MENYIKAPI AWAL TAHUN

Pada saat pergantian tahun baru, biasanya orang akan melakukan berbagai keiatan yang terkait dengan perayaan tahun baru tersebut, sekaligus juga sebagai wahana untuk refressing diri sambil menunggu masuknya tahun baru untuk melakukan hal hal baru yang akan ataupun sudah direncanakan.  Namun diantara  masyarakat muslim sendiri masih terjadi beda pandangan menganai hal tersebut, meskipun seharusnya sudah selesai dan tidak perlu diperpanjang perdebatan maslaah tersebut.

Lau pertanyaannya ialah bagaimana seharusnya kita mensikapi  awal tahun baru tersebut? Apakah kita hanya akan menunggu nasib atau tetap biasa melakukan kegiatan sebagaimana tahun sebelumnya ataukah kita harus melakukan  apa dan bagaimana?  Secara teori tentuny kita akan jauh lebih bagus jika di awal tahun baru ini  melakukan muhasabah dalam  berbagai hal, terutama yang terkait dengan kehidupan kita saat ini.

Artinya jika kita melakukan pemutaran kembali laku dan rekam jejak kita selama satu tahun yangb lalu, kemudian kita juga memetakan perilaku kita; ada yang baik, ada yang buruk ada yang biasa saja dan lainnya, lalu kita menentukan langkah berikutnya untuk memperbaikinya, maka itulah muhasabah yang bagus.  Muhasabah yang tidak diikuti oleh usaha untuk memperbaikinya, maka sama dengan tidak ada muhasabah dan sama saja dengan tidak ada perubahan apapun.

Sesungguhnya muhasabah dan usaha untuk memperbaiki yang kurang itu tidaklah harus serentak dan  menyangkut semua aspek, sebab kalau itu yang dilakukan, maka akan sangat sulit dapat dicapai.  Sebaiknya memang  dibuat langkah kongkrit dan semacam skala prioritasnya, sehingga mungkin pada tahap awal kita dapat memperbaiki dalam aspek tertentu saja.  Pada saat  sesuatu yang kita perbaiki tersebut sudah menjadi kebiasaan kita, maka barulah kita beralih kepada perbaikan aspek lainnya dan begitu seterusnya.

Untuk melakukan perubahan menuju kebaikan itu sangat mudah untuk dicita citakan dan diucapkan, namun akan sangat sulit untuk diwujudkan, karena pasti akan muncul banyak rintangan dan persoalan yang akan sewaktu waktu menghambat kita.  Jika  dalam perilaku kita  tahun yang lalu kita hanya menjalankan kewajiban semata, dalam kaitannya dengan ibadah,  maka  tahun ini  sebaiknya yidak langsung merencanakan akan melakukan banyak kesunnahan, karena itu pasti akan sangat berat, dan kalau misalnya  dapat dijalankan, mungkin akan terhenti di tengah jalan.

Mulailah dengan menjalankan satu kesunnahan saja yang  kemudian secara konsisten terus dijalankan, lalu kalau sudah menyatu dengan kehidupan kita, barulah kita dapat menambah satu lagi yang tidak terlalu memberatkan dan begitu seterusnya.  Jadi degan dmeikian sangat mungkin  bahwa dalam satu tahun kita hanya akan menambah kesunnahan dua sampai tiga saja, aau bahkan satu saja sudah  baik ketimbang sama sekali tidak ada penambahan.

Jika  dikaitkan dengan pelaksanaan gtugas sebagai makhluk yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam bidang yang memang dibebankan kepada kita, maka kita juga dapat memetakannya seperti dalam ibafah tersebut.  Sebagai contoh, jika kita sebagai seorang pegawai negeri sipil, dimana pada tahun yang lalu belum mampu untuk menjalankan disiplin secara konsisten, seprti masih bolong bolong dalam waktu masuk kerja misalnya atau  lebih awal dalam pulang kerja mkisalnya, maka lakukanlah untuk menambal dan memperbaiki dalam hal kedisiplinan itu  dulu.

Kalau mislanya dalam gtahun ini kita sudah mampu dan membiasakan diri untuk selalu disiplin dalam sisi waktu, maka kita mungkin dapat meningkatkannya dalam bidang kinerja.  Kita  harus berusaha  menjadikan pekerjaan kita sebagai penggilan jiwa, dan bukan sebuah  tuntutan kewjiban yang harus dilaksanakan.  Boleh juga pada  awalnya kita menganggap bahwa pekerjaan dan tanggung jawab yang kita emban adlaah sebagai sebuah kewajiban,  namun secara lambat laun tetapi pasti mari jadikan pekerjaan tersebut sebagai panggilan hati dan jiwa, sehingga kita akan  dapat mencintainya.

Kita juga sekaligus dapat menambah pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan kita agar kita  mampu melakukannya lebih baik ketimbang yang sudah kita lakuakn dan berikan untuk negara.  Memang tidak ada tuntutan untuk memajukan diri melalui kreeasi sendiri, tetapi jika pekerjaan tersbeut sudha menjadi panggilan jiwa kita, tentu kita akan sangat tertarik untuk selalu menghasilkan sesuatu yang terus meningkat dan meuaskan hati.

Kembali kepada muhasabah di awal tahun  seperti saat ini  menjadi penting bilamana kita mengingat bahwa kemampuan manusia itu pasti ada batasnya dan semakin lama kita melakukan pekerjaan tersebut, maka fisik kita juga akan semakin melemah.  Nah, kalau kita tidak imbangi demgan kemampuan yang lebih, maka  apa yang kita lakukan pasti akan semakin menurun, padahal seharusnya apapun yang kita lakukan haruslah semakin meningkat dan semakin memberikan manfaat yang lebih besar, bukan sebaliknya.

Muhasabah yang bermakna  memutar kembali sleuruh perilaku kita selama satu tahun tersebut dimaksudkan  untuk mengetahuai dan sekaligus juga mengevaluasi sejauh mana  apa yang kita lakukan tersebut telah berkontribusi dan memberikan manfaat yang besar bagi institusi ataupun bagi masyarakat secara umum.  Tujuan lebih jaunnya ialah untuk memperbaiki kondisi yang sudah ada, termasuk  untuk  menambah keunggulan yang sudah baik dan menambal kekurangan yang dirasakan.

Dengan begitu muhasabah tersebut sama dengan evaluasi diri dan introspeksi diri  terhadap smeua perbuatan yang sudah berjalan selama satu tahun dan  merencanakan serta melakukan perbaikan perbuatan di tahun berjalan.  Tentu smeua muhasabah itu  maksudnya  baik dan tidak ada satu muhasabah pun yang dimaksudkan untuk memperburuk keadaan. Karena itu  diharapkan smeua pihak mampu melakukan muhasabah tersebut agar di tahun ini akan  menjadi lebih bagus dalam semua aspek yang kitajalani.

Namun apabila ada pihak yang tidak memerlukan muhasabah tersebut  dan hanya mengandalkan kemampuan  prediksinya saja  dalam menerawang masa depan, serta  kemudian melakukan perencanaan yang dianggap  jauh lebih baik, tanpa harus melakukan evaluasi teradap semua pekerjaan yang telah dilakukannya,  maka itu menjadi hak baginya, akan tetapi biasanya  perencanaan yang baik dan  prediksi yang akrat, akan selalu didasarkan kepada evaluasi pekerjaan yang sudah pernah dijalankan dan tentu dengan daya kreatifitas yang tinggi.

Namun sekali lagi pada dasarnya  untuk dapat memperbaiki  hal hal yang kurang atau untuk meningkatkan menjadi lebih bagus, jalan yang biasa ditemuh ialah dnegan melakukan evaluasi secara  menyeluruh dan kemudian ditindak lanjuti dengan usaha nyata untuk melakukan perbaikan berdasarkan  evaluasi tersebut.  Dengan begitu usaha untuk memperbaiki akan  tepat sasaran dan  lebih cepat, karena sudah diketahui apa masalahnya dan di analiasa apa permasalahannya dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki tersebut.

Pendeknya melakukan  muhasabah bagi siapapun dalam bidang apapun itu  sesungguhnya menjadi sebuah keniscayaan, namun bilamana ada pihak yang tidak emmerlukannya juga tidak menjadi sebuah kesalahan, melainkan hanya   menjadi sebuah perbuatan yang tidak lazim saja, dan akibatnya sangat mungkin tidak akan emncapai sasaran sebagaimana yang dicita citakan.  Hanya saja kita juga  dapat mengerti jika di dunia ini ada saja pengecualian.

Artinya  kalaupun tifak melakukan evaluasi atau muhasabah, tetapi dapat menghasilkan  sebuah  keadaan yang sangat bagus, maka itu bisaa saja gterjadi.  Akan gtetapi sekali lagi secara lazim untuk melakukan perbaikan itu biasanya  didasarkan kepada evaluasi yang mendalam dan cermat dan  ditindak lanjuti dengan usulan perbaikan yang cermat pula.  Mudah mudahan kita mampu melakukannya di awal tahun ini, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.