalaman tersebut, sebab tanpa  pendampingan, maka mereka tidak akan mampu untuk memikirkan masa depannsudah berbaik hati memberikan lahan yang dianggap cukup pun bukannya  dikelola dengan bagus, melainkan malah dijual dengan  niat untuk mendapatkan keuntungan sesaat yang justru akan merugikan  mereka sendiri di kemudian hari.

Kita juga  memahami bahwa di daerah perbatasan itu banyak muncul masalah, baik kaitannya dengan negara lain , maupun  dengan perhatian pemerintah sendiri.  Kebanyakan masyarakat di perbatasan itu sangat berharap banyak ada keberpihakan pemerintah untuk memberikan  support yang terkait dengan fasilitas untuk masyarakat terebut, sebab banyak tawaran dari pemerintah  seberang yang mau memberikan iming iming tertentu, tentu dengan  menyelewengkan  diri sebagai warga negara yang baik.

Biasanya juga fasilitas Pendidikan di daerah  perbatsaan itu sangat minim, bahkan boleh dikatakan tidak ada, sehingga kalua ingin menyekolahkan anaknya harus  melalui perjalanan yang berliku dan bahkan mungkin akan lebih dekat di negara tetangga.  Itulah mengapa perkembangan daerah di pwerbatasan biasanya sangat lambat dan cenderung tidak bergerak maju.  Logikanya  kita memang harus memberikan support banyak kepada masyarakat kita di perbatsan untuk sekaligus menunjukkan kepada negara lain tersebut bahwa kita sesungguhnya mampu untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Untuk itu jika memang ada keinginan untuk  mengembangkan daerah di perbatsan dengan melihat potensi yang ada,  tidak ada jalan lain terkecuali harus menyiapkan banyak  fasilitas dan mengundang banyak ahli untuk memberikan masukan  dan  saran  seperti apa yang harus dilakukan agar tujuan yang ingin dicapai tersebut dapat diwujudkan dalam waktu yang diprediksikan.  Tetapi ke depan kiota memang harus memanfaatkan potensi tersebut sehingga masyarakat kita akan semakin memberikan kepercayaan kepada pemerintah bahwa  mereka memang diperhatikan dan diberikan jaminan.

Kita menyaksikan bahwa di beberapa daerah seperti di Riau, tyepatnya di Siak dan sekitarnya  serta di papua, di hampir seluruh daerahnya yang masih perawan, sangat  bagus jika dikembangkan dengan memenfaatkan masyarakat kita yang  mampu mengolah tanah dan mengembangkannya menjadi lebih bermanfaat.  Namun tentu bukan hanya menghimbau semata, melainkan juga sekaligus memberikan fasilitas dan lahan yang dapat mereka garap dan harapkan  di masa depan.  Mudah mudahan pemerintah kita  semakin peduli dengan pengembangan daerah di perbataasan dan jauh dari pemerintahan pusat. Semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.