TAHTIMAN ALQURAN UNTUK HAB KEMENAG

Sebagaimana kita tahu bahwa  hari amal bakti kementerian agama Ri jatuh pada tanggal 3 Januari dan smeua jajaran kementerian agama , baik pusat maupun daerah telah merayakannya dengan ebrbagai acara, salah satunya ialah upacara bendera yang telah dijalankan tepat pada tanggal 3 yang lalu.  Namun  ternyata peringatan untuk merayakan hab tersebut tidak hanya berhenti pada tanggal 3 januari, melainkan juga dilaksanakan pada hari hari berikutnya, sperti  dzikir bersama, tahtiman alquran dan juga  pertandingan olah raga atau jalan sehat dan lainnya.

Di universitas Islam negeri Walisongo Semarang disamping diselenggarakan upacara bendera, juga dilaksanakan tahtiman alquran bersama dan doa bersama untuk kesejahrteraan semua anak bangsa serta untuk kebesaran kementerian agama k edepan.  Disamping itu juga dilaksanakan jalan sehat sleuruh keluiarga besar  UIN Walisongo dan juga dilanjutkan dengan karaoke bersama.  Tentu semua diharapkan akan emnjadi senang dan nyaman dalam merayakan hari amal bakti tersebut.

Kalaupun  di UIN ada beberapa  dosen yang hafal alquran dan demikian juga dengan mahasiswa, namun untuk tahtyiman alquran kali ini dibaca oleh semua  warga dengan masing masing membaca satu juz sehingga sekali jalan akan menghasilkan banyak hataman alquran.  Ini juga sekaligus sebagai bentuk kebersamaan , baik mereka yang  hafal maupun yang tidak.  Demikian juga dalam doa bersama yang  dilaksanakan setelah tahtiman alquran tersebut,  disamping mendoakan secara umum mereka yang telah berjasa kepada kemenag, juga  mendoakan kepada seluruh dosen dan karyawan UIN Walisongo yang sudah mendahului kita.

Memang terkesan sangat sederhana, akan tetapi khidmat dan terasakan kekhusyukannya.  Kita sudah membiasakan diri dengan peringatan yang sederhana tetapi mengena, yakni dengan mengadakan doa bersama , dan kemudian juga dibarengi dengan kegiatan semisal pem,bacaan diba’ atau barzanji bersama  dan lainnya.  Namun demikian pada saat tertentu kita juga mengadakan peringatan yang  agak besar semacam  dzikir bersma dengan jamaah al Khidmah yang diikuti oleh ribuan  peserta.

Sebagai waega kementerian agama, kita tentu harus  ikuit memiliki dan berkewajiban  secara moral untuk ikut membesarkan kementerian kita, karena bagaimana  pun kita hidup di dalamnya dan menggantungkan  hidup kita kepadanya.  Bukan berarti meniadakan keberadaan Tuhan, karena kalau persoalan kita bergantung kepada Tuhan itu sudah pasti, tetapi ada wasilah yang harus kita jalani untuk mengais kehidupan di dunia ini, yakni melalui kementerian agama.

Untuk itu sudah harus menjadi kesadaran bersama bahwa kita memang harus membesarkannya, menjaga nama baiknya dan  terus mengabdikan diri dengan tuluis  untuk kepentingan bersma melalui lantaran kementerian agama.  Kalau dahul;u kementerian ini selalu menjadi bulan bulanan  media dan masyarakat dan dianggap sebagai kementerian yang korup dan lainnya,  alhamdu lillah saat ini keberadaan kementerian agama sudah jauh lebih baik.  Kesan masyarakat terhadapnya juga sudah mulai berubah dalam berbagai pelayanannya.

Layanan dalam ibadah haji juga sudah emmbaikdan  setiap tahun indeknya semakin naik, termasuk kepuasan para jamaah.  Ini tentu membanggakan kita dan harus selalu kita jaga konsistensinya.  Dalam bidang pelayanan pernikahan di KUA juga  sudah membaik tidak sebaimana dahulu yang dianggap sebagai sarang korupsi yang paling mudah. Lalu dalam bidang pelayanan pendidikan, baik dasar, menenagh maupun tinggi juga sudah relatif lebih bagus dibuiktikan dengan prestasi yang diraih oleh lembaga pendidikan yang ada di bawah kemenetrian agama.

Bebarapa aspek juga sudah menujukkan prestasi yang membanggakan, seperti akreditasi program studi dan juga ianstitusi, kemudian jurnal juga sudah meulai menggeliat dan menunjukkan bukti tidak kalah bersaing dengan yang lain.  Dan dalam hal rangking perguruan tinggi beberapa UIN juga sudah menujukkan  prestasinya sedemikian bagus bahkan melebihi beberapa universitas lainnya di lingkungan kementerian ristekdikti dan beberapa prestasi lainnya yang tentu  tidak bisa disebutkan satu persatu.

Sebagai kementerian yang terkait dengan agama, tentu kita menjadi pihak yang amat berat untuk menyandangnya dan masyarakat biasanya hanya banyak menuntut tanpa mau mengertin kondisi yang sebenarnya.  Karena itu jika ada kesalahan sedikit saja atau katakanlah ada noda sedikit saja yang dibuat oleh sebagian dari anggota kementerian agama, maka  secara keseluruhan kementerian akan terkena getahnya, tetapi kalau  mendapatkan prestasi, masyarakat menganggapnya biasa saja dan begitu seterusnya.

Itulah mengapa kita harus ikhlas dalam menjalankan tugas sesuai dengan moto kementerian yakni ikhlas beramal.  Karena itu kita tidak usah memperhatikan komenter orang tentang kita, dan kalau kita menjalankan tugas dengan baik, pada saatnya  masyarakat juga akan mengetahuinya  dan tidak lagi akan memberikan komenter yang miring tentang kementerian kita.  Kita ingat betapa menderitanya kita  pada saat ada kasus korupsi alquran yang begiru menyita banyak perhatian kita.  Demikian juga ketika  ada rilis hasil penelitian KPK tentang KUA yang begitu miris kita mendengarnya dan lainnya.

Namun sesungguhnya setalah kita cermati tidak sebagaimana berita yang begitu dahsyatnya, memang ada  sedikit hal yang menyimpang, akan tetapi bukan speri pemberitaan yang begitu hebat tersbut.  Namun itu sudah menjadi konsekwensi  sebagai kementerian yang mengurusi agama, sehingga masyarakat inginnnya  kementerian kita itu seperti malaikat yang tidka bernoda.  Untuk itu sekali lagi kitalah yang berkewajiban untuk membutkikannya.

Jika kita menjalani pekerjaan di dalam kementerian agama ini dengan tulus dan  konsisten menjalankan sesuai dengan aturan main yang ada dan berusaha secara sungguh sungguh untuk tidak keluar dari  aturan main, maka insya Allah pada saatnya kita akan dapat membuktikan bahwa kita adalah aparatur negara yang baik dan menjalankan tugas  dan tanggung jawab dengan bai pula.  Kalau toh misalnya ada kekurangannya, maka itu sangat wajar sebagai manusia biasa yang tidak terlepas dari kekhilafan.

Melalui tahtiman alquran kali ini kita berharap ada kesadaran beersama untuk berkhidmah kepada kementerian dengan menjalankan kewajiban dan tanggung jawab sebagaimana mestinya dan bahkan akan lebih banyak memberikan ketimbang  meminta.  Kalau kita landasi pekerjaan kita dengan niat ibadah, pastilah semuanya akan menjadi baik dan menghasilkan  sesuatu yang dapat kita banggakan dan harti akan menajdi puas secara hakiki.

Kita memang akan senantiasa menduetkan antara usaha nyata dengan doa, karena kita yakin bahwa hanya dengan pertolongan Allah lah kita akan mampu menjalani semua keinginan baik kita, tetapi sebaliknya juga kita tidak boleh hanya mengandalkan doa dan permohonan kepada Tuhan, karena itu kita memang harus berusaha dan menjalankan pekerjaan secara nyata dengan ketulusan yang tembus ke dalam hati.  Dengan melandaskan diri kepada   hal tersebut kita pasti akan mendapatkan kemudahan dan  kesuksesan sebagaimana yang kita harapkan.

Tahtiman alquran ini juga hanya sebagai sarana untuk meminta kepada Tuhan agar kita dan seluruh jajaran kementerian agama akan mampu menjalankan tugas dengan baik dan selamat tanpa ada aral yang menghalangi mewujudkan mimpi kita.  Pada  saat yang lain kita juga akan  berdoa bersama denagn membaca kalimat kalimat yang bagus untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sdan sekaligus memohon agar keinginan kita dikabulkan beserta ridla Nya.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.