SUASANA HARI IBU

Hari ibu yang selalu diperingati pada setiap tanggal 22 Desember memang mempunyai kenangan tersendiri, khususnya bagi kaum perempuan.  Bukan saja karena mereka mendapatkan penghargaan dari negara, melainkan  banyak diantara ibu ibu yang menjalankan tugas sebagai pihak yang harus  bertanggung jawab dalam pelaksanaan peringata hari ibu tersebut, termasuk di dalamnya ialah melaksanakan upacara bendera, dan  berbagai lomba yang sengaja dilaksanakan.

Mungkin tidak sama antara satu  daerah dengan daerah lainnya, atau mungkin antara kantor dan instansi satu dengan lainnya, namun semangatnya  dapat dianggap sama, yakni kebahagiaan mereka dalam memperingatai hari ibu tersebut.  Dapat dibayangkan betapa mereka menikmati peringatan tersebut, karena mereka dapat  bersendagurau bersama, tertawa lepas bersama, terutama pada saat  melaksanakan lomba diantara mereka.  Itu disebabkan karena banyak kejadian lucu yang harus terjadi dan semuanya tidak ada yang merasa rendah diri atau merasa direndahkan.

Saya  sempat menyaksikan betapa ibu ibu sungguh sangat luar biasa bersemangat dalam mengikuti semua acara peringatan hari ibu tersebut, walaupun sudah jauh dari tanggal 22 sendiri.  Pada saat upacara dimana semua petugasnya adalah kaum ibu, kecuali  pembina upacara, semuanya sangat bersemangat dan alhamdu lillah tidak ada yang meleset atau keluar dari pakem upacara.  Tentu hal tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka yang menjalankan tugas tersebut.

Pada  saat ada perlombaan, mereka juga sangat antusias dalam mengikutinya, tidak peduli apakah hal tersebut akan membawa mereka mendapatkan juara atau tidak karena bagi mereka yang terpenting ialah meramaikan peringatan hari ibu tersebut.  Hal tersebut terbukti bahwa semuanya menjadi sangat puas dan gembira, terutama pada saat menjalani perlombaan.  Bahkan bagi ibu ibu yang tidak mendapatkan kejuaraan pun  tetap bersemangat untuk tertawa dan menceritakan tentang lucunya perlombaan yang diikuti.

Gambaran tersebut sangat jelas dan bagi kita kaum laki laki tentu juga merasakan kebanggaan tersendiri, karena suasana tersebut telah ikut membantu membuat ibu ibu tersenyum sehingga diharapkan smeua pekerjaan rutinnya juga akan terlaksana dengan sangat bagus dan memenuhi harapan.  Tidak terlintas dalam benak mereka bahwa ada beban yang sangat berat yang harus mereka tanggung dalam kehidupan mereka.  Dengan demikian peringatan hari ibu tersbut sudah sedikit membantu ibu ibu dalam mengurangi beban yang harus ditanggung.

Kalaupun di beberapa kantor milik pemerintah cukup hanya dilaksanakan peringatan  dengan upacara bendea semata, akan tetapi  secara umum juga dapat dilihat suasananya yang berbeda dengan hari hari biasa, karena mereka  Nampak sangat santai dan menikmati hari itu.  Kita tentu juga tidak akan memberikan teguran atau bentuk lainnya, jika mereka sehabis upacara tidak langsung melakukan pekerjaan rutin mereka, karena sedang membicarakan hari ibu tersebut.

Barangkali peringatan hari ibu memang special karena  sebagaimana kita saksikan semua  serba  ibu atau perempuan.  Kalua selama ini mungkin lebih banyak menyaksikan  hal hal keseharian banyak dijalankan oleh laki laki, namun pada hari ibu tersebut, banyak kaum perempuan yang tampil melaksanakannya.  Memang sedikiot agak berbeda dan  malahan sedikit canggung terutama pada saat harus menyaksikan para perempuan yang dengan cekatan dan penuh ceria melaksanakan tugas yang biasanya dikerjakan oleh laki laki.

Sudah barang tentu bukan peekerjaan yang berat dan mungkin susah untuk dilaksanakan oleh keum perempuan, melainkan  pekerjaan yang hanya biasanya saja dikerjalan olej laki laki dan sesungguhnya dapat dilakukan oleh kaum perempuan.  Namun kalaupun tidak ada pemandangan tersebut, kita juga dapat memakluminya, karena peringatan hari ibu itu tidak identic dengan semuanya harus serba ibu, karena hakekat peringatan hari ibu ialah hanya memberikan penghargaan kepada kaum ibu bahwa pekerjaan mereka sungguh  tidak boleh dipandang remeh dan disepelekan.

Selama ini banyak kaum laki laki yang memandang remeh kaum perempuan yang  dikiranya harnya melakukan perkerjaan rumah yang remeh.  Padahal kalua dicermati pekerjaan rumah itu jauh lebih berat ketimbang kerja di luar, atau setidaknya sama sama  beratnya dengan apa  yang dilakukan oleh laki laki.  Akan tetapi kebanyakan laki laki kemudian mengklaim bahwa  merekalah yang mencari  rizki dan merekalah yang bertanggung jawab atas keberlangsungan keluarganya, padahal peran seorang isteri juga tidak kalah  beratnya dan menentukannya.

Persoalannya ialah apakah kaum laki laki mau memahami  dan mengerti tugas perempuan, khususnya yang ada  di rumah ataukah tidak.  Jika  mau memahami maka akan tercipta saling memahami perang masing masing dan itu akan emnjadi dasar untuk sebuah keharmonisan rumah tangga, namun jika ada salah satu pihak yang tidak mampu memahami peran pasangannya, pastilah akan terjadi perselisihan dan maisng masing mengklaim bahwa merekalah yang paling berjasa dan berat pernanya.  Nah, kalau sudah begini maka  kemungkinan untuk damai dan saling memahami peran akan sulit diwujudkan.

Apalagi kalau  kaum perempuan kemudian juga bekerja di luar, dan bahkan gajinya lebih banyak ketimbang laki lakinya, maka jika tidak didasari oleh saling pengertian, maka  kemungkinan dan potensi untuk terjadinya konflik di rumah tangga sangat besar.  Untuk itu harus menjadi perhatian kita semua, terutama  bagi kaluarga yang kaum ibunya juga bekerja di luar agar  memperkokoh jalinan pengertian diantara mereka agar  badai sebesar dan sedahsyat apapun akan tetap mampu ditahan.

Secara umum kita menyaksikan peringatan hari ibu kali ini memang berjalan cukup bagus, karena memang kebetulan dilaksanakan pada saat openghargaan kaum laki laki kepada keum perempuan secara umum sudah relatif bagus.  Artinya  pada saat ini  kita dapat menyaksikan bahwa  di manapun kaum perempuan sudah mendapatkan pengakuan dan peran yang penting bahkan terkadang malah mendapatkan tempat tertinggi dalam lingkungannya, sehingga kaum ibu dapat tersenyum lebar saat memperingati hari yang memang sangat mengangkat gairah mereka.

Kita tentu berharap bahwa  kalaupun pada saatnya  peran perempuan sudah benar benar sejajar dengan peran kaum laki laki, tetapi  sehartusnya mereka tetap menjadi kaum perempuan yang secara kodrati memang berbeda dengan kaum laki laki sehingga pernnya pun juga pasti berbeda.  Jangan sampai nanti kita menyaksiikan betapa  kaum perempuan kemudian menguasai seluruh peran sehingga kaum laki laki hanya sebagai pelengkap semata.  Kenapa dikatakan demikian, sebab potensi untuk hal tersebut sudah mulai terlihat, dimana kaum perempuan sudah demikian progresif, sementara laki lakinya justru makin tenggelam.

Wanita karier sekalipun ketika berada dalam lingkungan rumah tangga tentu harus dapat menyesuaikan diri, bukan untuk menghamba kepada kaum laki laki, melainkan  harus tetap dapat memerankan diri sebagai seorang isteri yang terkadang memang sangat diru=idnukan  oleh suami untuk sekedar membuatkan minuman atau sekedar  memberikan kesempatan untuk berbagi rasa dan cerita dan lainnya.  Demikian juga  harus mampu memerankan diri sebagai seorang ibu seutuhnya, bukan hanya sekdar memenuhi kebutuhan  finansial kepada anak anaknya.

Peran sebagai isteri seutuhnya dan sebagai seorang ibu seutuhnya tidak harus mengorbankan keriernya, karena  smeua dapat diatur dengan baik jika memang kesadaran untuk hal tersebut sudah terpateri dalam hatinya.  Kita juga dapat menjadikan teladan kepada keluarga sakinah yang dipenuhi kasih sayang, emskipun  isterinya adalah wanita karier yang sukses.  Itu semua  karena dilandasi oleh keimanan yang kuat dan pengertian semua pihak untuk memerankan diri  sebagai sosok yang utuh dalam kehidupan rumah tangganya.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.