TAHUN BARU DENGAN SEMANGAT BARU

Sudah menjadi kebiasaan bagi kita untuk menjadikan  tahun baru sebagai tonggak untuk menatap masa depan dengan penuh optimism, setelah melakukan muhasabah seluruh rekam jejak kita selama satu tahun sebelumnya.  Karena itu dalam tahun 2018 kali ini kita juga tidak boleh ketinggalan untuk merencanakan segala sesuatunya dengan penuh perhitungan sehingga  raihan target yang kita canangkan akan mendekati optimal dan bahkan kalua mungkin akan lebih baik dati rencana yang kita susun.

Meskipun kita  tahu bahwa tahun ini, yakni tahun 2018 adalah tahun politik, dimana negara kita akan menyelenggarakan berbagai pesat demokrasi untuk memilih kepala daerah, baik di tingkat propinsi maupun  kabupaten / kota, dan tentu juga sudah mulai memanas rencana pemilihan presiden pada tahun berikutnya.  Karena itu kita memang harus meperhitungkannya dalam rencana kegiatan yang akan kita jalankan pada tahun ini.  Itu semua  sebagai sebuah konsekwensi kita berada dalam waktu yang bersamaan dengan peristiwa penting dalam politik.

Jika kita memang mempunyai keinginan dan niat untuk memperbaiki diri dan sleuruh legiatan kta pada tahun ini, pasti kta akan mampu melakukan yang terbaik dan menghasilkan sesuatu yang bermnafaat bagi kita, keluarga, dan lingkungan kita.  Sudah barang tentu rencana yang ita susun akan kita sesuaikan dengan kondisi masyarakat kita yang pasti akan mengalami problem serius dalam menentukan pilihan mereka.  Meskipun  kita juga mengakui bahwa sebagian masyarakat kita  merasa cuek saja dengan segala macam ;pilkada, kafena mereka toh akan bernasib sama saja siapapun yang terpilih.

Justru sikap menyerah seperti tulah yang seharusnya kita waspadai, karena pastinya akan dimanfaatkan oleh  pihak pihak yang ingin memenangkan pilihan dengan membeli mereka dengan harga yang  sedikit.  Artinya  mereka pasti akan mau menerima pemberian uang sekedar untuk memilihnya, karena masyarakat tersebut sama sekali tidak peduli dengan siapapun yang aan memimpin, karena biasanya mereka juga tidak akan pernah tersentuh atau diperhatikan.

Bagi kita masyarakat yang tahu  dan  mempunyai keinginan agar pemimpin masa depan ialah yang mengerti detak jantung rakyatnya dan mau merasakan nafas penderitaannya, bukam  pemimpin yang hanya meminta suara kepada rakyat dan setelah itu merkea mengabaikan kepentingan rakyat yang seharusnya dipenuhinya.  Ketika kita sadar bahwa ke depan kita memang harus meberikan penekanan kepada persoalan kepemimpinan tersebut, saat inilah waktunya untuk memberikan  pencerahan kepada rakyat tentang pentingnya  memilih pemimpin.

Itu semua  dalam upaya kita mencerdasakan mereka dalam hal politik yang  seharusnya memang  mereka ketahui.  Namun bidang garapan kita memang bukan dalam ranah politik tersebut, melainkan dalam bidang pendidikan untuk mencerdaskan anak anak bangsa.  Untuk itu kita emmang harus membuat rencana kerja selama satu tahun  ini  dalam bidang yang terkait dengan aspek garapan kita tersebut. Sudah barang tentu dalam kinerja yang kita jalankan harus benar ebnar memberikan manfaat bagi anak anak bangsa yang sedang menggantungkan nasibnya kepada kita para  akademisi kampus.

Kita memang harus menempa diri dengan menambah berbagai pengetahuan, lebih lebih yang terkait dengan bidang disiplin keilmuan kita masing masing, dan umumnya tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  saat ini, sebab jika kita tidak mau memompa diri kta agar selalu  menambah keilmuan sesuai dengan bidang kita, pasti pada saatnya kita akan tercecer dan mungkin juga akan ditinggal oleh ekmajuan yang begitu cepatnya.

Riset riset yang merupakan modal dasr dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, tetap harus kita perhatikan dan lakukan dengan serius, yang kemudian hasilnya dapat dijadikan buku ataupun diulis ulang dalam jurnal agar dapat dimanfaatkan oleh pihak lain dalam memanfaatkan temuan tersebut.  Namun sayangnya untuk hal pokok   bagi kita para akademisi tersebut, dalam kenyatannya justru kurang mendapatkan perhatian secar eserius dari para akademisi.

Nah, pada awal tahun baru kali inilah kita mestu menyingsingkan lengan baju kita untuk  secara serius mendalami dan menajalankan kegiatan tersebut, untuk kemajuan ilmu dan sekaligus untuk memajukan institusi dimana kita bernaung dan memeterikan niat kita.  Jangan sampai  justru kita malah tertinggal dari mereka yang berada di luar kampus, karena mereka aktif dalam menulis dan meneliti.  Saat ini kita sudah terlalu dimanjakan oleh berbagai fasiltas dari negara, yang berupa tunjangan tunjangan yang cukup beragam, sudah seharusnya kita juga mengimbangainya dengan kerja nyata.

Posisi kita sebagai dosen  sudah emndapatkan tunjangan yang cukup  memadahi untuk dijadikan modal hidup dalam mengarungi dunia ini, lalu masih ditunjang dengan tunjangan lainnya yang merupakan  aspek kesejahteraan  yang diberikan kepada kita.  Nah, kalau kita justru mengabaikannya dan sama sekali tidk mensyukurinya, maka Tuhan pasti akan memberikan cobaan kepada kita sehingga hidup kita akan selalu kekurangan dan  bahkan mungkin kita justru akan melakukan tindakan yang tidak terpujid an melanggar hukum.

Sesungguhnya fasiltas yang diberikan kepada kita selalu dosen PNS menurut ukran umum sudah mencukupi, itu jika kita mau menyikapinya dengan bijak dan bersyukur atas semuanya, namun jika kita masih tidka mau mensyukurinya, maka yang terjadi adalah kjurang dan  kurang.  Itulah emngapa kita memang hafrus  bersikpa qanaah dalam hidup sehingga  semua  akan tertutupi oleh kesyukuran kita, namun jika kita  mensyukurinya, maka semua akan terbuka dan kita  akan selalu berkeinginan untuk mendapatkan sesuatu  yang bahkan tidak bermanfaat bai diri kita.

Karena itu sekali lagi, mari kita merencanakan  perjalanan tahun ini dengan cukup realiastis dan  banyak berpedoman pada  pengalaman masa lalu kita sehingga kita akan   secara langsung  belajar untuk menjadi yang terbaik dalam hidup kita.  Kinerja kta yang masih bolong di tahun yang lalu, mari kita tambal dengan kebajikan agar  sesuatu yang bolong tersebut akan dapat  menjadi bagus dan bahkan kita akan terus terdorong untuk selalu melakukan yang terbaik bagi diri, keluarga dan  lingkungan kita.

Kita bekerja memang bujkan untuk diri sendiri, melainkan untuk kepentingan banyak pihak, termasuk isntu=igtusi kita.  Lalu bagaimana jika kita tidak mau emmikirkan kemajuan dan perkembangan isntitusi kita tersebut?  Tentu kita akan emnjadi tertinggal dengan institusi lain yang seluruh warganya bersatu untuk memajukannya.  Mari kta jangan tertinggal dengan mereka,  dan karena itu rencanakan dengan abgus masa depan kita bersama dengan isnstitusi kita.

Kalau tahun yang lalu kita teah ebrhasil untuk menjadikan  jurnal kita terakreditasi 3 buah, maka kita harus mampu memberikan motivasi agar yang masih tertinggal dapat menyusul secepatnya dan kita targetkan pada tahun ini mereka akan menysusul dengan target terakreditasi pula.  Beberapa program studi juga sudha melakukan  proses akreditasi dan sebagiannya bahkan sudah meraih hasil yang bagus, namun masih ada beberapa yang belum maksimal, maka usahakanlah  mulai tahun ini untuk menjadikan seluruh program studi di institusi kita meraih akreditasi maksimal.  Artinya prodi yang sudah cukjup lama harus diupayakan mendapatkan nilai A sddangkan yang terbaru mendapatkan nilai B.

Jika kita serius dalam mempersiapkan semua ktu p;astilah kita akan mam;u meraih apa yang kita inginkan.  Buktinya dalam hal jurnal saja kita  mampu mendapatkannya,  dan kita yakin bahwa tahun ini pun kita masih dapat menambah jumlah jurnal yang akan mendapatkan nilai akreditasi bagus. Semua jika direncanakan dengan baik dan diniati dengan  tulus serta kemudian dijalankan dengan serius, insya Allah semuanya akan terwujud.  Semoga tahun ini  kita memang  mendapatkan keuntungan  dari  Allah swt,  atas semua  usaha yang kita lakukan dengan sungguh sungguh dan kepasrahan yang total kepada Allah swt. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.